
Setelah Riana masuk ke ruangan putrinya, ia sedikitpun tak berniat untuk beranjak dari ranjang putrinya.
Melihat sang putri tengah terbaring lemah seperti itu membuat Riana sangat bersalah, bersalah karena tidak bisa menjaga anaknya dengan baik.
"Maafkan bunda, sayang.." ucap Riana mencium kening istrinya.
"Hati-hati, awas kakimu tersandung.."Ucap Trisstan melihat Nilla berlari untuk mendekati ranjang Reyna.
"Ya.."Jawab Nilla tanpa menoleh.
"Kak, gimana kondisi Reyna? Reyna baik-baik saja kan kak.. ?" tanya Nilla sembari mengatur nafas karena habis berlari.
"Kamu tenang dulu, Reyna baik-baik saja, ini hanya demam biasa kok.." Jawab Riana pelan.
"Allhamdulillah, terima kasih Tuhan.." Ucap Nilla bernafas lega.
"Emm, kak.." panggil Riana menundukan kepala.
"Hemm.."
"Maafkan aku.." Ucapnya.
"Maaf untuk apa Nilla.." Tanya Riana.
"Maaf karena tidak bisa menjaga Reyna dengan baik kak, kakak boleh menghukumku atau memotong gajiku, aku ikhlas asal kakak mau memaafkan kecerobohanku.." Jawab Nilla bersungguh-sungguh.
"Ha ha, kamu tidak perlu seperti itu Nilla, aku tidak marah dan tidak akan menghukum atau memotong gajimu kok. Aku tahu ini bukan salahmu, takdir sudah menentukan jalan Reyna seperti ini.. Jadi kamu tidak perlu bersalah, karena ini bukan salahmu. Justru aku mau ucapin terima kasih, karena kamu sudah menjaga Reyna dengan sangat-sangat baik selama aku tidak berada di sampingnya.." Ucap Riana tulus.
"Jadi, kakak memaafkan aku.."Tanya Nilla memastikan.
"Di sini tidak ada yang salah, jadi tidak ada yang perlu di maafkan Nilla.." jawab Riana tersenyum.
"Bunda.." Ucap Reyna pelan.
"Reyna udah bangun,? Bunda di sini sayang.." ucap Riana bahagia karena putrinya sadar.
Mendengar suara Reyna, Trisstan maupun Nilla langsung mendekati brankar milik Reyna.
"Reyna, kamu sudah sadar sayang.."Ucap Nilla.
Trisstan tersenyum lega melihat Reyna kini baik-baik saja, terlihat dari wajahnya yang segar.
"Bunda, Reyna haus.." ucapnya serak.
__ADS_1
"Biar kak Nilla ambilin ya.."sahut Nilla, Reyna menganggukan kepalanya.
"Reyna bangun sayang, biar bunda bantu.." ucap Riana.
"Iya bunda.
"Ini kak.."Nilla memberikan segelas air putih pada Riana.
"Terima kasih..
"Minum sayang, pelan-pelan.."
"Reyna laper? Biar kak Tan yang mencarikan makanan..""tanya Trisstan.
"Reyna masih kenyang kak Tan." jawab Reyna.
"Ya sudah, kalau Reyna butuh apa-apa segera kasih tahu kak Tan ya,.."
"Iya kak Tan..
"Bunda gak kerja lagi kan.." Tanya Reyna beralih pada sang bunda.
Riana merasa tersindir mendengar ucapan itu, namun ia langsung kembali menormalkan perasaannya karena tidak ingin membuat putrinya bersalah.
"Asiiikk, berarti kita bisa tidur bareng dong bun.." Ucap Reyna antusias.
"Tentu sayang."..jawab Riana.
"Yeess, akhirnya Reyna bisa tidur sama bunda lagi.."ucapnya senang.
'Ya Tuhan, segitu bahagianya Reyna bisa tidur bersama denganku.." Batin Riana merasa terpukul.
Molland Group..
Drreettt, drreettt..Ponsel Raymond berbunyi.
"Direktur rumah sakit? Ada apa dia menghubungiku,? Tidak biasanya.." Ucap Raymond bingung.
"Ya, ada apa.." Tanya Raymond menerima panggilan.
"Hallo Tuan, selamat malam.." ucap Direktur di Molland Hodpittal..
"Ya, langsung ke intinya saja.." Ucap Raymond, ia paling tidak suka berbasa-basi dengan orang asing..
__ADS_1
"Begini Tuan, saya ingin memberitahukan bahwa di rumah sakit Molland Hospittal ada seorang pasien anak kecil yang berasal dari Jerman.." Ucapnya menjeda.
