Riana'S Household Story (Cerita Rumah Tangga Riana)

Riana'S Household Story (Cerita Rumah Tangga Riana)
Part 81


__ADS_3

"Kau.."Raymond dan Han bangun dari tempat duduknya begitu melihat wanita yang meraka kenal dulu tengah berdiri di hadapan mereka.


Deg..


Hati Raymond berdetak kencang melihat wanita cantik di sana.


"Bukankah anda.."ucap Han terhenti.


"Lebih baik kita duduk dulu Tuan, biar lebih tenang saat berbincang.." sahut Trisstan.


"Ah ya, maaf.."Ucap Han kembali duduk.


Sedangkan Raymond tengah menetralkan detak jantung yang sepertinya ingin keluar dari sana.


'Ya Tuhan, bukankah wanita ini yang selama ini aku cari? Pantas jika identitasnya tertutup rapi, ternyata dia adalah seorang pemimpin baru perusahaan Sallex Group yang terkenal kecerdasannya itu."batin Raymond menatap lekat wajah Riana.


'Raymond pasti bangga padaku, karena aku bisa membatalkan meetingnya dengan pengusaha itu.."batin Han sombong.


"Maaf, kalau boleh tahu kenapa anda ingin menemui saya Nona.."Tanya Raymond terhenti karena lupa dengan nama wanita di hadapannya.


"Riana, panggil saya Riana.." sahut Riana.


"Ya, Nona Riana tolong jelaskan tujuan anda.."Tanya Raymond.


"Trisstan, sekretaris Han bisa tolong pergi ke luar? Ada hal yang perlu saya ucapkan dengan beliau.." sahut Riana.


'Ada apa dengan Nona Riana? Tidak biasanya ia mau dekat dengan seorang pria asing tanpaku.?"batin Trisstan bertanya-tanya.


"Ayo bangun.." ajak Han menepuk bahu Trisstan.


"Nona, kalau anda membutuhkan sesuatu panggil saya saja, saya ada di depan pintu ruangan ini.." ucap Trisstan.


"Ya, terima kasih.."jawab Riana.


Dengan berat hati, Trisstan keluar dari ruangan itu.

__ADS_1


Kini hanya tinggal Riana dan Raymond di sana.


'Ya Tuhan, kenapa aku bisa gugup begini. Padahal aku ingin mengucapkan terima kasih, tapi kenapa sepertinya sulit sekali mengatakannya.."batin Riana.


'Benar kata Han, bahwa pemimpin Sallex Group sangat cantik.."batin Raymond.


'Sepertinya ia sedang mengatakan sesuatu lewat batin, tapi kenapa aku tidak bisa mendengar dan tidak bisa membaca fikirannya.."batin Raymond bingung. Hanya batin Riana yang tidak bisa terbaca dan terdengar.


"Nona, bisa anda jelaskan sekarang ala tujuan anda mengadakan pertemuan secara pribadi ini.." tanya Raymond buka suara.


"Ah iya, sebelumnya saya minta maaf karena sudah menyita waktu berharga anda Tuan Raymond. Saya membuat janji ini karena ada sesuatu yang ingin saya katakan pada anda dari dulu, namun sampai sekarang belum tersampaikan mengingat pekerjaan saya yang setiap hari padat..." jawab Riana.


"Sesuatu? Sesuatu apa itu.." tanya Raymond bingung.


"Begini, apa anda masih ingat dengan kejadian 4 tahun yang lalu? saat saya dan anak saya di rawat di rumah sakit milik anda " tanya balik Riana..


"Ya, saya mengingatnya. Memangnya kenapa dengan waktu itu.."Saya malah mengingat kejadian itu sampai sekarang dan tidak bisa melupakanmu juga sampai sekarang Nona Riana."lanjut Batin Raymond.


"Saya ingin mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya pada anda Tuan Raymond.." jawab Riana.


"Terima kasih untuk apa.."Tanya Raymond tambah bingung.


"Ah soal itu, anda tidak perlu berterima kasih karena itu sudah menjadi tanggung jawab saya sebagai pemilik rumah sakit itu Nona. Melayani dan mengayomi semua pasien yang membutuhkan pertolongan medis. Jadi, anda tidak perlu merasa sungkan pada saya soal itu.." sahut Raymond.


