
"Raymond.." teriak Han setelah memasuki ruangan Tuan'nya.
"Raymond, aku punya berita bagus untukmu.." Teriak Han dengan semangat 95.
"Kenapa kau teriak-teriak? Apa kau lupa di mana kau berada hah.." Bentak Raymond menatap tajam sekretarisnya.
"He he,, maaf Tuan, abisnya berita ini yang membuat saya bahagia dan tidak sadar jika saya berada di mana.."Ucap Han cengengesan.
"Berita apa? Coba saja kalau beritanya tidak penting, saya akan memotong pita suaramu Han..."Ucap Raymond.
Gleekkk..
Ancaman Raymond berhasil membuat Han merinding.
'Jadi bisu dong.."batin Han memegangi tenggorokannya.
"Cepat katakan, pekerjaanku masih banyak.." Sahut Raymond membuyarkan lamunan Han.
"Pemimpin Sallex Group ingin bertemu denganmu Ray..", Jawab Han dengan sumringah.
"APA.."Reyhan'pun terkejut mendengarnya.
"Kau juga terkejut kan mendengarnya, ck ck.."Sahut Han.
"Kau tidak sedang membohongiku kan.."Tanya Raymond tegas. Pasalnya, ia tidak percaya jika pemimpin perusahaan Sallex ingin bertemu dengannya.
"Untuk apa aku bohong, gak ada untungnya juga bohongi kau.."Jawab Han.
"Kau tahu dari mana kalau pemimpin perusahaan itu ingin bertemu denganku? Apa mereka ingin mengajukan kerja sama dengan perusahaan kita? Tapi rasanya itu tidak mungkin..." tanya Raymond tenang.
"Anak Tuan Mike yang mengabariku baru-baru ini. Andw benar, mereka ingin bertemu denganmu bukan karena ingin membicarakan soal bisnis.." Jawab Han kembali formal.
"Lalu.." Tanya Raymond.
"Entahlah, saya juga tidak tahu. Mereka juga tidak menjelaskan perihal pertemuan ini. Tapi yang jelas, pemimpin perusahaan itu ingin bertemu dengan anda secara pribadi." Jawab Han bingung, tapi itu faktanya.
"Secara pribadi."Ucap Raymond bingung.
"Ya. Bagaimana, apa anda menolak pertemuan itu atau menerimanya. Jika anda menerimanya, saya dan sekretarisnya akan mengurus jadwal pertemuan anda dengan beliau, Tuan...", Tanya Han.
"Kau pasti tahu jawabannya Han." Jawab Raymond.
"Baik, saya akan segera mengabari anda jika waktunya sudah di tentukan. Kalau begitu saya permisi.." Ucap Han.
"Ck ck, muak sekali mendengar ucapan kau.." sahut Raymond.
'Semua serba salah di matanya, sompral salah, formal salah. Maunya apa sih? Dasar bos menyembalkan."batin Han menggerutu kesal.
"Saya mendengarnya Han.." sahut Raymond.
'Bodo amat.. "batin Han pergi.
'Ada apa pemimpin Sallex Group ingin bertemu denganku secara pribadi? "batin Raymond.
__ADS_1
"Anak bungsu Tuan Mike, bukankah itu Trisstan, berarti dia sekretaris pemimpin itu? Jadi wanita yang semalam itu adalah pemimpin baru Sallex Group.."Lanjut Raymond baru sadar.
Mansion Riana..
"Trisstan, apa kau sudah mengurus pertemuanku dengan pemimpin Molland Group.."Tanya Riana.
"Sudah Nona.." Jawab Trisstan di ruang keluarga.
"Kapan.." Tanya Riana.
"Sebisa anda Nona.." Jawab Trisstan.
"Ok, kalau begitu jadwalkan sore ini. Karena sebelum itu, kita akan mencari lokasi pembangunan kantor pusat kita.." Jawab Riana.
"Baik Nona.." Jawabnya.
"Emm..."Trisstan ingin bertanya namun di urungkan, begitu melihat Reyna ke arah Nona'nya.
"Bunda.." Teriak Reyna.
"Haii sayang. Anak bunda udah wangi dan cantik rupanya ya .." Sahut Riana mendudukan Reyna di panggkuannya.
"Iya dong. Kan aku putrinya bunda, jadi harus tampil cantik dan wangi..." Ucap Reyna menampilkan senyum terbaiknya.
"Jadi gemes deh bunda sama kamu.." Ucap Riana.
"He he, geli bunda..." Ucap Reyna tetkikik begitu bunda'nya mencium seluruh wajahnya.
"Udah bunda, aku geli.." Lanjutnya menjauhkan wajahnya dari bibir bundanya.
Pikirannya selalu berandai-andai.
Andai saja Trisstan menjadi ayah sambung untuk Reyna.
