Reinkarnasi Kaisar Siluman

Reinkarnasi Kaisar Siluman
Induk Tikus


__ADS_3

Zhi Qiang telah menjelaskan masalah  yang terjadi selama seminggu itu, ia menceritakan apa yang menjadi kendala mereka untuk mengatasi masalah, dimana Kilat Malam memiliki ilmu meringankan tubuh yang tinggi.


Zhi Qiang juga memberikan sebuah informasi bahwa Kilat Malam adalah salah satu anggota Klan pembunuh bayaran yang Liang Wei kenali.


Selain itu Zhi Qiang juga memberitahu tentang keadaan Kekaisaran yang sebentar lagi akan berhadapan dengan para pendekar hitam dan hubungannya dengan masalah yang dibuat oleh Kilat Malam.


Terakhir Zhi Qiang mengatakan alasan mengapa dia membutuhkan bantuan Liang Wei.


“aku mengerti garis besarnya, dan itu cukup menarik!, tentu saja aku bersedia.” Ucap Liang Wei sambil  menyeringai memikirkan tentang hal yang akan ia lakukan kepada Kilat Malam.


Zhi Qiang sangat senang dengan kesediaan Liang Wei. “terima kasih nak, aku yakin kau bisa mengalahkannya dengan mudah.” Ucapnya dengan mata berbinar.


“Namun aku tidak puas jika hanya dapat mengalahkannya, maka dari itu kita harus menyusun rencana terlebih dahulu!.” Senyuman tanpa menyipitkan mata yang  Liang Wei tunjukkan semakin lebar, ia memilki maksud tertentu, yaitu lebih dari sekedar menghancurkan musuhnya.


Zhi Qiang sangat antusias mendengar perkataan Liang Wei. Sudah cukup lama ia menantikan saat untuk berkerjasama dengan Liang Wei, seorang bocah yang membuat ia terkagum lebih daripada pendekar yang lain.


“Baiklah, katakan!, aku akan membantumu.” Zhi Qiang tentu saja tidak sabar mendengar rencana Liang Wei, ia juga sudah mendengar tentang kejeniusan Liang Wei dalam membuat rencana maupun strategi.


“jadi begini..”


--


Esok Malam tiba, malam yang gelap gulita tanpa purnama.


Kilat Malam berlari dari atap rumah ke atap rumah yang lain, berlari dari kejaran Zhi Qiang dan Wei Min, serta para murid Perguruan Beladiri Xijing dan Sekte Dao Barat.


Kali ini para murid yang mengejarnya berjumlah dua kali lipat daripada kemarin.


“Si*l, mereka telah menunggu aku datang!.” Tentu saja mereka telah bersiap dengan kedatangan Kilat Malam.


Tidak ada korban malam itu berkat Zhi Qiang dan We Min yang tidak kendor mengawasi para muridnya.


“wuuff” anak panah mendarat di depan Kilat Malam, itu membuat ia menghentikan langkahnya, ia mengumpat dalam hati melihat anak panah yang terus terbang menghalangi jalur pelariannya.


Tidak ingin menyianyiakan kesempatan, Wei Min, Zhi Qiang dan para murid langsung mengepung Kilat Malam dari segala arah seperti sebelumnya.

__ADS_1


“Ternyata kau tidak sepandai yang ku kira.” Wei Min tersenyum meremehkan Kilat Malam yang menurutnya sangat bodoh.


Bagaimana tidak, ia sudah tahu bahwa Zhi Qiang dan Wei Min akan melakukan pengawasan lebih ketat daripada sebelumnya, namun ia tetap melakukan hal yang sama seperti malam – malam sebelumnya.


“hahahahahaha, kalian pasti sudah tahu dari mana aku berasal!.” Kilat Malam tertawa dan masih saja  tidak menganggap bahwa mereka semua adalah masalah besar baginya.


Kilat Malam juga menyadari bahwa lengan bajunya telah robek di malam yang lalu, ia bisa menduga bahwa itu adalah perbuatan Zhi Qiang atau Wei Min.


Zhi Qiang sangat mengerti bahwa kata – kata yang  barusan terlontar dari mulut Kilat Malam adalah sebuah gertakan yang bukan sekedar gertakan, Shé Tóu tidak pernah bermain dengan musuh – musuhnya.


“aku tidak peduli jika harus menghadapi Shé Tóu, yang jelas kau akan berakhir malam ini!.” Namun Zhi Qiang tidak menganggap ancaman itu berbahaya baginya, ia justru balik mengancam.


Kilat Malam tersenyum dibalik topengnya. “kalau begitu, kejar aku jika kau bisa!.” Dan ia terbang ke langit untuk melarikan diri.


Tanpa ia duga di atas langit sudah ada para murid yang menunggunya. “kali ini kau tidak bisa kemana – mana bodoh.”  Ucap salah satu dari mereka, dan murid - murid yang berjumlah sekitar 10 orang itu segera terbang dari langit mengarahkan tombak ke Kilat Malam.


