Riana'S Household Story (Cerita Rumah Tangga Riana)

Riana'S Household Story (Cerita Rumah Tangga Riana)
Part 70


__ADS_3

'Kalau aku tidak bisa mendapat jawaban dari pemimpin itu, aku harus mencari tahunya lewat Andre, karena laki-laki brengsek itulah yang paling dekat dengan wanita itu.."batin Raymond.


"Makan siang yuk pak Andre, ada berita bagus nih.." Ucap Dimas.


"Berita bagus apa? .." Tanya Andre masih sibuk dengan berkas di depannya.


"Soal pemimpin perusahaan Sallex itu." Jawab Dimas.


"Ada berita apa? Apa pesawatnya sudah mendarat.." Tanya Andre langsung menghentikan pekerjaannya...


"Kita ngafe yuk, gak enak bicara di sini. Takut ketahuan bos besar. " Bisik Dimas.


"Ok, gue beresin ini dulu.." Ujar Andre.


Setelah mejanya rapi, Andre dan Dimas keluar dari ruangan Direktur Keuangan itu.


Namun langkahnya terhenti, saat berpapasan dengan bos Besarnya.


"Selamat siang Tuan Muda.."Sapa Andre dan Dimas serempak.


"Dimas, kau pergilah.." Ucap Raymond tanpa menghiraukan sapaan mereka..


"Jangan gegabah Reymond, ini perusahaan.."bisik Han mengingatkan.


"Ba-baik Tuan muda, say-saya permisi.." Ucap Dimas takut melihat wajah bos besarnya.


'Ada apa dengan Tuan Raymond? Biasanya tidak pernah seperti ini saat ingin berbicara denganku,? Apa dia ingin menaikan jabatanku? Atau mau memberiku bonus makannya beliau mengusir Dimas karena ingin berbicara secara pribadi denganku."batin Andre penuh harap.


"Apa sudah selesai membatinnya Tuan Andre?.." Tanya Raymond dengan wajah dingin.


"Ma-maksudnya Tuan.." Tanya Andre gugup.


'Jangan bilang kalau Tuan Raymond mengetahui isi hati gue.."batin Andre, rupanya Direktur itu tidak tahu dengan kehebatan Tuannya.


"Diam, ikut ke ruanganku sekarang juga.."Ucap Raymond.


"Ba-baik Tuan.." Kali ini Andre katakutan, dan bertanya-tanya apa kesalahannya.


'Perasaan gue tidak salah apa-apa, tapi ada apa dengan Tuan Raymond.."Andre bingung.


"Jangan gegabah Raymond, kau harus ingat ini kantor.." Bisik Han.


"Diam kau." Jawab Raymond.


'Wadduhhhh, bisa gawat kalau Raymond membawa masalah pribadinya ke dalam pekerjaan. Bisa malu sendiri kalau dia menanyakan wanita bekas mantan istri dari karyawannya itu.. Haduuhh, ripuh sekali Sitti."batin Han.


"Ma-maaf Tuan, apa saya boleh tahu kenapa Tuan Muda memanggil saya? Karena yang saya tahu, saya tidak pernah membuat kesalahan sedikitpun.." Tanya Andre memberanikan diri untuk bertanya.

__ADS_1


"Benarkah kalau kau tidak mempunyai salah.." tanya Raymond menyandarkan punggungnya di kursi kebesaran.


"Setahu saya seperti itu Tuan." Jawab Andre.


"Benarkah? Tapi sepertinya saya tidak percaya.." Ujar Raymond.


"Kalau saya punya salah, tolong beritahu saya Tuan Muda, biar saya sadar akan kesalahan saya. Jika benar, saya akan memperbaikinya.." Tanya Andre.


"Sayangnya, kesalahan anda ini sangat fatal dan tidak bisa di perbaiki lagi Tuan Andre Wijaya.." Jawab Raymond membuat Andre tidak mengerti setengah mati.


Keringat mulai bercucuran, kata-kata pemecatan mulai terngiang-ngiang di kepalanya. Bagaimana tidak, Tuannya itu paling tidak suka dengan yang namanya kesalahan. Jikapun ada, Raymond langsung memecatnya walaupun kesalahannya hanya sedikit.


"Ta-tapi apa ke-kesalahan saya Tuan Muda.." Tanya Andre.


"Berkas.." Jawab Raymond singkat .


"Berkas..?" Andre mengulangi kata-katanya.


"Berkas apa.."batin Han bingung.


"Bukankah Sekretaris Han sudah memberi kau berkas untuk di serahkan sekarang juga pada saya.." Tanya Balik Raymond.


'Astaga, gue melupakan itu.."batin Andre ingin sekali ia menepuk jidatnya sendiri.


'Hufffttt..'Han bernafas lega begitu mendengar maksud ucapan Tuannya.


