Riana'S Household Story (Cerita Rumah Tangga Riana)

Riana'S Household Story (Cerita Rumah Tangga Riana)
Part 40


__ADS_3

" Bagaimana sayang? Apa kamu sudah mengambil keputusan.." tanya Nyonya Maya.


"Sudah nek.."jawab Riana mengalihkan pandangannya ke arah wanita yang kini duduk di hadapannya.


"Apa keputusan kamu sayang? Kamu ikut kami ke Jerman kan.." tanya nya dengan raut wajah penuh kecemasan karena keputusan Riana sangat penting baginya.


"Iya nek .", jawab Riana membuat sang nenek senang bukan main. Akhirnya Nyonya Maya bisa bernafas lega sekarang. Padahal dari semalam dia sudah mewanti-wantinya.


"Selamat pagi sayang ." ucap Tuan Allex mencium kening kedua wanita yang di sayanginya.


Tapi tunggu, Tuan Allex merasa ada yang kurang dengan wanita di hadapannya..


"Pagi juga kek.."Ujar Riana tersenyum manis.


"Pagi juga dadd.." ujar Nyonya Maya.


"Reyna mana.."tanya Tuan Allex mencari ke sana ke mari, namun tidak mendapati keberadaan cicitnya berada.


"Reyna lagi main sama susternya Kek. Tuh di sana.."jawab Riana menunjuk keberadaan anaknya berada.


"Wah, mereka sudah dekat rupanya.." ujarnya.


"Dadd, mommy punya kabar gembira untuk daddy.."sahut Nyonya Maya dengan mata berbinar.


"Kabar gembira? Apa..", tanya Tuan Allex mendudukan bokongnya di samping sang cucu.


"Riana sudah memutuskan untuk ikut kita pergi ke Jerman Dadd.."Jawab Nyonya Maya.


"Benarkah sayang.."Tanya Tuan Allex beralih menatap cucunya.


"Iya kek.."jawab Riana.


"Alhamdulilah, kakek seneng banget dengarnya sayang.."Saking senengnya, sampai Tuan Allex memeluk cucunya erat.


"Tapi aku tidak bisa ikut kalian sekarang..."Ucap Riana.

__ADS_1


Raut wajah bahagia Tuan Allex beserta sang istri langsung lenyap seketika mendengar ucapakan cucunya yang membuat mereka kebingungan.


"Loh, kenapa sayang.." tanya Nyonya Maya.


"Apa kamu masih punya urusan yang belum di selesaikan di kota ini sayang .." tambah Tuan Allex


"Iya kek." jawab Riana..


"Kalau boleh tahu, urusan apa sayang? Apa sangat penting.." tanya Nyonya Maya.


"Tidak terlalu penting juga nek, hanya saja aku ingin menghadiri ini.."Riana meletekan amplop berwarna coklat di atas meja yang tertulis dari pengadilan agama.


Pagi tadi, ada pihak dari pengadilan agama mengirimkan surat panggilan itu ke mansion Riana.


Dan Riana menerimanya dengan hati tidak menentu, karena ia tidak menyangka dengan pernikahan yang selama hampir 3 tahun ini di jalaninya benar-benar kandas di tengah jalan karena adanya orang ke tiga di dalam rumah tangga mereka.


"Ini surat perceraian kamu, sayang.." tanya Nyonya Maya hati-hati, karena ia tidak ingin melukai hati cucunya.


"Iya nek.."Jawab Riana tersenyum. Tentu dengan senyum penuh keterpaksaan, dan Tuan Allex beserta istrinya menyadari hal itu.


"Dadd.." tegur Nyonya Maya.


"Kenapa? Kamu sedih sayang? Ingat sayang, Laki-laki itu tidak pantas untuk kamu tangisi." Ujar Tuan Allex mengusap punggung cucunya yang bergetar karena menahan tangis.


"Aku tidak menangisi mas Andre, kek. Aku hanya menangisi nasib anakku, aku tidak sanggup jika ia harus kehilangan sosok ayahnya di saat umurnya masih belia seperti ini. Bagaimana kalau ia menanyakan keberadaan ayahnya? Aku tidak sanggup untuk itu. hik hik hiks.."Jawab Anna terisak.


"Bukankah kamu bilang mantan suamimu itu tidak mengharapkan Reyna? Kakek yakin, Reyna tidak akan menyakan keberadaan laki-laki kurang ajar itu kalau Reyna bahagia bersama kita. Dan kakek janji, akan membuat kalian selalu bahagia berada di samping kami. Kakek mohon jangan menangis sayang, hati kakek benar-benar sakit melihat kamu seperti ini.."Ujarnya sembari memeluk cucunya kembali dengan erat.


