
"Benar ini tempatnya Han.." Tanya Raymond memasuki Restaurant ternama.
"Kata Tuan Trisstan sih begitu.."Jawab Han.
"Tuan Raymon, mari saya antarkan."Ucap sang Menejer dengan sopan.
"Kau ingin mengantar kami kemana Tuan.." tanya Han.
"Ke tempat yang sudah di pesan oleh Tuan Trisstan, Sekretaris Han."Jawab Menejer.
"Berarti benar ini tempatnya Ray.."Bisik Han.
"Silahkan Tuan Raymond.."Ujar Menejer pergi menuju tempat yang sudah di sediakan di sana, yaitu ruang VVIP.
"Selamat sore Tuan Raymond, Sekretaris Han.." Ucap Trisstan mendapati tamunya masuk. Wajah Trisstan nampak datar nan dingin, mungkin ia masih kesal karena kejadian malam itu.
"Ya, apa kau sendirian? Mana Nona, anda..." Tanya Han.
Sedangkan Reymond diam tanpa berekspresi.
"Benar, beliau belum bisa datang karena masih sibuk dengan putrinya, Tuan." Jawab Trisstan.
"Putri? Ternyata benar pemimpin perusahaan Sallex Group sudah punya seorang putri? Saya pikir berita itu hoax." Ucap Han.
"Tidak, berita itu memang benar adanya Tuan Han."Jawab Trisstan.
"Kalau boleh tahu, siapa ayah kandung putri dari beliau.."Tanya Han.
"Han, jaga bicaramu." sahut Raymond.
"Maaf, untuk soal itu saya tidak bisa menjawabnya Tuan Han, karena saya sendiri juga tidak tahu siapa ayah kandung dari putri Nona. Lagi pula ini masalah pribadi beliau, orang lain tidak berhak tahu soal ini." jawab Trisstan dingin.
'Bukankah dia Sekretarisnya? Tidak mungkin rasanya jika dia tidak tahu soal Nona'nya itu.."batin Raymond.
"Bisa kah bersikap ramah, saya tahu anda masih marah pada kami soal malam itu Trisstan. Namun di sini saya akan menjelaskan kesalah fahaman itu." sahut Han.
"Malam itu sebenarnya kami tidak berniat membuntutti mobil Nona anda, atau berniat jahat pada beliau. Malam itu kami baru pulang dari kantor, dan saat di jalan kami tidak sengaja melihat segerombolan pria berpakaian hitam yang memasuki TPU, dan juga ada mobil mewah putih di sana. Karena saking penasaran, akhirnya kami menunggu pemilik mobil itu, dan ternyata pemilik mobil itu adalah seorang wanita, yang ternyata sang penguasa Ratu bisnis seAsia. Kami juga tidak tahu kalau beliau adalah pemimpin perusahaan itu, jadi anda tidak boleh berfikir yang tidak-tidak soal saya dan Tuan saya ini, apa lagi membuat nama kami jelek." Lanjut Han.
"Benarkah? Lalu apa tujuan kalian mengikuti mobil Nona, setelah Nona keluar dari TPU itu.." Tanya Trisstan santai..
"Karena Tuan saya penasaran dengan wajah Nona, anda Tuan Trisstan. Wajah beliau sangat mirip sekali dengan wajah wanita yang pernah saya dan Tuan saya temui dulu. Karena itu, kami mengejarnya. Kami hanya ingin memastikan beliau dengan wanita yang Tuan saya cari 4 tahun belakangan ini, apa kah sama atau sebaliknya." Jawab Han.
"Han, kau tidak perlu membicarakan masalah pribadiku pada orang asing ini.." sahut Raymond angkat bicara.
"Maaf Tuan, tapi sepertinya hanya dengan cara itu Tuan Trisstan bersikap sopan pada kita dan tidak menganggap kita sebagai seorang penjahat." Jawab Han.
"Apa benar seperti itu Tuan Reyhan.." tanya Trisstan terkejut dengan kebenaran tersebut, pasalnya ia pikir Raymond berserta Han mengikuti mobil Nona'nya karena memiiliki tujuan tertentu, namun pada kenyataannya tidak, Raymond mengikuti Nona'nya karena penasaran dengan wajah Nona'nya itu.
"Ya.." Jawab Reyhan singkat.
__ADS_1
"Kalau begitu saya minta maaf karena sudah beperasangka buruk pada Tuan Raymond dan Sekretaris Han. Maafkan saya.."Ucap Trisstan membungkuk hormat.
Tempat parkir.
"Mewah sekali.."puji pengunjung melihat mobil putih yang super duper mewah berhenti tepat di depan Restaurant.
"Mobil termewah yang pernah gue lihat.
"Denger bro suaranya, sangat halus. Sehalus suaranya Raisa..
"Mobil mewah siapa tuh..?
"Yang pastinya milik orang kaya bro. Kalau tidak kaya, mana mungkin punya mobil mewah seperti itu. Apa lagi gue baru lihat mobil yang rupanya kaya begitu, pastinya itu keluaran terbaru, kulitnya masih mulus dan bening.."Jawab temannya.
