Riana'S Household Story (Cerita Rumah Tangga Riana)

Riana'S Household Story (Cerita Rumah Tangga Riana)
Part 25


__ADS_3

Raymond Gevano Molland berusia 30 tahun yatim piatu, seorang pemuda yang di tinggalkan kedua orang tuanyan saat masih berusia 2 tahun. Raymond di asuh sang kakek dan nenek sampai ia tumbuh tinggi dan memiliki kecerdasan sangat luar biasa.


Raymond Gevano Molland, adalah pemuda hebat di kalangan pengusaha. Wajah tampan serta memiliki tubuh atlentis di gilai banyak wanita dari kalangan bawah sampai teratas. Namun Raymond sama sekali tidak tertarik dengan mereka.


Ia lebih senang menyendiri di bandingkan punya kekasih yang bisanya merepotkan pasangannya saja.


Bahkan rumor mengatakan bahwa Raymond Gevano Molland tidak menyukai lawan jenis tapi menyukai semama jenis (Gay).


Karena terlalu sibuk, Pemuda tampan itu tidak memperdulikan rumor tersebut, hingga rumor itu menghilang dengan sendirinya.


Molland Group, siapa yang tidak kenal dengan perusahaan terbesar nomor 2 di dunia setelah Sallex Group menempati nomor 1 terhebat di dunia.


Mollan Group adalah perusahaan yang bekerja di bidang rumah sakit, hotel, restoran, mall dan masih banyak lagi di dunia.


*********


"Mas Andre.." Ucap Riana saat melihat suaminya hanya memakai bokser dengan penuh keringat di seluruh badannya.


"Ri-iana.." ucap Andre terkejut.


"Bu-ukankah kau bi-ilang sedang ada di rumah sakit, kenapa kau sekarang ada di sini.." tanya Andre menutupi badannya dengan sarung


"Ayo mas kita ke rumah sakit, Reyna sedang butuh pertolongan kamu.." ujar Riana.


"Memangnya kenapa.."tanya Andre pura-pura tidak tahu, padahal Rianna sudah memberitahukan keadaan putrinya.


"Reyna butuh darah kamu mas, tolonglah mas.." mohon Riana.


"Kenapa gak darah kau saja.." tanya Reyna ketus.


"Kalau darah aku cocok sama Reyna mana mungkin aku memohon kepada mu mas.." Bentak Riana emosi.


Plaakk..


Andre menampar pipi Riana karna ia marah mendengar bentakan istri pertamanya.


"Andreee..." Teriak Riana.


"Apa hah, sudah berani kau ya teriak di depan suami. Dasar istri durhaka.." ucap Andre mendorong Riana hingga kepalanya terbentur dengan meja ruang tamu.


"Awwhhh.." Riana memegang kepalanya yang terasa sakit.

__ADS_1


Tangan Riana di penuhi darah segar setelah menyentuh kepalanya. Andre yang sudah tidak peduli dengan keadaan Riana, ia membiarkan Riana begitu saja tanpa berniat menolongnya.


Dari kejahuhan, Riska menatap senang saat melihat Andre menampar dan mendorong Riana hingga kepalanya berdarah.


'Bagus mas, tinggal sebentar lagi aku akan mendapatkan kamu seutuhnya..' batin Riska tersenyum puas.


Riska mendekati mereka dengan wajah terkejut serta wajah sedihnya.


"Ada apa ini mas? Mbak Riana, kenapa kepala mbak berdarah.." ucap gundik itu menutup mulut seolah-olah terkejut. Penampilan kacau, sama seperti Andre penuh dengan keringat.


Riska sengaja tak merapihkan dulu penampilannya setelah permainan panas dengan sang suami, tujuannya ingin membuat Riana cemburu dan sakit hati.


"Mas, kenapa kau tega sekali dengan mbak Riana.." lanjutnya hendak membantu Riana berdiri, tapi langsung di tepis oleh Riana merasa jijik dengan tangan kotor Riska.


"Jangan bantu wanita sialan ini Ris, dia berhak mendapatkan ini semua. Lebih baik kita istirahat saja, buang-buang waktuku saja.." ucap Andre mengajak istri muda.


"Mas Andre jangan pergi mas, Reyna sedang membutuhkanmu.." ucap Riana.


"Saya tidak peduli, kau urus saja anakmu sendiri. Reyna begitu juga karna ulah mu Rin, Kalau kau tidak lengah menjaganya mana mungkin kejadian seperti ini menimpa Reyna. Karna ini salahmu, jadi kau harus tanggung sendiri akibatnya.."ucap Andre.


