Riana'S Household Story (Cerita Rumah Tangga Riana)

Riana'S Household Story (Cerita Rumah Tangga Riana)
Part 45


__ADS_3

"Saya menyatakan dengan ini, bahwa saudara Nona Riana Anastasya dan saudara Andre Wijaya telah resmi bercerai.."Ucap Hakim tegas.


Tak


Tak


Tak


'Allhamdulilah..'batin Riana.


"Yess, akhirnya mereka sudah resmi bercerai. Dan Mas Andre sekarang sudah menjadi milikku seutuh-utuhnya.." batin Riska.


'Semoga hak asuh Reyna jatuh ke tanganku."batin Andre gelisah.


Meski sudah resmi bercerai, tapi Andre masih saja belum tenang sebelum hakim menjatuhkan hak asuh anak kepadanya.


Apa lagi pengacara yang mendapampingi mantan istrinya bukan tandingan pengacara yang di bawanya, itulah yang membuat Andre ketakuan setengah mati.


"Dan mengenai hak asuh anak akan jatuh kepada..."ucap hakim terhenti.


'Ya Allah, semoga Reyna tetap bersamaku.'batin Riana.


"Tenang sayang, kakek yakin hak asuh Reyna akan jatuh ke tangan kita.." bisik Tuan Allex.


"Semoga ya kek, aku berharap seperti itu."jawab Riana.


"Karena saudara Reyna Anastasya masiih di bawah umur 5 tahun. Jadi pengadilan agama memutuskan menyerahkan hak asuh anak ke tangan ibu kandungnya. Yaitu saudara Riana Anastasya.."Ucap Hakim


Tak


Tak


Tak.


"Allamdulilah ya Allah, terima kasih.."Ujar Riana dengan puji syukurnya .


"Reyna jatuh ke tangan kita kek.."Ujar Riana kegirangan.


"Tuh kan, apa kakek bilang. Reyna pasti akan selalu bersama kita sayang ." ujar Tuan Allex tersenyum.


"Iya kek. Terima kasih karena sudah membantuku."Saking senangnya, sampai Riana memeluk kakeknya dengan erat.

__ADS_1


Beda hal dengan dengan Andre.


Tangan Andre menggempal sangat kuat setelah jaksa hakim menyampaikan peristiwanya.


"Tenang mas, kita dengarkan dulu hakim berbicara. Walaupun hak asuh anak tidak jatuh ke tangan kita, setidaknya rumah itu akan menjadi milik kamu ."bisik Riska menenangkan suaminya.


"Mengenai harta gono-gini, Saudara Nona Riana tidak menggugat hal tersebut. Jadi kalian bisa menyelesaikan harta goni gini dengan cara kekeluargaan.",ucap Hakim.


"Yess, akhirnya rumah itu menjadi milik aku seutuhnya. Tapi kenapa Riana tidak menggugatnya, padahal ia bisa saja mendapatkan rumah itu kembali dengan bantuan pengacaranya Tuan Allex. " batin Andre bertanya-tanya.


Serba salah memang..


"Sombong sekali perempuan itu, kaya orang kaya saja. Tapi tak apa, setidaknya rumah itu menjadi milikku dan Mas Andre "batin Riska.


"Ayo kek kita pulang, pasti Reyna sudah menunggu kita ."Ucap Riana setelah mentanda tangani berkas-berkas yang bersangkutan dengannya.


"Iya sayang. Selamat ya, kamu sudah memenangkan sidang ini.."ucap Tuan Allex.


Riana menanggapiinya dengan senyum manis.


"Selamat Riana. Apa kau senang sekarang karena hak asuh Reyna jatuh ke tangamu?.." tanya Andre menghalangi jalan mantan istrinya.


"Tentu.."- jawab Riana singkat.


Begitupun Riska yang tersenyum penuh kemenangan di belakang suaminya.


"Segitu bangganya kau menikmati hasil jerih payah cucuku. Tidak tahu malu, cihh.." sahut Tuan Allex.


Andre bungkam, karena tidak mungkin ia melawan sang penguasa Jerman itu. Namun Andre tidak sadar kalau Tuan Allex menyebut mantan istrinya dengan panggilan 'Cucuku'. Mungkin kalau kedua pasangan suami itu sadar, pasti mereka sangat kebingungan dengan hal tersebut.


