Riana'S Household Story (Cerita Rumah Tangga Riana)

Riana'S Household Story (Cerita Rumah Tangga Riana)
Part 115


__ADS_3

"Kakek, Reyna sama bunda duluan pulang yah? Terima kasih juga untuk mainannya, Reyna suka banget ."Ucap Reyna berpamitan pada pak Ridwan.


"Iya nak, kakek seneng kalau Reyna suka. Nanti kapan-kapan kakek belikan mainan lagi untuk Reyna ya..


"Gak usah pak, mainan Reyna sudah banyak di Mansion. Mending uangnya bapak tabung, dari pada di gunakan untuk mainan begituan. Kan sayang, pak.."sahut Riana.


"Tidak apa-apa nak, bapak seneng melihat Reyna seneng. Lagi pula, wajar saja jika bapak belikan mainan untuk Reyna, kan bapak dulu sampai sekarang tidak pernah belikan Reyna mainan karena bapak jarang sekali punya uang . Tapi kamu tenang saja, bapak sekarang punya usaha yang bisa menghasilkan uang. Meski tidak sebanyak penghasilan kamu, tapi setidaknya uang bapak tidak akan habis hanya untuk membeli mainan untuk cucu-cucu bapak." Ucap Pak Ridwan.


"Ya sudah terserah bapak saja, tapi jangan keseringan belinya ya pak, sayang kalau gak ke pake nantinya.."..


"Iya nak, kamu selalu saja seperti itu dari dulu." Ucap pak Ridwan terkekeh.


'Jadi benar kalau Anak cengeng itu yang menghuni ruangan VVIP itu? Dapat dari mana dia membayar ruangan itu? Ruangan itu terbilang sangat mahal. Aku saja yang orang kaya sedikit minder , apa lagi dia? Jangan-jangan perempuan sialan itu selama ini bekerja sebagai pemuas laki-laki hidung belang, makannya dia sekarang lebih cantik dan bisa membayar biaya rumah sakit ini, anak cengeng itu juga terlihat rapi dan bersih, pasti perempuan sialan itu juga menggunakan uang haramnya untuk membiayai anak cengengnya itu. Ck ck, dasar wanita murahan,, ******...." Batin Andre.


"Jaga mulut anda Tuan Andre Wijaya.." sahut seseorang di balik punggung Andre. Orang itu emosi karena Andre membicarakan wanita yang sudah membuatnya jatuh cinta.


"Siapa kau mem.." Ucapan Andre terhenti di tengah jalan setelah melihat wajah orang yang selama ini di takuti dan di seganinya itu.


"Tu-Tuan Raymond.." Ucap Andre terbata, mata kembali membulat sempurna di sana.


"Saya minta maaf Tuan, saya pikir bukan anda yang di belakang saya..


"Apa maksud kau mengatai wanita itu sebagai wanita murahan Andre?..


"Wan-wanita mana yang di maksud Tuan.." Tanya Andre terbata, ia tidak tahu kalau bosnya itu bisa membaca fikiran dan mendengarkan batin seseorang.

__ADS_1


"Kau jangan pura-pura bodoh Andre, saya mendengar jelas kalau kau membicarakan wanita yang bersama bapak'mu itu. Kau bilang dia bekerja sebagai pemuas nafsu laki-laki hidung belang, bukan? Kau juga menghinanya sebagai wanita murahan kan, bahkan kau mengatainya seorang ******, bukan..."Bentak Raymond, tidak perduli jika semua orang mendengar ucapannya, yang jelas Raymond tidak bisa menahan emosinya jika seseorang membicarakan Riana yang tidak-tidak.


'Astaga,, bagaimana Tuan Raymond tahu kalau aku membicarakan perempuan sialan itu.."batin Andre.


"Itu sepertinya pemilik rumah sakit ini deh, tapi kenapa teriak-teriak ya.? Dan siapa orang di hadapannya itu ." ucap Riana melihat-lihat.


"Sepertinya bapak kenal dengan postur tubuhnya, tapi siapa ya?"Sahut Pak Ridwan.


"Itu kan baju yang sama di gunakan oleh Andre hari ini, Berarti itu Andre.." Lanjut pak Ridwan.


"Mas Andre,,"Ucap Riana, tampangnya terlihat santai mendengar nama itu. Namun dalam lubuk hati yang paling dalam, ia sangat membenci mantan suaminya itu. Apa lagi teringat dengan perbuatan Andre dulu padanya dan pada anaknya, membuat emosi Riana makin membuncah saat itu juga. Tangannya menggempal sangat kuat, mengingat Andre yang pernah mengkhianatinya.