"Asal kau tahu Andre, Reyna seperti ini karena ulahmu. Apa kau lupa Andre, tadi pagi kau menghancurkan gelas di dapur, karna ulahmu Reyna menginjak serpihan gelas itu hingga membuat ia kehilangan banyak darah. Dan sekarang apa balasanmu, kau menuduhku atas segala ini. Sungguh hebatnya dirimu Andre..." ucap Riana tegas tanpa air, darah mengalir terus dari kepalanya.


"Kauu..." geram Andre hendak menampar Riana lagi.


"Hahahahahaa..." di sambut gelak tawa oleh Andre.


"Yang seharuas angkat kaki dari rumah ini adalah kau Riana, bukan aku atau istriku yang cantik ini.." ucap Andre tersenyum remeh.


"Jangan mimpi.." tanya Riana bingung.


"Ha ha ha,, Riana Riana, kau ini sungguh wanita bodoh yang pernah aku temui. Kau menyerahkan rumah ini padaku dengan senang rela.." ucap Andre.


"Maksud kau apa Andre.." tanya Riana, merasa takut, takut yang di katakan Andre benar. Pasalnya 3 hari yang lalu ia mendatangani berkas yang di sodorkan Andre saat akan tidur. Tapi Andre tidak bilang kalau berkas itu...' pikir Riana terputus.


''Jadi berkas itu adalah kepemindahan pemilikan rumah ini, jadi mas Andre membohongiku soal berkas itu, sialan kau Andre..'batin Riana.


"Apa kau lupa Riana, 3 hari yang lalu kau mendatangani berkas kepemilikan rumah ini atas namaku.." jawab Andre.


"A-pa.." Riana tertegun mendengarnnya. Yang ia takutkan akhirnya terjadi.


"Kalau kau tidak percaya, aku akan mengambil buktinya.." ucap Andre mengambil berkas kepemilikan rumah dari kamar gundiknya.

__ADS_1


'Jadi selama ini mas Andre diam-diam mengambil surat rumah ini dari tangan istrinya, hebat kamu mas.Jadi aku tak perlu repot-repot mengambil rumah ini dari wanita sialan itu. Karena rumah ini sudah jadi milik mas Andre otomatis ini rumahku juga, akhirnya aku jadi nyonya Wijaya di rumah ini' Batin Riska dengan sangat senang.


Andre melemparkan fotocopyan dari surat kepemilikan pada wajah Riana.


"Apa kau percaya sekarang.." ujar Andre.


"Bagaimana bisa, bukan kah berkas itu.." ucap Riana terpotong.


"Sudahlah, bosen aku meladeni kamu. Sekarang kau angkat kaki dari rumah ini. Kau tidak boleh membawa satupun barang dari rumahku. Kau hanya boleh membawa semua pakaianmu dan Reyna, hanya itu tidak lebih. Karena istriku ini akan menempati kamarmu, jadi ia tidak membutuhkan pakaian jelek-jelekmu itu.." ucap Andre tanpa merasa bersalah.


Bagaimana mungkin rumah yang Riana bangun dari hasil kerja kerasnya selama beberapa tahun , dengan bahagianya Andre menempati rumahku ini bersama gundiknya, ini tidak boleh terjadi..' pikir Riana menggelengkan kepala pelan.


"Cepat, aku tidak punya waktu lama meladeni perempuan sepertimu.." titahnya tegas.


Riana melangkahkan kakinya memasuki kamar yang selama ini ia tempati akan menjadi milik istri muda suaminya.


Ia mengambil koper dua koper besar dari atas lemari dan memasukan bajunya dan anaknya ke dalam koper tersebut dengan acak-acakan.


Riana mengeluarkan brankas penyimpanan uang dari bawah ranjang yang selama ini ia simpan tanpa sepengetahuan Andre. Dan memasukan semua uang itu ke dalam kopernyanya, lalu menutupinya lagi dengan pakaian.


"Cepat.." Teriak Andre dari luar.


Setelah semuanya rapi, Riana ke luar dari kamar dengan pakaian yang sama, penuh dengan darah Reyna sudah mengering.


"Kalian akan mendapatkan balasan lebih menderita dari semua yang pernah aku alami semua ini, suatu hari nanti.." Ucap Riana saat berpapasan dengan suaminya.


"Dan selamat untukmu Riska." lanjut Riana.


Riska membalas ucapan kakak madunya dengan senyum kemenangan tanpa Andre ketahui.


"Tunggu.." ucap Andre menghentikan langkah istrinya.


Riana menghentikan langkahnya tanpa menoleh.


"Aku akan urus surat perceraian kita," ucap Andre tanpa berpikir panjang.


Degg..


Cerai...


"Saya tunggu surat panggilannya..".." ucap Riana tanpa menoleh.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2