Reinkarnasi Kaisar Siluman

Reinkarnasi Kaisar Siluman
Liang Wei vs. Topeng Harimau (Bagian Kedua)


__ADS_3

Senyuman Topeng Harimau semakin lebar kala cakar itu hanya tinggal 5 jari dari tubuh Liang Wei yang masih berada di udara.


“mustahil bagi seseorang untuk menghindar di udara.”


Begitulah yang Topeng Harimau pikirkan.


“mati kau!!”


“tinnggg”


Tetapi sebuah pedang tiba – tiba menangkis cakar harimau itu. itu adalah pedang yang sebelumnya Liang Wei sembunyikan di balik jubahnya.


Pedang Ganda Kaisar Siluman, Sepasang Pedang panjang dengan gagang berwarna hitam, pedang itu terlihat ringan namun sebenarnya sangat berat karena pedang itu hidup, pedang itu selalu memakan jiwa musuh yang telah ia kalahkan.


Pedang yang selalu mengikuti roh Kaisar Siluman kemanapun ia pergi dan bereinkarnasi, kali ini Liang Wei hanya menggunakan satu dari dua pedang itu.


Pedang di tangan kanan Liang Wei menyambut cakaran Topeng Harimau.


“apaaa?” Topeng Harimau sangat kaget kala Cakarnya bertemu dengan pedang Liang Wei.


Cakarnya seperti menghantam batu yang sangat keras, Akibatnya tangan Topeng Harimau ngilu dan bergetar,  Ia reflek menarik tangan kirinya, lalu mundur 5 langkah dari Liang Wei.


“ternyata ia punya sesuatu di balik jubahnya.” Batin Topeng Harimau sambil menatap tajam Liang Wei.


Baru kali ini ada yang membuat dia kesulitan dalam sebuah pertarungan.


Jika itu adalah orang dewasa mungkin dia akan maklum, tapi kali ini hanyalah seorang bocah berumur 7 tahun yang bahkan tak bisa ia rasakan tenaga dalamnya.


Topeng Harimau sungguh merasa malu pada dirinya sendiri, terlihat dari wajahnya yang memerah.


“bagaimana?, sudah cukup malu?.” ejek Ming Hao yang memunculkan kepalanya dari jendela kereta kuda.


Topeng Harimau langsung naik pitam mendengar ejekan dari Ming Hao.


“diam kau bang*at!!” teriak Topeng Harimau kepada Ming Hao.


“kalian! Habisi orang itu.” perintah Topeng Harimau kepada bawahannya.


Para Perampok itu memang sudah dari tadi menunggu perintah itu.


Mereka segera berlari menuju kereta kuda Ming Hao dan Yang Huian.


Melihat Para Perampok yang berjumlah 49 orang menyerang, Para Prajurit di dekat kereta kuda itu memegang pedangnya dengan  gemetaran.


“kakak!, ini  gara – gara kau!, mengapa kau harus memprovokasinya tadi?” keluh Liu Changhai dengan wajah pucat karena panik.

__ADS_1


“kau tenang saja bodoh!.” Bentak Ming Hao, lalu dengan santai ia meminum araknya.


“habislah kami!.” Liu Changhai sangat frustasi pada sikap santai Ming Hao, ia sampai menjambak rambutnya sendiri.


Liu Changhai semakin panik ketika Para Perampok tinggal 5 langkah dari kereta kudanya dan kereta kuda milik Yang Huian.


“oh tidak, Tuan Putri!!!.” Teriak Liu Changhai yang baru mengingat satu hal yang paling penting.


Liu Changhai kemudian memberanikan diri membuka pintu, berniat untuk menyelamatkan Yang Huian.


Ia segera menghunuskan pedangnya dan keluar dari kereta kuda itu.


“buang – buang tenaga.” ucap Ming Hao sambil menggelengkan kepala melihat tindakan Liu Changhai.


“hiiyaaaaa!!!!” Liu Changhai dengan pedangnya bersiap menyambut musuh yang datang.


“bruukk brrukk bruuk”


Liu Changhai yang sudah bersiap – siap malah jadi kaget mematung, bukan hanya Liu Changhai, bahkan Para Prajurit jadi melongo karena tidak mengerti apa yang  telah terjadi di depan matanya.


Mereka melihat Para Perampok itu tumbang satu persatu begitu saja dengan alasan yang tidak mereka ketahui.


“hahahaha apa kalian melupakan keberadaanku?.” Ucap seseorang yang muncul di atas kereta kuda Ming Hao.


Liu Changhai dan Para Prajurit reflek menoleh ke atas kereta kuda yang berada di belakangnya.


“hahaha maaf, aku sengaja menipu kalian untuk menipu musuh.”


