Riana'S Household Story (Cerita Rumah Tangga Riana)

Riana'S Household Story (Cerita Rumah Tangga Riana)
Part 62


__ADS_3

"Assalamualaikum..."Teriak Riana setelah memasuki mansion Sallex.


"Oang-orang pada ke mana? Kok sepi sekali.." Ucapnya.


"Apa mereka ada di kamar kali ya ." lanjutnya, lalu menaiki anak tangga satu-persatu.


"Assalamualaikum sayang.." Ternyata dugaan Riana benar, bahwa anak semata wayangnya ada di kamar.


"Waalaikum salam Bunda.."Reyna buru-buru membasuh wajahnya ke kamar mandi begitu mendengar suara kaki mendekat ke arah kamarnya.


"Wa'alaikum salam Nona."ucap Nilla.


'Meski seberapa kali banyak kamu tutupi kesedihan itu, bunda sudah tahu semuanya sayang..Maafkan bunda.."Batin Riana.


"Ini wajah Reyna basah karena abis cuci muka bunda, soalnya wajah Reyna terasa panas. Makannya Reyna basuh pake air dingin.." Reyna langsung menjelaskan sebelum bundanya bertanya.


Ucapan Reyna membuat Riana tambah bersalah.


Segitu tidak inginnya Reyna melihat sang bunda sedih atas keadaan yang sesungguhnya.


'Kamu memang anak pintar sayang, tapi bunda di sini yang terlalu bodoh mengartikannya.."batin Riana.


"Bunda kenapa lihatin Reyna kaya gitu? Bunda gak percaya ya sama apa kata Reyna.." Tanya Reyna.


'Bunda'mu sepertinya tahu kalau kamu bohong sayang.."batin Nilla.


"Bunda lihatin Reyna karena wajah Reyna cantik. Dan untuk yang tadi, bunda percaya kok sayang, 100% percaya sama ucapan Reyna.." Jawab Riana.


Reyna tersenyum, mungkin ia bisa bernafas lega sekarang.


"Reyna bunda mau ngomong serius sama kamu sayang.."ucap Riana.


"Apa itu bunda.." Tanya Reyna.


"Nona, Reyna. Aku permisi dulu kalau begitu.." Nilla merasa tidak enak jika mendengarkan pembicaraan mereka yang serius.


"Kamu tidak perlu pergi Nil, di sini saja.."ucap Riana.


"Tapi..


"Ini gak penting-penting amat kok, lebih tepatnya membicarakan soal liburan.." sahut Riana.


Nilla menganggukan kepala dan kembali menduduki tempatnya.


"Liburan.."Mata Reyna langsung berbinar begitu mendengar kata tersebut.

__ADS_1


"Iya sayang. Apa Reyna mau ikut bunda liburan? Sebenarnya bukan liburan sih, lebih tepatnya bunda mau cari lokasi yang bagus untuk membangun kantor pusat kita. Karena waktunya sedikit lama, jadi bunda mau ngajak kamu dan kak Nilla pergi ke negara sana.." Jawab Riana..


Ada sedikit kecewa begitu mendengar pekerjaan, namun Reyna tidak mempermasalahkan itu yang penting baginya bisa berlibur.


Karena sudah 4 tahun belakangan ini Reyna tidak pernah di ajak ke mana-mana. Hanya ke mall, setelah itu tidak ada lagi. Karena sang bunda terus sibuk, jadi tidak ada waktu untuk menemani anaknya jalan-jalan/liburan.


"Kita mau liburan ke mana bun.." Tanya Reyna.


"Reyna sendiri pengen liburan kemana.. " Tanya balik Riana.


"Kok bunda malah balik nanya sih,? Kan bunda yang ngajak Reyna. Reyna sih di bawa ke mana aja mau, asalkan itu liburan dan perginya sama bunda dan kak Nilla.." Ujar Reyna tersenyum menampilkan gigi putih nan rapihnya.


"Iya sayang. Maksud bunda itu, apa ada tempat yang Reyna ingin kunjungi atau datangi gitu.."tanya Riana.


"Ada.." Jawabnya semangat 45.


"Tempat apa? Di mana itu sayang.." Tanya Riana.


Sedangkan Nilla di sana sebagai pendengar setia kedua majikannya. Sesekali ia terkekeh, melihat ekspresi Reyna yang menurutnya lucu.


"Emm, kalau Reyna katakan, bunda mau gak anterin Reyna ke sana.." tanya Reyna penuh harap.


"Kalau bunda bisa, kenapa tidak sayang."Riana tersenyum.


"Memang tempat mana yang ingin Reyna kunjungi.." lanjut Riana.


"Mimpiin.." Riana menautkan alisnya.


"Memang Reyna mimpiin apa? Kok gak pernah cerita sama kakak.." Kali ini Nilla angkat suara.