"Asal kau tahu saja mas Andre. Aku sudah mengikhlaskan rumah itu untukmu dan istri barumu ini, maka dari itu aku tidak menggugat atau mempermasalahkannya. Anggap saja rumah itu hadiah dariku atas pernikahan serta kehamilanmu mantan adik maduku .. "Ujar Riana dengan nada tegas. Namun hatinya hancur berkeping-keping setelah mendengar kata-kata yang di lontarkan dari mulut mantan suaminya perihal Reyna.


Dia lebih bahagia mendapatkan rumah ketimbang hak asuh anak kandungnya sendiri. Bener-bener laki-laki brengsek.


"Sombong sekali kau Riana. Baru menjadi pembantu di kediaman keluarga Sallex saja sudah belagu.." Andre tersulut emosi.


"Pembantu kau bilang.."Mata elang Tuan Allex menatap tajam laki-laki di depannya.


Nyaali Andre langsung menciut.


"Tenang kek, jangan pakai emosi kalau meladeni mereka. Lebih baik kita pulang sekarang dari pada harus meladeni orang-orang tidak jelas ini.."sahut Riana menolek ke mereka dengan ekor matanya.

__ADS_1


"Kauu.."


"Aku minta maaf mbak Riana, karena aku rumah tangga mbak Riana hancur...."Ucap Riska, seperti biasa ia mengeluarkan air mata buayanya untuk mengambil simpati suami dan pengusaha bisnis di depannya.


Namun ternyata Tuan Allex memalingkan wajahnya karena merasa jijik dengan wanita yang menghancurkan kebahagiaan cucunya itu.


'Sialan.." batin Riska..


"Kamu tidak perlu bersalah seperti ini sayang, ini bukan salah kamu. Ini salah perempuan ini, kaarena dia tidak bisa menjaga rumah tangga dengan benar dan salah terbesarnya adalah dia memberiku seorang anak perempuan yang tidak aku inginkan kehadirannya.." Ujarnya lembut.


Degg...


Jantung Riana seakan berhenti berdetak begitu mendengar kata-kata terakhir dari mulut laki-laki yang pernah dulu sangat mencintainya.


Namun Riana menetralkan kembali detak jantungnya dan menahan air mata yang sudah siap di luncurkan. Riana menahannya sebisa mungkin karena tidak ingin terlihat lemah di depan Andre serta istri barunya, Riska.


"Lalu bagaimana dengan bayi yang ada di perut istri barumu ini mas? Apa kalian sudah mengetahui jenis kelaminnya? Apa benar dia laki-laki? Bagaimana kalau berjenis kelamin perempuan? Apa kau akan memperlakukannya tidak wajar seperti yang kau lakukan pada Reyna? Apa kau akan membuang istri barumu ini sama halnya kau membuangku setelah aku melahirkan anak perempuan?.."Pertanyaan Riana membuat Riska kembali ketakutan setengah mati.


Bagaimana kalau itu terjadi? Tidak, itu tidak bisa di biarkan. Riska harus mencari cara untuk mempertahankan posisinya kelak.


'Tidak. Anakku pasti laki-laki, aku sangat yakin itu.."batin Andre.


"Kenapa kalian diam saja? Apa ucapanku benar.." lanjut Riana menyeringgai tipis.


'Baguss, kau harus lebih tegas lagi cucuku. untuk membasmi sampah-sampah ini dari muka bumi, kau perlu kuat.." batin Tuan Allex bangga.


Belum sempat Andre menjawab, seorang laki-laki paruh baya menerobos masuk dan langsung memeluk mantan menantunya dengan erat.


Siapa lagi kalau bukan pak Ridwan Wijaya, ayah kandung dari Andre Wijaya.


"Rian, kamu kemana saja selama ini nak? Bapak mencarimu kemana-mana tapi tidak ketemu. Kamu tinggal di mana? Dan cucu bapak mana.??" tanya pak Ridwan mengurai pelukannya.


"Reyna ada di rumahku pak.." jawab Riana.


'Rumahmu? Maksudnya rumah majikanmu kali. Sombong.."batin Riska.


"Apa Reyna baik-baik saja? Maafkan bapak , karena tidak bisa membimbing Andre dengan baik nak. Bapak benar-benar menyesal. Sekali lagi tolong maafkan bapak.."ucap pak Ridwan tulus.


"Bapak kenapa minta maaf sama perempuan ini sih? Ini bukan salah bapak ataupun salah aku, semua ini salah dia, salah perempuan ini karena dia tidak bisa menjadi istri yang baik untukku.."sahut Andre.


"DIAM KAU ANAK SIALAAAN.."bentak pak Ridwan dengan mata merah.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2