
"Hai sayang, ini mommy nak.."Ucap Nyonya Maya.
Sesuai keinginan wanita paruh baya itu, Riana mengantarkan nenek dan kakeknya ke tampat peristirahatan terakhir ayah dan bundanya berada. Yaitu, di sebuah TPU pinggiran kota.
Kini mereka berjongkok di depan kedua makam tersebut.
"Hai sayang, dan ini daddy." ucap Tuan Allex mengusap batu nisan sang anak.
"Maafkan mommy sayang. Maafkan atas perilaku tidak baik yang mommy lakukan selama ini pada kalian. Mommy sangat menyesal telah menentang hubungan kalian berdua. Seandainya waktu itu mommy tidak bersikeras menentang hubungan kalian, mungkin kita semua saat ini tengah berkumpul bahagia ." ucap Nyonya Maya tergugu.
"Sudah mih, jangan tangisi mereka. Mereka sudah berbahagia di alam sana.." Tuan Allex mengusap punggung istrinya yang tengah bergetar hebat.
Namun ucapan tidak sesuai dengan isi hatinya. Tentu Tuan Allex merasakan hal yang sama pula di rasakan istrinya.
Kehilangan seorang anak, sedih bukan..?
"Dosa kita, dosa kita terlalu banyak pada mereka pih. Hiks hiks hiks...
"Tenang nek, aku yakin bunda dan ayah sudah memaafkan nenek dan kakek. ."ucap Riana.
"Unda, bukankah ni makam kakek dan nenekk Eyna." tanya Reyna.
"Iya sayang, ini adalah rumah kakek sama nenek kamu." jawab Riana.
"Eyna rindu nenek dan kakek unda, sudah lama kali Eyna gak temu meyeka.." ucap Reyna sedih..
"Hah.."sang bunda di buat melongo dengan pernyataan anak semata wayangnya.
Ketemu? Bagaimana bisa? Bahkan kedua orang tuanya meninggalpun entah di mana keberadaan Reyna karena saat itu..
"Memang kamu ketemu nenek dan kakek kamu di mana sayang.." tanya Nyonya Maya..
"Kalau malam-malam gitu Eyna seying ketemu nenek sama kakek" jawab Reyna.
'Jadi selama ini ayah sama bunda sering datengin Reyna lewat mimpi. Ayah dan bunda pasti ingin bermain dengan cucunya. Ya Allah, terima kasih bunda, ayah karena sering menjenguk Reyna walaupun lewat mimpi.'Riana meneteskan air mata di buatnya.
"Berarti kamu mimpi sayang.." sahut Tuan Allex.
"Eyna sedih, kalena nenek dan kakek ndak ajak Eyna ke lumahnya. Katanya, lumahnya jauh teyus Eyna di suluh sama Unda aja.." ucap Si kecil itu murung..
"Yang di ucapkan nenek dan kakek kamu benar Reyna sayang. Kalau kamu pergi ikut mereka, nanti bunda siapa.? Emang Reyna mau ninggalin bunda juga.." Sama halnya dengan ayahmu yang meninggalkan kita'." Batinnya.
__ADS_1
"Dak mau Unda, Eyna ngen sama Unda. Cuma Eyna ngen main sama meleka saja.." jawab Reyna menunduk.
"Sekarangkan Reyna sudah punya kakek dan nenek, jadi kakek dan nenek yang akan nemenin Reyna main ." sahit Tuan Allex.
Benel kek? Kakek dak ninggalin Eyna sama halnya dalam mimpi Eyna kan kek.." tanya Reyna.
"Tidak sayang, mulai sekarang nenek dan kakek akan tinggal bersama kamu dan kami tidak akan meninggalkanmu sama halnya seperti mereka.." Tuan Bagas mengusap rumput-rumput yang menutupi bagian tanah makan anaknya.
"Asyikk.." Reyna loncat-loncat kegirangan.
'Juan, lihatlah cucu kamu sayang? Betapa bahagianya ia mempunyai kakek dan nenek.'batin Nyonya Maya.
"Karena ini sudah sore, lebih baik kita pulang yuk.."ajak Tuan Allex.
"Dadd, boleh mommy di sini dulu sebentar?." tanya Nyonya Maya.
Tuan Allex menarik nafas panjang, lalu menganggukan kepalanya.
