Riana'S Household Story (Cerita Rumah Tangga Riana)

Riana'S Household Story (Cerita Rumah Tangga Riana)
Part 41


__ADS_3

"Ini alamatnya Tuan.."Han memberikan secarik kertas yang berisi alamat wanita yang ingin di ketahuinya.


"Bukankah mansion ini tidak terlalu jauh dengan Mansion kita.." tanya Raymond.


"Benar Tuan, ini dekat.." jawab Sekertaris Han.


"Tapi apa benar ini alamatnya Han..."tanya Raymond.


"Tentu, itu hasil dari orang kepercayaan kita.." Jawab Han.


"Baiklah, mari kita selidiki hubungan Keluarga Sallex dengan wanita itu.." Ucapnya.


"Sepertinya tidak bisa..


"Why." tanya Raymond.


"Seperti yang saya pernah bilang Tuan, bahwa Tuan Allex menjaganya dengan sangat ketat. Jangankan untuk menyelediki hubungan mereka, memata-matai kediamannya saja kita tidak mampu melakukannya. Tuan Allex benar-benar tidak memberikan sedikitpun celah bagi yang ingin menyelidiki keluarganya. "Jawab Han.


"Sebenarnya apa tujuan kau sangat ingin mengetahui hubungan mereka.." lanjut Han penasaran.


"Hanya ingin tahu saja.." jawabnya santai.


"Benarkah? Tapi sepertinya kau menyembunyikan sesuatu dariku.." Tanya Han dengan tatapan penuh selidik.


"Menyembunyikan apa? Tentu saja tidak." sanggahnya.


Padahal Raymond sendiri tidak tahu alasannya apa menyelidiki masalah itu..


Kediaman Andre..


"Bangun mas, semalam kamu hebat sekali.." ucap Riska dengan bangganya memperjelas keperkasaan Andre saat di ranjang.


'Baru kali ini ada wanita yang memuji keperkasaan aku, Riana dulu mana pernah seperti ini."batin Andre.


"Kamu ngomong apa barusan sayang.." tanya Andre pura-pura tidak mendengar, padahal Andre ingin mendengarnya lagi saat Riska memuji ketangguhannya di atas ranjang.


"Mas hebat.." jawab Riska dengan wajah malu-malu tapi mau.


"Benarkah.." tanya Andre, terasa seperti tengah terbang melayang di udara.


Riska menganggukan kepala dengan wajah yang menurut Andre sangat lucu.


Tanpa meminta izin terlebih dahulu dan tanpa ada rasa jijik, Andre langsung mencium istrinya dengan sangat rakus.

__ADS_1


********** habis tanpa memberi celah untuk Riska bernafas.


"Mas mau lagi sayang ."Ujar Andre dengan suara berat karena menahan sesuatu di bawah sana..


"Lakukanlah mas, aku siap menikmati permainanmu.." jawab Riska.


"Kamu sungguh seorang istri yang sangat sempurna sayang." Ujar Andre dengan nada lembut penuh hasrat.


"Dan kamu juga seorang suami yang hebat, sayang.." Jawab Riska menutup mata saat tangan Andre sudah tidak bisa di kondisikan lagi.


Dan terjadilah kegiatan panas untuk yang kesekian kalinya di pagi hari.


(Skipp)


"Terima kasih sayang, kamu sungguh sangat nikmat."Ucap Andre setelah puas dengan permainannya.


"Mas Andre bisa saja.." Ujar Riska memalingkan wajahnya karena malu.


"Beneran loh sayang. Kamu tiada duanya deh pokoknya.." Jawab Andre tersenyum manis.


Lagi seneng-senengnya menggoda sang istri, Andre di hentikan saat mendengar suara yang berasal dari perut istrinya.


Kruuk


Kruuk


"Iya mas, aku laper..", jawab Riska.


"Oh astaga. Maaffin mas ya sayang, gara-gara memenuhi keinginan mas, kamu jadi kelaparan seperti ini.." Raut wajah Andre berubah khawatir.


"Aku tidak apa-apa kok mas, lagi pula aku seneng banget bisa memenuhi keinginan mas dengan baik. ."kata Riska, padahal perut saat ini sudah benar-benar kelaparan. Hanya saja Riska sengaja menahannya agar Andre lebih sayang padanya.


'Tak apa gue menahan lapar, yang penting mas Andre benar-benar menyayangi dan mencintaiku. Denngan begitu gue yakin, kelak kalau gue melahirkan anak perempuan , mas Andre pasti enggan melepaskan gue begitu saja. Seperti mas Amdre melepaskan si Perempuan sialan itu dan anaknya.'batin Riska.


