
"Reyna kenapa sedih. " tanya Nilla.
"Gak apa-apa kok kak, Reyna gak sedih kok..Reyna lagi lihatin para penjaga-penjaga itu. "Jawab Reyna menunjuk para penjaga dari atas balkon lantai 2.
"Memangnya kenapa dengan mereka? Kenapa Reyna lihatin mereka kaya sedih begitu.." Tanya Nilla.
"Kak, apa mereka semua punya keluarga.." Tanya balik Reyna.
"Kakak tidak tahu sayang, kakak tidak pernah mencari tahunya. Memangnya kenapa kalau merek punya keluarga atau tidak.."Nilla di buat sangat bingung oleh anak asuhnya.
"Apa Om-om itu punya anak.." tanya Reyhan menatap lurus.
"Heii, kamu kenapa heumm? Tidak biasanya bertanya soal pribadi orang lain." Nilla bertanya sambil menghadap Reyna.
Namun Reyna malah enggan melihat mata bening yang di miliki pengasuhnya itu.
"Cerita sama kakak, siapa tahu kakak bisa membantu kamu sayang. " tanya Nilla.
"Kalau mereka mempunyai keluarga, bagaimana perasaan anak saat di tinggal sang ayah,? Bagaimana perasaan sang anak saat di tinggal ibunya bekerja? Apa rasanya sama seperti yang aku alami kak? Atau lebih, atau kurang...." Tanya Reyna menundukan kepala setelah mengucapkan kata-kata akhir.
"Mereka pasti senang sayang, karena dengan cara itu orang tua mengekspresikan kasih sayangnya dengan cara bekerja. Uangnya mereka gunakan untuk membahagiakan anak-anaknya. Jadi semua itu tidak lepas dari tanggung jawab seorang ibu pada anaknya. Apa lagi bunda kamu seorang ibu tunggal, yang harus bisa menguasai 2 peran sekaligus. Pertama menjadi seorang ibu untuk anaknya, serta yang ke dua adalah menjadi seorang ayah untuk anak semata wayangnya. Pasti sangat berat menjalani dua peran sekaligus.
Jadi di sini, peran Bunda kamu yang paling kuat di antara para penjaga-penjaga itu. Sedangkan tugas mereka hanya 1 yaitu mencari uang, dan yang mengurus anaknya pasti istri mereka. Namun tidak sama dengan yang bundamu lakukan sayang.
Walaupun bunda tidak mengurusmu langsung, tapi beliau selalu memantau keadaan Reyna di manapun Reyna berada. Beliau sekaligus mencari uang, dan uang itu bunda gunakan untuk membahagiakan Reyna. Untuk para anak yatim piatu yang selama ini bunda donasikan. Untuk menggaji kakak, agar kakak tetap bisa menjagamu demi bunda. Menggaji para penjaga itu, otomatis mereka bekerja untuk menjaga Reyna juga. Jadi, semua yang bunda lakukan itu demi Reyna, dari semua yang bunda korbankan selama ini itu semua demi Reyna. Demi membuat Reyna senang, tenang, serta aman. Bunda wanita yang sangat tangguh yang pernah kakak temui di dunia, wanita hebat yang memiliki kemampuan hebat. Wanita berbakat memiliki anak berbakat seperti Reyna."Jawab Nilla panjang lebar. Nilla ingin memberi pengertian pada anak asuhnya, kalau yang majikannya selama ini lakukan adalah untuk dirinya.
"Hiks hiks hiks.."Reyna menangis setelah mendengar jawaban dari pengasuhnya.
__ADS_1
"Dari sini kamu mengertikan ucapan kakak.." tanya Nilla mendekap tubuh kecil itu.
Reyna menganggukan kepala dengan deraian air mata yang membasahi kedua pipi chubynya.
"Reyna tidak bersyukur dengan apa yang Bunda lakukan selama ini untuk Reyna. Hik hiks, padahal semua yang bunda lakukan untuk Reyna. Reyna selalu kesal saat bunda mementingkan pekerjaannya dari pada Reyna. Reyna menyesal karena sudah seperti itu pada bunda, Reyna ingin minta maaf pada Bunda kak karena selama ini Reyna diam-diam memendam kekesalan dalam diri Reyna untuk bunda..Hiks hiks hiks.."Ucap Reyna terisak.
