
Setelah menghabiskan waktu 9 jam selama penerbangan, akhirnya pesawat Jet milik pribadi itu mendarat dengan sempurna di kediaman Riana yang baru.
Seharusnya penerbangan itu di lakukan selama 14 jam karena jarak tempuh sangat jauh, namun karena menggunakan pesawat pribadi dengan kecepatan yang sempurna, akhirnya Riana menghabiskan waktu singkatnya selama di atas awan cuma 9 jam'an.
Riana bernafas lega karena sampai tujuan dengan selamat.
'Assalamualaikum kotaku.."batin Riana begitu mendapat sambutan dari alam setelah membuka pintu pesawat.
'Anginnya sangat sejuk, aku sangat merindukan angin di kota ini.." bantinnya tersenyum sembari memejamkan mata.
'Cantik.."batin Trisstan tersenyum tipis.
Di bawah sana, segerombolan orang-orang berpakaian serba hitam berbaris rapi untuk menyambut sang Ratu Bisnis.
Ya, rupanya Om Mike sudah menugaskan mereka di waktu yang tepat untuk menyambut kedatangan cucu dari sahabatnya itu.
"Papah'mu selalu saja seperti ini, padahal saya sudah berpesan untuk penjagaan jangan terlalu menggunakan orang banyak.." Ucap Riana.
"Beliau hanya menginginkan yang terbaik untuk Nona.."Jawab Trisstan.
"Ya saya tahu,, maka dari itu saya menyayangi kedua orang tuamu Trisstan..." Ujar Riana.
'Apa Nona tidak menyayangiku.."tanya Trisstan lewat batin karena ia tidak berani bertanya seperti itu langsung pada orangnya.
"Saya juga menyayangimu.." Lanjut Riana tanpa menoleh.
"Apa.." Trisstan melongo.
3 kata itu berhasil membuat hati Trisstan sangat bahagia bukan main, bagaimana tidak, bukankah itu yang di inginkannya? Berarti cinta Trisstan tak bertepuk sebelah tangan dong, pikir Trisstan.
"Be-benarkah.." Tanya Trisstan gagap.
"Tentu benar, saya sangat menyayangimu sebagai mana saya menyayangi Nilla, karena di mata saya kalian itu sama, sama-sama sebagai adik yang saya sangat sayangi.."Jawab Riana.
Degg
Degg
Kata-kata itu berhasil menurunkan hati Trisstan dari atas awan sampai terjatuh ke bawah paling dasarnya.
__ADS_1
Sungguh sakit memang...
'Sebagai adik, tidak lebih.."batin Trisstan menundukkan kepala..
"Kenapa saya menganggap kalian berdua sebagai adik? Dan jawabannya adalah karena saya tidak punya adik. Maka dari itu, saya mengangkat kalian berdua sebagai adik saya karena saya menginginkan seorang adik, yang di mana saya bisa membagi kisah hidup bersama kalian berdua.." Lanjut Riana menatap Trisstan yang tengah menundukkan kepala.
"Dan saya harap, kalian berdua selalu ada di samping saya, Saat saya berduka dan pula saat saya senang, karena hanya kalian berdualah yang saya miliki setelah Reyna, Om Mike dan Tante Shierra.."Lanjutnya.
"Apa kamu sanggup berada di samping saya Trisstan.." Tanya Riana memalingkan wajah.
'Maafkan saya.."batin Riana, entah kata maaf untuk siapa hanya beliau yang tahu.
"Tentu, saya sanggup Nona.." Jawab Trisstan dengan lantang, tentu ia seorang pria yang pintar menyembunyikan perasaan sakitnya.
"Terima kasih.."ujarnya Riana tersenyum manis.
"Sa-sama-sama Nona.." Jawab Trisstan kembali gagap saat berpapasan dengan mata Riana.
"Baiklah Trisstan, suruh anak buahmu untuk membantu Nilla membawa barang-barangnya. Saya akan mencoba untuk membangunkan lagi Putri Tidur itu..ck ck, tidak bisanya Reyna seperti itu.." Ucapnya sambil melangkah.
Sedangkan Trisstan masih mematung di depan pintu.
Setelah itu, ia melakukan perintah yang di perintahkan Nona' nya.
Molland Group..
"Apa pesawat mereka sudah mendarat.." Tanya Raymond sangat menunggu kabar kedatangan pemimpin ketiga perusahaan besar itu.
"Seharusnya mereka sudah datang jam segini, tapi saya tidak mendapatkan kabar kalau pesawat mereka mendarat di bandara Tuan. Padahal beliau menggunakan pesawat pribadi, seharunya kan sudah sampai.."Jawab Sekretaris Han.
"Kau benar Han,, apa jangan-jangan pesawat itu sudah mendarat di bandara lain.." Tanya Raymond.
