Reinkarnasi Kaisar Siluman

Reinkarnasi Kaisar Siluman
Perang Sudah Dimulai (Liang Ye Vs. Zhang Bingjie)


__ADS_3

Mereka semua membuka mata serentak, Kekaisaran Yin telah menyembunyikan kelima orang itu untuk berjaga – jaga ketika menghadapi kondisi seperti yang mereka hadapi sekarang.


“Semut besar seperti apa yang membuat kami harus turun tangan!.” Ucap salah seorang dari mereka yang duduk bersila di tengah, ia bernama Yin Angúo, ayah kandung Kaisar Aiguo, sekaligus Kaisar sebelumnya.


“Ayah, Para Pendekar Hitam membawa sekutu yang lebih banyak daripada yang sebelum sebelumnya, sementara itu Hong Bingwen sedang berada di perbatasan untuk pertemuan dengan sekutu.” Kaisar Aiguo menjelaskan inti permasalahannya.


“Sepertinya mereka memang berbahaya!, aku bisa merasakan aura kuat dari mereka, ada 5 orang dari mereka yang sudah berada pada tingkat pendekar mutlak seperti kita.”  Ujar orang yang duduk bersila di tempat paling ujung sebelah kiri yang bernama Hong Chaoxiang, yang merupakan ayah kandung dari Hong Cheung dan Hong Bingwen.


“Benar!, mereka sungguh berbahaya, aku juga bisa merasakannya, tapi entah mengapa aku juga samar – samar merasakan seseorang yang memilki darah yang sama denganku tapi bukan Yi er.” Ucap seseorang yang duduk bersila di antara Hong Chaoxiang dan Yin Angúo, ia bernama Liang Ye, ayah kandung dari Liang Yi, yang berarti merupakan kakek kandung dari Liang Wei.


“Anda tidaklah salah leluhur Ye, ia adalah cucu kandung anda.” Ucap Kaisar Aiguo sambil tersenyum kepada leluhur Ye, dia sangat menyukai Liang Wei maka dari itu ia sangat antusias ketika membahasnya.


“Benarkah?, ah ini kabar baik!, dan bagaimana kabar Liang Yi sekarang?.” Mata Liang Ye berbinar jadi bersemangat membahasnya, ia sangat ingin bertemu dengan cucu dan anaknya, karena sudah hampir 100 tahun ia bertapa.


“dia…” ucap Kaisar Aiguo namun dipotong oleh seseorang.


“Kalian bisa membahasnya nanti!, kita dalam keadaan genting!.” Seseorang yang duduk bersila di ujung paling kanan menegur mereka berdua karena tidak bisa mengkondisikan sesuatu pada tempatnya, ia bernama Ding Zian yang merupakan ayah kandung dari Jenderal Ding An.


“Ding Zian benar, kita tidak ada waktu untuk membahas hal yang santai di saat kita tidak sedang santai.” ucap seorang yang duduk bersila di antara Ding Zian dan Yin Angúo, ia bernama Zhi Quon yang merupakan ayah kandung dari Zhi Qiang.


Akhirnya Kaisar Aiguo dan Liang Ye terdiam, dan kembali menunjukkan raut wajah serius. mereka sadar bahwa tidak seharusnya mereka membahas itu ditengah puluhan ribu nyawa manusia yang sedang dipertaruhkan.


“Kalau begitu tunggu  apalagi?, ayo kita bergerak sebelum lebih banyak korban berjatuhan!.” Yin Angúo tak ingin para penduduk yang terkena imbas akibat mereka yang lambat bertindak.


Dalam sekejap mereka menghilang dari tempat, mereka menuju ke pusat Ibukota tempat penyerangan terjadi, kecuali Liang Ye.


“Apa yang terjadi?, energi kehidupan cucukku tiba – tiba meredup.” Sangat khawatir akan kondisinya, berpikir tentang keadaan paling buruk, apalagi perang sudah dimulai sehingga Liang Ye segera menuju ke arah aura Liang Wei yang hampir menghilang.


“wusshh” dalam sekejap mata ia sudah sampai di tempat Liang Wei berada.

__ADS_1


“Apa???.” Ia melihat Zhang Bingjie memberikan pukulan kepada Liang Wei. “aku sudah terlambat!.” Ucapnya dan terlihat tetesan air jatuh di pipinya yang sudah keriput.


Liang Wei terpental dan tak sadarkan diri, energi kehidupan dalam tubuhnya kian lama semakin menghilang, Liang Ye segera terbang untuk meraih tubuh Liang Wei, namun sekelebat bayangan lebih dulu meraih tubuh Liang Wei dan membawa pergi dengan token teleportasi.


Dengan token teleportasi, seseorang dapat berpindah ke tempat yang sangat jauh dalam waktu yang singkat, Liang Ye tidak dapat merasakan aura Liang Wei lagi, berarti Liang Wei dibawa ketempat yang sangat jauh dari tempatnya sekarang.


“ohh tidak cucuku!!!.” Ia berpikir bahwa waktu yang tak cukup 5 detik itu adalah saat pertama dan terakhir ia bertemu dengan cucunya. “si*al\, bang*at.” Umpat Liang Ye kesal kepada sosok bayangan itu.