"Ayo kita mandi, mas bantu bebersih ya. Setelah itu kita masak atau cari makan di luar.."Ujar Andre.


'Masak? males banget gue harus masak segala. Capek.."batin Riska. Bukan karena capek, hanya saja Riska tidak tahu caranya mengolah makanan. Alias tidak bisa masak.


"Di tanya kok malah bengong sayang,?Emang kamu lagi mikirin apa sayang.." tanya Andre membuat Riska tersadar dari lamunannya.


"Mas.." panggil Riska dengan memegang kedua tangan suaminya.


"Heuumm.." jawabnya.

__ADS_1


"Ada yang ingin aku sampaikan pada kamu mas. Tapi aku harap mas tidak marah setelah mendengar ucapanku.."- Ujar Riska...


"Memangnya kamu mau bicara apa sayang? Sepertinya serius sekali. " tanya Andre bingung..


"Tapi mas harus janji dulu, kalau mas tidak akan marah padaku." ujar Riska.


"Iya mas janji. Sekarang kamu katakan, apa keinginan kamu heuumm."tanya Andre.


"Mas tahu kan kalau aku hamil?.." Tanya Riska.


"Hemm, lalu..", jawab Andre sangat penasaran.


"Orang hamil itu gampang capek mas. Apa lagi untuk aku ini. Sudah kerja, masa pulang kerja harus beres-beres rumah sih mas? Kan capek banget. Dan lagi pula kandungan aku masih rentan saat ini, masa kamu tega sih sama aku..",,jawabnya membuat Andre tidak mengerti.


"Maksudnya apa sayang.."- tanya Andre.


"Aku pengen mas ambil pembantu buat ngurus keperluan kita dan mengurus rumah ini. Jujur mas, aku tidak sanggup jika setiap hari harus selalu seperti ini. Kalau aku tidak hamil sih gak apa-apa,aku masih sanggup melakukannya. Nah ini aku lagi hamil, hamil anak kamu. aku benar-benar lelah mas.." jawab Riska dengan wajah sesedih mungkin.


"Sebenarnya mas setuju sih dengan ide kamu sayang. Tapi sepertinya mas tidak bisa memperkerjakan pembantu di sini."Ujar Andre membuat Riska kecewa.


"Emangnya kenapa tidak bisa mas.."- tanya Riska penasaran dengan alasan Andre.


"Kamu tahu sendiri kalau gaji mas tidak seberapa. Belum lagi setiap bulannya mas sisihkan sebagian gaji mas untuk ibu dan adik mas. Setelah itu hanya tinggal tersisa uang buat makan sehari-hari, bayar air, dan bayar listrik juga. Jadi mas bukannya tidak ingin memperkerjakan pembantu, hanya saja mas tidak bisa menggajinya., Maafkan mas ya sayang.." Ujar Andre.


Padahal kenyataannya gak gitu-gitu amat. Hanya saja Andre ingin mencoba ketulusan istri barunya itu.


'Hahh, perasaan gue gajinya mas Andre gede deh. Apa lagi dia naik pangkat kemaren. Masa iya habis begitu saja setiap bulannya. Tapi kalau mas Andre bohong, sepertinya tidak mungkin. Akhh sudahlah, lebih baik pake duit gue saja dulu. Siapa tahu bulan ini mas Andre belum gajihan dan belum tahu gajinya yang sekarang " batin Riska..


"Kamu pasti marah ya sayang?.. "tanya Andre dengan wajah melasnya.


"Tidak kok mas, aku tidak marah. Justru aku salut sama mas, udah punya anak dan istri tapi masih bisa saja memberi uang bulanan untuk keluarga kamu. Aku saja tidak seperti itu. Emmh,, bagaimana kalau kita bagi tugas.. "jawab Riska.


"Bagi tugas? Tugas apa.." tanya Andre menautkan alisnya.


"Ya tugas sebagai seorang suami. Mas yang mencukupi kebutuhan sehari-hari seperti yang mas bilang barusan itu. Dan tugasku adalah menggaji pembantunya. Bagaimana? Mas setuju gak." tanya Riska.


'Wah, sepertinya itu bukan ide yang buruk.",batin Andre.


"Mas sih setuju-setuju saja. Tapi apa kamu ikhlas..."


"Tentu ikhlas dong mas, kan ini buatku dan buat calon bayi kita juga..


"Baiklah jika seperti itu, mas setuju.." emang maunya seperti itu, tidak ingin keluar modal terlalu banyak.

__ADS_1


Bersabung..


__ADS_2