"Nilla, kamu bawa Reyna ke mobil duluan. Aku sepertinya akan menemui seseorang dulu di sini.."


"Siapa bun.? Apa ayah, eh maksud Reyna Om tampan itu.." tanya Reyna menutup mulut saat ia salah bicara.


"Ba-baik Nona.." Mereka langsung melakukan perintah Nona'nya tanpa membantah sedikitpun, karena mereka tahu saat ini Nona mereka tengah emosi.


Riana menyuruh anaknya pergi duluan karena ia tidak mau anaknya melihat laki-laki yang pernah ia sebut sebagai ayah.


Pak Ridwan tidak bisa membantah keinginan mantan menantunya, karena ia tahu penderitaan yang Riana alami atas ulah anak kandungnya sendiri.


"Tuan Raymond, kenal dengan wanita yang bersama bapak saya.." tanya Andre memberanikan diri.


"Ya, dia rekan bisnis saya. Dia juga pemimpin perusahaan Sall..-"

__ADS_1


"Selamat pagi Tuan Raymond, selamat pagi Tuan Andre Wijaya.." sapa Riana dengan suara lembutnya.


Mendengar suara yang tidak asing di telinga keduanya, keduanya pun langsung menoleh ke asal suara.


Andre terkejut bukan main melihat mantan istri yang sangat ia benci dari dulu tengah berdiri tegak di sampingnya dengan senyum manis mengembang di bibir seksinya.


Sedangkan Raymond melihat Riana tanpa berkedip. Sumpah, pagi ini Riana terlihat sangat cantik. Wajahnya terlihat segar dan nampak bersinar, pikir Raymond memandangi ciptaan Tuhan di sampingnya dengan tatapan memuja.


"Hallo, Tuan Andre Wijaya , apa kabar anda.? "Tanya Riana menyadarkan Andre dari keterkejutannya.


"Ehhmm,, kabar saya selalu baik, baik, dan sangat baik-baik saja. Begitupun juga dengan kehidupan saya yang 4 tahun belakangan ini sangat-sangat bahagia.." jawab Andre tersenyum sinis.


"Benarkah? .." Tanya Riana santai.


"Tentu saja. Bahkan saya sudah menjadi orang kaya sekarang, pangkat saya tinggi di perusahaan, rumah saya mewah, punya mobil banyak , serta mewah, itu semua berkat anda. Karena kepergian anda dari kehidupan saya, saya mendapatkan itu semua dengan cara gampang. Apa lagi kehidupan saya bertambah bahagia, setelah istri kesayangan saya memberikan saya seorang anak laki-laki sudah lama saya inginkan dan harapkan kehadirannya..."Jawab Andre dengan senyum menejek. Namun dalam lubuk hati yang paling dalam, ia juga sangat mengagumi kecantikan mantan istrinya itu. Apa lagi Riana saat ini hanya menggunakan dress di bawah lutut, dengan lengan pendeknya. Sehingga memperlihatkan lengan serta kaki yang putih mulus dan bersih. Di padukan dengan dress warna putih, membuat Riana tambah bersinar terang.


"Wahh, selamat kalau begitu Tuan Andre, saya turut bahagia mendengar anda mendapatkan keinginan yang selama ini anda harapkan. Kekayaan, serta kebahagian. Semoga keluarga anda selalu bahagia Tuan." Ucap Riana santai.


'Shiitt, seharusnya perempuan sialan ini marah, cemburu, tapi kenapa ini malah sebaliknya dia terlihat santai.." batin Andre terlihat kesal.


"Oh itu pasti. Saya bahagia, keluarga saya menjadi kaya raya. Tapi itu semua berkat anda juga Nona Riana, maka dari itu saya ucapkan terima kasih banyak pada anda...."Wajah Andre tersenyum sinis.


"Terima kasih.." Ucap Riana santai.


"Ya,.. Terima kasih karena kepergian anda, membuat keluarga saya bahagia tiadak tara seperti ini. Karena anda juga,, kehidupan saya sekarang sangat baik. Jauh saat kita masih bersama. Hidup miskin, serba kekurangan, dan malah memberi saya keturunan yang tidak saya inginkan kehadirannya. Kesalahan terbesar saya adalah, menikah dengan perempuan pembawa sial seperti anda Nona.." Ucapnya membuat semua orang naik darah, tapi tidak untuk Riana.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2