
Pagi yang cerah, secerah hati Andre dan istri barunya.
Di mana hari ini ia akan memenuhi surat panggilan dari pengadilan Agama soal surat perceraian yang ia ajukan pada pihak Pengadilan Agama beberapa hari lalu tentang rumah tangganya.
Mereka terbangun pagi-pagi sekali untuk mempersiapkan diri serta penampilan masing-masing karena mereka berniat ingin memanas-manasi Riana dengan penampilan modis keduanya. Karena mereka yakin, Riana akan datang ke pengadilan Agama dengan wajah kusam serta penampilan kucel. Karena mereka tahunya pasti hidup Riana saat ini benar-benar sengsara setelah di depak langsung oleh mantan suami dari rumahnya sendiri.
Apa lagi Andre masih ingat betul kalau Riana pergi dari rumahnya tanpa membawa uang sepeserpun darinya.
Tanpa mereka ketahui, kini hidup Riana serba ada dan bergelimang harta yang tidak akan habis tujuh turunan.
"Kamu ganteng banget mas..." puji Riska..
"Iya dong, suami siapa dulu.."ujarnya seperti terbang melayang saat Riska memujinya.
"Ya tentunya suami aku dong ." jawab Riska bergelayut manja di tangan suaminya.
"Tapi bener deh mas, hari ini penampilan kamu bernar-benar berbeda dari sebelumnya. Wajah kamu terlihat berseri-seri, seperti ada cahaya yang keluar dari wajah kamu mas.." Ujar Riska.
"benarkah? ." tanya Andre lembut.
"Bener mas'ku, masa aku bohongin kamu sih. Itu bukan aku banget.." jawab Risma.
"Mas percaya kok sayang. Mungkin ini karena efek dari hari ini sayang. Kamu tahu sendiri kan, kalau hari ini hari pertama mas akan mengusut perceraian mas dengan perempuan itu. Makannya mas bahagia seperti ini.."ujar Andre.
"Iya mas, semoga perceraikan kamu dan mbak Riana berjalan lancar ya. Dengan begitu, kamu akan menjadi suami aku seutuhnya."Ucap Riska mengalungkan tangan ke leher suaminya.
__ADS_1
"Tentu sayang. Semoga pengadilan Agama mengabulkan permohonan mas soal hak asuh Reyna. Dengan begitu, kita bisa memperalatnya untuk mempertahankan rumah ini. Tak apa lah mas harus merogoh kocek lebih besar untuk membayar pengacara, yang penting hak asuh Reyna jatuh ke tangan kita. Mas sangat yakin seyakin" Ucap Andre.
Ternyata dugaan Tuan Alle benar kalau Andre akan menggugat hak asuh cicitnya.
"Kenapa mas mengusut hak asuh Reyna sih mas? Mas kan tidak membutuhkan kehadirannya.? Lagi pula, rumah ini kan sudah atas nama mas berarti rumah ini milik mas yang tidak bisa di ganggu gugat. Lagian kan mana mungkin mbak Riana menuntut harta gono gini, mana ada uang dia buat bayar pengacara untuk itu. Dan kalau hak asuh Reyna jatuh ke tangan kita, siapa yang akan mengurusnya? Kalau aku kan tidak mungkin karena aku juga lagi hamil. Lalu kalau kita menyerahkan Reyna pada ibu kamu, pasti ibu tidak akan setuju dengan itu kan kamu tahu sendiri kalau ibi tidak menyukai Reyna.."ucap Riska.
"Oh astaga, kenapa mas gak kepikiran ke sana sih. Kamu benar, Riana tidak akan menggugat harta gono gini pada mas. Dia kan mana ada uang untuk membayar pengacara. Lalu mas harus gimana sayang? Mana mas sudah membayar lunas pengacara itu lagi dan uangnya juga tidak bisa di tarik kembali."- ujarnya frustasi.
"Ya kalau seperti itu, mas tidak bisa apa-apa selain mengikuti sidangnya." jawab Riska berlalu pergi dari hadapan Andre...
