Riana'S Household Story (Cerita Rumah Tangga Riana)

Riana'S Household Story (Cerita Rumah Tangga Riana)
Part 60


__ADS_3

'Gara-gara perempuan sialan itu dan anaknya, bapak mengacuhkanku 4 tahun belakangan ini. Gara-gara mereka, hidupku sepi. Tidak ada canda tawa dan perhatian yang selama ini bapak berikan padaku. Semua terasa sepi, semua terasa hambar. Tidak ada lagi namanya makan bersama, tidak ada lagi yang namanya kumpul bersama. Semua itu sudah tidak ada lagi di sini, semua menghilang dengan hilangnya perempuan itu dan anak sialannya."batin ibu Erin.


"Semua gara-gara Riana dan anak itu, hidupku menjadi seperti ini. Bapak pukuli anak sendiri cuma gara-gara membela wanita yang sudah tidak mempunyai ikatan keluarga lagi dengannya. Gara-gara mereka keluargaku sekarang terpecah belah.."lanjutnya..


"Jika aku masih di beri kesempatan untuk bertemu dengan wanita dan anak itu lagi, aku akan memberi pelajaran pada mereka berdua karena sudah berani menghancurkan keutuhan keluargaku.."Ucapnya menggempalkan tangan kuat-kuat.


Jerman..


"Saya Riana Sallex Robert , dengan ini saya mengatakan bahwa nama perusahaan Sallex Group telah resmi di gantikan menjadi The King Sallex Group. Yang artinya adalah, di mana perusahaan kita ini adalah Raja Sallex terbesar di dunia. Alasan saya mengganti nama parusahaan, karena saya berniat akan menyatukan 3 perusahaan saya, menjadi 1 perusahaan besar. Yaitu Sallex Group, Yandra Sallex Boutique dan Juandra'Corp, telah di satukan menjadi satu nama, yaitu The King Sallex Group.."Ucap Anna tengah melakukan rapat dengan dewan yang bersangkutan.


"Nama perusahaannya yang sangat bagus Nona, saya setuju.."Ucap Dewan direksi.


"Nama yang Sangat indah Nona., perusahaan kita sekarang menjadi perusahaan terbesar seAsia, yang di mana perusahaan kita ini tidak akan terkalahkan oleh perusahaan lain sampai kapanpun.."sahut Direktur Keuangan.


"Ya anda benar Tuan, saya sependapat dengan anda.."sahut Direktur.


"Ya, saya setuju ."Sahut para dewan direksi lainnya serempak.


"Baik, karena semuanya sudah setuju. Kita akan segera melakukan pembangunan baru untuk kantor pusatnya. Dan saya memutuskan, akan membangun kantor pusat The King Sallex Group di tanah kelahiran saya dan anak saya, yaitu Negara Indonesia.." Ucapan Riana benar-benar mengejutkan semua orang yang berada di ruangan itu.


Tidak hanya mereka, tapi Om Mike dan Tante Shierra'pun sama terkejutnya. Mereka memang tahu kalau Riana akan membangun kantor pusat untuk The King Sallex Group, tapi mereka tidak tahu kalau Riana akan membangun kantor pusatnya di tempat kelahiran Riana dan anaknya.


"Kenapa Nona ingin membangun kantor pusat kita di sana? Bukankah itu sangat jauh dari perusahaan kita yang terletak di sini.." Tanya Dewan Direksi.


Sedangkan yang lain, mereka tengah menunggu jawaban dari pemimpinnya. Begitupun dengan Om dan Tantenya.


"Bukankah perusahaan kita mempunyai beberapa kendaraan jalur atas yang sangat cepat?Kenapa kita membuat banyak pesawat itu, kalau tidak kita gunakan untuk bekerja.?."jawab Riana tenang.


"Memang benar yang anda ucapkan Nona Riana, kalau kita mempunyai pesawat Jett yang sangat cepat. Tapi apa kami boleh tahu, alasan Nona membangun kantor pusat di Negara sana.."Tanya Direktur keuangan.

__ADS_1


"Om ingin mendengar jawaban yang tepat dari mu nak..."sahut Om Mike.


Sebelum menjawab, Riana lebih dulu menghela nafas panjang.


"Alasan ku sangat sederhana Om Mike. Yaitu, aku ingin dekat dengan rumah Alm. kedua orang tuaku .."jawab Riana dengan mata berkaca-kaca.


