
“sepertinya, kali ini dia akan mengucapkan sesuatu.” Batin Liang Wei.
Liang Wei menantikan Lin Lixue membuka mulut, yang ia nantikan bukan hanya jawaban tentang alasan Lin Lixue menyerangnya, tapi juga alasan mengapa selama ini Lin Lixue tidak pernah menyahut pembicaraan Liang Wei.
Liang Wei memberanikan diri bertanya pada Lin Lixue, karena ia berpikir bahwa itu adalah saat yang tepat untuk bertanya, suasana yang mendukung dimana hanya ada mereka berdua.
Ditatapnya Lin Lixue dengan serius oleh Liang Wei, hingga beberapa menit Lin Lixue belum juga mengeluarkan satupun kata, namun Liang Wei masih menantikannya.
“aku sudah mengikatnya di situ, mulai sekarang hanya akulah yang berhak.” Ucap Lin Lixue dengan suaranya yang lembut.
Kata – kata yang penuh misteri itu merupakan kata – kata pertama yang pernah ia ucapkan pada Liang Wei.
Perkataan Lin Lixue yang singkat padat tapi tidak jelas itu, tentu membuat Liang Wei jadi bingung.
“mengikat? hak? Hey bisa kau perjelas lagi?.” Liang Wei adalah orang yang cerdas, namun ini adalah pertama kali dalam hidupnya ia jadi bingung.
bahkan sebelum ia menjadi manusia, ia tidak pernah sebingung ini hanya karena permainan kata – kata seseorang.
Liang Wei menanti jawaban sekali lagi, namun Lin Lixue tidak menanggapi untuk kedua kalinya, sepertinya kata – kata pertama tadi merupakan kata – kata terakhir yang Liang Wei dapatkan dari Lin Lixue.
Lin Lixue kembali berbaring membelakangi Liang Wei, dapat terlihat jelas telinganya memerah. Liang Wei jadi kesal karena diabaikan.
“baiklah lupakan saja tentang itu, tapi kau bahkan belum meminta maaf setelah menyerangku, hey kau gadis aneh, apa kau mendengarku!.” Ucap Liang Wei dengan nada meninggi.
Lagi – lagi tiada ada jawaban yang ia dapat. Liang Wei yang semakin kesal akhirnya memilih untuk tidak penasaran lagi, ia membanting tubuhnya untuk berbaring dan menutup mata memaksa kesadarannya masuk ke alam mimpi.
--
Di Ruang Rapat Kekaisaran.
Kaisar Aiguo, Jenderal Ding, dan Para Petinggi Perguruan Beladiri, serta Hong Cheung melakukan sebuah rapat darurat.
“Yang Mulia, apa kau juga merasakannya?.” Tanya Hong Bingwen kepada Kaisar Aiguo.
“tentu saja, aku merasakan sedikit aura jahat di antara penonton itu, bagaimana menurutmu To Mu.” Ucap Kaisar Aiguo.
“aku tidak tahu apa tujuan mereka, yang jelas itu bukan hal yang baik, kira – kira dari sekte mana mereka berasal.” Kata kakek dengan wajah seram bernama To Mu.
To Mu adalah Wakil Ketua Tertinggi Perguruan Beladiri Xijing.
“dari sekte aliran hitam apapun mereka, kita akan menumpas semuanya jika mereka berani menyerang kita. bukan kah begitu, Yao Chuan? .” Jenderal Ding ikut dalam pembahasan dengan semangat.
__ADS_1
“tapi aku penasaran mengapa mereka tidak menyerang kita tadi?, padahal aku sudah bersiap - siap, apa kau tahu sesuatu Zhi Qiang.” Ucap kakek dengan wajah ramah, Yao Chuan.
Yao Chuan adalah Guru Besar Perguruan Beladiri Xijing.
Zhi Qiang tersenyum mendengar pertanyaan itu. Zhi Qiang adalah kakek yang selalu memakai topeng hitam diwajahnya, ia adalah Ketua Regu Pengintai Perguruan Beladir Xijing.
“mereka hanya dua orang, kelihatannya mereka adalah mata – mata yang dikirim oleh sekte aliran hitam, kemungkinan bertujuan untuk memeriksa kekuatan kita.”
“kalian salah, mereka bukanlah mata – mata yang dikirim oleh sekte aliran hitam.” Hong Cheung ikut dalam pembahasan, namun kata – kata pembuka yang ia ucapkan berhasil membuat semua yang berada di ruangan itu jadi bingung.
“kakak, bagaimana kau bisa beranggapan seperti itu?.” Tanya Hong Bingwen kepada Hong Cheung.
Pertanyaan dari Hong Bingwen itu mewakili rasa penasaran semua orang yang berada di ruangan itu.
“sederhana saja, karena mereka bukanlah manusia.” Jawab Hong Cheung dengan santai, tapi bukannya menjadi jelas, namun malah membuat mereka semakin bingung.
