
"Sepertinya anda sangat terkejut Tuan.." ucap Jack.
"Kau pikir saya ini bodoh apa? Enak sekali minta uang sebesar itu. " bentak Andre. Sebenarnya ia punya uang cukup banyak dan lebih dari 50 juta. Hanya saja sayang sekali jika uang sebesar itu hanya untuk membayar 1 bodyguard saja. Dan Andre juga beranggapan jika dirinya tengah di permainkan oleh anak buah Riana. Dia juga tidak percaya jika nominal sebanyak itu adalah setengah gaji yang Riana berikan.
Palingan juga 4 sampai 6 juta untuk bayar begituan, pikir Andre.
"Loh, bukannya ada yang meminta saya untuk menyebutkan nominal yang saya mau? Dan 50 juta itu adalah gaji setengah bulan saya bekerja yang saya dapatkan dari Nona saya..." Ucapnya terheran-heran.
"Emmhh,, memangnya kau di bayar berapa perbulan oleh perempuan murahan ini.." Tanya Andre.
"100 juta." jawab Jack jujur.
"100 juta kau bilang? ha ha ha,, lelucon kau terlalu berlebihan..
"Saya tidak sedang berlolucon, memang segitu yang saya dapatkan perbulan.." jawab Jack.
'Mana mungkin.."batin Andre tidak percaya.
"Jika saya deal untuk bekerja pada anda, berarti anda harus membayar saya sekitar 150 juta sekarang. Karena anda sudah berjanji menawarkan gaji 3 kali lipat dari yang Nona berikan pada saya, jadi anda harus membayar saya 300 juta untuk satu bulan..."Lanjutnya, senang sekali bisa mengerjai orang seperti Andre, pikir Jack. Tapi ia tidak tahu, kalau laki-laki yang ia kerjai adalah mantan suami dari Riana atau ayah kandung dari Nona kecilnya.
"300 j-juta.." Andre di buat melongo.
"Apa kau mampu membayarnya Ndre? 300 juta, bukankah angka tersebut mendekati angka gaji yang kau dapat di perusahaan.." sahut Raymond.
'Tuan Raymond benar.. Gaji gue 400 juta, gue bayar boduguard ini perbulan 300 juta. Sisa 100 juta lagi, 40 juta untuk kebutuhan rumah dan Riska, 20 juta jatah Andra, sisa 40 juta lagi. Belum bayar cicilan mobil, deposito, rumah, dan,,akkhhhhj, mana cukup sisanya untuk aku makan di luar.."batin Andre menjerit.
"Sudah-sudah Jack, kau tidak perlu membeberkan semuanya..Sekarang ayo kita pulang, kita harus segera terbang 1 jam lagi." sahut Riana kasihan melihat wajah Andre yang sudah pucat pasi.
"Kamu mau pergi lagi ke mana nak?? Bapak baru bertemu dengan kalian, apa secepat itu kalian akan meninggalkan bapak lagi.." sahut Pak Ridwan sendu.
__ADS_1
"Aku bukan mau pulang untuk ke Jerman, pak. Tapi aku ada perlu ke kota lain, di Negara ini juga.." jawab Riana.
"Jerman? Jadi dia selama ini tinggal di sana.."batin Andre terkejut.
"Kami pasti akan kembali Ke Jerman, karena di sana adalah tempat aku dan Reyna. Tapi tidak sekarang pak, masih ada urusan lagi yang harus aku selesaikan di sini.." Lanjut Riana memegang tangan mantan mertuanya.
'Ck ck, gayanya udah seperti pengusaha sukses saja. Tapi pada kenyataannya adalah hanya seorang ******. " batin Andre.
'Pergi ke kota lain? Ke mana? Aku harus mencari tahu soal kepergian Riana ke kota mana.." batin Raymond.
"Ya sudah, kalian hati-hati ya. Kalau sudah kembali, cepat hubungi bapak. Bapak akan datang saat itu juga ke kediaman kamu..
'Jadi bapak tahu tempat tinggal perempuan murahan ini.? Kenapa bapak tidak memberitahuku selama ini.."batin Andre.
"Iya pak, aku tunggu. Aku pergi dulu...