'Ya Tuhan, kasihan sekali anak ini."batin Om Mike tidak tega melihat wajah Riana yang seperti ini.


Tante Shiera segera mengusap tangan Riana, untuk menenangkan anak malang tersebut.


Sudah 4 tahun Riana tidak mengunjungi makam kedua orang tuanya di sana. 4 Tahun sudah ia sangat merindukan tempat tersebut.


Bukan karena tidak mau berkunjung, hanya saja 3 perusahaan besar itu sangat benar-benar menyita waktunya. Meski sudah lama Riana tidak mengunjungi makam beliau, tapi ia selalu menyempatkan diri untuk mendo'akan kedua orang tua yang sudah lama pergi meninggalkannya dan anaknya.


Maka dari itu Riana memutuskan pembangunan kantor pusatnya di negara tersebut karena ia ingin kembali dekat dengan kedua orang tua yang sudah 4 tahun ini di tinggalkannya.


"Baiklah, Om mendukung keputusanmu nak."sahut Om Mike.


"Keputusan yang sederhana, tapi tangat mulia. Saya setuju Nona."Sahut Direktur.


"Kami semua setuju Nona.."Mereka mengucapkannya serempak. Terharu, mendengar keinginan sederhana pemimpin handal mereka itu.


"Terima kasih semuanya, terima kasih karena sudah mendukung keputusan saya ini.."Sahut Riana tersenyum.


"Lalu bagaimana dengan Tuan Besar dan Nona Besar? Apa Nona memutuskan untuk meninggalkan beliau juga.?"Tanya Dewan.


"Walaupun kantor pusat terletak di tempat ke lahiran saya, bukan berarti saya akan meninggalkan Tuan Besar dan Nyonya Besar untuk selama-lamanya, Tuan. Saya akan sering berkunjung kemari untuk berdo'a dan mengunjungi tempat mereka berdua."Jawab Riana.


"Dan tentu saya akan mengunjungi kalian juga di sini.."lanjut Riana.

__ADS_1


"Kami akan setia menunggu kedatangan Nona Riana , saat itu juga.


"Sama-sama Nona. Lalu, kapan pembangunan itu akan di mulai.." tanya Dewan Direksi.


"Kalau bisa secepatnya Tuan. Mohon dari sekarang, untuk pihak yang bersangkutan segera mencari pihak-pihak yang berhubungan dengan pembangunan. Jika semua sudah terkumpul, kita akan mengadakan kompetisi untuk pembangunan itu.." jawab Riana.


"Baik Nona, saya akan segera memberitakan hal ini pada pihak yang bersangkutan"jawan Dewan.


"Masalah tempat. Apa tempatnya sudah di tentukan Nona.."Tanya salah satu dari karyawannya.


"Jawabannya belum Tuan, karena saya belum berkunjung ke Negara tersebut." Jawab Riana.


"Apa harus anda yang mencari lokasinya Nona? Kenapa tidak menyuruh salah satu dari kami saja untuk mencari lokasi pembangunan itu. ?Anda pasti kelelahan mengerjakan soal ini Nona, karena tidak gampang mencari lokasi yang strategis di sana."tanyanya.


"Tidak Tuan, terima kasih atas tawarannya. Saya memutuskan terjun langsung ke lokasi, karena saya ingin meminta izin terlebih dahulu pada alm. kedua orang tua saya tentang hal ini. Jika saya mendapat petunjuk dari mereka, Insya Allah saya akan segera mencari lokasi. Namun jika sebaliknya beliau tidak memberi izin, maka tidak ada jalan lain selain membangun kantor pusat di Negara ini.." jawab Riana tersenyum.


'*Apa orang yang sudah meninggal bisa memberi jawaban pada orang yang masih hidup...


"Mana orang mati bisa begitu*..


"Dengan do'a, saya yakin mereka bisa memberi saya petunjuk melalui Tuhan."sahut Riana tahu arti tatapan bingung semua karyawannya.


Mereka menganggukan kepala, sebagai tanda mengerti.


"Keinginan kamu sungguh mulia sayang.."Ucap Tante Shierra.


"Terima kasih tante, aku sudah tidak sabar ingin mengunjungi rumah mereka.."ucap Riana.


'Reyna, kita akan berkunjung ke tempat di mana keberadaan nenek dan kakek kamu sayang. Kita akan liburan di sana, semoga kamu tidak melupakan tempat asal usul kita sayang."batin Riana.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2