Riana'S Household Story (Cerita Rumah Tangga Riana)

Riana'S Household Story (Cerita Rumah Tangga Riana)
Part 120


__ADS_3

"271 juta Tuan.." Ucap pekerja kasir.


"Apa..." Andre terkejut mendengar angka yang harus di bayarnya.


"Apa benar sebanyak itu sus? Padahal anak saya di rawat di sini hanya 1 hari 1 malam.." Tanya Andre memelankan suaranya, malu jika terdengar orang-orang di sekitarnya. Apa kata dunia jika Andre tidak bisa membayar tagihan rumah sakit.? Katanya kaya raya, tapi dengar angka segitu saja sudah membuatnya terkejut.


"Memang segitu yang harus Tuan bayar."Jawabnya ramah.


"Jika Tuan tidak percaya, silahkan tanya saja pada orang tua pasien lainnya. Bahkan jika anak anda di rawat di Ruang VVIP, akan kena lebih mahal lagi dari itu.." lanjut kasir.


"Kalau boleh tahu, berapa biaya yang di rawat di ruang itu..."Tanya Andre kepo, ia ingin tahu biaya yang sudah di keluarkan mantan istrinya itu.


"Tergantung penyakit dan waktunya Tuan. Jika hanya demam biasa, dan hanya menghabiskan waktu 1 malam 1 hari, biaya bisa mencapai 350 juta sampai 500 juta. Itu juga tergantung dengan orang tua dari pasien juga, jika beliau menginginkan perawatan terbaik, dokter terbaik, semua yang baik-baik, biaya juga bisa mencapai 1 Milyar permalam.." Jawabnya jujur.


"Haahh.." Andre melongo mendengar ucapannya.


350 juta, 500 juta, bahkan sampai 1 Milyar, hanya untuk biaya permalamnya? Wah, bener-bener mahal ternyata., pikir Andre terkejut, pasalnya baru kali ini keluarganya ada yang sakit dan di rawat di rumah sakit serba mahal itu.


Meski mahal, tapi pasien di rumah sakit itu sangat banyak, mungkin hampir semua ruangan penuh oleh pasien-pasien di sana. Dan semua orang yang di rawat di sana, adalah termasuk dari golongan kaya raya.


Kaya raya? Apa Riana termasuk kategori tersebut.? Tentu,, karena janda satu anak itu sekarang sudah banyak uang. Uang hasil dari menjual diri, pikir Andre mengejek.


"Tuan.." Petugas kasir melambai-lambaikan tangannya di depan mata Andre.


"Ah ya, kenapa sus.." Tanya Andre tersadar.


"Anda mau membayar atau mau melamun Tuan.." Tanya petugas kasir kesal, karena waktuunya banyak terbuang sia-sia karena orang di hadapanya itu hanya bengong, dan sesekali tersenyum sinis.


"Ya bayar dong sus, saya kan orang kaya.. "Jawab Andre mengeluarkan kartu ampuhnya.


"Boleh saya tanya sesuatu sus.." Tanya Andre..


"Silahkan, Tuan..


"Apa tadi ada orang tua pasien yang membayar biaya anaknya yang di rawat di ruang VVIP.." Tanya Andre.


"VVIP,? Sebentar ya Tuan, saya cek dulu.." Ucapnya.


"Ya, memang di sini ada catatannya Tuan. Memangnya kenapa Tuan." Tanya petugas itu terkejut..

__ADS_1


"Tidak kenapa-napa, saya hanya ingin tahu soal biaya yang di keluarkan oleh orang tua pasien tersebut saja...


"Saya tidak bisa memberkan identitas orang tua tersebut dengan jelas, karena inj privasinya. tapi saya bisa memberitahu anda soal biayanya...


"Berapa sus?Lalu siapa nama pasien itu.."Tanya Andre tidak sabaran.


'Aku yakin, ini bukan wanita itu . "Batin Andre.


"R, adalah inisial dari keduanya, ibu dan anak. Dan biaya pengobatan anak beliau adalah 1 milyar "jawabnya.


"Apa? 1 Milyaaarr...." Andre lebih terkejut lagi dari sebelumnya.


"Tolong kecilkan suara anda Tuan, karena suara anda mengganggu kenyamanan kami semua. Lihat, semua orang mengalihkan pandangannya pada kita.." Ucapnya.


"Kenapa orang itu teriak-teriak segala sih? Ganggu konsentrasi kita saja..


