
"Suster bagaimana keadaan anak saya.."tanya Riana, setelah suster ke luar dari ruang UGD.
"Pasien kekurangan banyak darah, nona. Dan kebetulan stok darah golongan AB- di rumah sakit ini tidak tersedia karena golongan darah tersebut sangat langka dan susah di dapatkan.
Apa di keluarga anda ada yang punya golongan darah tersebut nona?" tanya suster.
"Say-a tidak tahu sus. Tolong tes golongan darah saya siapa tau cocok.." ucap Riana terbata.
"Baik nona, silahkan ikut saya.." ucapnya melangkah ke ruangan pemeriksaan.
'Ya Allah, semoga darahku dan Reyna cocok..' batin Riana penuh harap.
"Maaf nona, golongan darah anda A. Sedangkan yang pasien butuhkan AB-.
Apakah pasien punya orang tua lengkap nona..? " tanya suster hati-hati.
Deg....
"Ad-a sus,, biar saya tanya dulu.." jawab Rianna terbata.
"Kalau bisa secepatnya nona, karena pasien sangat lemah saat ini.."
"Ba-aik sus.."
Tanpa basa-basi, Riana segera merogoh ponselnya.
'Mas angkat dong..'batin Riana gelisah.
1 panggilan tidak di angkat, 2 panggilan tidak di angkat juga, sampai ke 5 kali akhirnya di angkat juga.
"Ngapain sih kamu hubungi saya terus hah, kaya gak ada kerjaan saja.." bentak Andre di sebrang sana.
"Ma-as, tolong ke rumah sakit sekarang.." titah Riana.
"Ngapain saya ke rumah sakit, gak ada ya saya lagi sibuk.." jawabnya ketus.
"Mas, Reyna sedang membutuhkan darah banyak. Sedangkan golongan darah aku tidak cocok dengan darahnya. Siapa tahu golongan darahmu cocok sama Reyna mas..." Mohon Riana.
"Gak bisa, saya lagi sibuk ngurusin Riska. Gara-gara ulah kamu istri saya kesakitan dan harus istirahat total.." tolaknya.
"Mas, aku mohon.." ujar Riana menangis.
"Mas perutku sakit lagi.." rengek Riska di sebrang sana.
"Kamu dengerkan Riska ngomong apa? Mungkin itu karma buat kamu karna sudah mencelakai istri saya, silahkan kau urus Reyna dan tanggung sendiri akibatnya Riana.." ucap Andre memutuskan sambungan secara sepihak.
'Tega kamu mas bicara seperti itu sama anak mu sendiri. Aku tak menyangka kau mementingkan perempuan itu di banding dengan anakmu sendiri..'batin Riana.
'Ya Allah, aku harus gimana.."lanjutnya.
Riana melangkahkan kaki untuk kembali ke ruangan anaknya.
"Dokter bagaimana keadaan anak saya.." tanya Riana berpapasan dengan dokter.
__ADS_1
"Luka di kaki pasien sudah kami jahit nona. Namun Keadaan pasien saat ini sangat lemah dan membutuhkan darah banyak. Apa anda sudah mendapatkan pendonor darah golongan AB-.?" tanya Dokter.
"Belum.." jawab Riana menunduk.
"Nona, pasien harus segera mendapatkan darah tersebut. Kalau kita lebih lama lagi membiarkan pasien dengan keadaan seperti ini maka akan membahayakan nyawanya.." lanjut dokter
Degg...
Riana tertegun mendengar ucapan dokter soal ke adaan anaknya.
"Sa-aya akan mendapatkannya segera dok. Apa dokter bisa menjaga anak saya, saya akan menyusul suami saya dulu.." mohonnya.
"Dengan senang hati nona.." ucap Dokter
"Terima kasih.." setelah mengucapkan itu, Riana berlari dengan derai air mata membasahi pipi putih.
"Kasihan sekali ibu itu, semoga Allah mempermudahkan masalahnya.." ujar dokter paruh baya itu pelan.
*****************
"Bagaimana Han.." tanya Raymond masih sibuk dengan berkas-berkas rumah sakit.
"Menurut keterangan medis, anak nona itu kekurangan banyak darah tuan.." jawab Han setelah mendapatkan informasi.
"Apa sudah melakukan Transfusi Darah." tanya Raymond
"Belum tuan.." jawab Han.
Braaakk...
"Bukan seperti itu tuan,.."Ucap Han belum selesai.
