
[Semuanya sudah terkendali om, tidak mengurus kepulanganku saja. Tapi sebelum itu, izinkan aku membawa Reyna jalan-jalan dulu untuk 2 hari kedepan, setelah itu aku akan kembali pulang]." Bunyi pesan Riana.
[Tentu, itu wajib. Tapi ingat, harus hati-hati.] jawab Om Mike..
[Sip om, terima kasih.]balas Riana meletakan ponselnya di atas meja.
Krukk
Krukk
"Laper sekali.." Ucap Riana pelan sembari memegangi perutnya.
"Pantas perutku sampai bersuara kaya gini, ternyata aku belum makan dari tadi siang."ucapnya.
"Kak..
"Nilla.." ucap mereka barengan.
"Iya kak..
"Ada apa Nilla.." tanya mereka barengan.
"Kamu duluan saja, mau bicara apa.." sahut Riana terkekeh.
"Kakak dulu saja, sepertinya kakek mau bicara penting..." ujar Nilla.
"Kamu benar, aku memang ingin bicara penting sama kamu.." Ujar Riana..
"Bicara saja kak, siapa tahu aku bisa bantu kakak.." Tanya Nilla serius...
"Aku memang butuh bantuanmu, tolong jagain Reyna ya, aku mau keluar sebentar"Jawab Riana.
"Kemana kak? Ini kan sudah malam." tanya Nilla khawatir.
"Hanya sebentar kok, mau cari makanan doang. Lupa isi perut dari tadi siang. " Jawab Riana...
"Ya ampun, aku sampai lupa nanyaiin kakak makan. Ya sudah, biar aku saja yang belikan makanan untuk kak Riana ya.." ucapnya beranjak..
"Eh, gak usah, Biar aku saja yang pergi. Kalau Reyna bangun, segera hubungi aku ya.."
"Tapi kamu perlu sesuatu gak Nilla, biar sekalian kakak beliin.." tanya Riana.
"Enggak kak, aku juga masih kenyang." tolaknya.
"Ya sudah, kakak pergi dulu..
"Hati-hati kak.
"Yap, terima kasih.." ucapnya sebelum menghilang di balik pintu.
__ADS_1
"Nona, ada apa anda keluar? Apa kami butuh panggilkan dokter.." tanya penjaga, sedangkan Jack dan dua orang temannya masih menjalani perawatan di rumah sakit juga...
"Tidak perlu, putri saya baik-baik saja. Saya mau keluar hanya sebentar, tolong jaga putriku dan adikku.."ucap Riana.
"Baik Nona, sebagaian dari kami akan menjaga ruangan ini dan sebagiannya lagi menjaga anda.."ucapnya.
"Tidak perlu, saya bisa menjaga diri saya sendiri. Kalian semua yang menjaga ruangan ini, jangan biarkan siapapun masuk ke dalam, kecuali dokternya.. "Titahnya.
"Baik Nona, tapi..
"Saya pergi.."sahut Riana dengan menggunakan pakaian rapi dan tentunya tertutup.
Setelah perkelahian itu selesai, Riana memutuskan lebih dulu pulang untuk membersihkan badannya dan mengganti pakaiannya dengan yang bersih. Karena tidak mungkin juga Riana kembali ke rumah sakit dengan tampilan kotor karena habis bermain di lahan tanah itu.
Bisa-bisa anaknya curiga jika melihat baju yang Riana gunakan kucel, dengan wajah berkeringat, pikir Riana waktu itu.
Mengunakan celana jeans, baju kemeja putih, sepatu kett berwarna putih, serta rambut di kuncir kuda ke belakang membuat pandangan semua orang teralihkan padanya.
'Wah, cantik sekali wanita itu. "batin dokter.
'Tinggi, cantik, seperti model..
'Pemandangan yang sangat-sangat indah..
'Sempurna..
Seperti itulah bisik orang-orang saat Riana melewatinya begitu saja.
Ting...
Riana membuka ponselnya begitu ia merasa ponselnya bergetar.
[Saya minta maaf, Nona.]Ternyata Trisstan yang mengirim pesan padanya .
Riana hanya membuka pesan itu tanpa berniat membalasnya, karena terlanjur kecewa dengan pekerjaan Trisstan..
Bughhh..
"Awhhh..
Prakkkhh..