Namun Kilat Malam dengan cepat membalikkan badan dan meluncur ke bawah.


“woosh.” Dia lagi - lagi melewati orang di bawahnya dan mendarat di tanah, lalu masuk ke gang yang sempit dan gelap untuk melarikan diri.


“Ayo kita pulang ke rumah masing masing untuk beristirahat!.” Tidak terlihat beban dari wajah di balik topeng  Zhi Qiang saat mengucapkannya,  ia juga memerintahkan para muridnya untuk bubar dan pergi beristirahat.


Wei Min bingung melihat tindakan Zhi Qiang, di saat yang sama dia juga kesal.


“ada apa denganmu di saat penting seperti ini?.” Urat di dahi Wei Min muncul karena Zhi Qiang yang tidak bisa membaca kondisi genting itu.


Wei Min sebelumnya berharap banyak pada Zhi Qiang untuk menangkap Kilat Malam, namun tindakan Zhi Qiang tadi membuat ia tidak lagi percaya pada Zhi Qiang.


”Mana bocah itu?, bukankah kau bilang dia memilki sebuah rencana?, apakah rencananya adalah membiarkan Kilat Malam kabur.”


Ia juga tidak percaya kepada Liang Wei, lebih tepatnya ia masih kesal karena telah di permalukan Liang Wei kemarin. Berkat semua pukulan yang ia dapatkan, Ia harus meminta pertolongan tabib kekaisaran yang paling sakti untuk mengembalikan posisi tulangnya yang bergeser dan retak.


“Sudahlah temanku, segera pulang untuk tidur!.” Zhi Qiang menepuk – nepuk pundak Wei Min  dengan santai, lalu meninggalkan Wei Min yang masih kesal.


“Si*l, dia sangat menyebalkan.” Wei Min tidak habis pikir melihat tindakan tidak biasa  Zhi Qiang.

__ADS_1


Zhi Qiang biasanya selalu serius dan tekun dalam melakukan sesuatu, tapi entah mengapa kali ini ia terlihat ingin bermalas – malasan dan mengabaikan hal penting di depan matanya.


--


Kilat Malam berlari melalui gang sempit, menyusuri jalur jalur tikus yang berada di Ibukota, hingga beberapa saat kemudian ia terlihat keluar dari jalan sempit nan gelap itu.


ia kini berada di tanah lapang dengan rumput liar yang tinggi.


“aku harus segera melapor kepada tuan!.” Kilat Malam melihat ke kiri dan ke kanan, setelah dirasa kondisi sudah aman, ia langsung berjongkok mengalirkan tenaga dalam di dataran yang penuh rumput itu, dan rumput itu pun terangkat bersama tanah hingga menunjukkan sebuah jalan masuk ke ruang bawah tanah.


Kilat Malam segera memasuki ruang bawah tanah itu dengan tergesa – gesa. Rumput dan tanah itu kembali seperti semula saat Kilat Malam masuk.


“Tuan Shé Hú, mereka melakukan pengawasan lebih ketat, aku tidak bisa berbuat apa – apa.” Kilat Malam berlutut di depan Shé Hú yang merupakan pemimpin kedua klan Pembunuh Bayaran ShéTóu.


Mendengar hal itu, Shé Hú yang sedang duduk santai sambil meminum teh langsung meletakkan  gelasnya di meja dengan keras.


“Kelihatannya mereka memaksaku untuk turun tangan!.” Ucap Shé Hú dengan dingin diiringi tatapan tajam.


“Lebih baik kau angkat tangan sebelum tidak ku izinkan.”  Tiba – tiba sebuah suara serak  yang tidak mereka kenal bergema di ruang bawah tanah itu.


“Siapa kau?.” Dengan waspada Shé Hú menoleh ke kiri dan ke kanan mencari darimana asal suara itu.


Kilat Malam pun bangkit dari posisi berlututnya dan berdiri memasang kuda – kuda sambil  meningkatkan kewaspadaannya.


“Kalian melihat kemana?.” Sebuah pedang muncul dan langsung menusuk jantung Kilat Malam, akibat pedang itu jantung Kilat Malam langsung meledak dan membuatnya mati seketika.


Tubuh Kilat Malam langsung tumbang ke depan, dan saat Ia tumbang terlihat Liang Wei berada di belakangnya berdiri sambil menusukkan pedang ke depan.


Shé Hú melotot melihat Liang Wei dengan mudah membuat Kilat Malam tak bernyawa dalam sekejap mata.


"aku sudah menduga bahwa jika ada anak tikus, maka akan ada induk tikus yang busuk dan tua!." ucap Liang Wei sambil menyeringai.


Shé Hú masih belum bisa melihat sosok Liang Wei dengan jelas karena penerangan di ruang bawah tanah itu sangat minim.


Namun ia tetap waspada dan langsung melompat kebelakang sejauh 5 langkah. “Apa yang kau inginkan?. Mengapa Pendekar Hitam sepertimu melawan sekutu.” Ucap Shé Hú dengan tatapan tajam.

__ADS_1


__ADS_2