
"Maafkan kami Nona Muda. Kami hanya takut terjadi sesuatu pada anda di dalam sana makannya kami mendatangi anda..." Ucap Jo, kepala penjaga..
"Terima kasih karena sudah mengkhawatirkanku, tapi lain kali saya tidak ingin kejadian ini terulang lagi.." Ujar Riana.
"Baik Nona, sekali lagi maafkan kami..
Dalam mobil sport hitam.
"Cantik sekali.." puji Han setelah melihat wanita yang di kawal 6 pria itu.
"Giliran yang cantik aja langsung semangat.." sahut Raymond.
"Tapi benar loh Ray, wanita itu sangat cantik sekali. Beda dengan wanita lainnya..Baru kali ini aku melihat wanita secantik itu, tapi wanita itu siapa? Dan kenapa ada di tempat seperti ini malam-malam begini.." Ucap Han bertanya-tanya.
"Kalau di lihat dari penampilannya, sepertinya mereka bukan orang biasa." Jawab Raymond, setelah mengetahui merk dua mobil mewah itu.
"Tapi, sepertinya aku pernah melihat wajah itu, tapi di mana ya.." Lanjut Raymond lupa.
"Kalau kau pernah lihat, pasti aku mengenalnya dong, secara kita pergi ke mana-mana selalu berdua.." sahut Han.
"Iya juga ya, mungkin itu hanya perasaanku saja.." Ujar Raymond.
"Lalu kita harus apa sekarang? Masa hanya lihatin mereka saja.."Tanya Han
"Lalu.."..
"Bagaimana kalau kita samperin mereka? Lalu kita kenalan dengan wanita cantik itu, bagaimana.."jawabnya..
Pleetakk...
Raymond langsung menyentil kening sekretarisnya itu..
"Aww shitt, kenapa kau malah menyentik kening Raymond? " Tanya Han meringgis kesakitan.
"Hanya ingin membetulkan otakmu yang tidak waras itu.." jawab Raymond.
"Segini otak encernya di bilang tidak waras, otak kau kali yang bermasalah..Aduhh, bagaimana kalau ini membekas? Pasti kadar ketampannku berkurang ini,.." Ucap Han bercermin di ponselnya.
"Cahaya apa itu.." Tanya Riana melihat cahaya di kegelapan.
Brakk.
"Kenapa kau menjatuhkan ponselku, Raymond Gevanno Molland.." Tanya Han kesal, lalu di ambilnya ponsel itu dan ternyata ponselnya rusak.
"Mereka melihat kita bego.." Jawab Raymond menundukan kepala.
"Di mana Nona.." Tanya Jo.
"Sepertinya di dalam mobil itu.." Jawab Riana ada sebuah mobil yang terparkir di sisi jalan.
__ADS_1
"Mobil? Perasaan waktu kita ke sini tidak ada mobil di sekitar sini. Apa jangan-jangan mobil itu mengikuti kita.." Ucap Jo.
"Mereka pasti penjahat yang ingin mencelakai Nona, kita harus memberi mereka pelajaran sebelum sesuatu terjadi pada Nona Muda.." Ucap teman Jo.
"Tidak perlu, lebih baik kita pulang saja sekarang.."Sahut Riana..
"Tapi Nona..
"Kalian tahu bukan kalau saya tidak suka dengan yang namanya perkelahian.? Lagi pula kita tidak tahu tujuan mereka berada di sini, jadi biarkan saja selagi pemilik mobil itu tidak menyerang kita..." Sahut Riana.
"Apa mereka kemari.." Tanya Han.
"Tidak, sepertinya mereka mau pergi.." Jawab Raymond.
'Kenapa wanita itu sepertinya tidak asing bagiku. Seperti pernah melihatnya, tapi di mana ya.."batin Raymond terus fokus pada wanita yang berdiri di bawah lampu pencahayaan minim.
"Cantik kan.." Tanya Han mengikuti arah mata Tuan'nya .
"Heemm., dia sangat cantik.."Jawab Raymond refleks .
"Wahh fenomena yang sangat langka, baru kali ini aku mendengar kau memuji seorang wanita Ray.." Ucap Han.
"Tidak, aku tidak memujinya. Mungkin kau salah dengar Han..
"Kenapa aku bisa berkata seperti itu sih,?Ck ck, sangat menyebalkan.. ",batin Raymond merutuki kebodahan diri sendiri.
"Ikuti mobil mereka Han.." Sahut Raymond begitu melihat mobil itu bergerak...