“Pasti ini semua adalah perbuatan sekutumu, pendekar hitam si*lan!!!.” Liang Ye menduga bahwa itu adalah perbuatan rekan Zhang Bingjie.


Zhang Bingjie diam dan bungkam dengan wajah yang merah padam, raut wajahnya menunjukkan bahwa ia sedang kaget dan kesal. “si*l, siapa sosok bayangan itu, aku jadi gagal mendapatkan Kitab Hitam yang selama ini kucari!.” Ia berniat mengambil Kitab Hitam itu dari ruang dimensional Liang Wei saat telah membunuhnya, namun sosok bayangan itu mengagalkan rencananya.


Berarti sekelebat bayangan itu bukanlah rekan Zhang Bingjie, namun Liang Ye tidak tahu itu dan tidak mau tahu, ia butuh untuk melampiaskan kekesalannya, dan Zhang Bingjie adalah orang yang tepat untuk itu.


Liang Ye terbang dan sekejap mata tiba di depan Zhang Bingjie, segera saja ia melepaskan sebuah pukulan.


 


 


 


 


Dinding di sisi kanan dan kiri Zhang Bingjie hancur lebur akibat fluktuasi pukulan Liang Ye, namun Zhang Bingjie sudah menghilang dari tempatnya, dan melayang di atas kepala Liang Ye.


Ia mengayunkan kaki yang  memiliki konsentrasi tenaga dalam tinggi menuju kepala Liang Ye, Liang Ye menangkap kaki kiri Zhang Bingjie dan berniat membanting tubuhnya ke tanah, Zhang Bingjie menendang tangan Liang Ye dengan kaki kanannya sehingga genggaman tangan Liang Ye lepas dan membuat tubuh Zhang Bingjie terlempar.


Zhang Bingjie yang terlempar tidak menghantam tanah karena telah terbang di udara. “Pedang Bumi.” Pedang besarnya menjadi semakin besar, panjangnya bahkan mencapai 10 meter, Ia menebaskan pedang yang sebesar rumah itu secara vertikal.

__ADS_1


Bilah pedang yang sangat besar itu mendarat di tanah dan meratakan bangunan yang berada di sekitarnya, gang sempit itu kini  tinggal bangunan runtuh yang sudah rata dengan tanah.


Di waktu yang sama saat pedang besar Zhang Bingjie menghantam tanah, Liang Ye muncul di depannya dan berniat menyundulkan kepalanya kepada kepala Zhang Bingjie dan meninju perutnya, di saat yang sama dua pedang tiba – tiba muncul di kedua sisi dan melayang lalu bergerak menyerang tubuh Zhang Bingjie dari sisi kanan dan kiri yang berlawanan.


Itu adalah teknik Pedang Jiwa ciptaan Liang Ye. yah, ia adalah pendiri Sekte Pedang Jiwa di Kekaisaran Yang, ia sendiri yang menamai Sekte itu dengan nama tekniknya.


Zhang Bingjie reflek melepas pedang besarnya, sehingga pedangnya kembali ke ukuran semula jatuh dan ke tanah, lalu ia merentangkan kedua tangan dan menembakkan tenaga dalam yang mengandung elemen kegelapan yang ganas sehingga kedua pedang melayang itu terpental, di saat yang sama ia menggunakan lututnya untuk menangkis tinjuan tangan yang menuju perutnya.


Namun ia tidak sempat mengelak dari sundulan kepala Liang Ye yang lebih keras daripada logam, sehingga Zhang Bingjie yang berada di udara termundur kebelakang sejauh 5 meter.


Setelah dipaksa mundur 5 meter, Zhang Bingjie maju lagi dan melancarkan pukulan tangan kanan yang mematikan.


“Tinju Kebencian.” tinjunya dilapisi elemen kegelapan yang kuat


Meledakkan aura pendekar mutlak tahap awal miliknya lalu terbang seakan menerkam Liang Ye, Liang Ye tak mau kalah, ia meladakkan aura yang setingkat dengan Zhang Bingjie lalu melepaskan tinju yang juga mematikan.


“Tinju Penghakiman.” Keluar cahaya dari tinjunya, Liang Ye adalah pengguna elemen cahaya yang bertolak belakang dengan elemen milik Zhang Bingjie.


“boomm”


“duaaakkk”


Suara ledakan terdengar sangat lantang dan menggema keseluruh kota, asap membumbung tinggi hingga ke langit, membuat jarak pandang terbatas.


--


Sekelebat bayangan yang membawa tubuh Liang Wei berteleportasi tiba di sebuah desa tersembunyi di kedalaman hutan.


“Ada apa dengan Yang Mulia?.” Seorang pria paruh baya segera bertanya ketika melihat seseorang muncul bersama Liang Wei yang hampir kehilangan energi kehidupannya.

__ADS_1


“tidak usah bertanya, cepat beri Pertolongan!.” Ucap orang itu, di sudut matanya air sudah mengalir deras.


__ADS_2