Nyonya Maya tidak kuasa menahan kesedihan itu, lalu ia pergi dari sana menuju kamarnya.


'Semua ini salahku. Seandainya aku tidak menentang hubungan Juan , pasti masa depan cucu dan cicitku tidak seperti ini. Ya Tuhan, maafkan aku. Juan, tolong maafkan mommy nak. Kamu boleh membenci mommy, tapi jangan menghukum mommy dengan cara seperti ini nak. Mommy tidak sanggup melihat anak dan cucumu menderita karena laki-laki itu sayang. Maafkan Mommy.."batin Nyonya Maya histeris dengan cobaan yang mengalir pada cucu dan cicitnya.


"Baiklah, kakek akan mendampingimu sampai urusanmu benar-benar selesai dengan laki-laki kurang ajar itu sayang.." ujar Tuan Allex melepaskan pelukannya.


"Kalau kakek mau duluan, duluan saja kek. Aku tidak apa-apa, Aku bisa nyusul nanti kesana. Lagi pula, Pasti urusan kakek banyak di sana. Secara kan kakek orang sibuk, pasti banyak pekerjaan penting yang tengah menunggu kedatangan kakek di sana." ujar Riana membersihkan sisa air matanya.

__ADS_1


"Kamu lebih penting di bandingkan dengan urusan-urusan itu sayang. Kamu jangan pikirkan soal itu, ada tangan kanan kakek yang sudah menanganinya. Fokuskan diri pada perceraianmu saja sayang, kakek akan memanggil pengacara yang akan mendampingimu di sana .."ujarnya.


"Tidak perlu kek, aku bisa sendiri menanganinya."tolak Riana halus..


"Kakek tidak menerima penolakan untuk itu. Hanya berjaga-jaga , siapa tahu mantan suamimu itu ingin mengambil hak asuh anakmu."Ujar Tuan Allex.


"Ck ck,, tidak mungkin mas Andre menginginkan hak asuh Reyna, kek. Secara, dia saja tidak menganggap keberadaan anakku selama ini." Ujar Riana..


"Sudah kakek bilang, hanya untuk berjaga-jaga saja. Siapa tahu kan dia membutuhkan Reyna hanya untuk mempertahankan rumah kamu. ." Ujar Tuan Allex.


'Yang di ucapkan kakek benar juga. Bagaimana kalau mas Andre memperalat Reyna untuk mempertahankan rumah itu.? Tidak, ini tidak bisa di biarkan. Kalau soal rumah itu, aku sudah ikhlas. Tapi kalau mereka menginginkan anak aku, jangan harap mereka mendapatkannya.."batin Riana.


"Baiklah kek, aku menerima tawaran kakek untuk menggunakan pengacara." jawab Riana tegas..


"Bagus, kamu mengambil keputusan yang tepat sayang. Kakek akan segera menghubungi pengacara kakek untuk mengurus perceraianmu.." ujar Tuan Allex bernafas lega.


"Kakek ke kamar dulu ya, sepertinya nenekmu membutuhkan kakek saat ini.." lanjutnya.


"Astagfiraallah. Nenek mana kek.." tanya Riana, baru sadar kalau wanita paruh baya itu sudah tidak ada di hadapannya.


"Dia pergi ke kamar, katanya mau ngambil sesuatu. Tapi kenapa tidak kembali-kembali juga ya.."jawab Tuan Allex, tentu jawaban itu tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.


Tuan Allex sengaja membohongi Riana, karena ia tidak ingin cucunya itu merasa bersalah atas sedihnya sang istri.


"Kapan nenek bilangnya? Perasaan tadi gak ngomong apa-apa. Pergi saja aku gak tahu.." tanya Riana bingung.


"Ya pokoknya tadi. Sudahlah, kakek ke kamar dulu ya.."Tuan Allex buru-buru pergi sebelum Riana mencecarnya dengan pertanyaan.


"Kakek aneh sekali." ucap Riana menatap punggung nan kokoh itu menjauh darinya.


Kini Riana mengalihkan pandangannya lagi ke arah di mana putrinya berada.


'Senyummu membuat bunda bahagia sayang. Teruslah seperti itu, bunda yakin kita pasti bisa melupakan masa-masa sulit ini.'batin Riana.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2