Riana'S Household Story (Cerita Rumah Tangga Riana)

Riana'S Household Story (Cerita Rumah Tangga Riana)
Part 28


__ADS_3

"Saya punya informasi yang akan menggegerkan publik tuan.." ucap Han.


"Maksudmu.." tanya Raymond menautkan alisnya.


"Tuan Allexander Sallex Robert beserta istrinya Nyonya Mayandra Sallex Robert sedang di perjalanan menuju rumah sakit kita tuan.." jawab Han.


Raymond membelalakan mata mendengar ucapan sekertarisnya itu.


"Apa tujuan tuan Allex kemari, apa dia punya kerabat yang sakit di rumah sakit kita.." tanya Raymond setelah menetralkan keterkejutannya.


"Mereka di kabarkan dari Jerman langsung kemari. Soal tujuannya, anak buah kita tidak mendapatkan informasi soal kedatangan mereka." jawab Han.


"Baiklah, siapkan kamar untuk mereka istirahat nanti. Dan kita akan menyambut kedatangan pengusaha terhebat no 1 di dunia ini.." ucap Raymond.


"Baik tuan." ucap Han keluar dari ruangan tuannya.


Sallex Group adalah musuh terberat Molland Group, tapi dua Presdir perusahaan tersebut bersaing secara sehat di dunia bisnis tanpa campur tangan dari dunia gelap.


Walaupun Sallex Group saingan terberat Raymond, tapi pemuda tampan itu menghormati Presdir Sallex Group karena Presdir perusahaan raksasa itu baik dan ramah. Tanpa merasa iri dengan kesuksesan perusahaan tersebut.


Raymond menyambut kedatangan Tuan Allex beserta roombongannya di lobby rumah sakit, di temani sekertaris Han dan beberapa Dokter Spesialis lainnya. Tak lupa dengan anak buahnya juga


Sekertaris Han menjaga ketat rumah sakit itu, dengan menyuruh rantusan anak buahnya di setiap sudut rumah sakit Molland Hospital.


Tak lama kemudian, tamu yang di tunggu-tunggu akhirnya sampai juga dengan penjagaan ketat di sekitarnya.


Sekeryaris Mike membuka pintu tuannya untuk ke luar dari mobil, dan Tuan Allex mengintari mobil itu untuk menjemput istrinya turun.


Tidak jauh berbeda saat di bandara, banyak stasiun televisi merekam detik-detik tuan Allex serta istrinya ke lobby rumah sakit Molland Hospital milik Raymond.


" Will kommen Herrn Allexander Frau Mayandra in diesem Molland Hospital. Es ist Uns eine Ehre. Grobatige unternehmer Wie Sie zu haben.


( Selamat datang Tuan Allexander, Nyonya Mayandra di rumah sakit Molland Hospital ini. Suatu kehormatan bagi kami kedatangan pengusaha-pengusaha hebat seperti kalian)." ucap Raymond mengulurkan tangan untuk berjabat menggunakan bahasa Jerman.


"Vielen Dark für den herzlichen Emfang, Herr Raymond Gevano Molland. Lassen Sie uns einfach Englisch verwenden um basser vertraut.

__ADS_1


( Terima kasih penyambutan hangatnya Tuan Raymond Gevano Molland. Kita pake bahasa inggris saja biar lebih akrab )" ucap Tuan Allex menjabat tangan pengusaha muda itu.


" Of course Mr. Allex. ( Tentu saja Tuan Allex )." ujar Raymond melepaskan jabatan tangannya


" Good afternoon Mrs Mayandra, how are you?


( Selamat siang Nyonya Mayandra, bagaimana kabar anda)" tanya Raymond,Tak lupa ia juga menjabat tangan Nyonya Mayandra dengan senyum cerah.


"Good afternoon too, Raymond. As you can see son, i'm fine.


( Selamat siang juga nak Raymond. Seperti yang kau lihat nak, keadaanku baik-baik saja )" jawab Nyonya Mayandra.


"You see, Mr. Raymond. We come to your hospital for a spesific purpose.


( Begini Tuan Raymond, kami datang ke rumah sakit anda memiliki tujuan tertentu)." sahut Sekertaris Mike.


"Certain purpose, what does Secretary Mike mean?.


( Tujuan tertentu, maksudnya apa Sekertaris Mike)" tanya Raymond bingung.