"Ayo sayang, kita ke mobiil duluan. " ajak Tuan Allex pada cucu dan cicitnya.
"Kakek di sini saja temani nenek, biar aku sama Reyna ke mobil duluan."Riana khawatir bila sesuatu terjadi pada neneknya.
"Juan, kenapa kamu ninggalin mommy duluan sayang?." ucap Nyonya Maya setelah kepergian Riana dan Reyna.
"Mommy merindukanmu nak, mommy ingin bertemu denganmu dan memeluk kalian berdua.."lanjutnya.
"Sudah Mom, ikslaskan kepergian mereka. Biarkan mereka tenang di alam sana..." Tuan Allex.
"Sekarang tugas kita adalah membahagiakan dan menjaga keturunannya Riana dan cucunya Reyna. Kita tebus dosa-dosa kita dengan kebahagian.." ucapnya.
"Mas Andre, aku laper.." ucap Riska manja.
"Laper ya tinggal makan sayang, bukankah di dapur sana sudah ada makanan." Tanya balik Andre bersantai di ruang tamu.
"Iya, tapi aku gak mau makan makanan yang itu.." Tolak Riska.
'Mana enak makan begituan.'batin Riska mengingat menu di dapur sana hanya ada telor dadar dan tempe goreng. Bukan karena tidak ada bahan-bahan makanan enak lainnya, hanya saja Riska enggan untuk masak. Itu pun Andre yang memasaknya.
"Emang kamu mau makan apa sayang.."tanya Andre lembut.
"Aku pengen makan di restoran favorite kita mas..", jawab Riska dengan wajah binar.
__ADS_1
"Ayo mas, ini bawaan anak kamu loh. Dia mau makan di sana.."lanjut Riska karena Andre diam tak bergeming.
Entah apa yang di pikirkan Andre saat itu, hanya ia yang tahu.
'Kenapa mas Andre lihatin gue kaya gitu.? jangan-jangan dia lagi bandingin gue sama perempuan sialan itu lagi. Tidak, Mas Andre tidak boleh memikirkan wanita itu lagi.."batin Riska.
"Kalau mas Andre gak mau, aku gak apa-apa. Lain kali mungkin kita bisa makan di luar.." lanjut Riska lembut.
"Kamu mau kemana sayang.." Andre tersadar dari lamunannya saat istri baru beranjak dari sisinya.
"Aku mau ke dapur mas, aku dan dedek laper pengen makan.." jawab Riska sambil memegangi perut ratanya.
"Sekarang kamu ganti baju, kita makan di restoran favorite kita ya.."Andre langsung mengajak Riska ke kamar yang dulu di tempati mantan istrinya.
'Yess..'batin Riska.
"Mas, baju ini bagus gak.." Riska memperlihatkan dress yang akan di pakenya ke luar.
"Kamu pake baju apa aja cocok sayang. Semua baju bagus bila tubuh seksi kamu ini yang pake.." Andre mencium tengkuk istrinya yang terpampang jelas.
"Mas ini bisanya gombal aja.." pipi Riska bersemu kemerahan..
"Mas gak gombal sayang, ini fakta. Fakta kalau tubuh kamu sangat seksi..." jawab Andre membungkam mulut Riska dengan mulutnya.
"Kenapa di lepas? mas belum puas sayang.." ucap Andre terdengar beraat.
"Nanti aku kasih kamu sampai puas mas, tapi jangan sekarang. Soalnya perut aku laper banget. " jawab Riska manja.
"Oh astaga, mas lupa.. Ayo kita berangkat sekarang.."Andre menepuk jidat karena tidak bisa mengontrol nafsunya.
"Mas, bukannya itu mbak Riana ya..?" tanya Riska menunjuk keberadaan Riana dan keluarga barunya.
Setelah berkunjung ke makam anaknya, mereka memutuskan makan di luar karena Reyna sangat menginginkannya. Dan secara kebetulan, resto itu juga yang di kunjungi Andre dan istri barunya, Riska.
"Mana? Gak ada? Kamu salah lihat kali. Mana mungkin perempuan itu makan di sini. Mana mampu dia membayar makanannya.."Andre tidak percaya.
"Itu loh mas, meja yang di ujung sana.." Ucap Riska..
Deg...
Bersambung..
__ADS_1