Riana'S Household Story (Cerita Rumah Tangga Riana)

Riana'S Household Story (Cerita Rumah Tangga Riana)
Part 48


__ADS_3

'Ya Allah, kenapa mereka menutupi hal penting ini dariku?.."batin pak Ridwan.


"Tuan, apa anda baik-baik saja.." tanya supir yang di minta Riana untuk mengantarkan mantan mertuanya..


Ya, setelah sakit jantung pak Ridwan mendingan, ia memutuskan untuk kembali ke kediaman Wijaya tanpa berpamitan terlebih dahulu pada cucunya.


Ingin melihat Reyna sekali lagi, namun Reyna malah menolah mentah keingannya..


Pak Ridwan awalnya menolak saat Riana menyuruh supir mengantarnya, namun karena Riana sangat khawatir dengan keadaan sang mantan mertua, akhirnya ia memaksakan kehendaknya.


Dan pada akhirnya pak Ridwan'pun tidak bisa menolak lagi.


"Andre..." Teriak pak Ridwan, ternyata ia menyuruh supir itu mengantarkan ke kediaman anaknya.


"Andreee,, di mana kau anak kurang ajar.." teriaknya lagi di iringi dengan gedoran pintu yang membuat para tetangga ke luar daru rumahnya.


"Ada apa itu.." tanya tetangga.


"tidak tahu, sepertinya itu mertuanya mbak Riana. Tapi kenapa teriak-teriak seperri itu ya..


"Mungkin lagi ada masalah kali. Apa lagi kan pak Andre sekarang sudah punya istri baru lagi. Mungkin karena itu bapak nya marah-marah seperti itu..


"Mungkin ya bu. Sudahlah, ngapain kita di sini. Tidak punya pekerjaan sekali..


Setelah itu para ibu-ibu langsung kembali ke rumahnya masing-masing.


"Andre, kaluar kau.."teriaknya lagi.


Tak lama kemudian, pintu di buka oleh oleh seseorang yang sangat asing di mata pak Ridwan.


"Maaf, bapak mencari siapa.."tanya bik Yem dengan raut wajah ketakutan saat melihat wajah tamunya.


"Anda siapa? Kenapa anda bisa di rumah anak saya? Andre sama istrinya mana.." cecar pak Ridwan dengan mata memerah.


"Saya pembantu di rumah ini pak. Dan Tuan Andre beserta istrinya belum pulang dari pagi.." jawab bik Yem.


"Kemana perginya mereka.." tanyaNya.


"Saya kurang tahu pak, yang jelas mereks pergi dari pagi. Tapi sampai sekarang mereka belum kembali juga.." jawab Bik Yem.

__ADS_1


"Dasar anak dan mantu kurang ajar. Jam segini belum pulang, pada kemana sih.."ucapnya kesal.


"Masuk pak, bapak nunggunya di dalam saja.."sahut bik Yem.


Sebelum pak Ridwan menjawab, sebuah mobil putih berhenti di depan rumah itu.


"Sepertinya itu mereka.." sahut pak Ridwan.


"Mas, itu bukannya bapak kamu?.." Tanya Riska melihat dari jendela mobilnya.


"Sepertinya begitu sayang.." jawab Andre..


" Kenapa sore-sore begini bapak ada di rumah kita? Wajahnya kenapa merah begitu? Apa lagi marah.."Tanya Riska.


"Mana mas tahu. Ayo kita turun.." ajak Andre.


"Anak kurang ajar.."Teriak pak Ridwan. Lalu...


Bughh


Bughh


Bughh.


"Hentikan pak, hiks hiks hiks..." teriak Riska histeris.


Sedangkan bik Yem menutup mulutnya karena terkejut.


"Stop pakk.." teriak Andre menangkis tangan pak Ridwan saat tangan itu hendak mengenai wajahnya.


"Kenapa bapak pukul-pukul Andre,? Apa salah Andre pak.." tanya Andre terbangun.


"Kamu tidak apa-apa mas? Bibir kamu berdarah.." tanya Riska cemas.


"Mas tidak apa-apa, kamu yang tenang ya.." jawab Andre menyeka darah yang ke luar dari bibirnya.


"Kamu nanya sama bapak salah kamu apa, Iya? Hah? Apa kamu tidak sadar kalau kesalahan kamu banyak sama bapak, Andre..."Teriak pak Ridwan.


"Aku salah apa pak? Jelaskan padaku..." tanya Andre tidak mengerti.

