Riana'S Household Story (Cerita Rumah Tangga Riana)

Riana'S Household Story (Cerita Rumah Tangga Riana)
Part 47


__ADS_3

"Assalamualaikummm.."Ucap Riana setelah memasuki kediaman barunya.


'Ternyata benar, kalau mereka memeluk agama yang sama dengan istrinya Juan. Sudahlah, tidak apa-apa. Agama apa saja, yang penting pertanggung jawabannya."batin Tuan Allex.


"Waalaikum salam. Undaa.." teriak Reyna berlari mendekati bundanya.


"Jangan lari-lari sayang, nanti kamu jatuh.." tegur Tuan Allex.


"Nakal banget ya anak bunda ini. Sini bunda hukum.."Riana menghukum Reyna dengan cara menggelitiki perut anaknya.


"Ha ha ha ha, Pun unda. Eyna janji tak akan lali-lali lagi.."ucap Reyna sambil tertawa selepas-lepasnya.


"Bener ya.? Kalau Reyna bohong, nanti bunda gelitiki lagi perutnya.. " Ujar Riana menghentikan tangannya..


"Iya Unda, Eyna janji " jawab Reyna dengan suara khasnya.


"Anak pintar, yang nurut ya sama bunda.."Tuan Allex mengusap kepala cicitnya dengan lembut.


"Riana, kakek ke kamar dulu ya. Kakek mau menghubungi seseorang.." lanjutnya.


"Iya kek.." jawab Riana tersenyum.


"Reyna, bunda punya kejutan untuk kamu.." ucap Riana setelah kepergian Tuan Allex.


"Kedutan? Kedutan apa Unda.." tanya Reyna dengan kepala di miringkan ke kanan.


"Silahkan masuk.." Ucap Riana pada seseorang yang tengah berdiri di balik pintu depan.


"Assalamualaikum cucuku.." ucap pak Ridwan tersenyum manis.


Biasanya Reyna saat bertemu dengan kakeknya itu, ia akan loncat-loncat kegirangan dan langsung memeluknya. Namun kali ini sangat berbeda, wajahnya datar tanpa berekspresi.


Entah apa yang Reyna pikirkan tentang pria paruh baya di depannya, Riana tidak tahu. Bahkan bundanya sendiri sangat bingung dengan perubahan sang anak.


Tidak hanya Riana, pak Ridwan'pun berfikiran sama dengan cucunya.


"Reyha, kakek ngucapin salam sayang. Kenapa kamu diam saja.." tegur Riana.


"Waalaikum salam." jawab Reyna datar.


"Reyna sini nak, kakek ingin memelukmu.." Sahut pak Ridwan menyatukan dengkulnya dengan lantai.


"Dak mau.." Jawaban Reyna membuat Riana dan pak Ridwan bertambah kebinguan. Kini Reyna bersembunyi di belakang tubuh bundanya.


'Ada apa dengan anak ini? Kenapa sikafnya berubah dingin dan datar seperti ini.? Tidak biasanya Reyna seperti ini..:batin Riana.


"Loh kenapa sayang? Kita sudah lama tidak bertemu, emang Reyna gak kangen sama kakek.." tanya Pak Ridwan lembut.


"Dak.." jawabnya singkat.

__ADS_1


"Wahh, ada tamu rupanya. Tapi kenapa duduk lantai pak.." tanya Nyonya Maya bingung.


Melihat nenek dari mantan menantunya, pak Ridwan perlahan bangun dan menyapanya dengan sopan.


"Selamat siang Nyonya. Perkenalkan saya Ridwan, kakeknya Reyna.."Ucap Pak Ridwan.


"Oh, ini kakek kamu nak. Ayo masuk ke dalam pak Ridwan..." ajak Nyonya Maya.


"Bik, tolong buatkan minuaman dan cemilan untuk tamu kita.."lanjutnya


"Tidak perlu Nyonya, saya hanya sebentar kok. Saya kesini cuma ingin menemui Reyna, sebelum kalian membawanya pergi ke Jerman.." tolak Pak Ridwan halus.


"Ah begitu rupanya. Tapi duduk dulu pak, gak enak kalau berdiri seperti ini.." ucap Nyonya Maya.


"Terima kasih.. Ayo Reyna, kakek gendong kamu.."ujar pak Ridwan mendekati cucunya, namun cucunya malah berlari dan bersembunyi di balik tubuh Nyonya Maya.


"Reyna sayang, kenapa kamu gitu? Ini kakek kamu loh nak. Masa kamu luppa.." tegur Riana.


Reyna dia seribu bahasa.


"Sudah Rian, bapak tidak apa-apa kok." sahut Pak Ridwan tersenyum, namun ada rasa sakit di hatinya setelah melihat sikap dingin yang cucunya tunjukan kepadanya.