"Kenapa? Apa kau ingin berkenalan juga dengan wanita cantik yang memiliki body bak gitar Spanyol itu.." Tanya Han menggoda sahabatny.
"Cepat ." Sahut Raymond...
"Sabar Ray, sepertinya kau tidak sabaran sekali ingin berkenalan dengan wanita itu. Apa kau menyukainya.." Tanya Han.
"Jalan sekarang, atau kau akan ku turunkan di sini.."ancam Raymond.
"Ck ck,, selalu saja seperti itu.." ucap Han, lalu menancapkan gas setinggi mungkin karena mobil putih itu sudah melesat jauh.
"Nona, sepertinya mobil itu mengikuti mobil kita ." Ucap Jo melalui earpich.
"Biarkan saja. Toh mereka tidak berbuat apa-apa selain mengikimuti mobil kita. Pokoknya kalian jangan bertindak apa-apa selagi mereka tidak mencari gara-gara pada kita. " Jawab Riana.
"Kalian mengerti kan.." Lanjut Riana tegas...
"Tapi Nona, bagaimana kalau mereka tengah merencakan sesuatu untuk kita." Ucap Jo.
"Biarkan saja, pokoknya kalian tidak boleh menyerang pemilik mobil itu, titik.." Ucap Riana langsung memutuskan sambungan secara sepihak.
"Bagaimana? Apa kita boleh menghadang mobil itu.." Tanya teman Jo.
__ADS_1
"Nona Muda melarang kita untuk menyerang mobil itu.." Jawab Jo.
"Tapi ini tidak bisa biarkan, kita harus melakukan sesuatu untuk menghentikan mobil itu. " Ucapnya.
Tingg
"Siapa yang menghubungimu? Apa Nona.." Tanyanya.
"Bukan, Tuan Trisstan.." Jawab Jo.
"Hallo, selamat malam Tuan Trisstan.." Ucap Jo setelah mengangkat panggilan di layar ponselnya.
"Saya ada di tempat pemakaman, kalian ada di mana? Apa Nona Riana masih di dalam TPU ini.." Tanya Trisstan langsung ke intinya.
"Kami sudah meninggalkan TPU, Tuan. Dan sekarang kami berada di perjalanan menuju kediaman Nona,.." Jawab Jo.
"Syukurlah kalau Nona sudah pulang, kalau begitu terima ka..
"Jangan di tutup dulu Tuan.." Sahut Jo sebelum Tristan memutuskan sambungan.
"Ada apa pak Jo.." Tanya Trisstan bingung.
"Apa anda bisa mengejar kami sekarang juga Tuan?Soalnya mobil kami ada yang mengikuti dari belakang, saya tidak tahu siapa pemilik mobil itu, tapi yang jelas sepertinya pemilik mobil itu bukan orang biasa, karena mobilnya sangat mewah. Saya tidak bisa menyerang atau menghentikan pemilik mobil itu karena Nona Muda melarang kami.."Jawab Jo.
"Dan mobil itu sekarang tengah kejar-kejaran dengan mobil Nona Muda.." Lanjut Jo, setelah mobilnya di salip.
"Baiklah, saya akan ke sana. Cepat share lock.." Ujar Trisstan..
"Baik Tuan, saya akan kirim posisi kami sekarang juga.."Ujar Jo mematikan sambungan.
"Siapa yang berani mengganggu ketenangan Nona Riana.." Ucap Tristan segera melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
"Siapa mereka? Kenapa mereka mengikutiku? Apa pemilik mobil itu ingin menyerangku? Tapi apa salahku, setahuku aku tidak punya masalah dengan colega-colegaku atau pun punya musuh.." ucap Riana bingung.
"Tapi mereka tidak menyerangku, sepertinya pemilik mobil itu ingin bermain-main denganku. Baiklah,, mari kita bermain Tuan.." Lanjut Riana segera menaikan kecepatannya.
"Cepat kejar mobil itu Han, kau ini lelet sekali.." Sahut Raymond.
"Pegangan yang erat, karena Sekretaris Han akan segera membawamu terbang Tuan Ray." Ucap Han, tentu Han.
"Jangan bertele-tele Han, mobil itu sudah jauh.." sahut Raymond.
"Tenang saja.." Jawab Han santai.
Dan terjadilah kejar-kejaran di sana. Untung jalanan sangat sepi, jadi memudahkan mereka untuk berkendara..
Dan pada akhirnya kejar-kejaran itu di menangkan oleh Riana, buktinya mobil sport putih itu sudah melesat jauh, dan berbelok menuju kediamannya.
Bersambung..
__ADS_1