Reinkarnasi Kaisar Siluman

Reinkarnasi Kaisar Siluman
Senior yang Tak Dikenal


__ADS_3

Jing Mao merasakan aura membunuh dari salah satu orang di antara para penduduk Ibukota.


‘Suamiku, aku merasakan aura membunuh’ Jing Mao langsung memberitahu Liang Wei.


‘Dia bukanlah salah satu dari Pendekar Aliran Hitam itu’ Liang Wei juga bisa merasakan aura.


‘Lalu, aku harus bagaimana?’


‘Awasi saja, jika dia melakukan hal yang mencurigakan, cegah dia tanpa menarik perhatian para penduduk.’


‘Aku mengerti!’


Hari sudah sore dan menjelang petang, Jing Mao mengawasi orang itu sepanjang waktu, namun sampai acara selesai dan para penduduk sudah bubar, orang itu tidak juga melakukan apapun.


‘Aku memperhatikan gerak – geriknya tanpa ada yang terlewat, tapi dia tidak melakukan sesuatu yang mencurigakan, dia pun sudah pergi, apakah aku harus mengikutinya, suamiku?’


‘Tidak usah, jika dia tidak melakukan apapun, berarti mungkin saja musuhnya bukan kita’


Telepati mereka berakhir saat Liang Wei dipanggil masuk ke dalam Istana. Liang Wei, Liang Ye, dan Jenderal Ding dituntun berjalan ke suatu ruangan oleh pelayan Istana.


“Kita barusan melewati Aula Kekaisaran, sebenarnya kita mau kemana?.” Liang Wei bertanya kepada Jenderal Ding.


Liang Wei awalnya menduga bahwa mereka akan mengadakan pertemuan lagi, tapi sepertinya dugaan itu salah.


“Yang Mulia ingin menjamu anda bertiga.” Pelayan Istana yang menjawab pertanyaan itu.


‘Menyebalkan, Aku tidak ingin berada di sini’


Liang Wei menghela napas, jika memang itu hanya perjamuan, ia lebih memilih pulang dan beristirahat saja, karena menurutnya, ramah tamah seperti itu sangat konyol.


Beberapa saat kemudian, mereka sudah sampai di tempat tujuan, tempat itu adalah Ruang Makan Keluarga Kekaisaran.


Hanya Keluarga Kekaisaran dan orang – orang yang mendapat izin dari Kaisar yang bisa berada di situ.


Saat Liang Wei memasuki ruangan itu bersama dua orang lainnya, ia sudah melihat Kaisar Aiguo duduk di kursi paling depan.


“Silahkan duduk!.” Kaisar Aiguo mempersilahkan ketiganya untuk duduk di kursi yang berada di sisi kanan meja, tepat di dekat Kaisar.


Permaisuri bersama anak ke-tiga dan ke-empatnya, atau Pangeran Ketiga dan Tuan Putri Pertama duduk di tempat yang berhadapan dengan Liang Wei, Liang Ye, dan Jenderal Ding.


“Sudah lama sejak aku tidak melihatmu Junior Wei, sepertinya kau sudah bertambah kuat.”


Yin Shang atau pangeran ketiga menyapa Liang Wei dengan suara yang berwibawa.


Yin Shang adalah orang yang yang mengusulkan Liang Wei dan Lin Lixue mengawal Yang Huian (Putri Kaisar Yang) ke Kekaisaran Yang.


Yin Shang tentu mengingat Liang Wei, karena murid baru Perguruan Beladiri Xijing hanya Liang Wei dan Lin Lixue.


Liang Wei mengernyitkan dahinya, ia berusaha keras mengingat Yin Shang, tapi seberapa kerasnya ia mencoba, tetap saja tidak bisa.

__ADS_1


Pada akhirnya ia berpikir, mungkin ia memang tidak mengenalnya.


Tetapi karena penasaran, Liang Wei menoleh ke arah Kaisar dan bertanya.


“Kumis Uban, Siapa nama putramu yang sok kenal ini?.” Telunjuk ke arah Yin Shang mengiringi pertanyaan itu.


Tidak ada yang protes tentang panggilan Liang Wei kepada Kaisar Aiguo.


Kaisar Aiguo secara pribadi tidak mempermasalahkannya selama itu bukan acara resmi, dan semua keluarga Kekaisaran juga tahu itu.


Selain Keluarga Kekaisaran, Jenderal Ding juga tahu, hanya Liang Ye yang tidak tahu - menahu, karena sebelumnya ia masih dalam pengasingan untuk bertapa.


“Cucu kurang ajar, bisakah kau lebih sopan kepada Kaisar.”


“Kakek, dia sendiri yang memberiku kebebasan untuk memanggilnya seperti itu.” ucap Liang Wei apa adanya, tak dikurangi dan tak dilebih - lebihkan.


“Ka…”


Liang Ye hampir marah, tapi Kaisar Aiguo memberi isyarat bahwa itu benar. Akhirnya Liang Ye hanya bisa menghela napas dan diam.