"Tuan Andre, anda tidak tahu siapa saya sebenarnya. Tapi ingat satu hal, jangan pernah coba bermain-main dengan saya atau saya tidak akan segan-segan melakukan sesuatu yang akan membuat anda menyesal untuk selama-lamanya..." Ucap Riana tegas.
"Jadi , benar kau yang menampar istriku..Kurang ajar.." Bentak Andre.
"Jangan coba-coba teriak di rumah sakitku, Andre Wijaya.." Geram Raymond..
"Ma-maaf Tuan..Abisnya wanita in..
"Ya, saya memang menamparnya, karena mulutnya itu tidak bisa di jaga. Mungkin anda sendiri juga pastinya sudah melihat video virral itu bukan? Masa iya pelakor teriak pelakor, kan lucu.."Sahut RIana berhasil membuat Andre emosi.
"Ka.."Andre hendak menunjuk mantan istrinya tapi belum sempat telunjuknya itu mendarat sempurna, Jack lebih dulu menepis tangan Andre dengan kasar sampai tangan itu terbentur tembok.
Andre meringgis kesakitan, namun tidak bersuara. Saat tangannya mendarat di tembok, ia hanya membulatkan matanya saja sembari menahan suara agar tidak keluar dan membuat dirinya malu sendiri.
__ADS_1
'Awas kau.."Akhirnya hanya batin Andre yang berbicara.
"Sudahlah, sepertinya saya sudah terlalu banyak membuang-buang waktu saya di sini. Kalau begitu saya permisi, karena ada urusan lain yang lebih penting dari pada berbincang dengan orang yang tidak penting. Tuan Raymond, terima kasih banyak atas semua yang pernah Tuan lakukan untuk saya dan anak saya. Saya permisi, dan sampai jumpa.." Ucap Riana memberikan senyum termanisnya pada Raymond.
Riana sengaja seperti itu karena ia yakin Andre pasti kesal dengan ulahnya. Dan pada akhirnya tebakan Riana benar, kalau Andre benar-benar kesal dengan tingkahnya..
"Sama-sama Nona Riana. Hati-hati dan semoga kita bisa bertemu kembali.."- sahut Raymond lembut. Sebenarnya ia ingin mengantarkan Riana sampai depan rumah sakit, tapi sepertinya ada masalah yang harus Raymond selesaikan dengan pegawainya itu.
"Bapak minta maaf atas perlakuan anak kurang ajar itu, Rian. Bapak menyesal karena tidak bisa membimbing Andre dengan baik.."Sahut pak Ridwan menundukan kepala.
"Ck ck ck,,"Andre nampak kesal mendengar ucapan bapak kandungnya sendiri.
"Sudah pak, jangan di fikirkan. Nanti juga sadar.."Ucap Riana.
Riana pergi menjauh dari Raymond , Andre dan Pak Ridwan setelah mengucapkan salam terakhir.
Kini hanya tinggal 3 orang itu di sana dengan pandangan yang masih tertuju pada punggung Riana dan sebentar lagi akan menghilang di balik lift.
Sebelum pintu lift itu tertutup rapat, Riana lebih dulu tersenyum manis di sana. Entah pada siapa ia tunjukan senyum itu, tapi yang pasti senyum manis itu berhasil membuat hati Raymond berdebar-debar tidak menentu.
"Di tungguin gak dateng-dateng, rupanya bapak sama mas Andre ada di sini.." Ucap seseorang di balik punggung Raymond.
"Bapak sangat kecewa pada kamu, Andre.." ucap pak Ridwan langsung meninggalkan tempat itu dan melewati wanita yang menghancurkan rumah tangga Riana begitu saja.
"Kenapa dengan pak Tua itu? Lalu siapa laki-laki yang di samping mas Andre..."batinnya, siapa lagi kalau bukan Riska.
"Bapak kenapa ma.."Ucap Riska terhenti saat laki-laki yang yang berada di hadapan suaminya membalikan badannya dan langsung menatapnya dengan tajam..
'Astaga, pangeran dari mana ini.."Batin Riska terkejut mendapati pria tampan itu.
__ADS_1
Bersambung..