"Lalu? Apa masalahnya.." Tanya Raymond bingung.
"Masalahnya, orang tua anak kecil itu ingin menyewa 1 lantai rumah sakit kita yang terletak di lantai 20, dengan alasan untuk memberi kenyamanan dan keamanan untuk putri semata wayangnya. Tapi saya tidak bisa memutuskan apa-apa, mengingat di lantai tersebut juga banyak pasien kita. Maka dari itu, saya minta solusi untuk menghadapi mereka atau kalau bisa Tuan Raymond saja datang ke rumah sakit, karena orang-orang beliau sangat menunggu jawaban dari pihak rumah sakit.." Jawab Direktur.
"Dan, di lantai 20 itu sudah banyak orang-orang berpakaian serba hitam yang menjaga lantai 20, atau lebih tepatnya ruang VVIP nomor 231.." lanjut Direktur.
"Siapa nama orang tua pasien anak kecil itu.."Tanya Raymond penasaran.
'Oang kaya mana yang berani membayar lantai itu,.." batin Raymond, karena ini adalah pertama kalinya ada orang yang ingin menyewa 1 lantai rumah sakitnya. Apa lagi yang di sewanya adalah lantai VVIP, bisa merogoh kocek sangat tinggi.
"Saya belum tahu Tuan, orang-orang beliau tidak ingin memberitahukan nama orang tua pasien tersebut sebelum mendapat kabar tenang penyewaannya.." jawab Direktur.
"Baik, saya akan kesana sekarang.." ucap Raymond mematikan sambungan secara sepihak.
"Identitasnya tidak di ketahui? Sepertinya aku kenal dengan cara tersebut. Jangan-jangan pasien itu adalah Reyna, putri dari Nona Riana.." Ucap Raymond.
"Ya, pasti ini tidak salah lagi." ucap Raymond sangat yakin, pasalnya saat pertemuan tadi sore Riana mengatakan bahwa anaknya demam, dan pastinya di bawa ke rumah sakit yang dulu pernah menolongnya.
"Kau mau kemana.." Tanya Han saat berpapasan dengan Tuannya.
"Aku ada urusan, kau tolong selesaikan sisa pekerjaanku Han.."Jawab Raymond tanpa menghentikan langkahnya.
"Tapi kau mau ke mana.." teriak Han.
"Rumah sakit.." Jawab Raymond, lalu menghilang di balik pintu lift.
"Rumah sakit? Untuk apa dia ke sana?.."ucap Han bertanya-tanya.
"Aiissss, ini mah bukan sisa, tapi masih utuh.." Ucap Han.
"Sebenarnya dia ngapain saja sih dari sore tadi sampai pekerjaannya masih menumpuk seperti ini? Pasti dia memikiran Pemimpin perusahaan Sallex Group itu. Katanya tidak suka, tapi tahunya malah jatuh cinta..."ucap Han.
"Wajar sih, jika Raymond langsung jatuh cinta, toh wanita itu juga sangat cantik, dan tentunya sangat baik. Pas dulu jelek, kumel aja Raymond suka, apa lagi sekarang yang sangat cantik. Walaupun seorang janda, tapi body dan kecantikannya melebihi yang masih perawan..."Ucapnya.
"Kira-kira Raymond bisa tidak ya meluluhkan hati sang ratu bisnis itu.."lanjutnya, tanpa Han sadari seseorang di balik pintu mendengarkan ucapannya.
'Jadi Tuan Raymond sudah bertemu dengan pemimpin yang terkenal sangat cerdas itu? Tapi di mana? Kenapa gue tidak tahu? Apa jangan-jangan yang di maksud ucapan Lane tadi adalah pemimpin Sallex Group.."batinnya.
'Dan Tuan Raymond langsung jatuh cinta pada pandangan pertama? Rasanya itu tidak mungkin, secara Tuan Raymond itu terkenal dengan yang namanya Anti wanita, jadi tidak mungkin jika beliau langsung menyukainya begitu saja. Tapi apa karena pemimpin Sallex group cantik dan boddy yang katanya bak gitar Spanyol Tuan Raymond langsung jatuh cinta,. Seperti apa sih wajah dan boddy'nya? Gue penasaran banget.."batinnya, siapa lagi kalau bukan Andre yang ingin mengantarkan berkas yang di pinta Tuan'nya.
'Sepertinya gue sendiri yang harus mencari tahu kebenarannya.."
__ADS_1
Bersambung..