
"A-apa maksud bapak? Wa-wanita mana yang bapak maksud.." Tanya Riska terbata.
"Sudahlah, jangan membahas itu di depan anak kecil. Tapi saya peringatkan pada kau, jaga mulutmu dan tingkah lakumu pada wanita itu, berhati-hatilah padanya. Karena wanita itu sudah banyak berubah dengan wanita yang dulu kau hancurkan. Ingat itu baik-baik sebelum kau menyesal di kemudian hari.." Jawab Pak Ridwan tegas.
Riska maupun Ibu Erin sangat terkejut mendengar penuturan bapak.
Sedangkan Ima beserta Andra tidak paham dengan pembicaraan orang dewasa itu.
'Shiitt,, sepertinya bapak sudah tahu segalanya. Tapi dari mana pak tua itu tahu kalau gue bermain kasar pada perempuan sialan itu.." batin Riska di ambang kebingungan dan keterkejutan.
'Dari mana bapak tahu kalau wanita itu sudah berubah.." batin Ibu Erin bertanya-tanya.
"Peringatan ini tidak hanya berlaku pada Riska saja, tapi pada ibu juga.." sahut pak Ridwan.
"Ibu? Kenapa dengan ibu?.." tanyanya pura-pura bingung.
"Jangan pura-pura tidak tahu bu, bapak sudah tahu semuanya." ,jawab pak Ridwan menatap tajam istrinya.
"Tapi pak, wanita itu yang dul..
"Bapak hanya ingin menyadarkan kalian, kalau tindakan kalian itu salah. Kalian berurusan dengan orang yang benar-benar salah, sudah saya katakan kalau wanita itu bukan wanita sembarangan.." sahut pak Ridwan.
'Jadi ibu sudah tahu, kalau wanita itu sudah kembali.." batin Riska.
"Pak..
"Andra, kakek keluar dulu sebentar ya. Ada urusan, kalau urusannya sudah selesai kakek akan langsung kembali ke ruangan ini dan kita akan pulang bersama ke rumah kakek., mau kan nak pulang ke rumah kakek.." Sahut pak Ridwan.
"Kenapa kami harus pulang ke rumah bapak? Lalu, rumah kami siapa yang ngisi dong? Percuma beli rumah sebesar itu kalau hanya di huni pelayan semua, mubadjzir.." sahut Riska.
"Saya hanya mengajak Andra, bukan kalian semua. Terserah kalian mau tinggal di mana, mau di rumah saya, atau di rumah kalian yang serba mewah itu, itu urusan kalian, saya tidak perduli. Yang saya perdulikan adalah Andra, cucu saya." jawab pak Ridwan.
Malu, Riska membuang wajahnya karena malu mendengar ucapan mertuanya.
"Tapi kenapa Andra harus pulang ke rumah kakek.." Tanya Andra.
"Karena rumah kakek adalah tempat yang aman untuk Andra tinggali, nak.." jawab pak Ridwan lembut.
"Kenapa bapak bicara seperti itu?.." tanya Ibu Erin bingung. Sedangkan Riska nambah terkejut di sana.
'Jangan-jangan bapak sudah tahu perbuatan pada anak kurang ajar itu.." batin Riska.
__ADS_1
"Kau akan tahu jawabannya nanti, tapi Andra mau kan tinggal di rumah kakek dan nenek..
"Sus Ima..
"Kemanapun Andra pergi, pasti suster Ima juga akan ikut sayang, karena suster Ima juga yang akan menjaga Andra di sana.." jawab pak Ridwan.
"Kalau sus Ima ikut, Andra juga mau kek." jawabnya antusias.
"Ya sudah, kalian semua beres-beres dulu saja, bapak mau ke luar sebentar..
"Apa ibu boleh ikut bapak ke luar.." sahut Ibu Erin.
"Tidak, ibu jagain Andra saja di sini. Hanya sebentar, lagi pula bapak tidak mau ibu ikut..
"Kenapa pak.." Tanya ibu Erin merasakan sakit yang lumayan.
"Karena kehadiran itu merusak segalanya, dan bapak tidak mau itu terjadi."Jawab pak Ridwan tegas, lalu keluar dari ruangan itu, tak lupa kantong kresek hitam di tangannya.
"Ibu sudah bertemu dengan wanita itu.." Tanya Riska.
"Ya, kemaren. Di rumah sakit ini.." jawab ibu Erin dengan tatapan kosong.
'Jadi benar kalau ibu sudah bertemu dengan perempuan sialan itu.."batin Riska selalu bicara tanpa hentinya.
"Jadi, wanita itu sudah kembali ke kota ini.." ucap Andre dengan langkah pelan menuju ruangan anaknya.