"Semua bandara sudah orang-orang kita periksa dan hasilnya sama, pesawat beliau tidak ada di mana-mana Tuan. Kalaupun ada, pasti beritanya sudah tersebar di semua stasiun televisi bukan? Nah ini gak ada.." Jawab Han.
"Jikalau pesawat itu masih mengudara, sepertinya tidak mungkin karena mereka mempunyai pesawat Jet pribadi dengan kecepatan sempurna. Kalau di semua bandara tidak ada pesawat mereka, berarti pesawat itu mendarat di tempat yang lain Han.."Itu perkiraan Raymond.
"Bisa jadi seperti itu Tuan. Kan kita tahu sendiri kalau pemimpin itu sangat menghindari yang namanya wartawan." Jawab Han.
"Shiitt,,, ." Raymond kesal karena rencananya gagal kembali saat ingin menyelidiki kediaman pemimpin penerus perusahaan besar itu.
__ADS_1
Ya, Raymond ingin menyelidiki kediaman beliau dengan alasan berharap bisa bertemu dengan wanita yang di carinya selama 4 tahun belakangan ini. Karena Raymond yakin , wanita tersebut masih berada di genggaman keluarga Sallex atau masih dalam kekuasaan pemimpin baru itu. Kalau tidak, mana mungkin Raymond kesusahan mencarinya sampai sekarang.
"Saya tidak habis pikir dengan pemimpin baru itu Tuan, kenapa ia tidak membiarkan wajahnya di kenali banyak orang? Padahal orang-orang di luaran saja sangat menginginkan dirinya terkenal di seluruh jagad raya dengan kekayaan dan kecerdasannya. Tapi kenapa Ratu bisnis itu malah menghindar.." Ucap Han.
"Ratu Bisnis.." Tanya Raymond mengulangi.
"Ya, semua orang menjulukinya seperti itu karena beliau adalah wanita satu-satunya yang bisa mengendalikan 3 perusahaan besar seAsia dengan posisi yang unggul.." Jawab Han.
"Bahkan mending Tuan Allex saja mengendalikan 3 perusahaan besar tersebut dengan bantuan Tuan Mike dan istrinya Nona Shierra, dan ku dengar katanya anak bungsu dari pasangan tersebut ikut mengambil andil dalam pengendalian perusahaan yang di miliki anak mendiang Tuan Allex. Kalau tidak salah, nama perusahaan itu Juan'Corp yang bekerja di bidang tektil terbesar di kotanya. Otomastis mereka menjalankan 3 tiga bisnis itu dengan bantuan 4 orang sekaligus. Maka dari itu, semua orang menamakan pemimpin baru itu sebagai Ratu Bisnis karena bisa mengendalikan 3 perusahaan besar sekaligus dalam genggamannya. ." Jawab Han panjang di kali lebar kali tinggi sama dengan penjelasan.
"Ratu Bisnis, nama yang bagus.." Ucap Raymond mengangguk-anggukkan kepala.
"Ya, dan kau Rajanya.." Ujar Han.
"Ck ck ck.." Tentu Raymond sangat menolak dengan julukan itu.
"Kenapa? Kau tidak ingin menjadi pasangan Ratu Bisnis itu? Padahal kalian sangat cocok, beliau pengusaha bisnis nomor 1 dan kau pengusaha bisnis nomor 2. Jika kalian di persatukan menjadi satu, perusahaan kalian akan menjadi perusahaan nomor satu yang paling sangat-sangat besar di seluruh jagad raya. Dan yang paling pentingnya lagi, perusahaan kalian tidak akan bisa di kalahkan atau di sentuh oleh perusahaan manapun. Sungguh luar biasa bukan ide ku ini.." Ucap Han penuh dengan bayangan semata.
Pletakk..
Raymond langsung menyentil kening sekretarisnya setelah mendengar hayalan Han.
"Awwwhh, kenapa kau menyentil keningku hah..."tanya Han kesal .
"Karena kau pantas mendapatkannya, lebih malah.." Jawab Raymond kembali ke kursi kebesarannya.
"Kenapa.." Tanya Han polos.
"Karena khayalan kau membuatku muak.." Jawab Raymond.
"Hah, kau ini aneh sekali. Seharusnya kau senang di anggap seperti itu, buk..."Ucap Han terhenti.
"Kau saja, saya tidak minat.." Sahut Raymond.
"Tidak minat kenapa? Apa kau mengharapkan seorang wanita beranak satu itu.." Tanya Han.
"Ya.."jawab Raymond singkat dengan mata tajam, ia marah dengan ucapan Han.
"A-Aku minta ma-maaf.."Ucap Han.
__ADS_1
Bersambung...