Riana'S Household Story (Cerita Rumah Tangga Riana)

Riana'S Household Story (Cerita Rumah Tangga Riana)
Part 50


__ADS_3

4 Tahun berlalu...


Jerman..


Di mansion yang sangat mewah dan megah bak istana, seorang wanita cantik tengah membaca majalah di sebuah taman yang memiliki pemandangan yang sangat indah di sana.


Dan sekarang adalah waktunya istirahat, namun wanita cantik itu tidak bisa menutup matanya. Karena ia tidak terbiasa tidur di siang bolong. .


Karena tidak mempunyai pekerjaan apa-apa, jadi wanita cantik itu memutuskan membaca majalah saja untuk menghilangkan rasa bosannya.


Akhir-akhir ini wanita cantik itu sangat sibuk sampai ia melupakan tubuhnya sendiri untuk beristirahat. Setiap hari ia di sibukan dengan tumpukan berkas di ketiga perusahaannya..


Bisa bayangkan lelahnya seperti apa, menjadi seorang pemimpin tunggal di 3 perusahaan yang berbeda-beda di setiap bidangnya. Dan wanita cantik itu sangat-sangat bersyukur karena ia bisa mempertahankan kedudukan perusahaannya tetap menjadi nomor 1 dan tersuskes seAsia.


Namun wanita cantik itu sedikitpun tidak mengeluh atau kelelahan. Malah ia sangat bersyukur bisa mempunyai pekerjaan yang sangat layak dan bisa membahagiakan anak semata wayangnya.


Ya, wanita cantik sudah mempunyai seorang putri yang sangat cantik dan cerdas. Di usia yang baru menginjak 7 tahun, sang putri sudah mendapatkan beberapa penghargaan serta beberapa mendali dari sekolahnya. Mempunyai nilai tinggi dan kepintaran di atas rata-rata orang dewasa, membuat semua gurunya geleng-geleng kepala.


Bukan karena pusing, tapi mereka sangat takjub dengan kepintaran muridnya.


Dan itu yang membuat wanita cantik itu sangat bangga dengan kecerdasan yang di miliki putri cantiknya.


"Bunda..."jerit putrinya, lalu berlari mendekati bundanya.


"Jangan lari-lari sayang, kamu bisa jatuh.."Tegur wanita yang di panggil bunda itu. Namun putrinya tidak menghiraukan ucapan bundanya.


"Reyna, jangan lari. Kamu masih ingat kan pesan kakekkmu.."Mendengar nama kakek, Reyna langsung menghentikan kecepatan berlarinya, lalu ia melanjutkan langkahnya dengan gerakan santai.


"Selalu saja seperti ini. Kalau kamu terjatuh, terus lutut kamu berdarah gimana? Kan sakit nak.."ucapnya.

__ADS_1


"he he he, maaf bunda. Reyna lupa, abisnya aku cariin bunda ke mana-mana tidak ketemu. Ternyata bunda di sini,? Reyna kangen tahu bun, pengen peluk bunda.."ujar Reyna lucu.


"Ya sudah, tunggu apa lagi? Sini peluk bundamu, mungpung bunda hari ini lagi free."Ujarnya.


Tanpa membuang waktu lagi, Reyna langsung menubruk tubuh bundanya dengan sangat erat..


"Maafkan bunda karena jarang bersamamu sayang, jarang main, jarang makan bersama, dan masih banyak lagi perkembangan kamu yang bunda lewatkan selama ini. Tapi percayalah, bunda sangat menyayangimu melebihi menyayangi diri bunda sendiri."ucapnya sedih, dengan mendekap putrinya dengan erat.


"Bunda gak perlu minta maaf, bunda gak salah. Reyna tahu bunda seperti ini demi Reyna, demi masa depan Reyna lebih baik. Itu kan tujuan bunda selama ini bekerja keras memajukan perusahaan kakek? Dan pada akhirnya Reyna tahu, bahwa ini semua demi Reyna. Sekarang bunda jangan menangis. ",Reyna mengusap air mata yang berjatuhan dari mata bundanya.


Ya, wanita yang di panggil bunda itu ternyata ibu kandung dari Reyna yang bernama Riana.


Benar, dia adalah Riana mantan istri dari Andre Wijaya yang menyambung hidup di kota kelahiran ayah, serta nenek dan kakeknya di Jerman.