"Pasti itu milik Tuan Raymond, beliau kan pengusaha terkaya di kotq kita.." duganya.
"Dugaan loe salah besar, itu bukan mobil Tuan Raymond. Kalau mobil Tuan Raymond itu di sebelahnya yang warna hitam.." Ujarnya.
"Loe tahu dari mana kalau mobil hitam itu punya Tuan Raymond....
"Gue lihat sendiri barusan beliau dan Sekretarisnya keluar dari mobil hitam itu..
"Kok gue gak lihat..
"Mana lihat, loe kan dari kamar kecil..
"Oh iya, kira-kira siapa pamiliknya? Gue jadi penasaran..
Tak lama kemudian, yang di tunggu-tunggu akhirnya keluar juga dari sana.
Riana keluar setelah ia mengirimkan pesan pada putri kecilnya di rumah dan merapikan pakaian yang di kenakannya.
"Cantik sekali.." Ucap mereka serempak.
"Body'nya woy, kaya gitar Spanyol.."ujarnya.
"Tinggi jenjang, putih mulus seperti mobilnya..
"Bukan seperti mobilnya, tapi seperti seorang bidadari yang baru turun dari langit ke 7.".
Mata semua pengunjung tersebut mengarah pada Riana yang melewatinya.
"Dengan Nona Riana.." tanya Menejer.
"Benar, saya sendiri.." Jawab Riana senyum tipis.
'Sangat cantik.."batin Menejer.
"Silahkan ikut saya Nona Riana.." Ucapnya.
__ADS_1
Sesuai saran, Riana mengikuti langkah menejer dari belakang..
"Wangi sekali parfumenya.."ucap seorang wanita saat Riana melewati mejanya.
"Sallex Parfume.."
"Benar, wanginya benar-benar wangi dan membuat yang menghirupnya merasa tenang dan damai..
"Udah wangi, cantik pula. Jadi iri gue sama kecantikan dan keanggunan wanita itu..
"Gue juga, kalau gue punya body dan wajah kaya gitu, pasti gue bisa menarik perhatian Pengusaha Tampan itu..
"Siapa..
"Tuan Raymond dong.."Ucap pengunjung wanita menatap Riana dengan pandangan Takjub. Sedangkan para lelaki, menatap Riana dengan pandangan memuja dan terpesona akan kecantikannya.
'Bukankah tempat ini adalah tempat favorite'nya Mas Andre dan Riska."batin Riana teringat masa lalu.
'Benar, ini adalah tempat mereka.."batinnya menatap meja yang pernah di dudukinya dulu bersama Tuan Allex, Reyna dan Nyonya Maya.
'Aku kembali mas, apa kau masih ingat dengan wanita yang dulu kau perlakukan dengan buruk ini.? Apa kau masih ingat dengan seorang anak perempuan cantik yang tidak kau harapan kehadirannya itu mas? Kami sudah kembali , jika saatnya itu tiba kami akan membalas perlakuanmu dulu dengan cara manis mas Andre.."batin Riana menyeringgai.
"Nona, tempatnya masih di sana.."sahut Menejer melihat Riana yang menatap meja kosong di pojokan sana.
"Ah Ya.." Ujarnya tersadar dan kembali mengikuti menejer itu.
"Nona Cantik, apa saya boleh meminta foto anda.." Tanya seorang wanita menghentikan langkah Riana.
"Sebelumnya saya minta maaf Nona, istri saya dari kemaren ingin sekali foto bersama dengan wanita cantik, namun setelah kami mencarinya, tidak ada yang cocok dengan keinginan istri saya. Jadi,apa anda berkenan jika istri saya menginginkan foto bersama.." ucap seorang laki-laki yang di pastikan itu suaminya.
"Apa Nona sedang hamil.." tanya Riana lembut.
"Benar Nona, dan istri saya ngidam foto bareng dengan wanita cantik.." jawab suaminya terkekeh.
"Boleh, kalau begitu mari kita foto bersama.." jawab Riana tersenyum manis.
Sang istri langsung memposisikan dirinya di samping Riana, sedangkan si suaminya mengabadikan moment langka itu.
4 Foto sudah tersimpan di ponsel mereka dan saatnya Riana melanjutkan langkahnya menuju tempat di mana tamunya berada.
"Silahkan Nona,.."Menejer membukakan pintu VVIP itu.
"Terima kasih."Ucapnya memasuki ruangan itu.
"Sepertinya itu suara beliau.." Ucap Trisstan di dalam sana.
"Nona, anda sudah sampai.."Ucap Trisstan langsung menghadap Nona'nya.
"Ya, selamat sore Tuan Raymond, Sekretaris Han. Maaf jika saya terlambat.."Ujar Riana tersenyum manis.
__ADS_1
"Kau.."Raymond maupun Han terkejut melihat wanita yang berdiri di depannya.
Bersambung..