__ADS_1


"Kenapa kamu menutupi keadaan Reyna saat itu hahh? Dasar anak kurang ajar.." jawabnya.


Bughhh..


Degg..


'Dari mana bapak tahu soal itu? apa Perempuan sialan itu yang menceritakan pada bapak.? Kurang ajar sekali dia.." batin Andre.


"Sudah pak, aku mohon hentikan. Malu di lihatinn banyak orang.."


"Bapak tidak perduli. jawab pertanyaan bapak, kenapa kamu tidak bilang kalau Reyna sakit parah karenamu? Bahkan Reyna waktu itu membutuhkan pendonor darah, tapi kenapa kamu tidak mendonorkan darahmu? Jangan mendonor darah, bahkan kamu sendiri tidak berniat menjenguknya? Kenapa? Kenapa? Apa semua ini gara-gara istri barumu ini Andre.." pak Ridwan menatap tajam Riska.


Riska yang di tatap seperti itu, ia langsung bersembunyi di balik tubuh suaminya untuk mencari perlindungan..


"Semua ini tidak ada kaitannya dengan Riska pak. Semua ini salah perempuan itu. Dia yang sudah membuat Reyna sakit, jadi dia juga yang harus bertangggung jawab. Soal darah, aku memang tidak mendonorkan darahku karena golongan darahku berbeda dengan golongan darah anak itu. Maka dari itu aku tidak datang menjenguknya ke rumah sakit. Lagi pula, untuk apa ke rumah sakit? Sedangkan Riska saja sakit karena kecerobohan perempuan itu. So, tidak soal itu tidak ada kaitannya denganku.." jawab Andre membela diri.


"Kamu tahu Andre? Gara-gara kamu, Reyna membenci bapak, dia sangat membencimu, Reyna sangat membenci ibumu. Bahkan Reyna menolak saat bapak ingin menggendongnya. Jangankan menggendongnya, menyentuh tangan saja Reyna tidak mau. Kamu tahu Andre? Hati bapak sangat sakit saat di perlakukan seperti itu sama cucu sendiri. Kenapa kamu tidak jujur saat itu sama bapak? Kenapa kalian merahasiakannya dari bapak.." tanya Pak Ridwan melemah.


'Ckk, drama apa lagi ini.? Tidak menghargai gue banget pak Tua ini. Tapi tak apa, asal mas Andre masih berada di pihakku.."batin Riska tesenyum sinis.


"Aku tidak perduli, mau anak itu membenci kita, mau anak itu tidak ingin bertemu lagi dengan kita. Terserah, pokoknya aku tidak perduli dan tidak ingin tahu soal mereka. Karena mereka sudah bukan siapa-siapa lagi di mataku.."ujar Andre.


"Ternyata seperti ini sifat asli anak laki-laki yang bapak banggakan dulu.? Bapak tidak menyangka jika kamu memperlakukan anak kandungmu sendiri seperti ini Andre. Dengan mudahnya kamu mempercayai wanita yang kau baru nikahi ini di bandingkan dengan Riana yang sudah berjuang hidup untuk bersamamu. Tidak hanya Riana, namun keberadaan Reyna'pun tidak kau hiraukan."pak Ridwan tersenyum sinis.


"Baiklah jika seperti itu kenginanmu, bapak tidak bisa melarangnya lagi. Tapi ingat, bapak yakin suatu hari kau akan menyesalinya . Saat rasa sesal itu menerjangmu, saat itu pula Reyna tidak akan mengenalimu lagi."Lanjutnya. Lalu berbalik hendak meninggalkan kediaman anaknya.


Andre menundukan kepala setelah melihat kepergian orang tuanya.


'Bagus, akhirnya pak tua itu pergi juga. Huuff, sudah panas sekali kupingku ini.."batin Riska.


Menantu kurang ajar memang..


Namun pak Ridwan kembali berbalik dan berkata..


"Bapak ingin memberitahukan bahwa mantan istrimu dan anakmu sudah meninggalkan kota ini bersama keluarga barunya. Dengan begitu, kalian bisa menikmati masa-masa indah ini sebelum mereka kembali dan membalaskan rasa sakitnya pada kalian berdua.."ujarnya.


Setelah mengatakan itu, pak Ridwan benar-benar pergi dari kediaman anak pertamanya.


'*Mereka sudah pergi? dengan keluarga barunya? tapi siapa.."batin Andre bertanya-tanya dengan raut wajah bingung..

__ADS_1


Bersambung*..


__ADS_2