"In-ngat Tuan, maafkan saya.." Jawab Andre menundukan kepala.


"Tapi, Sekretaris Han tidak bilang apa-apa jika berkas itu akan di serahkan sekarang juga Tuan Muda.."Lanjut Andre.


"Apa benar seperti itu Han.." Tanya Raymond beralih pada sekretarisnya.


"Saya sudah katakan soal itu, mungkin anda yang melupakannya Tuan Andre Wijaya.." Jawab Han, seolah-olah ngerti dengan tatapan Raymond.


"Benarkah? Tapi perasaan saya an-.." ucapan Andre terpotong.


"Sekarang mana berkas itu.." sahut Raymond cepat sebelum sekretarisnya di serang.


"Berkasnya b-belum sa-saya kerjakan Tuan.." Jawab Andre gugup.


Braaakkk..


Raymond menggebrak meja dengan sangat kencang membuat Andre terkejut.


Begitu halnya dengan Han, ia pun di buat terkejut. Pasalnya ia tidak menyangka, jika reaksi Raymond seperti itu.


"Ta-tapi Tu-tuan tenang saja, be-berkasnya hanya ti-tinggal sedikit lagi selesai.." Ucap Andre dengan tangan bergetar.

__ADS_1


"Kau tahu bukan kalau saya sangat tidak menyukai cara kerja seperti ini? Kau memperioritaskan ajakan temanmu untuk makan siang bersama dan menyampingkan berkas penting itu yang bisa membuat kariermu hancur dengan ketidak profesionalmu ini, hah.."Bentak Raymond.


"Maafkan saya Tuan.." Ujar Andre menyesal.


'Gara-gara Dimas, gue kena amukan Bos. Caba saja kalau si Brengsek itu tidak ngajak makan di luar, kejadiannya pasti tidak akan seperti ini..'"batin Andre.


"Apa perlu, saya menurunkan jabatan anda seperti dulu Tuan Andre Wijaya.." Tanya Raymond.


"Jangan.." Andre langsung mengangkag kepalanya dengan mata melebar seketika.


"Maaf, saya mohon jangan turunkan jabatan saya Tuan Muda. Saya mempunyai tanggung jawab yang sangat besar untuk kedua orang tua saya, istri saya dan anak saya yang masih kecil. Jika Tuan menurunkan jabatan saya, bagaimana bisa saya membiyayai mereka Tuan Muda. Saya mohon, beri saya satu kesempatan lagi, saya janji tidak akan mengulanginya lagi Tuan.." Lanjut Andre.


'Ckk, sangat menyebalkan sekali mendengar kata-kata itu.."batin Raymond.. Walaupun begitu, Raymond orangnya tidak tegaan, apa lagi menyangkut kedua orang tua dan anak kecil.


Jadi teringat dengan alm. kedua orang tuanya yang sudah tiada.


"Saya mohon Tuan.." Ujar Andre dengan wajah melas.


"Baiklah, kali ini saya akan memaafkanmu. Tapi ingat, jika kau mengulanginya lagi, saya tidak akan segan-segan langsung memecat anda Tuan Andre Wiyaja.." Ucap Raymond, tidak mungkin juga bukan karena masalah sepele ia sampai mengorbankan kedua orang tua dan anaknya Andre.


Tapi Raymond tidak perduli dengan istri Andre, karena wanita itu yang sudah merusak kebahagiaan wanita yang di carinya.


"Te....


"Saya memberi anda waktu 8 menit untuk mengerjakan sisanya, jika dalam 8 menit itu anda tidak bisa menyelesaikannya, jangan salahkan saya jika saya akan memotong gaji anda bulan ini Tuan Andre.." Sahut Raymond.


"Tap-...


"Di mulai dari sekarang.."Raymond benar-benar tidak memberi kesempatan Andre untuk bicara.


"Saya permisi.." Tanpa ada penolakan, Andre langsung keluar terburu-buru dari sana.


"Kau hampir saja membuat jantungku meledak Raymond Gevanno Molland.."Sahut Han.


"Ck ck.." Raymond hanya berdecak, karena hanya dengan cara itu Raymond salurkan emosinya.


"Kenapa kau berkata seperti itu? Padahal yang sebenarnya tidak seperti itu, apa kau sengaja ingin melampiaskan emosimu dengan cara mencari kesalahannya.." Cecar Han.


"Ya, tapi itu belum seberapa dengan apa yang dia sudah lakukan pada wanita itu." Jawab Raymond.


"Kau masih ingat Han, saat wanita itu memasuki rumah sakit kita dengan membawa kopernya.."lanjut Raymond.


"Ya, memangnya kenapa..".


"Penampilan seperti itu yang terus terngiang-ngiang di kepala ku. Dan karena itulah sebabnya, aku tidak bisa mengendalikan emosi..


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2