Riana'S Household Story (Cerita Rumah Tangga Riana)

Riana'S Household Story (Cerita Rumah Tangga Riana)
Part 21


__ADS_3

"Apa kau lupa mas, kalau rumah yang kalian tinggali ini adalah rumahku.." ucap Riana tegas.


'Apa,,Apa benar yang di katakan wanita itu, tak mungkin." batin Riska terkejut.


"Aku memang tidak menyukai istri barumu itu mas, tapi aku juga tidak mungkin menuduh orang dengan sembarangan tanpa bukti.." lanjut Riana emosi.


"Mana buktinya.." tanya Andre.


Sedangkan Riska, wanita itu berkeringat dingin di sekujur tubuhnya dengan hati was-was.


'Mana mungkin wanita sial ini punya bukti, jelas-jelas saat gue melakukannya tidak ada orang yang melihat. Paling ini cuma akal-akallan wanita itu.."batinya menenangkan dirinya sendiri.


"Piring itu.." jawab Riana menunjuk piring bekas makan Riska.


"Kenapa memang dengan piring itu mbak.." sahut Riska pura-pura bingung.


"Bukankah piring kotor itu bekas makanmu.." tanya Riana balik.


'Mampus, kenapa gue ceroboh sih..'batin Riska, namanya juga orang licik ya gampang sembunyikan ketakutannya dengn wajah tenang.


"Ya ampun mbak, apa dengan piring kotor itu mbak menuduhku seperti ini, tega sekali kamu mbak.." ucap Riska menutup mulut dan mengeluarkan air mata buayanya.


Plaaakk....


Tamparan keras mendarat di pipi mulus Riana dari tangan Andre, suaminya.


Riska melihat itu senang bukan main karna suaminya menampar kakak madunya itu dengan keras.


Sedangkan orang yang tersakiti di sana terhuyung ke belakang karna tamparan itu sangat keras hingga menimbulkan bekas tangan di pipi putih Riana.


Riana menyeka darah yang ke luar dari bibirnya.


"Apa kau puas mas sudah menyakiti istri yang tidak bersalah ini.." tanya Riana menatap tajam Andre.


"Dan kau ,Apa kau senang Riska karna mas Andre membela dan menamparku.." tanya Riana tersenyum remeh.


"Mbak ngomong apa.." tangisnya pecah.


"Kau..." geram Andre hendak menampar pipi Riana lagi.


"Apa, mau tampar lagi? Tampar mas, silahkan tampar wajahku ini sesuka hatiku sebelum aku pergi dari kehidupanmu untuk selamanya.." bentak Riana.


Deeg..

__ADS_1


Mata Andre membelalak mendengar panuturan Riana. Terasa ada yang menghimpit dada dengan batu besar hingga membuat Andre susah untuk bernafas. Andre tidak rela berpisah dengan istri pertamanya itu, entah kenapa perasaan itu muncul lagi setelah sekian lama menghilang bersamaan dengan ke lahiran putri kecilnya. Dengan berjalannya waktu membuatnya kembali mencintai dan menyayangi istri serta anaknya yang dulu ia acuhkan selama ini.


"Bukankah itu yang kau inginkan ADIK MADUKU.."ucap Riana.


"Tidak mbak. Mbak Riana jangan bicara seperti itu, ini semua salahku. Maafkan aku karna sudah masuk di keluarga mbak Riana, biar aku saja yang mundur dari pernikahan ini.."ucap Riska menangis sesegukan, berbeda dengan lubuk hatinya paling dalam yang sedang berbungah mendengar kakak madunya bahwa ia akan pergi dari kehidupan suaminya untuk selama-lamanya.


"Saya tidak akan menceraikan kalian berdua apapun keadaannya.."ujar Andre tegas.


'Sial...'batin Riska.


"Terserah.... Apa kalian masih penasaran dengan bukti selanjutnya.."tanya Riana.


"Sudahlah Riana jangan memperpanjang masalah itu lagi, Lupakan saja mas sudah memaafkanmu.."jawab Andre.


"Memaafkan.? Ckk mas pikir aku salah gitu. Hahaha.. Cantik kau mau bilang sendiri apa kakak madumu ini yang menunjukan buktinya..", tanya Riana tersenyum sinis.


"A-pa maksud mbak.." tanya Riska balik pura-pura tidak mengerti.


Ting Tong..


Bunyi bell, tanda ada tamu di luar. Mungkin itu pesanan Riana.


