
"Senangnya hatiku hari ini, karena tidak ada pengganggu-penggangu berkeliaran di rumah ini.."ucap Riska bersenandung sembari menuruni anak tangga satu persatu dengan langkah pelan.
"Huufftt, akhirnya gue bisa bernafas lega juga.." Ucapnya dengan senyum mengembang di bibirnya.
"Lihat Nonya Riska, dia malah terlihat bahagia kalau den Andra tidak di rumah ini..."Ucap bik Yem.
"Kalau orang tua yang normal sih, mana mungkin seperti itu. Pasti mereka sedih,dan merasa kehilangan juga. Kalau tidak, kita yang nyamperin ke tempat anak kita berada demi membuat hati kita lega juga, lah ini apa..
"Berarti majikanmu itu gak Normal ya Yem.."
"Ya seperti itu lah. Di kira normal kaya gak normal, di kira normal ya gak mungkin juga seperti itu.." Jawab Bik Yem.
"Tapi lebih baik seperti ini sih Yem, jadinya kan Den Andra gak kena amukan Nyonya Riska terus. Di sana kan Den Andra pasti aman, secara kan nenek dan kakeknya sangat sayang pada Den Andra..
"Kamu tahu dari mana kalau Tuan Ridwan menyayangi Den Andra,? Bukankah selama ini beliau tidak pernah menganggap Den Andra ada? Jangankan menyayanginya, menginjakan kakinya saja ke rumah ini tidak pernah..
"Memang kamu benar, tapi dari lubuk hati yang paling dalam, aku tahu kalau beliau sangat menyayangi Den Andra melebihi kasih sayangnya pada anaknya sendiri. Buktinya Den Andra sekarang berada di sana ,karena itu keinginan beliau langsung yang mengajaknya..
"Kata siapa..
"He he, aku tidak sengaja mendengar pembicaraan Nyonya dan teman-temannya tadi.." Jawab Bik Yem cengengesan.
"Ihhh, kamu ini. Kalau ketahuan kamu nguping, pasti Nyonya Riska murka.."
"Ya mau gimana lagi, abisnya saat Nyonya menghubungi teman-temanya, aku'nya pas lagi di sana. Ya pada akhirnya, aku terpaksa mendengarkan Nyonya bicara...
"Hehh kalian berdua? Sedang apa di sini hah? Bukannya kerja, malah asik-asikkan mengobrol di sini. Mau gue potong gaji kalian.."Bentak Riska berkacak pinggang di sana.
"Maaf Nya, kami hanya bertegur sapa saja kok. Kalau begitu kami permisi, .." Ucap bik Yem.
"Tunggu-tunggu.." ucap Riska menghentikan langkah keduanya.
Dengan malas, mereka membalikan tubuhnya.
"Kenapa Nya.."Tanya kedua pelayan itu takut-takut, takut potong gaji.
"Kenapa, kenapa..Kalian malah tanya kenapa? Kalian sudah membuat kesalaha di rumah ini, jadi kalian tidak bisa pergi secepat itu sebelum kalian berdua menjalani hukuman dari gue.." Jawab Riska.
"Hu-hukuman.." Ucap bik Yem terkejut.
"Nyonya, tolong jangan menghukum kami. Kami hanya bertegur sapa saja, tidak seperti yang anda bicarakan pada kami. Saya mohon maafkan saya dan Bik Yem, kami janji tidak akan melakukannya lagi Nya.." sahut bik Marni.
"Gue tidak akan memaafkan kalian berdua, sebelum kalian mendapatkan hukuman dari gue.." Wajah Riska menyeringgai tipis.
__ADS_1
"Saya mohon Nya. " sahut Bik Yem.
"Tidak dan tetap tidak. Kalian berdua, ikut saya.." ucap Riska kekeh.
"Yem, bagaimana ini? Kira-kira Nyonya Riska akan menghukum kita seperti apa.." bisik Marni.
"Gak tahu, aku takut Mar.." jawab bik Yem.
"Mudah-mudahan Nyonya Tidak memberi kita hukuman yang berat ya Yem." Ucap Marni.
"Semoga saja seperti itu..
"Heh, kalian berdua. Gue menyuruh kalian untuk mengikuti gue dari belakang, bukan untuk mengobrol.." sahut Riska dengan nafas naik turun.
"I-iya Nya, kami ikut." ucap bik Yem tergopoh-gopoh mendekati Majikannya.
"Kalian bisa lihat kolam renang itu.."Ucap Riksa menunjuk tempat tersebut.
