Riana'S Household Story (Cerita Rumah Tangga Riana)

Riana'S Household Story (Cerita Rumah Tangga Riana)
Part 109


__ADS_3

"Sudah, bapak mau pulang saja. Andre, tolong jaga anakmu baik-baik, pantau Andra terus jangan sampai lengah..", Ucap Pak Ridwan menepuk bahu anaknya.


"I-iya pak.." Jawab Andre terbata, bingung dengan ucapan bapaknya.


"Kakek mau kemana.." sahut Andra pelan.


Pak Ridwan membalikan badan, lalu mendekati ranjang cucunya kembali.


"Kakek harus pulang nak.." jawab pak Ridwan lembut.


"Kenapa kakek pulang? Nginap saja kek, temani Andra di sini." ujarnya sendu..


"Tidak bisa nak, Kakek harus pulang sekarang. Ada yang harus kakek kerjakan di rumah. Lagi pula sudah ada nenek, papah, suster, dan mamah Andra yang akan menjaga Andra di sini."Jawab pak Ridwan.


"Tapi Andra maunya kakek mengingap di sini.."- Ucapnya sedih.


'Cengeng sekali anak itu.." batin Riska menatap tidak suka pada anaknya sendiri.


'Lagian ngapain sih Andra pake nahan-nahan pak tua itu segala? Biarkan saja dia pulang, toh gue nyaman kok gak ada dia.."Batin Riska kesal.


"Andra sayang, kamu gak boleh begitu nak. Kakek kamu harus pulang sekarang, kan ini udah malam. Andra tidak perlu sedih, kan ada papah juga di sini. Pasti besok kakek akan jenguk Andra lagi kok ke sini. " sahut Andre mengusap tangan anaknya.


"Beneran kek.." tanya Andra.


"Yang di katakan papah kamu benar sayang, besok kakek akan kembali lagi. Kalau perlu, kakek besok akan membelikan mainan baru untuk Andra, kamu mau kan.."Ujar pak Ridwan.


"Mau kek, Andra mau banget.."Jawab anak kecil itu kegirangan.


'Coba saja bapak seperti ini dari dulu, pasti Andra tidak akan kekurangan kasih sayang dari kakeknya.." Batin Andre.


'Ck ck, untuk apa datang lagi? Biarkan saja pak tua itu di toko kotornya.."batin Riska.


"Ya sudah kakek pulang ya? Andra jaga diri baik-baik, ok.. Kalau Andra butuh apa-apa, segera beri tahu papah, nenek atau suster Ima. Ok..


"Ok kek, kakek hati-hati.."


"Iya nak..Ima, tolong jaga Andra ya.."


"Tentu Tuan, saya akan menjaganya.."Jawab Ima menatap Riska dengan ekor matanya.


"Aku antar pak.."tawar Andre.

__ADS_1


"Tidak perlu, kau tunggu saja Andra di sini. Ingat pesan bapak, jangan sampai lengah menjaga anakmu. Bapak pamit, Assalamualaikum..", Ucapnya.


"Iya pak, waalaikum salam.." ujar Andre.


"Ibu ikut pak, ibu mau pulang juga.." sahut ibu Erin berharap suaminya setuju membawa dirinya pulang.


"Tidak, kau di sini saja jaga cucumu. " jawab Pak Ridwan tanpa menoleh, tanpa menghentikan langkahnya juga. Pak Ridwan langsung pergi begitu saja tanpa berpamitan pada sang istri dan menantunya.


'Kenapa gak dari tadi saja sih pulangnya? Dasar kakek-kakek Tua bangka.."batin Riska.


"Sekarang Andra tidur ya sayang, sudah malam. Mamah peluk, biar tidur Andra nyenyak.." Ucap Riska hendak menaikan kakinya ke atas ranjang Andra, namun terhenti begitu pemilik ranjangnya berkata..


"Andra pengen di peluk sama papah, boleh kan mah.." Ucap Andra memberanikan diri berbicara seperti itu pada mamahnya. Dari pada gak bisa tidur, pikir Andra karena ia tidak merasa nyaman di samping Riska.


'Sialan.."Batin Riska.


"Boleh dong sayang. Andra pengen tidur sama papah ya.." sahut Andre maju.


"Iya pah.." Jawabnya di sertai dengan anggukan.


Sedangkan Riska masih berada di sana sembari menatap tajam anaknya. Hanya Andra dan Ima yang dapat melihat wajah Riska yang mengerikan itu, karena posisi Riska saat ini tengah membelakangi suami dan mertuanya.