Orang itu adalah Chuang Li, Chuang Li tadinya berangkat bersama yang lain dengan menunggangi kuda, namun sebelum Para Perampok mengepung mereka, ia diam – diam bersembunyi karena telah lebih dulu merasakan kedatangan Para Perampok itu.


Tidak ada yang menyadari Chuang Li pergi, Liu Changhai bahkan sampai melupakan keberadaannya.


Ketika Para Perampok itu muncul, dia segera menyusun siasat agar jurus ilusinya berhasil dalam satu kali coba, ia tidak ingin ada satupun Perampok tidak terkena ilusinya.


Syarat untuk membuat ilusinya berhasil adalah ia harus menjadi pusat perhatian Para Perampok itu, ia menunggu waktu yang tepat untuk melancarkan aksinya.


Setelah beberapa lama, waktu yang ia tunggu akhirnya tiba ketika Para Perampok itu menyerang bersama – sama.


Datang secara mendadak dan mengejutkan Para Perampok, ia berhasil menjadi pusat perhatian sehingga syarat untuk membuat ilusinya berhasil terpenuhi.


Berkat jurus ilusi Chuang Li, Para Perampok masuk ke dalam mimpi indahnya masing – masing.


“hahahahaha, benar bukan?, kau hanya buang – buang tenaga.” Ucap Ming Hao di dalam kereta kuda menertawakan Liu Changhai.


“mengapa kau tidak memberitahuku dari tadi!!!, aku sekarang terlihat bodoh!.” Ucap Liu Changhai dengan nada meninggi karena kesal.

__ADS_1


“hey aku kan sudah menyuruhmu untuk duduk santai dan minum arak, tapi kau malah panik dan tidak mendengarkanku.” Ucap Ming Hao dengan santai.


Liu Changhai tidak dapat berkata apa – apa lagi, memang benar apa yang dikatakan Ming Hao, ia menghela napas dan kembali masuk ke kereta kudanya.


Chuang Li melompat ke atas kereta kuda Yang Huian untuk mengawasinya. Ia bisa merasakan Yang Huian masih berada di dalam kereta itu.


Di dalam kereta..


Yang Huian tidak merasa panik sedikitpun akibat serangan Para Perampok itu, karena ia sedang memperhatikan hal lain.


Yang Huian dari tadi memperhatikan Liang Wei dan Topeng Harimau bertarung. Dibalik celah jendela kereta kuda itu, Ia memandang Liang Wei dengan sangat takjub.


Yang Huian Berpikir jika itu adalah dia yang bertarung melawan Topeng Harimau, sudah pasti dari tadi ia kalah.


Sebelum Liang Wei, Ia tidak pernah bertemu seseorang yang lebih muda namun lebih kuat darinya.


“ibu selalu memberitahuku untuk memiliki lelaki yang lebih kuat dariku.” batin Yang Huian tersenyum penuh makna.


“boom”


Suara ledakan membuat ia kembali fokus memperhatikan pertarungan itu.


Topeng Harimau melompat seperti Harimau yang menerkam mangsanya, pedang di tangan kanannya ia tusukkan kedepan.


Liang Wei menghindari tusukan itu dengan sedikit menggeser badannya kekiri, di waktu bersamaan ia juga menebaskan pedangnya ke arah kepala Topeng Harimau.


Topeng Harimau menangkis pedang Liang Wei dengan cakarnya, namun tangkisan dengan cakar itu tidak dapat mengimbangi ayunan pedang Liang Wei yang berat, sehingga tubuhnya pun terlempar menghantam pohon.


“boom”


“uhhuk” ia memuntahkan seteguk darah.


“si*l kenapa aku serasa menghantam pedang besar yang sangat berat.” Batin Topeng Harimau.


Topeng Harimau bingung, ia tidak merasakan ada tenaga dalam yang keluar dari tubuh Liang Wei, namun ia bisa dipukul mundur.


Kenyataanya ia hanya tidak tahu bahwa kalung Liang Wei dibalik jubahnya tidak membiarkan auranya bocor sedikitpun.


Liang Wei adalah Pendekar tingkat pemula tahap awal, namun dengan satu pedang Kaisar Siluman ditangannya, serta teknik dan pengalaman bertarungnya, ia bisa mengimbangi seseorang dengan kekuatan satu tingkat di atasnya.


Lalu, Jika ia menggunakan kedua pedangnya, ia tidak akan mendapat kesulitan bahkan jika harus menghadapi seorang pendekar tingkat tinggi tahap awal.


“bocah, katakan rahasia apa yang kau miliki sehingga bisa melakukan ini?.”


Merasa sangat frustasi dan tidak dapat berpikir jernih, Topeng Harimau malah mencoba menggali informasi terkait rahasia kekuatan Liang Wei.

__ADS_1


“baiklah, akan aku katakan.”


Topeng Harimau tersenyum licik di balik topengnya, ternyata dengan mudahnya Liang Wei akan memberitahunya.


__ADS_2