Andai saja Trisstan berada di tengah-tengah Reyna dan Riana.
Mungkin jika itu terjadi, hidup Trisstan pasti sangat bahagia. Trisstan'pun bukan hanya mencintai Riana saja, tapi ia juga sangat menyayangi Reyna dan menganggap Nona Cantik itu seperti anaknya sendiri.
Namun itu hanya hayalan Trisstan semata saja, karena Riana menganggap dirinya hanya sebagai adik, tidak lebih.
"Bunda, kak Triss kenapa? Kok lihattin Reyna kayak gitu? Apa Reyna jelek, atau ada seseuatu gitu di wajah Reyna.." Tanya Reyna.
"Oh iya, ya. Bunda juga tidak tau sayang, mungkin kak Triss terpesona dengan kecantikan kamu kali, makannya kak Triss lihatiin kamu kaya begitu." jawab Riana asal.
"Emang Reyna beneran cantik ya bunda ."Tanya Reyna dengan senyum malu.
"Sangat-sangat cantik.. Anak bunda tidak hanya cantik, tapi pintar juga.." jawab Riana.
"Jelas dong, aku kan begini juga karena menuruni kecantikan bunda dan kepintaran bunda."sahut Reyna sombong.
"Anak pintar.."
"Kamu mau kemana sayang.." Tanya Riana.
__ADS_1
"Ssstttt, bunda jangan berisik, aku ngagetin kak Triss.." Jawab Reyna pelan.
Riana geleng-geleng kepala di buatnya..
1
2
Pada hitungan ke tiga, Reyna langsung berteriak tepat di telinga Trisstan.
"Kak Triiiiiissss..." Teriak Reyna kencang. Mendengar suara teriakan itu, kesadaran Triistan langsung kembali ke raganya.
"Aku mencintaimu Riana.." Ucap Trisstan refelks.
"Mencintai bunda? Kak Triss mencintai bunda Reyna ya.." Tanya Reyna.
"Hah.." Trisstan tidak sadar dengan ucapannya sendiri. Namun 1 menit kemudian, Trisstan menepuk jidatnya sendiri begitu teringat dengan ucapannya barusan..
Sejurus kemudian, Trisstan mencari keberadaan Nona'nya. Namun ia tidak mendapati Riana di sana, di sana hanya ada Reyna yang tengah menatapnya dengan bingung.
Huffftt,, "Trisstan bernafas lega.
Ya, Riana sudah pergi sebelum Reyna mengejutkan Sekretarisnya. Riana pergi karena mendapati Om Mike menghubungi ponselnya, Dan tentunya Riana tidak mendengar ucapan Trisstan langsung, mungkin kalau Riana masih di sana, pasti ia juga akan terkejut mendengar penuturan jujur dari Sekretarisnya.
"Jawab kak, kak Triss suka ya sama bunda Riana.." Tanya Reyna penasaran.
Namun kelegaan Trisstan tidak sampai di sana, masih ada Reyna dan ia harus menemukan jawabban yang tepat untuk menjelaskan pada Nona kecil itu.
"Suka sama bunda Riana? Kapan kak Triss bilang seperti itu?." Tanya Trisstan, lebih baik pura-pura tidak tahu dari pada harus menjelaskan yang sebenarnya.
"Barusan.. Katanya kak Triss mencintai Riana. Riana kan bunda aku, berarti kak Triss mencintai bunda Reyna dong.." Jawab Reyna.
"Perasaan kak Triss bilanya menyukai Reyna karena hari ini Reyna sangat cantik. Bukan menyukai bunda Reyna.." Ujar Trisstan.
'Maafkan kak Triss karena harus membohongimu sayang.."batin Trisstan.
"Masa sih kak Triss bilang kaya gitu?Jelas-jelas tadi aku denger.." Ucap Reyna terhenti begitu Trisstan memotongnya cepat.
"Denger apa humm? Kamu salah dengar Nona cantik.." sahut Trisstan mengacak-acak poni Reyna, guna mengalihkan topik pembicaraannya.
"Kak Trisstaaannn..." Reyna teriak mendapati poni kesayangannya sudah amburadul karena ulah Sekretaris bunda'nya.
"Kenapa Cantik.." Tanya Trisstan polos.
"Malah pake nanya lagi. Karena ulah kak Triss, poniku jadi berantakan kan.." Jawab Reyna cemberut.
"Maaf sayang, kakak tidak sengaja. Sini kak Triss bantu rapiin lagi..
"Gak mau, pasti kak Triss mau rusakin poni Reyna lagi.." Tolaknya.
"Reyna bakal aduin ini sama bunda, biar kak Triss di marahi bunda.." lanjutnya pergi dan mencari keberadaan bunda'nya.
'Maaffin kak Triss'mu ini ya cantik..'batin Trisstan.
__ADS_1
Bersambung..