"Tapi itu perlu di katakan Tuan Raymond, anda sangat berjasa untuk hidup putri kecil saya. Jika tanpa bantuan anda waktu itu, mungkin putri kecil saya tidak akan bisa di selamatkan." Ujar Riana.


"Anda tidak perlu membahas itu, saya senang bisa membantu anda Nona Riana.." ujar Raymond..


"Bantuan anda sangat-sangat berarti bagi saya Tuan Raymond, anda tidak tidak hanya membuat putri kecil saya selamat dari kematian, tapi anda juga sudah membantu saya bertemu dengan orang-orang yang selama ini saya cari keberadaannya.." Ucap Riana.


"Bertemu orang-orang? Maksudnya apa? Siapa orang-orang itu.."Tanya Raymond menautkan halisnya.


"Sebenarnya ini masalah keluarga saya, tapi sepertinya anda berhak tahu soal ini..


"Jika itu masalah pribadi, anda tidak perlu menjelaskannya Nona..

__ADS_1


"Memang ini masalah pribadi saya, tapi saya rasa anda berhak tahu alasan saya mengucapkan kata terima kasih sebanyak-banyaknya pada anda.."sahut Riana.


"Baiklah, saya akan mendengarkan alasan anda Nona..".jawab Raymond pasrah, lagi pula ia juga sangat penasaran sekali dengan kehidupan wanita yang selama 4 tahun belakangan itu di carinya..


"Anda masih kenal dengan mediang Tuan Allex dan Nyonya Maya.." tanya Riana.


"Tentu, beliau adalah sang legendaris, semua orang pasti kenal beliau."jawabnya.


"Beliau adalah kakek dan nenek kandung dari ayah saya yang selama ini saya cari.." ucap Riana.


"Dari ayah? Apa anda anak dari Tuan Juan.." tanya Raymond terkejut.


"Ya, saya anak satu-satunya dari beliau..


"Kalau boleh tahu, beliau tinggal di mana sekarang? Sudah lama sekali saya tidak mendengar kabar dari beliau.." tanya Raymond.


"Ayah saya sudah meninggal 13 tahun yang lalu." jawab Riana.


"Oh maaf, saya tidak tahu..


"Tidak apa-apa, saya mengerti. Dengan begitu saya mengucapkan terima kasih karena anda sudah menolong putri saya dengan memanggil kakek dan nenek saya. Jika anda tidak membantu saya, sepertinya sampai sekarang saya tidak akan bisa bertemu dengan mereka..".ucapnya sangat tulus.


"Itu takdir, Nona. Takdir anda yang sudah Tuhan tentukan melalui saya..."Ucap Raymond tersenyum manis.


'Kau akan menyesal karena telah melepaskan wanita sebaik, secantik Nona Riana dan memilih hidup bersama dengan istri barumu itu Andre.."batin Raymond.


Kediaman Andre Wijaya.


"Hallo mas Andre ."- ucap Riska menghubungi suaminya..


"Iya sayang, ada apa menghubungi mas di sore hari begini? Oh'ya, sepertinya malam ini akan lembur lagi sayang, pekerjaan mas masih banyak.." Cecar Andre.


Ya, semenjak Raymond tahu kalau Andre adalah laki-laki yang membuat anak dan istrinya itu menderita, ia membuat Andre sangat sibuk dengan cara melimpahkan berkas-berkas yang harus di kerjakan. Saking sibuk dan banyak pekerjaan, membuat Andre terkadang lupa makan siang. Sejak saat itu pula, Andre selalu pulang telat yang membuat anak semata wayangnya menderita karena ulah mamah'nya sendiri.


"Yah,, padahal nanti malam aku berenca ingin mengajak mas Andre dan Andra makan di restaurant favotie kita. Tapi sepertinya mas Andre tidak bisa ya..", ucap Riska dengan nada kecewa..

__ADS_1


"Maaffin mas sayang, kali ini mas benar-benar tidak bisa makan bersama dengan kalian. Pekerjaan mas masih banyak.."ucap Andre merasa tidak enak hati.


Bersambung.m


__ADS_2