“jika bukan manusia, lalu mereka itu apa?.” Jenderal Ding meninggikan nada bertanya karena sudah kesal.
“mereka dari bangsa siluman.” Ucap Hong Cheung dengan dingin.
Ketika mendengar kata ‘siluman’ mereka semua jadi diam menahan napas, suasana seketika menjadi sunyi.
“apa kau yakin?.” Tanya Kaisar Aiguo, Dialah yang paling khawatir jika hal itu adalah suatu kebenaran, dia memikirkan nasib seluruh rakyatnya.
“aku yakin 101% , karena…” ucap Hong Cheung dan memberi jeda pada ucapannya, seketika raut wajahnya jadi serius dan tatapannya menajam.
“karena?.” Jenderal Ding dan yang lainnya menelan ludah dengan kasar, mereka pun ikut serius dan menantikan lanjutan perkataan Hong Cheung.
“karena aku pernah bertemu salah satu dari mereka, aura mereka sangat familiar bagiku.”
Setelah mendengar jawaban Hong Cheung, Jantung mereka semakin berdegup cepat seakan bisa meledak kapan saja.
Masih teringat dengan jelas di benak mereka, betapa mengerikannya kekacauan akibat invasi Bangsa Siluman di masa lalu.
Kaisar Aiguo juga pernah bertemu dengan Bangsa Siluman secara langsung, namun saat itu ia masih sangat belia, saat itu ia masih belum bisa membedakan suatu aura.
“saat aku masih kecil, aku juga pernah bertemu dengan mereka, aku menyaksikan dengan mata kepalaku sendiri kebengisan Bangsa Siluman, mereka bahkan hidup dengan meminum darah dan memakan daging manusia hidup – hidup.” Ucap Kaisar Aiguo dengan tubuh gemetaran dan pandangan kosong.
Mereka yang mendengarkan ucapan Kaisar Aiguo jadi merinding. Sebagian dari mereka memang tidak hidup di masa itu, namun kebengisan bangsa siluman sudah menjadi cerita turun temurun sejak mereka belia.
Jika cerita itu hanyalah dongeng, mereka tidak akan ketakutan, namun cerita itu bahkan tercatat dalam buku sejarah Kekaisaran.
__ADS_1
Kekaisaran bahkan memberlakukan hukuman bagi mereka yang tidak tahu sejarah tentang Invasi Bangsa Siluman.
Itu semua Kekaisaran lakukan agar Rakyat tidak meremehkan kekuatan Bangsa Siluman.
Kekasaisaran sangat mengerti bahwa Invasi Bangsa Siluman itu merupakan mimpi terburuk bagi mereka semua, tidak terkecuali Hong Cheung.
“bukankah bangsa siluman sudah lama menghilang?, di mana kau bertemu salah satu dari mereka?.” Tanya Hong Bingwen kepada Hong Cheung.
“aku tidak bisa memberitahu kalian, namun 6 tahun yang lalu aku bertemu dengannya.”
“lalu, apa tindakan kita selanjutnya?” ucap Jenderal Ding.
“tentu saja memperkuat kekuatan kita, terutama generasi muda.” Ucap Hong Bingwen.
“kau benar, tapi aku cukup penasaran, mengapa mereka tidak langsung menyerang kita?, apakah ada semacam barang atau sesuatu yang mereka cari?.”
Perkataan Hong Cheung berhasil membuat mereka semua berpikir keras.
“maksudku begini..” Hong Cheung mulai menjelaskan tentang apa yang ia pikirkan.
Berbeda dengan Pendekar Aliran Hitam, Bangsa Siluman memiliki kekuatan yang bisa disetarakan dengan kekuatan satu Benua, dengan kekuatan itu bukankah sudah cukup bagi mereka untuk meratakan satu Kekaisaran.
Lalu mengapa dengan kekuatan sebesar itu mereka hanya mengirim dua orang, seolah mereka tidak ingin memecahkan telur yang ada pada sarang burung, mereka juga tidak mengambil telur itu secara beramai – ramai karena tidak ingin membuat sang induk panik dan tidak sengaja memecahkan telurnya sendiri.
“kau benar, mereka pasti menginginkan sesuatu di Kekaisaran ini, dan mencari tahu tentang ‘sesuatu’ itu adalah tugas kita!.” Kaisar Aiguo menangkap maksud perkataan Hong Cheung.
“booom”
“duuuaakkk”
Kaisar Aiguo tiba – tiba terpental dan menghantam dinding ruangan, dinding ruangan itu retak dan Kaisar Aiguo memuntahkan seteguk darah.
“Yang Mulia!!!!” teriak Jenderal Ding bergegas menuju ke Kaisar Aiguo.
“kalian benar, kami menginginkan sesuatu yang ada di Kekaisaran ini.” Tiba – tiba muncul seseorang dengan jubah dan tudung hitam yang menutupi wajahnya kecuali mulutnya.
“siapa kau!?.” Teriak Para Petinggi bersamaan.
__ADS_1