"Mr. Raymond, we have received news that at Molland Hospital there is a young patient who requires blood type AB-. It just so happened that Mr. Allex's blood type was the some as the patient's. You as the official owner of this hospital, whould you be plesed if Mr. Allex donated his blood to the patient?


" It's our pleasure to accept Secretary Mike. Thank you Mr. Allex for donatting your blood for this patient of my hospital, I'm very happy to heart that. Once again i thank you Mr..


( Dengan senang hati kami menerimanya Sekertaris Mike. Terima kasih Tuan Allex sudah mau mendonorkan darah anda untuk pasien rumah sakit saya ini, saya senang sekali mendengarnya. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih Tuan )" ucap Raymond bahagia, akhirnya pasien gadis kecil itu mendapatkan pendonor darah.


" Yes, what are you waitting for? We're doing a blood transfusion right now.


( Ya sudah tunggu apa lagi? Kita lakukan transfusi darah sekarang juga )" ucap Tuan Allex tidak sabar ingin menolong pasien gadis kecil itu.


"Alright Mr. Allex. The doctor quickly did Mr. Allex blood transfusion whit the litle girl right now.


( Baik Tuan Allex, dokter cepat lakukan transfusi darah Tuan Allex dengan gadis kecil itu sekarang juga )." Titah Raymond tidak sabar seperti Tuan Allex.


" All right yaoung Master Raymond. Mr. Allex plese...

__ADS_1


( Baik Tuan Muda Raymond. Tuan Allex silahkan..)" ucap Dokter Spesialis Darah, mempersilah Tuan Allex mengikutinya langkah dokter.


Begitu juga dengan Nyonya Mayandra dan Sekertaris Mike mengikuti langkah mereka dari belakang.


Tuan Allex mempercepat langkahnya, ia tidak sabar ingin menemui dan menolong pasien gadis kecil malang itu.


Entah mengapa hatinya berdebar-debar saat akan menemui pasien itu, ia sendiri merasa aneh dengan dirinya. Biasanya Tuan Allex tidak seperti ini, tapi kali ini berbeda. Seperti ada ikatan batin yang mendorong Tuan Allex untuk menolong gadis kecil itu.


Tak jauh berbeda dengan Tuan Allex, Nyonya Maya pun merasakan hal yang sama seperti yand di rasakan suaminya.


Mungkinkah gadis kecil itu keturunan anaknya yang sudah lama menghilang? Karena anaknya juga mempunyai jenis golongan darah yang sama dengan daddynya. Atau jangan-jangan..'pikir Nyonya Maya menggelengkan kepalanya.


" Nyonya, apa kepala anda sakit.." Tanya Sekertaris Mike saat melihat Nyonya Maya menggelengkan kepalanya pelan.


"Tidak Mike, aku baik-baik saja.." jawab Nyonya Maya sambil melangkah.


"Baiklah kalau begitu, kalau ada apa-apa jangan lupa beritahu saya saja, kalau tidak Tuan Allex akan marah besar pada saya Nyonya.." ucap Sekertaris Mike.


"Kau berlebihan sekali Mike.." ujar Nyonya Maya.


"Saya serius Nyonya.." ucap Mike dengan wajah seriusnya.


"Baiklah Mike, aku akan memberitahu keluhan apa saja yang aku alami nanti setelah suamiku ini melakukan Transfusi darah.." ucap Nyonya Maya.


"Nyonya Maya, apa anda ingin istirahat.? Kebetulan kami sudah menyiapkan kamar khusus untuk anda istirahat." sahut Reyhan menggunakan bahasa inggris.


"Kau istirahatlah sayang, wajahmu terlihat lelah sekali.." sahut Tuan Allex menghentikan langkah menghadap suaminya.


"Tapi aku.."ucap Nyonya Maya terhenti.


"Mommy istirahat saja ya, kalau daddy sudah selesai akan susul mommy secepatnya.." ujar Tuan Allex menyela ucapan istrinya.


"Baiklah.." ucap Nyonya Maya pasrah.


"Han, antarkan Nyonya Maya ke kamarnya.." titah Raymond pada sekertarisnya.

__ADS_1


"Baik Tuan. Silahkan Nyonya Maya.." ucap Han mempersilakan tamunya.


Bersambung...


__ADS_2