Suara itu terdengar secara bersamaan saat Riana tidak sengaja menyenggol bahu seorang wanita saat dirinya hendak memasukan ponselnya ke dalam tas..
Alhasil, ponsel itu jatuh ke lantai dengan keadaan hancur. Wajar saja jika ponsel canggih itu hancur, secara wanita yang Riana senggol bahunya itu tengah berlari dan itu tidak sepenuhnya kesalahan Riana karena wanita itu juga tidak memperhatikan jalannya dengan benar.
'Yahh, ponselku.."batin Riana terlihat kecewa. Bukan kecewa karena rusak dan harganya, tapi kecewa karena ponsel itu menyimpan banyak file pentingnya selama ini.
Dan teriakan itu berasal dari wanita yang saat ini tengah terduduk di lantai sembari memegang lututnya.
__ADS_1
Wajahnya merah karena menahan emosi..
"Brengseeekkk, loe gak punya mata hah,."teriak wanita itu.
Tunggu, sepertinya Riana kenal dengan suara itu, tapi siapa, pikir Riana tidak bisa melihat wajah wanita itu dengan jelas, karena kepalanya tengah menunduk dan rambut menutupi bagian wajahnya.
"Maaf Nona, saya tidak sengaja. Mari saya bantu..."Ucap Riana mengulurkan tangan, namun wanita itu malah menepisnya dengan kasar.
"Gue gak butuh bantuan loe, brengsek.." ujar wanita itu tanpa menoleh.
'Cantik enggak, galak iya.."
'*Di bantuin bukannya bersyukur malah bermain kasar, dasar wanita tidak jelas...
'Udah minta maaf duluan ,tapi tidak di hargai. Padahal kejadian itu bukan salah Nona cantik seutuhnya*.."bisik orang-orang yang melihat kejadian itu.
Perlahan wanita itu bangun dan mengambil tass'nya yang tergeletak di lantai. Namun matanya tidak sengaja menangkap sesuatu yang membuat matanya membulat sempurna.
'Ponsel itu.."batin wanita terkejut.
Ponsel tersebut adalah keluaran terbaru bulan ini, yang paling di minati banyak pengusaha sukses. Selain desainnya yang sangat bagus, ponsel itu juga terkenal dengan kecanggihan dan kecerdasannya dalam fitur-fiturnya. Dan tentunya ada yang lebih terkenal lagi selain itu, yaitu harga..
Harga ponsel tersebut sangat mahal, bisa mencapai ratusan juta, bahkan lebih jika untuk keluaran terbaru. Hanya pengusaha-pengusaha sukses yang dapat membelinya dan menggunakannya.
'Gue tidak salah, wanita itu yang lebih dulu menabrak gue, jadi ponsel itu rusak karenanya bukan karena gue. "batinnya, tidak ingin ganti rugi.
Saat wanita itu berdiri, kini giliran Riana yang berjongkok untuk mengambil ponselnya yang sudah mati.
'Gilla nih cewek, badannya bagus banget.."batin wanita itu.
"Makannya kalau jalan itu pake mata, lihat ke depan, jangan lihattin ponsel mulu. Akhirnya rusak kan ponsel loe, belagu sih.."sahut wanita itu.
"Kalau saya lihat ke depan, lalu anda lihat ke arah mana Nona.?.." Tanya Riana, padahal ia tahu itu bukan salah ia seutuhnya, hanya saja Riana kesal karena wanita itu selalu berkata tidak sopan padanya..
"Ya , ke dep.."Ucap wanita itu terhenti, matanya membulat sempurna melihat wanita yang 4 tahun belakangan ini di bencinya itu.
"Ri-Riana.." ucapnya terbata, wanita itu tidak menyangka jika ia akan bertemu lagi dengan wanita yang pernah dulu ia hancurkan rumah tangganya.
'Riska, wanita yang dulu pernah merebut mas Andre dariku. "batin Riana langsung bersikap santai
"Ck ck, pantas saja cara bicara anda tidak sopan, ternyata Nona ini adalah pelakor. " ucap Riana sinis.
'Pelakor?..
'Ternyata wanita galak itu adalah pelakor..
"Lihat saja cara berpakaiannya, memang seperti perempuan penggoda laki orang.."bisik-bisik mereka yang membuat Riska marah sekaligus malu.
Bersambung..
__ADS_1