"Sudahlah lah tak perlu di sesali lagi. Lagi pula mas kan hanya berjaga-jaga saja siapa tahu Riana mempersalahkan harta gono gini. Kalau kita kalah dalam sidang itu, otomatis kita harus keluar dari rumah ini, dan mas tidak menginginkan itu terjadi. Enak saja dia yang dapat rumah itu sedangkan mas tidak dapat apa-apa. Meski rumah ini bukan hasil jerih payah mas sendiri, tapi tetap saya yang membiyayai mereka selama ini adalah mas. Jadi impaskan..."Ujarnya menenangkan diri sendiri.
'Ternyata mas Andre suami yang perhitungan pada istrinya. Tapi baguslah, dengan begitu aku bisa tinggal nyaman di rumah ini. Dan sekarang tugasku adalah menjadi istri pernurut, dengan begitu posisiku akan aman di sini.." batin Riska menyeringgai tipis.
"Kamu benar mas. Sekarang kita ke dapur yu? sepertinya pembantu baru itu sudah menyiapkan sarapan untuk kita. " ajak Riska.
"Bik Yem.." teriak Riska pada pembantu baru yang berusia sekitar 40 tahunan.
"Jangan teriak-teriak seperti itu sayang? Tenggorokan kamu bisa sakit nantinya.." tegur Andre.
"Kalau gak teriak dia mana denger mas.." jawab Riska.
"Iya Nyonya, Nyonya manggil saya.." ucap Bik Yem berlari tergopoh-tergopoh dari belakang.
"Loe sudah siapin sarapan untuk kita belum.." Tanya Riska dengan angkuhnya.
__ADS_1
"Belum Nya. Ceritanya saya...".ucap bik Yem terpotong. padahal ia ingin menjelaskan kalau ia saat ini tengah menjemur pakaian di belakang dan rencananya setelah itu bik Yem akan akan membuatkan sarapan untuk kedua majikannya.
"Gue gak mau denger cerita-cerita loe ya, gue tanya, loe udah bikin sarapan belum hahh." bentak Riska.
"Maaf Nya, saya belum buat sarapan. ." jawab Bik Yem menundukan kepala.
"Apaa.? Bukannya semalam gue udah ngingetin loe buat nyiapin sarapan pagi-pagi karena gue sama mas Andre mau pergi? Apa loe lupa? Atau loe sengaja ingin buat gue kelaparan hahh.." Bentak Riska . Saking kerasnya, sampai bik Yem dan Andre terperanjat mendengarnya..
"Riska, mas gak suka ya sama sikap kamu yang seperti ini? ." tegus Andre.
'Ya Allah, ternyata begini sifat asli ibu hamil ini. Saya tidak menyangka kalau Nyonya Riska bisa berucap tidak sopan saat ia tengah mengandung seperti ini. Semoga Engkau memperlancarkan persalinannya nanti, amiin."batin Bik Yem.
Walaupun begitu, bik Yem tetap mendo'akan keselamatan majikannya.
"Abisnya pembantu ini bikin aku kesel saja mas, aku kan udah laper banget ini. Baru juga kerja dua hari udah bikin aku naik darah saja, sebenarnya loe bisa kerja gak sih hah.."bentak Riska, namun tidak sekeras tadi.
"Bik Yem, tolong buatkan kita sarapan nasi goreng sekarang." Sahut Andre..
"Baik Tuan, saya permisi.." jawab bik Yem langsung beranjak menuju dapur.
"Mas Andre kenapa biarkan pembantu itu pergi begitu saja sih? Kan aku belum selesai bicara? gimana sih."Ujar Riska kesel..
"Bukannya tadi kamu bilang kalau perut kamu sudah laper banget? Kalau kamu marahin bik Yem terus kapan perut kamu di isinya? Kapan kita berangkat ke pengadilan Agama kalau kamu marah-marah tidak jelas seperti ini." jawab Andre.
'Apa seperti ini kelakuan Riska yang sebenarnya? Lalu di mana sifat lembutnya selama ini yang ucapkan padaku.? Sungguh berbeda sekali dengan Riana.."batin Andre melihat wajah istri mudanya dengan intens sampai Riska salah tingkah di buatnya.
__ADS_1
'Maas Andre kenapa lihatin aku kaya gitu?Jangan-jangan dia lagi bandingin aku sama perempuan sialan itu lagi. Tidak, ini tidak boleh di biarkan .Aku harus mengambil hatinya kembali." batin Riska.
Bersambung..