"He he he, maaf kak. Reyna lupa.." jawab Reyna cengengesan.


"Tempatnya seperti apa sayang.." Tanya Riana.


"Sebuah taman yang luas, tapi taman itu di penuhi dengan makam, bun. "Jawab Reyna.


"Makam? Makan siapa sayang.." tanya Riana tidak mengerti.


"Reyna tidak tahu jelas makam siapa itu bunda, soalnya makam itu banyak banget. Tapi walaupun begitu, tempatnya tidak serem kok, gak ada hantunya juga. Tapi ada dua makam yang paling bersinar di sana bun, ada penghuninya juga lagi..."jawab Reyna.


"Penghuni...?" Ucap Riana dan Nilla serempak dengan raut wajah tidak mengerti.


"Iya bun, kak. Tapi sayangnya penghuni dua makam itu tidak mau menampakan wajahnya pada Reyna. Setiap Reyna ingin mendekati mereka, mereka malah pergi menghilang begitu saja Bun, seperti angin. Tapi sebelum pergi, mereka sempat bilang, katanya 'Kenapa Reyna tidak mengunjungi kami lagi'.Begitu bun kata mereka.."Jawab Reyna.


"Seperti apa makamnya sayang.." Tanya Riana.

__ADS_1


"Memanjang.."jawab Reyna cepat.


"Memanjang apa datar sayang..."Riana mencoba menggali informasi tentang dugaannya.


"Memanjang bunda, ada nissannya juga. Tapi aku tidak bisa melihat dengan jelas nama-nama di dua batu nissan itu.." jawab Reyna.


"Apa jangan-jangan mereka adalah bunda dan ayahku.?Karena hanya makam mereka yang terletak di dekat taman. Sedangkan kakek dan nenek, bukan di taman. Melainkan di pegunungan dan makam kakek dan nenek'pun bukan memanjang, tapi datar. Sedangkan makam yang di mimpi Reyna memanjang. Berarti benar dugaanku, kalau itu makam ayah sama bunda.."batin Riana.


Kenapa makam Tuan Allex dan Nyonya Maya datar? Jawabannya adalah, karena mereka berdua memeluk agama yang berbeda dari anak-anaknya.


"Sudah lama sekali Reyna pengen ke makam itu bun, Reyna juga penasaran sama penghuni dua makam itu. Bunda mau kan, nganterin Reyna ke sana.." Tanya Reyna.


"Iya sayang, nanti bunda anterin. Karena kebetulan tempat itu berada di negara yang sama, yang akan kita gunakan untuk berlibur." Jawab Riana tersenyum.


"Horeee,,, Reyna mau ke makam sekalian berliburrrr.." Teriaknya kegirangan..


"Emm, Nona, aku mau tanya.." ucap Nilla.


"Tanyakan saja.." Ujar Riana beralih menatap pengasuh anaknya.


"Apa Nona tahu, tempat yang di maksud Reyna.." tanya Nilla.


"Tentu aku tahu, tempat itu di mana ada kedua makam kakek dan neneknya.." Jawab Riana..


"Ohh, kalau boleh tahu di mana tempatnya Non.." tanya Nilla kepo.


"Yang jelas di tempat kelahiran aku dan Reyna.." jawab Riana.


'Tempat kelahiran Nona Riana dan Reyna? Berarti..'batinnya terhenti.


"Yang kamu pikirkan benar Nilla, kita akan berlibur ke Negara Indonesia."Sahut Riana.


"Dan kamu juga bisa pulang kampung ke rumah kedua orang tuamu.."lanjut Riana.


"Bener Non.." Mata Nilla berkaca-kaca.


"Benar, nanti aku dan Reyna yang akan mengantarkanmu ke kampung halaman." Jawab Riana sambil tersenyum manis..


Betapa bahagianya Nilla saat itu, karena selama 4 tahun belakangan ini Nilla tidak pernah bertemu lagi dengan kedua orang tua angkatnya. Nilla sering bertukar kabar melalui pesan WA, dan sering juga vidio call'an..


Setiap bulan Nilla kirimkan semua gajinya pada mereka, sebagian ungkapan terima kasih karena sudah membesarkan dan membiayainya sekolah. Namun uang itu tidak seberapa dengan pengorbanan yang selama ini kedua orang tua angkat berikan pada Nilla, Dan Nilla'pun sadar dengan semua itu.


Maka dari itu Nilla berjanji akan mengabdikan seluruh hidupnya pada mereka, serta berjanji akan membahagiakan kedua orang tuanya..


"Ya Allah, akhirnya aku bisa bertemu lagi dengan ibu dan Bapak."batin Nilla menitikan air mata.

__ADS_1


"Yeeyyy,, Reyna mau ke rumah kak Nila...."Reyna berlocat kegirangan di kasurnya.


Bersambung..


__ADS_2