"Lalu, untuk apa dia rumah sakit ini? Siapa yang sakit,? apa anaknya yang cengeng itu yang sakit? Tapi tidak mungkin, kalau anaknya yang sakit pasti dia akan membawanya ke puskesmas, secara biaya rumah sakit ini sangat mahal, mana mampu dia bayar pengobatan di sini. Tapi kalau di lihat-lihat, wanita itu banyak berubah. Lebih cantik, penampilannya seperti orang kaya, rapi, elegant dan body'nya saja bak gitar Spanyol...
"Ehh Andre, loe ngomong apa barusan.?Jelas-jelas Riska paling unggul dalam segala hal, dia cantik, seksi, masih kalah lah kalau perempuan itu mah.. Tapi Dapat uang dari mana dia bisa merubah tubuhnya sesempurna itu?.." batin Andre bertanya-tanya..
Andre mangakui kalau mantan istrinya itu sekarang sangat cantik dan body tidak perlu di ragukan lagi. Bahkan penampilan istrinya juga kalah oleh mantan istrinya. Namun Andre menyampingkan itu semua karena ia masih benci pada mantan istrinya itu.
"Bapak mau kemana? Itu kan kresek yang bapak bawa untuk Andra, tapi kenapa bapak ambil lagi.."Ucap Andre melihat pak Ridwan ke luar dari ruangan anaknya, lalu mengeluarkan mainan dari kresek hitam tersebut.
"Warna pink, punya Andra kan warna biru.." ucap Andre mengintip gerak-gerik bapaknya sendiri.
"Mudah-mudahan cucuku suka dengan hadiah pemberianku.." ucap pak Ridwan tersenyum menatap kotak pink di tangannya.
"Cucunya?.." Andre bengong.
Cucunya yang mana? Bukankah hanya Andra cucu bapak.?Tunggu, sebenarnya bapak punya cucu lagi selain Andra, tapi tidak di ketahui keberadaannya. Apa jangan-jangan yang di maksud ucapan bapak itu adalah anak dari perempuan kurang ajar itu, pikir Andre semakin tertarik mengawasi gerak-gerik pak Ridwan yang membuatnya benar-benar penasaran.
__ADS_1
Pak Ridwan berjalan dengan langkah sedang menuju ruangan sebelah yang di jaga ketat oleh orang-orang berpakaian serba hitam.
"Bapak ngapain ke ruangan VVIP itu? Apa dia kenal dengan penghuninya.." batin Andre penasaran sekaligus bingung.
"Bapak tunggu di sini sebentar, saya akan menemui Nona terlebih dahulu soal kunjungan anda.." ucap penjaga itu, dan Andre mendengarnya.
"Iya silahkan..
'Nona? Siapa Nona itu.." batin Andre kembali bersuara.
Penjaga tersebut langsung masuk untuk menyampaikan pesan yang akan di sampaikan pada majikannya.
Tak lama pintu itu terbuka kembali dan memperlihatkan pejaga itu.
"Silahkan masuk Tuan, Nona Kecil sudah menunggu kedatangan anda." Ucap penjaga itu.
"Terima kasih pak, saya masuk dulu.." ucapnya tersenyum.
'Sebanarnya siapa sih orang yang bapak temui di ruangan itu? Pasti ruangan itu di huni orang kaya, penjagaannya saja tidak main-main.." batin Andre.
"Suster.."Panggil Andre pelan, takut penjaga di sana tahu kalau dirinya tengah mengintip.
"Iya Tuan ,, ada yang bisa saya bantu.." tanya suster itu.
"Saya mau tanya, siapa pasien yang mengisi ruangan itu sus.."Andre menunjuknya.
"Maksud Tuan ruangan VVIP yang di jaga ketat itu..
"Iya sus, siapa orangnya..
"Saya tidak tahu tentang identitas pasien yang mengisi ruangan itu karena orang tua pasien sangat menjaga ketat identitasnya. Tapi yang jelas, anak perempuan yang di rawat di ruangan itu Tuan .."."
"Ya sudah, kau boleh pergi..."Andre kesal karena tidak mendapat jawaban dari sister itu
Selepas kepegian suster tadi, tak lama kemudian pintu ruangan VVIP terbuka sangat lembar dan sedikit memperlihatkan kemewahannya..
Pak Ridwan lebih dulu keluar, di lanjutkan oleh Nilla dan terakhir kursi roda yang di duduki perempuan cantik nan menggemaskan.
Kali ini mata Andre benar-benar terbuka sangat lebar melihat dua wanita yang dulu di bencinya kini tengah berdiri di depannya..
"Ri-Riana, R-Re-yna.."Ucapnya terbata, syok pastinya.
__ADS_1
Bersambung.