
"Kamu sudah siap sayang.."Tanya Tuan Allex setelah mereka menyelesaikan sarapan bersama.
"Hhuufftt, Insya Allah aku siap kek.."Jawab Riana menghela nafas panjang.
'Inya Allah? Kata-kata apa itu? Sebenarnya agama apa yang di peluk cucuku." batin Tuan Allex ingin bertanya, namun waktunya tidak memungkinkan untuk bertanya.
'Apa Riana memeluk Agama yang sama dengan bundanya.'batin Nyonya Maya.
"Sayang, bunda pergi dulu ya, hanya sebentar kok. Kalau urusan bunda sudah selesai, bunda janji akan segera kembali.."Ucap Riana berpamitan pada anaknya..
"Ya unda, cepat kembali ya.." jawab Reyna tersenyum manis.
"Iya cantik." jawab Riana gemes.
"Nenek , mbak Nila aku titip Reyna ya. Kalau Reyna menangis, tolong segera hubungi aku. " lanjutnya.
"Kamu tidak usah khawatir sayang, Reyna akan aman bersama kami." jawab Nyonya Maya.
"Reyna anak cantik, pintar lagi. Jadi tidak mungkin kalau Reyna nangis. Iya kan sayang.." tanya Nila.
"Iya dong cus.." jawabnya.
"Ya sudah, kami pergi dulu. Tolong do'akan semua masalahnya cepat selesai." sahut Tuan Allex.
"By by sayang. bunda pergi, Assalamualaikumm."Ucap Riana.
"Waalaikum salam." jawab Reyna beserta babby sitternya.
'Tidak salah lagi, pasti Riana dan Reyna memeluk Agama Islam." batin Tuan Allex begitupun sama dengan istrinya. Mereka benar-benar satu fikiran.
Riana enggan membawa anaknya ke pengadilan Agama karena ia takut kalau Reyna akan menanyakan keberadaan ayahnya yang sudah beberapa hari ini di lupakannya.
Semenjak pulang dari rumah sakit seminggu yang lalu, Reyna tidak pernah lagi menanyakan tentang ayahnya. Pokoknya yang bersangkutan denngan Andre, Reyna sudah tidak lagi mengingatnya. Entah kenapa bisa seperti itu, yang jelas Riana sendiri tidak tahu jelas alasannya.
Apa mungkin Reyna trauma dengan perlakuan kasar yang selama ini ia dapatkan dari Andre.?Apa mungkin ada hal lain yang membuat Reyna melupakan Andre begitu saja? Selalu pertanyaan itu yang Riana pikirkan.
Namun Riana sama sekali tidak keberatan dengan itu semua, toh ini menurutnya sangat baik untuk anaknya.
Dan ini yang pertama kali baginya bepergian tanpa membawa Reyna yang selalu hadir di sampingnya.
Semoga saja anak itu tidak menangis, pikir Riana.
"Mana perempuan itu? Apa dia belum datang? Padahal kan sebentar lagi mau di mulai." Ucap Andre mencari mantan istrinya ke sana ke mari, namun tidak ada.
__ADS_1
"Jangan-jangan dia mangkir lagi mas.." tambaah Riska.
"Tidak, dia tidak boleh mangkir dari persidangan ini. Bagaimana aku mendapatkan hak asuh anak kalau perempuan itu tidak hadir." Ujar Andre kesal.
"Mas tenang dulu, kali aja Mbak Riana masih di jalan menuju kemari ." ucap Riska menenangkan.
"Mas harap seperti itu Ris.." Ujar Andre.
'Kalau kau tidak hadir, maka terpaksa aku harus menjemput Reyna ke kediaman Tuan Salllex.'batin Andre.
Tak lama kemudian, mobil Alphard berwarna putih keluaran terbaru berhenti tepat di depan Andre dan istri barunya.
"Mas Andre, aku pengen beli mobil ini.." Ucap Riska bergelayut manja.
"Kamu ada uang untuk membelinya.." tanya Andre.
"Gak ada.." Jawab Riska.
"Mau beli pake apa dong kalau kamunya gak punya uang.. "Tanya Andre, ingin sekali ia marah. bagaimana tidak, Lagi kesel-keselnya pada Riana, eh si Riska malah minta yang aneh-aneh, namun Andre tahan karena ini di tempat umum. Bisa-bisa ia di usut gara-gara marahin istrinya di depan kantor pengadilan Agama.
Andre menggelengkan kepala jika itu terjadi, mau taro di mana muka gue.,pikirnya.
"Ya kamu beliin dong mas.." Jawah Riska.
'Gak peka banget sih jadi laki.'batin Riska.
