Riana'S Household Story (Cerita Rumah Tangga Riana)

Riana'S Household Story (Cerita Rumah Tangga Riana)
Part 118


__ADS_3

"Tampan sekali.." Tanpa sadar Riska mengucapkan satu kata itu di depan suaminya.


"Kamu bilang apa Ris.." Tanya Andre menyadarkan Riska dari hayalan. Riska mulai mengkhayal bisa hidup bersama dengan laki-laki di hadapannya. Pasti ia akan memamerkan pria tampan itu pada semua teman-teman sosialita yang di kata Andre itu golongan kere.


"Ah tidak mas, aku tidak berkata apa-apa kok.."Jawab Riska terbata.


'Bisa marah besar mas Andre kalau gue muji ketampanan laki-laki di hadapannya. Lagian nih mulut bener-bener ya, gak bisa di rem. Main nyerocos saja. Ini mata juga, gak bisa liat yang lebih bening, langsung saja menatapnya tanpa berkedip. Tapi memang bener sih, dia sangat tampan. Kira-kira siapa nya mas Andre ya.." batin Riska bertanya-tanya.


'Dasar mata jelalatan. Tapi tunggu,, sepertinya aku pernah melihat wanita ini. Tapi di mana ya? Ah ya, aku baru ingat sekarang.."Batin Raymond.


"Siapa wanita ini.." Tanya Raymond dingin.


"Ah ya, hampir saja saya lupa. Kenalkan ini Riska, istri saya Tuan Raymond. Dan Riska, ini adalah CEO Molland Group, tempat mas bekerja.." Ucap Andre.


'Gilla, jadi pria tampan ini adalah pemilik Molland Group, perusahaan nomor 2 terbesar seAsia? Orang terkaya dan tersukses di kota ini?.Wah,, Pantas orang-orang berkata kalau pemimpin perusahaan itu sangat tampan, memang nyatanya tampan, seperti pangeran yang baru turun dari kayangan.." batin Riska.


"Riska.." Ucap Andre pelan, namun menggeram.


"Eh iya, Selamat pagi Tuan, senang bisa berkenalan dengan pembisnis hebat seperti anda.." Ucap Riska dengan nada di buat selembut mungkin. Tanpa aba-aba ia mengulurkan tangan, iingin berjabat tangan dengan Raymond..


Namun Raymond sedikitpun tidak membalas uluran tangan Riska, ia malah menatap perumpuan itu dengan jijik. Apa lagi pakaian yang Riska gunakan pagi ini, kekurangan bahan, tidak sopan jika di perlihatkan pada pria lain selain suaminya.


"Jadi wanita ini istrimu.."Tanya Raymond.


"Benar Tuana. Riska ini adalah ibu dari anak saya..Memangnya kenapa Tuan.? Apa Tuan mengenal istri saya.." Tanya Andre.


"Ya, saya sangat mengenalnya. " Jawab Raymond.


"Anda kenal saya? Perasaan saya baru kali ini bertemu dengan anda Tuan.." sahut Riska.


"Kalau boleh tahu, anda mengenal istri saya di mana Tuan.." sahut Andre.

__ADS_1


"Jadi kau perempuan yang semalam membuat kekacauan di rumah sakit saya ini.." sahut Raymond langsung ke intinya.


Riska membulatkan mata, lalu secara perlahan ia menarik tangannya kembali yang sempat terulur..


"Kekacauan? Kekacauan apa Tuan.." Tanya Andre, ia lupa dengan video viral yang sudah di tontonnya pagi ini.


'Dari mana dia tahu kalau gue semalam bertengkar dengan perempuan sialan itu.." Batin Riska.


"Gara-gara kelakuan istri anda ini, nama baik rumah sakit ini tercemar gara-gara perbuatannya semalam. Gara -gara dia juga, seluruh jagad raya membicarakan rumah sakit ini karena tidak bisa menjaga etika orang tua pasien saat di dalam rumah sakit ini. Dan gara-gara dia juga, rumah sakit saya terancam karena istri anda ini mencari masalah dengan orang yang salah.." Jawab Raymond.


'Oh No, mas Andre bisa marah besar sama gue...."batin Riska.


"Tapi wanita itu duluan yang menyerang saya Tuan, apa saya salah jika saya membela harga diri saya.." Ucap Riksa..