Tapi Andra tidak merasa takut, entah dapat kekuatan dari mana Andra seperti itu, hanya anak kecil itu yang tahu.


"Aku minta maaf mas.." Ucap Riska sendu.


"Aku tidak butuh kata maaf darimu Ris, yang aku butuhkan adalah jawaban kemana perginya kamu seharian ini sampai anak sendiri sakit seperti ini saja kamu tidak tahu, dan mas sudah hubungi ponselmu beberapa ratus kali kenapa tidak angkat-angkat."sahut Andre pelan, namun penuh penegasan di sana.


"Kemaren ak.."


"..Kita bicarakan ini besok, karena sekarang aku sangat lelah.."Potong Andre cepat..


"Kesayangannya papah. Ayo tidur sayang, papah ngatuk.." ucap Andre pada anaknya.


"Iya pah, Andra juga ngantuk.." Jawab Andra memeluk papahnya erat, begitupun Andre membawa anak semata wayangnya ke dalam dekapan hangatnya.


'Sialan anak itu. Awas kau, gue akan memberimu pelajaran."-batin Riska.


"Sudah Ris, jangan fikirkan kata-kata Andre barusan. Dia seperti itu karena mengkhawatirkan keadaan anaknya. Kamu kan tahu sendiri, ini pertama kalinya Andra sakit selama ini. Jadi , ya wajar saja jika Andre marah seperti itu sama kamu. Apa lagi kamu tidak berada di samping Andra, saat ia sakit. Tapi kamu tenang saja, besok Andre pasti balik lagi seperti semula.." ucap ibu Erin menenangkan menantu kesayangannya.


"Aku minta maaf bu, aku tidak bisa menjaga anakku sendiri dengan baik. Maafkan aku bu, hiks hiks hiks.." Riska menangis dalam pelukan mertuanya, ia pura-pura sedih karena Andra memilih untuk tidur bersama dengan Andre di bandingkan dirinya.

__ADS_1


"Tidak apa-apa sayang, jangan nangis lagi. Nanti waj..


"Awww.."Ucapan ibu Erin terhenti begitu Riska berteriak saat Ia tidak sengaja mengusap pipi Riska yang terlihat bengkak di sana.


Untung teriakan itu tidak terlalu kencang, jadi tidak mengganggu anak dan bapak yang sudah terlelap itu.


"Kenapa sayang?Kenapa kamu berteriak? Ya Tuhan, ini kenapa? Kenapa pipi kamu bisa bengkak seperti ini.."Cecar ibu Erin panik.


'Pipi Riska bengkak? Kenapa.." batin Andre langsug terbangun begitu mendengar suara ibu Erin yang terdengar panik di sana.


'Tidak, ibu tidak boleh tahu apa yang terjadi barusan padaku. Ya, ibu tidak boleh mengetahuinya." batin Riska.


"Pipi aku begini karena kejedot pintu rumah saat aku buru-buru pergi ke sini buk, mungkin karena itu jadi bengkak seperti ini.."Jawab Riska.


'Semoga ibu percaya dengan omongan gue." batin Riska.


h


'Alasan macam apa itu? Tidak masuk akal sekali."batin Andre hanya mendengarkan tanpa berniat menanyakan.


"Aduhhh Riska, makannya kalau jalan itu harus hati-hati dong. Jadi bengkak begini kan wajah mulus kamu, pasti ini sakit..


"Awwhhh, jangan di telan bu, sakit ini..


"Maaf-maaf, ibu gak sengaja...


"Lagian kamu kenapa pake buru-buru segala sih, kan kamu bisa jalan dengan santai..


"Gimana aku mau jalan santai di saat anakku lagi sakit seperti ini buk,, aku sangat mengkhawatirkan keadaan anakku, jadi aku tidak fokus pada jalanku sendiri. Lagian ini tidak apa-apa kok bu, bentar lagi juga sembuh.."jawabnya bohong.


"Tapi, apa bener pipi kamu kejedot pintu..


"I-iya buk, kalau gak kejedot pintu mana mungkin seperti ini.." jawab Riska gugup.


"Iya sih..Tapi yang bikin ibu heran, ini kan luka bekas kejedot pintu, tapi kenapa pipi kamu seperti bekas tamparan gitu. Ini seperti gambar tangan.." Ujarnya menganalisa.


Deg..


'Mampus gue.."batin Riska membulatkan mata sejenak.


'Tamparan? Siapa yang menampar Riska.." batin Andre.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2