Bik Yem dan Bik Marni mengikuti arah telunjuk majikannya.
Keduanya menganggukan kepala dengan pandangan kosong.
Kosong, karena kolam itu benar-benar kotor.
Keduanya pula menganggukan kepala serempak.
"Tugas kalian, bersihkan kolam itu sekarang juga. Buat keramiknya sekinclong mungkin, karena gue akan mengundang teman-teman saya besok. Gue tidak mau jika rumah ini kotor, nanti mereka pada ilfiel lagi.." Ucap Riska..
"Tapi Nya, bersihin kolam renang kan bukan tugas kami..
"Gue tidak perduli tugas siapa itu, tapi yang jelas kolam itu harus bersih hari ini juga. Kalau tidak, gue akan memotong gaji kalian berdua.." Ancam Riska.
"Ja-jangan Nya.." Ucap mereka terbata.
"Loe-loe pada harus milih. Antara bersihin kolam itu atau angkat kaki dari rumah ini tanpa mendapatkan uang sepeserpun dari gue. Itu artinya, gaji bulan kemaren kalian hangus.." Ucapnya tersenyum sinis.
"Cepat pilih salah satunya, lama amat. " Bentak Riska.
"Saya pilih bersihin kolam renang ini Nya.." jawab bik Marni.
"Saya juga Nya. " sahut Bik Yem.
"Ya sudah, tunggu apa lagi cepat bersihin kolam itu sekarang juga." ucapnya.
__ADS_1
"i-iya Nya.." Bik Yem dan bik Marni membagi tugas. Bik Yem mengambil peralatan kebersihan ke dapur, sedangkan Bik Marni mengosongkan kolam renang itu terlebih dahulu, biar gampang membersihkannya.
"Huffff, kalau saja tidak di potong gaji, malas banget bersihin kolam ini. Mana kolamnya luas banget, panjang pula. Bisa kemaleman kita membersihkan tempat ini.." sahut bik Yem setelah kepergian majikannya.
"Ya mau gimana lagi? Kita kan tidak bisa apa-apa selain menuruti perintahnya.." sahut bik Marni menggosok-gosok dinding kolam renang itu.
"Hufftt,, mudah-mudahhan Tuan Andre segera pulang dan menyuruh kita untuk menghentikan pekerjaan ini. Tuan kan paling tidak tega jika memperkerjakan orang tua seperti ini...
"Semoga saja.."
"Makan tuh hukuman dari gue, emang enak. Suruh siapa ngobrol di saat jam kerja, kena getahnya juga kan.." Ucap Riska.
"Oh ya, sepertinya batre ponsel gue sudah terisi penuh. Gue harus lihat video virral hari ini. Kata Tuan Tampan itu gue akan menemukan jawabannya di sana, mas Andre juga bilang begitu. Sebaiknya gue lihat dan semoga saja hanya hasilnya sesuai dengan keinginan gue.."Ucapnya memasuki kamar.
Kediaman Wijaya..
"Brengsek, berani-beraninya perempuan murahan itu menampar menantu kesayangku. Awas saja kau, saya akan membalas perbuatan memalukan ini suatu saat nanti.." ucap Ibu Erin melihat video viral hari ini.
Artikel :Keributan terjadi di rumah sakit Molland Hospittal..
Pelakor teriak pelakor di rumah sakit Molland Hospittal..
Penyerangan pelakor kepada mantan istri sah..
Si Cantik, di serang pelakor..
"Artikel apa-apaan ini? Tidak jelas sekali. Cantik apanya? Cantikan juga menantuku,." ucap ibu Erin membaca beberapa artikel gosip hangat hari ini.
Itu hanya sebagian dari judul tersebut, bahkan masih ada lagi Artikel yang mengemparkan hampir seluruh jagad raya.
Pemimpin Sallex Group Menampar Pelakor..
Sayangnya, ibu Erin melewatkan artikel tersebut. Jika saja dia tahu, mungkin ia akan menarik lagi ucapannya.
Kediaman Andre Wijaya..
"APAAAA..." Riska teriak setelah melihat video tersebut.
"Kenapa video ini bisa tersebar luas begini sih? Siapa yang merekamnya coba, kurang kerjaan sekali...
"Gimana ini? Teman-teman gue bisa tahu kalau urusannya begini. Mau taruh di mana muka gue besok. Aduh, gawat, gawat, gawat.." Teriak Riska.
Bersambung..
__ADS_1