
Liang Wei kemudian menghilang dan muncul kembali di dekat salah seorang Pejabat Kekaisaran.
Melihat Liang Wei muncul di sampingnya, Pejabat Kekaisaran itu langsung mundur sejauh 5 langkah kebelakang.
“aku bukanlah orang yang mengirim mereka setelah kegagalan para pembunuh bayaran itu!.” ucap Pejabat Kekaisaran itu dengan lantang, ia adalah Liao Shi.
Liang Wei tersenyum melihat Liao Shi yang berteriak.
“aku bahkan belum berkata apa – apa.” Ucap Liang Wei dengan santai.
“kau muncul di dekatku, aku hanya reflek membela diri, sungguh bukan aku pelakunya!.” Ucap Liao Shi dengan raut wajah marah.
“bukan itu maksudku.” Ucap Liang Wei.
“lalu?.” Ucap Liao Shi masih dengan raut wajah yang sama.
“maksudku, aku bahkan belum menceritakan tentang kejadian setelah kami selamat dari pembunuh bayaran itu.” ucap Liang Wei dengan dingin, lalu raut wajahnya jadi sangat serius.
Liao Shi menyadari kecerobohannya, sehingga ia ketahuan oleh Liang Wei dengan mudah.
“penghiaaaanat!.” Teriak Kaisar Huifang yang sudah naik pitam.
“para Prajurit! Tangkap dia.” titah Kaisar Huifang kepada para Prajurit yang berdiri berjejer di dekat dinding di seluruh ruangan itu.
Para Prajurit segera melaksanakan titah itu, namun langkah mereka terganggu karena ada seseorang yang menyerang mereka secara tiba – tiba.
Orang itu adalah Liang Wei, hal itu membuat Kaisar Huifang jadi bingung dan marah di waktu yang sama.
“kenapa kau menyelamatkan penghianat itu.” Teriak Kaisar Huifang.
Liang Wei tetap menyerang Para prajurit itu tanpa menghiraukan ucapan Kaisar Huifang.
“Langkah Kegelapan.”
“Iblis Hitam Pembalas Dendam.”
Terlihat Liang Wei menghilang dan muncul kembali dengan gerakan yang sangat cepat, sehingga tidak bisa di ikuti oleh mata.
Ia muncul dari balik bayangan, tanpa basa basi menusuk tubuh para prajurit, setelah itu ia kembali menghilang, dan melakukan hal yang sama secara berulang – ulang.
Liang Wei tidak main – main, ia menggunakan salah satu pedang Kaisar Siluman miliknya untuk meningkatkan kekuatan serangannya.
Dengan satu pedang Kaisar Siluaman di tangan kanan, Liang Wei menusuk jantung musuhnya dan menghilang dengan sangat cepat, bahkan hanya tiga tarikan napas, Liang Wei sudah menghabisi lebih dari 10 orang.
Liang Wei baru berhenti ketika telah menusukkan pedangnya ke tubuh orang ke - 17 di antara Prajurit itu.
__ADS_1
Liang Wei tidak menghabisi seluruh prajurit, bahkan hanya 17 di antara 100 yang ia habisi.
Hal itu membuat Prajurit lainnya secara serentak mengeroyok Liang Wei, namun Liang Wei dengan cepat menghilang dan muncul di samping Kaisar Huifang.
“apa yang kau lakukan nak!.” Teriak Kaisar Huifang lalu segera menyerang Liang Wei.
Liang Wei hanya diam tak bergeming, ia menunjukkan raut wajah serius kepada Kaisar Huifang.
“mereka adalah penyusup.” Ucap Liang Wei.
Mendengar perkataan itu, Kaisar Huifang yang telah melayangkan tinjunya, segera menghentikannya saat jarak tinjunya tinggal 1 jari dari batang hidung Liang Wei.
Kaisar Huifang segera mengalihkan pandangannya pada 17 orang yang telah dihabisi oleh Liang Wei.
“prajurit!, periksa wajah mereka!.” Ucap Kaisar Huifang dengan lantang kepada para prajurit yang masih berdiri di tempatnya.
Para Prajurit langsung memeriksa orang – orang yang telah tewas dengan mengenaskan itu.
“Yang Mulia, tidak ada satupun dari mereka yang kami kenali!.” Ucap salah seorang Prajurit yang telah memeriksa identitas orang – orang itu.
“apa???.” Ucap Kaisar Huifang sangat kaget bahwa itu benar.
“bagaimana bisa ia mengetahuinya?.” Batin Kaisar Huifang lalu mengalihkan pandangannya kepada Liang Wei di sampingnya.
Kaisar Huifang bahkan tidak menyadari para penyusup itu berbaur di antara para prajurit yang berjumlah ratusan itu.
