
"Enak kan.." Ucap Riana terkekeh melihat Raymond melahap makanannya sampai habis.
"Benar kata anda Nona, sate ini enak sekali. Jauh jika di bandingkan dengan sate yang di jual di restaurant-restaurant mewah itu.. Bumbunya lebih terasa, dan wangi.."Jawab Raymond dengan mulut terisi penuh..
"Pak, saya pesen satu porsi sate sama lontongnya ya pak.." Ujar Raymond.
"Baik Tuan.." jawab si penjual.
"Katanya tidak enak?Tidak suka juga sama tempatnya. Tapi nyatanya, malah nambah lagi.." sahut Riana geleng-geleng kepala.
"Tadinya sih memang begitu, tapi setelah mencoba sate ini, saya menarik ucapan saya Nona."Jawab Raymond tanpa rasa malu.
"Ck ck, dasar." Ucap Riana pelan.
"Anda mau nambah." Tanya Raymond.
"Tidak, terima kasih. Punya saya masih banyak ."Tolak Riana halus.
"Oh ya sudah, abiskan makananmu.." Ujar Raymond.
"Apa perut anda masih sakit. " tanya Raymond.
"Kalau sudah di isi begini sih tidak akan sakit lagi.." Jawab Riana..
"Apa kondisi perut anda dari dulu memang sudah seperti itu.." Tanya Raymond.
"Dari 4 tahun yang lalu perut saya sudah begini."jawab Riana...
"Sudah cek dokter. "
"Sudah, dokter bilang perut saya tidak apa-apa, Dokter hanya menyarankan saya untuk makan pada waktunya dan gak boleh telat juga. Kalau telat kondisinya bisa seperti tadi, kadang sampai pingsan juga.."
"Separah itu.." Tanya Raymond terkejut.
"Heumm,,"jawabnya singkat.
"Lalu ini..
"Saya lupa.."Jawab Riana cengengesan.
"Kenapa bisa lupa..
"Ada pekerjaan, maka dari itu saya lupa...
"Lain kali jangan telat makan lagi, saya tidak suka melihat anda sakit seperti tadi.." Ucap Raymond menatap mata Riana dengan lekat, sampai si empunya di buat salah tingkah.
"A-akan saya usahakan.." Jawabnya gugup.
'Ya Tuhan, baru di tatap seperti itu saja sudah gugup. Aneh sakali kau ini Riana.."batin Riana.
20 menit berlalu..
"Nambah lagi Tuan, biar saya pesankan.." Tanya Riana.
__ADS_1
"Tidak, perut saya sudah benar-benar kenyang. Malah ini terlalu kenyang.." Jawab Reymond mengusap perutnya yang terasa kencang.
"Baiklah, jika seperti itu sebaiknya kita kembali, karena sudah terlalu lama pula saya meninggalkan Reyna.." Ucap Riana.
"Astaga, saya melupakan itu..." Ujar Raymond terkejut, pasalnya sudah berapa lama yang Riana habiskan menunggunya hanya untuk makan.
"Tidak masalah Tuan, sepertinya tidur putri saya nyenyak, buktinya sudah jam segini pengasuhnya itu tidak menghubungi saya." ujar Riana.
"Tapi tetap saja saya salah..
"Sudahlah, lupakan itu..
"Pak..."Panggil Riana pada pedagang.
"Anda mau apa.." Tanya Raymond.
"Bayar."Jawab Riana polos.
"Anda tidak perlu membayar makanan ini, biar saya saja yang bayar. Lagi pula yang paling banyak makan di sini saya, sedangkan anda hanya satu porsi saja.. ".Ucap Raymond merasa tidak enak. Niatnya hanya mengantar saja, tapi yang niat lebih doyan dari pada yang punya tujuan..
"Tidak apa, anggap saja ini sebagai ucapan terima kasih saya, karena anda sudah menolong saya tadi. Meski saya sedikit kesal dengan cara anda yang memaksa, tapi saya ucapkan terima kasih. Mungkin kalau anda meninggalkan saya tadi di parkiran, saya pasti sudah tak sadarkan diri di sana.."Ujar Riana tersenyum manis..
'Jadi malu.."batin Raymond.
"Iya Non cantik, apa mau pesen lagi.." tanya penjual.
"Tidak pak, kami sudah kenyang." jawab Riana sembari mengeluarkan sesutu dari tas nya.
"Sate 1 porsi 50 ribu, lontong 1 porsi 20 ribu.
Sate 5 porsi \=250 ribu.
Lontong 3 porsi \=60.
Jadi totalnya 310 ribu Non cantik.." Jawab bapak itu dengan detail, biar lebih jelas. Pedagang enak, penjual mantap.