Setelah meninggalkan kota Jakarta, Riana langsung memutuskan untuk kuliah kembali dan tentunya mengambil jurusan menejement bisnis di universitas terbesar di Jerman.


Memiliki otak yang sangat cerdas, memudahkan Riana menguasai ilmu bisnis dengan sangat cepat.


Walaupun begitu, sang putri sangat memaklumi keadaan bundanya. Karena ia tahu, semua yang bundanya lakukan, semua yang bundanya perjuangan itu semua tidak luput dari sang putri.


Namun 2 tahun belakangan ini, mereka berdua di landa duka yang sangat mendalam. Bagaimana tidak, orang-orang yang baru datang di kehidupannya kini telah pergi untuk selama-lamanya. Satu-satunya keluarga yang Riana miliki di dunia ini, telah kembali ke panggkuan Yang Maha Kuasa..


Ya, Tuan Allexander Sallex Robert dan Nyonya Mayandra Sallex Robert sudah meninggal dunia dua tahun yang lalu.


Berawal dari Nyonya Maya yang terus sakit-sakitan sampai mereka bolak balik rumah sakit untuk menjalani pengobatan dan berharap Nyonya Maya bisa sembuh. Semua pengobatan sudah Nyonya Maya lakukan, sampai wanita baya itu benar-benar sangat lelah menjalankannya.


Putus asa, dan pada akhinya Nyonya Maya menghembuskan nafas terakhirnya di kediaman Sallex. Berita kematian itu membuat Tuan Allex benar-benar terpukul dengan kepergian istri tercintanya..


Semenjak Nyonya Maya pergi, Tuan Allex banyak menghabiskan waktu setiap hari di kamarnya sambil memandangi foto mendiang istrinya. Dan setelah itu, Tuan Allex jarang sekali pergi keluar. Jangankan untuk ke luar rumah, keluar kamarpun tidak pernah.

__ADS_1


Untuk makanpun Riana antarkan ke kamarnya kalau ia libur bekerja. Sedangkan tugas Reyna adalah membuat kakeknya tetap tersenyum dan tertawa bersamanya.


Namun Reyna maupun Riana tidak tahu, kalau di balik senyum dan tawa itu, menyimpan sejuta luka yang pernah Tuan Allex rasakan selama hidupnya.


Hanya dengan orang-orang tertentu saja Tuan Allex bicara, selebihnya ia terus berdiam diri.


Selepas 40 hari kematian Nyonya Maya. Selang 1 hari, Tuan Allex mengikuti jejak istri, menantu dan anaknya pergi ke pangkuan Sang Pencipta.


Tuan Allex menghembuskan nafas terakhir di kamar yang sudah puluhan tahun ini ia tempati bersama wanita yang amat sangat di cintainya.


Namun kematian Tuan Allex sangat berbeda dengan istrinya. Nyonya Maya meninggal karena sakit parah yang di deritanya selama 4 bulan, sedangkan Tuan Allex meninggal dengan kondisi sehat wal'afiat. Tanpa ada sedikitpun penyakit yang melekat di tubuh beliau. Bahkan dokter pribadi keluarga Sallex'pun di buat bingung. Namun mereka tidak terlalu memikirkan itu semua, karena mereka yakin ini semua sudah di tentukan oleh Tuhan..


Karena Tuan Allex orang baik, mungkin saja Tuhan mempermudahkan cara kematiannya..


Sebelum jenazah di kebumikan, Riana sempat membuka peti tersebut untuk melihat wajah Tuan Allex yang terakhir kalinya.


Riana menitikan air mata saat melihat wajah Tuan Allex tengah tersenyum ke arahnya.


Berita meninggalnya sang penguasa bisnis, menggegerkan seluruh jagad raya.


Seluruh pelosok bahkan daerah terpencilpun semua penduduk tahu dengan kematian sang legendaris.


Sampai berita itu terdengar ke telinga Andre, kedua orang tua berta istrinya, Riska.. .


Tidak hanya mereka, berita itu juga mendarat ke telinga rival bisnis Tuan Allex dengan sempurna.


Semua pengusaha, pembisnis dari semua kalangan langsung berbondong-bondong mengantarkan Tuan Allex ke tempat peristirahatannya yang terakhiir.


Meski Tuan Allex adalah rival terberat untuk semua pembisnis, namun mereka tidak menaruh dendam pada beliau. Karena mereka bermusuhan hanya dalam dunia bisnis saja, tapi tidak saat di luar bisnis.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2