"Lalu seperti apa, hah.." Raymond menyela ucapan Han.
"Tuan, golongan darah yang di miliki nona kecil itu sangat langka.." jelas Han.
"Maksudnya, golongan darah gadis kecil itu tidak ada di rumah sakit ini, begitu maksud kau Han.." tanya Raymond memastikan. Bagaimana mungkin rumah sakitnya tidak memiliki stok darah golongan seperti gadis kecil, pikir Raymond.
"Benar tuan.." jawab Han.
" Memangnya apa golongan darah yang di miliki gadis kesil itu..." tanya Raymond penasaran.
"AB- tuan. Karena jenis golongan darah ini paling langka, hanya di miliki 0,36 persen orang di seluruh dunia.." jawab Han detail.
' Bagaimana bisa gadis kecil tersebut memiliki jenis golongan darah paling langka di dunia.?'batin Raymond bertanya-tanya.
"Apa kita harus membantunya tuan.." tanya Han ragu.
"Ya, kita harus mencari pendonor untuk gadis kecil itu." jawab Raymond, entah mengapa ia peduli sekali dengan anak itu.
'Benar dugaanku..'batin Han.
"Dugaan apa yang kau maksud." tanya Raymond.
__ADS_1
"Tid-dak tuan.." jawab Han terbata, ia lupa bahwa tuannya bisa baca pikiran orang lain.
"Tunggu apa lagi? Cepat kau tes semua anak buah kita satu persatu, bila perlu kau suruh mereka mencari jenis golongan darah tersebut di seluruh dunia.." titahnya tegas.
"Baik tuan, saya permisi.." ucap Han undur diri.
"Heemm.."dehemnya singkat.
Selepas kepergian sekertaris Han, Raymond ke luar dari ruangannya untuk melihat langsung pasien yang mempunyai jenis golongan darah langka itu.
"Tu-uan.." ucap Dokter yang menangani Reyna terkejut.
"Bagaimana keadaannya.." tanya Raymond tatapannya tertuju pada gadis kecil yang terbaring lemah.
"Keadaannya masih lemah tuan, pasien tersebut membutuhkan banyak darah dari jenis golongan darah AB- sedangkan di rumah sakit ini tidak tersedia. Kami sedang menunggu pihak keluarga pasien tuan muda.." jawab dokter itu.
"Apa keluarganya belum ada yang kemari.." tanya Raymond marah.
"Hanya ibu dari pasien ini tuan. Tapi ibu itu sudah pulang, dia menitipkan pasien ini kepada saya karena ibu itu bilang ia kan menjemput suaminya di rumah.." jawabnya jujur.
"Menjemput suaminya.." tanya Reyhan mengulangi.
"Benar tuan." jawab Dokter.
'Laki-laki macam apa dia, anaknya di rumah sakit ia malah di rumah. Bukankah anak ini mengalami kecelakaannya di rumah mereka, tapi kenapa ayahnya tidak ikut..'batin Raymond bertanya-tanya.
"Baiklah, terus awasi pasien itu jangan sampai lengah.." perintah nya.
"Baik tuan.."ucap Dokter dengan sopan.
Setelah mengucapkan itu, Raymond kembali ke ruangannya.
"Han, cari tahu seluk beluk keluarga Andre Wijaya sekarang juga.." perintahnya menghubungi Han.
"Baik tuan.." jawab Han patuh, di sebrang sana.
'Sepertinya ada yang tidak beres dengan keluarga pasien itu' batin Raymond, melanjutkan pekerjaannya kembali.
Kediaman Anastasya.
Begitu Riana sampe ke rumahnya, ia buru-buru turun dari ojek online yang sudah ia pesan.
"Mas Andre.." panggil Riana berteriak.
"Mas.." panggilnya lagi, tapi tidak ada yang menyahut.
Mungkin ada di kamar gundiknya, pikir Riana.
"Ma-as.." Tenggorokan Riana terasa tercekat saat mendengar ******* dari bilik kamar Riska.
Air mata Riana berjatuhan seketika mendengar suara laknat itu di balik pintu. Hatinya sakit, perih, kecewa semua tercampur aduk.
Dengan sabar ia masih menunggu mereka menyelesaikan permainan, ia rela menunggu hanya demi membawa Andre ke rumah sakit. Karena Andre harapan satu-satunya untuk menyelamatkan putri kecil, Reyna.
__ADS_1
Bersambung...