
Zhi Qiang dan Wei Min yang masih melayang di langit segera terbang turun ke bawah, mereka berdua mendarat di tanah secara bersamaan.
Saat kakinya sudah berpijak di tanah, Wei Min berjalan tergesa – gesa dan mendahului Zhi Qiang.
Zhi Qiang menggelengkan kepala dan menghela napas, ia tahu penyebab Wei Min bisa seperti itu.
Zhi Qiang tidak terlalu mempermasalahkan tentang Kilat Malam yang berhasil melarikan diri, setidaknya ia mendapatkan infomasi penting.
Namun Wei Min tidak demikian, tergambar kekesalan yang tidak bisa hilang dari raut wajah tuanya itu, pasalnya Kilat Malam melarikan diri dengan cara yang membuat harga dirinya terusik.
Zhi Qiang mempercepat langkahnya untuk menyusul Wei Min yang sedang berjalan ke arah para murid yang sedang terluka di dekat sebuah bangunan.
Di saat Zhi Qiang sudah berada tepat di belakang Wei Min, ia menepuk bahu temannya itu.
Wei Min pun reflek menghentikan langkah dan menengok kebelakang melihat Zhi Qiang.
“Sudahlah, kita bisa mengejarnya di lain waktu.” Zhi Qiang mencoba menghibur Wei Min.
Namun yang ia dapatkan adalah sebuah tatapan kesal.
“Bagaimana kau bisa setenang ini setelah banyak murid – murid yang telah tewas di tangannya.” Tatapan tajam Wei Min menunjukkan kemarahan, ia tidak habis pikir dengan Zhi Qiang yang terlihat biasa saja setelah pelaku pembuat masalah itu belum tertangkap.
“Aku juga sebenarnya sedang marah, tapi jika dengan kemarahan semua masalah bisa selesai, maka tidak akan ada masalah di dunia ini.” Zhi Qiang nyatanya meredam amarahnya untuk meredam amarah Wei Min.
Mata Wei Min sekilas membulat mendengar ucapan Zhi Qiang, ia akhirnya sadar bahwa apa yang dilakukannya sungguh hal yang sia – sia dan malah merugikan diri sendiri, dengan kemarahan yang menguasai diri, maka akal sehat akan tertutup.
Wei Min kemudian menarik napas panjang lalu melepaskannya. “Terima Kasih.” Wei Min akhirnya meredakan amarahnya dan tersenyum.
Meski Zhi Qiang mengenakan topeng, matanya yang menyipit menandakan bahwa ia juga tersenyum di balik topeng itu.
Mereka berdua pun berjalan bersama tanpa ada yang mendahului satu sama lain lagi.
__ADS_1
“Apa kalian tidak apa – apa?.” Saat Zhi Qiang tiba di depan para murid, ia segera bertanya tentang keadaan mereka.
Para murid menganggukkan kepala pertanda bahwa mereka tidaklah terluka parah, hanya sebuah luka goresan dan memar di kulit pada titik vital.
Mendengar hal itu, Zhi Qiang berjongkok dan memeriksa seluruh tubuh salah satu muridnya dengan tenaga dalam.
Selesai dengan satu murid, Zhi Qiang sedikit membulatkan mata. namun beberapa saat kemudian ia melanjutkannya kepada murid - muridnya yang lain.
Setelah ia selesai melakukan pemeriksaan menyeluruh itu kepada semua muridnya, Zhi Qiang tersenyum karena mendapatkan sesuatu yang menarik.
Zhi Qiang kemudian berdiri dan menoleh ke arah Wei Min yang juga sedang memeriksa keadaan murid - muridnya.
“Apakah ada luka dalam?.” Ucap Zhi Qiang yang sedang melangkah ke arah Wei Min.
“Tidak ada.” Ucap Wei Min yang masih mengalirkan tenaga dalam untuk memeriksa keadaan muridnya.
“Sudah Kuduga!.” Ucap Zhi Qiang dan itu membuat Wei Min reflek menoleh ke arahnya dengan bingung.
Wei Min berpikir bahwa tidak ada hal yang janggal dengan kondisi murid – muridnya, ia justru bersyukur karena murid –muridnya itu tidak mengalami luka dalam.
Zhi Qiang tersenyum di balik topengnya dan mulai menjelaskannya .”begini…”
Zhi Qiang berpendapat bahwa Kilat Malam hanyalah pendekar yang selalu mengandalkan kecepatan dan triknya untuk melumpuhkan lawannya, namun dia tidak kuat sama sekali.