"Jelas-jelas saya melihat wanita itu meminta maaf pada anda terlebih dahulu. Dan saya juga melihat anda mengangkat tangan anda untuk menamparnya, bukan? Tapi sayang, wanita itu lebih cepat dari pergerakan anda.." Sahut Raymond.


"Ehh, itu bukannya wanita yang semalam ya..


"Iya, dia kan yang mencoreng nama baik rumah sakit ini..


"Mungkin yang itu kali suaminya..


"Laki ke gitu di perebutin, apa gak salah tuh? Gak tampan-tampan amat. Tapi sangat cocok sih jika bersanding dengan pelakor itu, secara mereka sama-sama murahan. Jika di bandingkan dengan wanita semalam tidak cocok, secara wanita semalam itu sangat cantik, tubuhnya juga bagus. Lebih cocok bersanding dengan Tuan Raymond yang tampan..


"Iya loe bener, ha ha ha..Mending kita cabut yuk, sebelum nenek lampir itu mengeluarkan gigi taringnya dan malah menghajar kita.." bisik-bisik suster segera membubarkan diri setelah puas menghina Riska secara terang-terangan.


'Sialan mereka, berani-beraninya mereka membicarakan gue di depan mas Andre, gua harus memberinya pelajaran.."batin Riska hendak mengejar dua suster itu, namun langkahnya tertahan begitu Andre mencekal pergelangan tangannya.


"Kamu mau ke mana? Kamu jangan kabur, kita selesaikan masalah ini dulu. Gara-gara kelakuan bar-bar kamu, Tuan Raymond marah sama mas. Cepat minta maaf, dan kita harus pulang.." bisik Andre,,, tapi sayang, Raymond mendengarnya juga.


"Tapi, aku gak salah loh mah. Perempuan sialan itu yang..

__ADS_1


"Sudah-sudah,, yang jelas kamu minta maaf dulu, setelah itu kita urus perempuan sialan itu. " sahut Andre.


"Tuan Raymond , saya minta maaf atas nama istri saya ini. Mungkin niatnya hanya ingin melindungi diri, tapi ternyata tindakannya salah.. Saya janji, tindakan seperti ini tidak akan terjadi lagi di rumah sakit anda.." Sahut Andre.


"Iya Tuan, saya minta maaf." sahut Riska lembut, sedikit memainkan matanya di sana.


'Dasar murahan.." batin Raymond.


"Saya tidak butuh kata maaf dari kalian, tapi saya ingin kalian ganti rugi karena sudah mencoreng nama baik rumah sakit ini. ..


"Ga-ganti rugi.." ucap Keduanya terbata.


"Ya, ganti rugi. Karena tindakan istri anda ini, saya kehilangan banyak uang untuk menutup media yang membicarakan rumah sakit ini. Maka dari itu, kalian berdua harus membayar ganti ruginya sekarang juga.." jawab Raymond menyeringgai tipis.


"Tidak bisa Tuan, saya tidak terima..


"Jika anda tidak terima, segera angkat kaki dari perusahaan Molland Group sekarang juga..


"Ja-jangan. Baiklah, saya akan mengganti rugi. Kira-kira berapa yang harus saya ganti.." Tanya Andre pasrah, dari pada kehilangan pekerjaan, mending kehilangan uang.


"Loh mas, kok kamu malah ingin ganti uang itu sih. Jelas-jelas ini bukan salah aku sepenuhnya, seharusnya perempuan itu juga ganti rugi dong. Ini gak adil.." sahut Riska tidak terima.


"Tidak adil anda bilang?Anda menyerang orang yang salah, Orang yang anda serang itu bukan orang biasa, maka dari itu rumah sakit ini rugi besar karena sebagian investor menarik semua sahamnya dari sini. Apa anda paham hah... "bentak Raymond.


"Maafkan istri saya Tuan, saya akan menggantinya..


'Orang yang salah,? Apa maksudnya sih..Lalu, kenapa kejadian itu bisa tersebar begini.." Batin Riska...


"Buka, dan lihat ponsel anda. Setelah itu, anda akan tahu jawabannya.." sahut Raymond.


"Kalian tidak perlu mengganti uang itu, saya tidak butuh uang kalian. Tapi ingat, jika kejadian ini terulang kembali, saya tidak akan segan-segan mengeluarkan suami anda dari perusahaan saya.." Ucap Raymond langsung melenggang pergi begitu saja.

__ADS_1


'Mati gue..."batin Riska saat Andre menatapnya tajam..


Bersambung.


__ADS_2