"Berhubung pesanan makananku sudah datang. Kita persingkat waktu, aku sudah kirim buktinya ke ponselmu mas. Lihat lah dengan mata kepala mu sendiri, siap yang salah dan siapa yang benar di sini.."ujar Riana melangkah pergi ke pintu depan dari hadapan suami serta gundiknya itu.


"Mas..." Teriak Riska.


Andre sengaja mengacuhkan panggilan dari Riska karena ia sangat penasaran dengan bukti yang sudah Riana kirim pada ponselnya.


'Sebenarnya bukti apa yang wanita itu kirimkan, terserahlah aku gak perduli. Palingan cuma hanya menggertakku saja dan mas Andre akan memarahinya lagi habis-habisan karna merasa di permainkan.. Hahahah.. Riana Riana kau tidak akan bisa melawanku..'Batin Riska duduk manis di sofa ruang tamu rumah itu. Ia akan menunggu pertunjukan selanjutnya.


"Mbak bawa apa.."tanya Riska melihat kakak madunya membawa beberapa kotak putih berlogo Sallex Resto. Riska tau barang apa saja dari nama tersebut harganya sangat fantastis.


"Makanan.." jawab Riana tanpa menoleh.


'Makanan dia bilang, jadi wanita itu diam-diam memesan makanan. Harga makanan dari restoran Sallex Resto'kan pada mahal-mahal aku saja pikir dua kali kalau mau makan di tempat itu. Berarti mas Andre menjatah wanita itu dengan nominal tinggi dong. Sialan, aku akan mengambil hakku kembali dari kamu wanita sial..'batin Riska.


Karna aroma makanan yang di bawa Riana itu sangat wangi di indra penciuman ibu hamil , membuat Riska mengikuti langkah Riana dan ingin mencicipi makanan super mahal itu.


"Wah kayany..." ucap Riska terpotong saat mendengar teriakan dari suaminya.


"Riskaaa....." Teriak Andre sangat emosi melihat kelakuan istri barunya itu.


Riska terkejut saat Andre meneriaki namanya dengan kencang.

__ADS_1


Sedangkan Riana terlihat santai masih sibuk menghidangakan makanan yang ia pesan untuknya dan Reyna.


"Ada apa mas.." tanya Riska berakting sedih.


Plaaakk...


Tamparan keras itu tertuju pada pipi Riska yang tebal karna make up menornya.


Riska memegang pipi yang terasa sangat panas dan perih , bahkan tangan Andrepun panas setelah menampar pipi istri mudanya karena terlalu keras.


Riana membelalakan mata melihat aksi suami terhadap gundiknya itu, Riana tak menyangka kalau Andre akan menampar istri mudanya itu sama seperti dirinya barusan.


"Ke-enapa mas tampar aku?.." tanya Riska meneteskan air mata beneran.


"Apa maksud dari semua ini hahhh..." ujar Andre memperlihatkan video kiriman dari istri pertamanya.


Riska menutup mulutnya dengan kedua tangan, melihat aksi dirinya saat makan dengan buru-buru serta saat dirinya menaruhkan beberapa rambut yang ia cabut dari kepalanya sendiri dan mencampurkan rambut itu dengan beberapa makanan yang sudah Riana masak.


"JAWAAAB.." lanjut Andre berteriak.


"Kalau kalian ingin bertengkar, bertengkarlah di kamar karena aku dan Reyna akan makan di sini.." sahut Riana membuang makanan yang sudah di bumbui rambut oleh Riska.


"Riana, mas minta maaf.." ucap Andre menyesal.


"Pergilah..." ucapnya penuh penegasan lalu menghampiri anaknya di kamar.


"Mas ini tidak seperti yang kamu bayangkan.."ucap Riska memegang tangan Andre, tapi Andre menepisnya dengan kasar.


Andre tak percaya bahwa wanita yang ia bela mati-matian dengan gampangnya menurunkan harga diri di depan istri pertamanya. Bahkan Andre dengan tega menampar Riana hanya karna membela Riska, istri mudanya.


"Sini kamu.." ucap Andre menarik tangan Riska masuk ke kamar.


"Mass tanganku sakit.." rintihnya karna Andre mencengkram tangannya dengan sangat erat.


Andre tak memperdulikan rintihan Riska yang kesakitan karna ulahnya.


"Lebih sakitan mana saat kau menuduh istriku haah.."tanya Andre..


Braak...


Andre menutup pintu dengan kencang hingga menimbulkan suara yang keras.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2