Hal itu tidak serta merta ia langsung simpulkan, namun itu terbukti dari kondisi para murid yang hanya menderita luka gores dan memar pada kulit.
Zhi Qiang menjelaskan bahwa jika memang Kilat Malam adalah memang Pendekar yang kuat, maka yang terjadi sekarang adalah para murid akan mengalami luka dalam yang cukup parah.
Namun kenyataanya sebuah trik dimainkan oleh Kilat Malam, dimana para murid diserang pada titik vital yang merupakan letak kelemahan tubuh manusia pada umumnya, sehingga mereka terpental dan kesulitan berdiri.
Meskipun ia adalah pendekar tingkat tertinggi, namun ia hanya berfokus mempertajam kecepatannya dan mengesampingkan kekuatan, sehingga ia menggunakan segala trik untuk menutupi kelemahannya itu.
__ADS_1
Itu adalah kesalahan berlatih seorang pendekar, karena hanya berfokus pada satu aspek, sehingga kemampuannya berat sebelah dan menjadi kelemahan yang fatal.
“...jadi begitu.” Zhi Qiang mengakhiri penjelasannya.
Wei Min membelalakkan matanya mendengar penjelasan itu, ia merasa bodoh karena baru menyadari hal itu, namun setelah beberapa saat ia tersenyum.
“Seperti yang diharapkan dari Ketua Regu Pengintai Perguruan Beladiri Xijing.” Wei Min memuji ketajaman berpikir Zhi Qiang, ia akhirnya tahu mengapa Zhi Qiang tak tergantikan di posisinya itu.
Mendengar pujian yang datang padanya, Zhi Qiang hanya terdiam dan tersenyum dibalik topengnya.
Ia tidak pernah bangga pada kemampuannya, namun Ia senang jika kemampuannya itu dapat membantu dan memberi kontribusi kepada semua pihak untuk membasmi para penjahat Benua.
“berarti kita hanya harus mencari orang dengan ilmu meringankan diri yang setara atau lebih tinggi darinya.” Wei Min memikirkan tentang solusi tepat untuk menghadapi Kilat Malam, namun ia tidak pernah memikirkan siapa orang yang cocok untuk menghadapinya.
Sekte Dao barat memiliki Patriarknya dan Murid Inti yang memiliki ilmu meringankan diri yang sangat tinggi, namun sayangnya mereka sedang melakukan misi penting di dekat perbatasan Kekaisaran Yin dan Yang.
Begitupun dengan Perguruan Beladiri Xijing, Hong Bingwen yang memiliki ilmu meringankan diri tertinggi beserta murid peringkat dibawah 100 juga telah berangkat ke perbatasan Kekaisaran.
Sedangkan Kaisar Aiguo, Para Petinggi Perguruan Beladiri, serta Tetua Sekte sedang disibukkan dengan urusan di istana terkait pengamanan dan rapat strategi penting untuk persiapan menghadapi perang, jadi mereka juga tidak bisa diharapkan untuk menghadapi Kilat Malam.
“Mereka sangat pintar mengirim Kilat Malam.” Zhi Qiang berpikir bahwa Aliansi Para Pendekar Hitam sengaja mengirim ahli kecepatan di saat para ahli kecepatan pada pihak Kekaisaran Yin sedang tidak dalam keadaan bisa menghadapinya.
“Ahh Si*l!, aku tidak bisa memikirkan satu orangpun.” Wei Min kesal hingga menjambak rambut.
Tidak hanya Wei Min, Zhi Qiang juga benar – benar tidak bisa memikirkan orang yang tepat dan memiliki kesempatan untuk menghadapi Kilat Malam.
Di saat mereka berdua tengah pusing berpikir, tiba – tiba terdengar suara dan langkah kaki kuda yang berjalan kearah mereka berdua.
Mereka reflek menoleh ke sumber suara, seorang bocah dan gadis kecil terlihat menunggangi seekor kuda mendekati Zhi Qiang dan Wei Min.
Mata Zhi Qiang sedikit membulat, dan rahangnya sedikit terbuka melihat kedatangan dua orang itu. namun segera raut wajah itu berubah dibalik topengnya.
__ADS_1
“Aku tahu orang yang tepat!.” Ucap Zhi Qiang tersenyum penuh makna.