Kembali pada pertanyaan Liang Wei tadi, Kaisar berniat menjawabnya, tapi sebelum Kaisar membuka mulutnya, Yin Shang sudah menyerobot duluan dan berbicara lagi.


“Hahaha, junior, bagaimana kau bisa melupakan seniormu yang tampan ini?.”


Yin Shang tersenyum dan kesal di saat yang sama. Meski bibirnya melengkung, tapi urat di pelipisnya berkedut.


Ia tersinggung dan tidak percaya bahwa Liang Wei bisa melupakannya.


“Aku bukannya tidak mengingatmu, tapi aku memang merasa tidak pernah mengenalmu.” Liang Wei menjawab pertanyaan itu dengan jujur.


“Aku adalah Yin Shang!, apa junior sudah mengingatku?.”


Yin Shang tersenyum ketika bertanya, ia secara sengaja terus – menerus memanggil Liang Wei ‘junior’, agar dirinya dipanggil senior oleh Liang Wei.


Meski sudah diberitahu tentang nama, tapi Liang Wei benar – benar tidak bisa mengingat siapa Yin Shang.


“Aku benar – benar tidak punya kenalan bernama Yin Shang!.” Liang Wei mengerutkan dahi dan menggelengkan kepala.


“Aku pernah bertemu junior sekali di lapangan Perguruan Beladiri”


Yin Shang berbicara tentang pertemuannya dengan Liang Wei saat itu.


“Berarti kita hanya bertemu, bukan berkenalan.”


Jawaban Liang Wei sangat masuk akal sampai membuat Yin Shang secara tidak sadar mengangguk.


“Itu ada benarnya jug… eh, maksudku, junior harusnya mengenalku, karena aku sangat populer di Perguruan Beladiri Xijing.”


Ia panik, hampir mengakuinya, tapi tertolong oleh percaya dirinya yang berlebihan.

__ADS_1


“Apakah kau benar – benar sepopuler itu?.” Liang Wei menaikkan satu alisnya, pertanda bahwa ia meragukan itu.


“Iya, itu benar.” Yin Shang menepuk dadanya dan tersenyum bangga.


Pembahasan yang berputar – putar dan tidak penting itu lama – lama membuat Liang Wei jengkel.


Akhirnya ia datang dengan kata – kata pedasnya, diiringi nada suara yang ditinggikan.


“Lalu, mengapa aku tidak mengenalmu, bodooooh!!!?.”


‘Bodoh’


‘Bodoh’


‘Bodoh’


“Apa?, bodoh?.” Sebelah ujung bibir Yin Shang berkedut – kedut karena memaksakan senyum.


Kaisar Aiguo hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Yin Shang dan Liang Wei. Sedangkan orang - orang selain Kaisar Aiguo, berusaha menahan tawa.


Putri Kaisar yang bernama Yin Shu bahkan hampir tertawa. “Ha..” dengan cepat ia menutup mulutnya dengan kedua tangan agar suara tawa itu tidak meledak.


Tubuhnya sudah gemetaran menahannya, dan pada akhirnya ia sudah tidak sanggup.


“Maaf, saya harus pergi ke kamar kecil dulu!.” Ucapnya, lalu berlari ke kamar kecil yang tidak jauh dari ruang makan.


Tidak lama setelah itu, suara tawa terbahak – bahak dari kamar kecil dapat terdengar jelas sampai ke ruang makan, dan semua orang dapat mendengarnya, termasuk Yin Shang.


‘Adik, kau telah membuatku malu’


Ying Shang menundukkan kepalanya, ia sudah cukup malu karena dikritik oleh Liang Wei, kini berkat adiknya, ia jadi tambah malu.


Beberapa saat kemudian, Yin Shu kembali dari kamar kecil dengan wajah memerah dan mata sedikit berair.


Dari wajahnya, siapapun bisa tahu bahwa gadis itu telah tertawa sangat keras sampai  mengeluarkan air mata.


“Ehemm, lebih baik kita makan terlebih dahulu, sebelum makanan ini dingin.”


Setelah Kaisar Aiguo mengucapkan itu, semua orang mulai makan dengan tenang, hanya suara sendok dan piring yang dapat terdengar.


Beberapa saat kemudian, semua orang telah selesai makan …


“Kalau Begitu, aku pamit dulu!.” Liang Wei berdiri dari tempat duduknya dan berniat untuk segera pulang.


Tapi Kaisar Aiguo mencegatnya “Tunggu dulu, nak.”


Liang Wei menghela napas, lalu duduk kembali. “Bisa kita singkirkan basa basinya?.”


Kaisar Aiguo tahu bahwa Liang Wei tidak ingin berlama – lama di situ, tapi ia punya alasan sendiri untuk menahan Liang Wei.

__ADS_1


“Ada hal yang ingin kutanyakan kepadamu.” Ucap Kaisar Aiguo dengan wajah serius.


“Aku hanya akan menjawab yang ingin kujawab.”


__ADS_2