“pantas saja dia bisa mengalahkan pembunuh bayaran itu.” pikir Para Pejabat Kekaisaran.
Melihat kejadian di depannya, mereka semakin takut pada Liang Wei, kini mereka menunduk dan menutup mata, karena takut bilamana tidak sengaja melakukan kontak mata dengan Liang Wei.
“tunggu apa lagi, tangkap penghianat itu!.” ucap Liang Wei dengan lantang, membuat semua orang sadar dari lamunannya.
Termasuk Kaisar Huifang, ia segera memandang ke arah para prajurit.
“cepat tangkap dan….” Kaisar Huifang memberikan titah yang panjang.
Kaisar Huifang memerintahkan para prajurit untuk menangkap dan menjebloskan Liao Shi kedalam penjara, namun sebelum ia dimasukkan ke dalam penjara, terlebih dahulu dantiannya dihancurkan oleh para prajurit, agar ia tidak bisa menggunakan tenaga dalam lagi.
“…dan ingat untuk menginterogasinya!.” Tutup Kaisar Huifang mengakhiri titahnya.
“Hamba Laksanakan titah Yang Mulia!.” Ucap Para Prajurit sambil menangkupkan kedua tangan, lalu dengan segera menangkap Liao Shi dan melakukan hal sesuai dengan titah Kaisar Huifang.
Liao Shi melakukan perlawanan, namun karena jumlah prajurit yang lebih banyak, dengan mudah Ia dilumpuhkan.
Kaisar Huifang kemudian mengalihkan pandangannya ke arah Liang Wei.
__ADS_1
“bagaimana kau bisa mengetahuinya nak?.” Kaisar Huifang cukup penasaran dengan hal itu.
“bukankah dia sendiri yang mengaku, aku tidak melakukan apa – apa.” Ucap Liang Wei dengan santai.
“bukan itu, maksudku para penyusup di antara para prajurit.” Ucap Kaisar Huifang.
Tentu saja Liang Wei tidak akan mengungkapkan jawaban yang sebenarnya.
“firasat.” Ucap Liang Wei dengan singkat, lalu menghilang dan muncul kembali di tempat awal ia berdiri, di samping Yang Huian dan rekannya yang masih berlutut.
“sampai kapan kau membiarkan mereka berlutut?.” Ucap Liang Wei kepada Kaisar Huifang.
“aah aku lupa, silahkan, kalian boleh berdiri!.”
Kaisar Huifang jadi malu karena dari tadi terlalu terbawa suasana, ia sampai lupa kepada orang di depannya yang masih berlutut.
Chuang Li dan rekan Liang Wei yang lain segera berdiri.
“badanku sampai pegal, aku kira kami akan berlutut hingga esok hari.” ucap Chuang Li.
Mendengar ucapan itu, Kaisar Huifang jadi semakin malu, namun ia tetap diam dengan raut wajah serius untuk menjaga kewibawaanya.
“nenek ini betul – betul berusaha keras.” batin Liang Wei yang menyadari Kaisar Huifang yang berusaha tetap terlihat berwibawa setelah mendengar ucapan Chuang Li yang sangat jelas menyindirnya.
Kaisar Huifang berpenampilan seperti wanita berusia 20 tahunan akhir, namun tentunya itu tidak sesuai dengan umur yang sebenarnya, dan Liang Wei bisa langsung tahu.
Kaisar Huifang awalnya adalah Permaisuri, namun sebuah kejadian membuat Kaisar yang merupakan suaminya meninggal, sehingga ia harus mengambil alih kursi Kaisar.
Saat itu Yang Huian baru berusia 3 tahun, sehingga sampai sekarang Yang Huian tidak pernah mengingat wajah ayahnnya yang telah tiada, itulah yang membuat Kaisar Huifang sangat memanjakan Yang Huian.
“baiklah karena semua masalah telah selesai, kalian boleh beristirahat.” Ucap Kaisar Huifang lalu membiarkan para pelayan istana mununjukkan tempat istirahat mereka.
Liang Wei dan rekannya keluar dari ruangan itu, dan berjalan mengikuti pelayan istana dari belakang.
Yang Huian juga ingin segera menuju ke kamarnya untuk beristirahat, namun keinginan itu harus tertunda di saat Kaisar Huifang mengucapkan sesuatu padanya.
“Putriku, datang ke kamarku sekarang!.” Ucap Kaisar Huifang lalu pergi ke kamarnya terlebih dahulu.
“gawat ibu akan melakukannya sekarang.” Batin Yang Huian yang sudah berkeringat dingin, ia sudah tahu apa yang akan ibunya lakukan padanya.
“a-ku mengerti ibu.” Ucap Yang Huian dengan gugup.
__ADS_1