"Ya kredit kan bisa mas,? Mau yah.." Ujar Riska dengan raut wajah di ubah seimut mungkin.
Kekesalan Andre langsung sirna setelah melihay wajah istrinya yang terlihat lucu dan menggemaskan di matanya.
"Nanti kita fikirkan lagi yah. Mas pengen beresin ini dulu.." jawab Andre tersenyum manis..
'Yeess, akhirnya Mas Andre mau ambil mobil itu. Tak apa walau kredit pun, yang penting gue bisa pamer ke temen kantor dan lebih penting gue bisa memanas-manasi perempuan itu 'batin Riska tersenyum sinis.
"Tapi siapa yang mempunyai mobil ini? Kok gak keluar-keluar.." tanyya Riska.
"Tidak tahu sayang. yang jelas sepertinya orang kaya." jawab Andre tidak lepas memandangi mobil mewah di depannya.
Dari dalam mobil sana, perempuan cantik menggempalkan tangannya melihat kemesraan mantan suami dan mantan adik iparnya yang tengah mengumbar kemesraan di depan umum..
'Di sini kau bisa mesra-mesraan dengan istri barumu mas, sedangkan anakmu di sana membutuhkan kehadiranmu. Hufftt, Baiklah Riana kau harus kuat. Ingat, demi Reyna..'batin Riana menguatkan diri sendiri.
"Bukankah itu mereka." tanya Tuan Allex
__ADS_1
"Ya kek, itu meraka." jawab Riana memalingkan wajahnya ke arah lain.
"Tunggu apa lagi? Ayo kita ke luar, mari kita buktikan pada mereka kalau kamu bukan perempuan yang lemah ." sahut Tuan Allex.
"Tuan, Nona. Waktunya kita memasuki pengadilan Agama karena sebentar lagi sidangnya akan di mulai.." sahut pengacara yang bernama Tuan De Luca menggunakan bahasa English.
"Baik Tuan.."Ujar Riana.
'Ya Allah, maafkan aku karena tidak bisa menyelamatkan pernikahanku dengan mas Andre. Aku tahu Engkau sangat membenci yang namanya perceraian. Tapi aku tidak bisa apa-apa selain memilih untuk ke jalur ini. Semoga Engkau memaafkan aku dan memperlancarkan perceraian kami dengan baik, amin.."batin Riana sebelum ke luar dari mobil.
"Bissmillah.."ucapnya pelan.
"Kakek yakin kamu kuat sayang ." sahut Tuan Allex mengusap punggung cucunya.
"Tentu, karena aku cucu kakekk."jawab Riana, lalu setelah itu pintu mobil langsung di buka secara otomatis oleh sang supir.
Andre membelalakan mata melihat seorang wanita yang baru ke luar dari mobil Alphard.
'Itukan perempuan sialan itu. Bagaimana bisa dia menggunakan mobil mewah ini dengan tampilan...Ah tidak, dia tidak cantik lebih cantikan gue."batin Riska menggempalkan tangan melihat penampilan mantan kakak madunya yang terlihat memukau.
'Apa itu Riana."batin Andre beberapa kali mengucek mata, ia pikir itu adalah mimpi namun ternyata tidak. Karena perempuan yang berdiri di depannya itu adalah mantan istrinya.
Bukan berdiri di hadapan Andre, lebih tepatnya berdiri sambil melewatinya begitu saja.
'Ya, dia memang Riana."batin Andre terus memandangi punggung Riana yang sudah menjauh darinya.
"Cantik ya mass.." Ucapan Riska berhasil membuat Andre memalingkan wajahnya..
"Tentu tidak, lebih cantikan juga kamu sayang." jawab Andre.
"Cuma penampilannya saja yang berbeda, tapi wajahnya tetap sama. Tidak secantik dan semulus wajah kamu." lanjut Andre.
"Mas bisa saja...
"Tapi kenapa Mbak Riana bisa berpenampilan seperti dengan tampilan yang berbeda? Pake mobil mewah lagi.." tanya Riska.
"Kamu gak lihat laki-laki paruh baya itu? Itu pasti karena bantuan Tuan Allex dan Nyonya Maya yang mengubah penampilan pembantunya itu." jawab Andre..
"Iya juga ya mas, tapi itu yang sebelahnya lagi bukannya pengacara terkenal yang dari Italia.." Tanya Riska.
Deegg...
"Pengacara De Luca."Andre terkejut bukan main setelah melihat pengacara yang di samping mantan istrinya bukan pengacara biasa-biasa.
__ADS_1
'Bisa mati aku hari ini.." batin Andre.
Bersambung..