"Reyna kenapa.."Tanya Nyonya Maya berjongkok di depan cicitnya.


Sedangkan yang lain mendudukan bokongnya di sofa ruang tamu.


"Eyna dak apa-apa nek,. Eyna dak pengen temu kakek aja.." jawab Reyna..


Apa katanya? Reyna tidak ingin bertemu dengan kakeknya? Bagaimana bisa?Bukankah Reyna yang selalu ingin bertemu dengannya? Kenapa dengan Reyna? ,pikir pak Ridwan bertanya-tanya.


"Kenapa sayang. " tanya Riana lembut.


Reyna malah menggelengkan kepalanya.


'Ya Tuhan, ada apa dengan anakku? Kenapa bisa jadi seperti ini.."Riana benar- benar di buat bingung.


"Reyna, cerita sama bunda. Kenapa Reyna tidak ingin bertemu dengan kakek, heumm.."Tanya Riana mendudukan sang putri di pahanya.


Tetap saja Reyna bungkam, ia malah menatap pak Ridwan tanpa berkedip..


"Reyna, apa kakek ada salah sama kamu? Kalau iya, tolong maafkan kakek sayang. " sahut pak Ridwan lembut.


"Eyna tidak bisa maafkan kakek..", jawab Reyna..


"Kenapa nak?Memangnya kakek kamu ada salah apa sama kamu.." sahut Nyonya Maya.


"Jelask,an sama kakek sayang, biar kakek tahu kesalahan kakek di mana.." tambah Pak Ridwan.


"Selama Eyna sakit, kakek di mana? Saat Eyna telbaling lemah di umah sakit, kenapa kakek tak menjenguk Eyna? Saat Eyna membutuhkan dayah, kalian di mana? Kakek sama nenek di mana saat itu? Ayah juga di mana.? Kenapa kalian sepelti ini sama Eyna? Apa salah Eyna kek? hiks hiks hiks.."jawab Reyna menangis dalam pelukan bundanya.

__ADS_1


Deg....


Deg...


Jantung pak Ridwan seakan berhenti setelah mendengar unek-unek cucunyaa. Namun di sini pak Ridwan terlihat bingung dengan kata-kata yang cucunya. Pasalnya ia tidak tahu dengan ucapan Reyna.


Sedangkan Riana membulatkan mata mendengarnya. Dari mana Reyna tahu semua itu? Bahkan Riana tak menceritakan sedikitpun tentang kondisi Reyha saat itu?..


"Seandainya tidak ada kakek dali Unda, pasti Eyna saat ini Eyna sudah ikut sama kakek Juan. Hiks hiks, kalian jahat.." lanjut Reyna.


Degg..


"Apaaa..." pak Ridwan terkejut.


"Cup-cup-cup sayang. sudah ya jangan nangis lagi, mending Reyna ikut sama nenek yuk ke kamar. Kita main-main sama kakek.." sahut Nyonya Maya menenangkan cucunya.


Sungguh sakit melihat cicitnya seperti ini.


"Reyna ikut dulu sama nenek ya, nanti bunda nyusul.." tambah Riana.


"Ya unda.." jawab Reyna dengaan suara serak.


Akhirnya Reyna pergi bersama Nyonya Maya , meningalkan Riana dan Pak Ridwan yang penuh kebingungan.


"Sebenarnya apa yang terjadi sama Reyna, Rian? Kenapa dia bilang rumah sakit, butuh darah dan apa..Bapak tidak mengerti, tolong jelaskan semuanya sama bapak." tanya pak Ridwan.


"Apa mas Andre tidak menceritakan pada bapak.." tanya Riana.


"Tidak, anak itu tidak menceritakan apa-apa sama bapak. Memangnya cerita apa nak.??" tanya pak Ridwan penasaran.


"Ibu.." tanya balik Riana.


"Tidak Rian. Tolong beritahu bapak sekarang.."ucapnya mulai tidak tenang.


Perlahan tapi pasti, Riana menceritakan semua yang terjadi pada anaknya saat dulu membutuhkan pendonor darah yang langka. Semua tentang Reyna , Riana ceritakan semuanya tanpa ada yang di tutup-tutupi sedikitpun.


Pak Ridwan membelalakan mata setelah mendengar cerita dari mantan menantunya..


Pak Ridwan memegangi dadanya yang terasa sakit. Karena ia mempunyai penyakit riwayat jantung.


"Bapak, kenapa pak.." Tanya Riana terkejut.


"Hanya sakit sedikit sayang.." Jawab pak Ridwan menahan sakit di bagian dadanya.


"Bik, tolong ambilkan air putih.." perintah Riana cemas.


"Minum dulu pak. Apa bapak bawa obat.."


"Tidak nak..

__ADS_1


"Tidak perlu minum obat, sebentar lagi juga mendingan..


Bersambung..


__ADS_2