"Tahu tuh, baru 1 milyar saja sudah seheboh itu. Apa lagi pasien lainnya kali ya, yang menghabiskan uang sampai puluhan milyar untuk pengobatan di sini. Bisa-bisa pingsan di tempat, ha ha ha..." Ucap mereka menertawakan kelakuan Andre.


"Ck, sombong sekali mereka..


"Mana kartu saya.." pinta Andre.


"Hemm.." jawab Andre singkat, lalu pergi setelah memasukan kartu pintar nya ke dalam dompet.


"Gayanya udah kaya orang kaya saja, tapi tahunya bokek...


"Katanya orang kaya, tapi kenapa bayar segitu saja langsung terkejut..?


"Bukan kaya uang kali ya, tapi kaya melarat..


" Ha ha ha ha.." mereka tertawa pelan karena tidak ingin membuat keramean di tempat kerjanya, bisa-bisa mereka di pecat dari sana karena sudah mengganggu kenyamanan dan ketenangan orang-orang yang berlalu lalang di sana.


"Sudah bayar Ndre.." Tanya ibu Erin saat anaknya memasuki ruangan tersebut.


"Sudah bu.."Jawab Andre..


"Kenapa wajah mas terlihat kesal gitu? Ada masalah pas bayar ya? Memangnya berapa tagihan biaya Andra.." tanya Riska.


"271 Juta." Jawab Andre singkat.

__ADS_1


"APAAAA..." teriak Riska dengan mata membulat sempurna.


"Kenapa kamu teriak-teriak sih Ris,? Kuping ibu sakit tahu gak denger suara kamu. Lagian kenapa kamu sampai terkejut seperti itu sih? Kaya orang susah saja.." Desis ibu Erin.


'Jelas lah gue terkejut, itu kan uang yang tidak sedikit, banyak banget malah. Bahkan mas Andre saja belum pernah kasih gue uang sampai 271 gitu. Hufft dasar anak sialan, bisanya nyusahin orang tua saja.." batin Riksa menatap tajam anaknya sendiri.


"Kamu gak ikhlas membayar pengobatan anakmu sendiri Ndre.." sahuut pak Ridwan.


"Bukan seperti itu pak, hanya saja...


"Kemahalan.." sahut pak Ridwan.


Andre menundukan kepala karena merasa malu pada orang tuanya sendiri.


"Katanya sayang anak, Ndre? Tapi kenapa kamu itung-itungan gini?. Kalau kamu keberatan dengan pengobatan anakmu sendiri, biar bapak yang membayarnya.." ucap pak Ridwan membuat sang istri terkejut.


Dapat uang dari mana suaminya sebanyak itu? Apa itu hasil dari kerja kerasanya selama 4 tahun belakangan ini? Tapi tidak mungkin juga sebanyak itu, pikir ibu Erin.


"Tidak perlu pak, Andre sudah membayarnya." jawab Andre..


"Bapak akan membayar uang kamu.." sahutnya.


"Enggak perlu pak. Aku ikhlas kok membayarnya. Andra kan anak kesayangan aku, jadi aku akan melakukan apa saja demi membuat anakku sembuh. Termasuk mengeluarkan isi tabunganku pun, aku siap karena aku sangat sayang padanya. Aku kesal bukan karena biaya rumah sakitnya yang besar, tapi karena aku malu..


'Kenapa mas Andre menolak uang dari pak Tua itu sih? Mending di terima saja, terus kasih ke aku, biar aku gunakan untuk keperluanku sendiri. Tapi itu hanya keinginanku semata, buktinya mas Andre menolak mentah-mentah uang itu. Kesel banget deh sama mas Andre.." batin Riska sedikit menghentak-hentakan sepatunya.


"Malu?Malu kenapa. " Tanya ibu Erin.


"Ibu belum buka ponsel..


"Belum, memangnya kenapa Ndre...


"Kenapa hari ini banyak sekali yang berbicara tentang ponsel sih. Memangnya ada apa dengan benda pipih itu.? Aku tidak bisa membuka ponselku, karena mati.." sahut Riska kesal.


"Kalian akan tahu jawabannya kenapa aku bisa malu. Tapi tidak sekarang, lebih baik kita semua pulang dulu, karena hari ini aku masuk kerja..


"Kenapa tidak minta cuti lagi sih mas? anak kita kan lagi sakit..


"Mending kamu diam, karena semua ini gara-gara kamu, Riska.." jawab Andre tegas..

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2