Ya, karena itu Raymond merasa tidak enak bercampur malu pada Riana, karena dia paling banyak makan di sana. Raymond menghabiskan 4 porsi sate dan 2 porsi lontong. Sedangkan Riana hanya 1 porsi sate dan 1 porsi lontong. Sangat berbeda jauh dengan kebalikan.
"Ini pak.." Riana memberikan amplop coklat yang ia ambil dari tass nya.
"Apa ini Non..
"Depannya amplop pak.."sahut Raymond terkekeh.
"Dalamnya uang pak.."Sahut Riana barengan.
"Ciee, barengan gitu ngomongnya. Jadi lebih cocok.." goda pedagang sate itu, manyil memang.
"Sudah pak, saya harus pulang. Terima kasih satenya ya, enak sekali.. "Ucap Riana buru-buru keluar dari sana sebelum penjual sate itu menggodanya lagi dan membuat wajahnya bak kepiting rebus.
"Lain kali saya akan makan di sini lagi pak, terima kasih.. "Ucap Raymond.
"Sama Non cantik ya Tuan..".
__ADS_1
"Emmhh, akan saya usahakan." jawab Raymond mengikuti Riana daru belakang.
Selepas kepergian Raymond, penjual sate itu langsung membuka amplop yang Riana berikan padanya.
"Haaah.." Bapak itu terkejut setelah melihat isi amplopnya. Tanpa membuang-buang waktu, beliau langsung berlari mengejar Riana yang hendak memasuki mobil Raymond.
"Non, Nona Cantik.."Teriaknya.
Mendengar itu Riana dan Raymond menghentikan langkahnya.
"Kenapa pak.." Tanya Riana bingung melihat pedagang itu tergopoh-gopoh mendekatinya.
"Ini Non..".
"Kenapa di kembalikan lagi pak.."Tanya Riana, walaupun begitu ia tidak mengambil amplop itu dari tangan pedagang sate.
"Ambil Non, ini terlalu banyak. Bukan terlalu banyak lagi, tapi kebanyakan. Mungkin Non cantik salah menghitungnya.." Jawabnya.
"Kebanyakan? Memanya berapa banyak pak.." sahut Raymond penasaran dengan jumlah uang di dalam amplop coklat itu.
"Itu tidak salah kok pak, saya memang membayar makanan tadi dengan uang segitu. Bapak ini terlalu berlebihan, itu tidak banyak kok pak."Sahut Riana.
"Total makanan kan hanya 310 ribu, sedangkan amplop ini isi 10 juta, Tuan.."Jawabnya jujur.
Raymond beralih menatap wanita di sampingnya dengan tatapan takjub.
"Dia tidak hanya cantik dari depan, tapi dia juga cantik dari dalam.."batin Raymond.
"Ambil saja pak, sisanya pake saja buat brobat anak bapak.."Sahut Riana.
"Jadi Non..
"Saya minta maaf pak, saya bukan bermaksud mendengarkan pembicaraan bapak dengan seseorang lewat telpon barusan. Tadi saya hendak mencuci tangan, dan saya tidak sengaja mendengar suara bapak berkata kalau anak bapak sedang sakit. Maka dari itu saya berniat membantu bapak dengan cara melebihkan uang makanan tadi. Maaf jika cara saya salah, saya hanya takut bapak menolak pemberian saya. Jadi, bapak jangan menolak pemberian saya ya..."Jawab Riana menjelaskan.
"Tapi non..
"Saya mohon pak, ambil saja uangnya. Saya ikhlas membantu bapak.." sahut Riana tulus.
"Ya Allah non, terima kasih, terima kasih banyak.." Ucap bapak itu sampai menitikan air mata karena saking senangnya..
"Ini ada tambahan sedikit dari saya, semoga bermanfaat ya pak.."sahut Raymond mengeluarkan uang cass dari dompetnya, lalu memberikan uang itu langsung pada tangan pedagang tersebut.
"Tapi Tuan, ini kebanyakan..
"Tak apa pak, ambil saja. Itung-itung buat ongkos..
'Tuan Raymond memang orang baik..'batin Riana.
"Ya Tuhan, mimpi apa saya semalam bisa bertemu dengan malaikat tak bersayap seperti Tuan dan Nona ini. Terima kasih Tuan, terima kasih Nona. Semoga kalian di berikan rezeki yang berlimpah, di lancarkan segala urusannya, dan saya berharap, semoga kalian berdua berjodoh. "Ucapnya tulus.
"Amin.."Sahut Raymond cepat, sedangkan Riana membulatkan mata mendengar jawaban dari Raymond.
Bersambung..
__ADS_1