"Iya, nanti kakak temani kamu meminta maaf sama bunda ya.." Ucap Nilla mengusap punggung anak asuhnya itu.
Reyna menganggukan kepala dalam pelukan wanita yang sudah di anggap kakak sendiri oleh Reyna.
"Apa bunda mau memaafkan Reyna ,kak? Reyna takut, kalau bunda juga memendam kekesalan pada Reyna.."Tanya Reyna setelah tenang.
"Heii, bunda Reyna tidak mungkin seperti itu sayang. Bunda sangat menyayangi Reyna, sangat mencintai Reyna melebihi rasa cinta pada dirinya sendiri. Jadi, bunda tidak mungkin memendam kekesalan pada Reyna. Sudah ya, sekarang Reyna hapus air matanya, sebelum bunda pulang dan melihat wajah Reyna."Sahut Nilla.
"Kalau bunda tahu Reyna menangis, bunda pasti akan sedih.." Ucap Reyna segera membersihka sisa air matanya.
"Tentu Reyna tidak menginginkan itu kak.."Ujar Reyna.
Tanpa Nilla dan Reyna ketahui, ternyata orang tengah mereka bicarakan itu sudah melihat semuanya percakapan mereka melalui ponsel pintar yang terhubung langsung dengan kamera pengawas yang terpasang di setiap bagian Mansion kediaman Sallex..
Ya, Riana sudah melihat dan mendengar yang anaknya ucapkan bersama sang pengasuh.
"Maafkan bunda sayang.." Ucap Riana menangis melihat anaknya menangis.
"Sekali lagi tolong maafkan bunda. Tapi kamu tenang saja, bunda janji setelah semua ini selesai, bunda akan lebih perhatian padamu nak. Bunda akan menebus moment -moment yang selama ini bunda tinggal kan sayang..Bunda janji untuk itu.."Ucapnya sembari melihat layar ponselnya.
"Nona, kenapa? Kok sepertinya lagi nangis.."tanya pak supir karena Riana saat ini tengah berada di jalan menuju pulang.
__ADS_1
"Nona tidak apa-apa kan? Apa ada yang sakit? Kita ke rumah sakit aja ya Non.." Lanjut supir khawatir.
"Tidak usah pak, saya tidak apa-apa. Saya lagi melihat Reyna saja.." jawwab Riana.
"Kok sepertinya habis Non..Soalnya mata Nona merah, hidung Nona juga merah."Supir terkepo yang pernah miliki selama 4 tahun belakangan ini.
"Saya memang nangis pak,. Tapi saya menangisi nasib anak saya yang seperti sekarang ini. Yang kurang kasih sayang dari kedua orang tuanya, termasuk saya.."Jawab Riana jujur.
"Nona yang sabar ya, pasti semua ini ada hikmahnya.."Sahut Supir.
"Apa saya boloeh mengatakan pendapat saya Nona.."lanjut si supir..
"Tentu boleh pak, asal hati-hati saat berkendara.."Jawan Riana.
"Nona kan sangat cantik, pasti banyak dong pria-pira yang mengingikan anda. Kenapa tidak Nona carri yang baru saja.? Siapa tahu dengan adanya orang baru, Kasih sayang Nona Kecil terpenuhi dan tentunya tidak kekurangan sedikipuun.."Ujar suoi
"Terima kasih atas sarannya pak, sangat bagus.Tapi saya masih belum bisa untuk soal itu.: Jawab Bima menatap arah luar dari jendela mobil.
"Apa Nona masih trauma.." tanya si supir..
"Soal trauma, tentu jawabannya tidak pak. Hanya saja saya belum siap untuk menjalan kan komitmen seperti itu.."jawab Rianty.
"Jika itu yang terbaik Untuk Nona, saya akan selalu mendukung apapun keputusan anda."Ucap si supir.
"Terima kasih pak. Pak tolong lebih cepat lagi, karena saya sudah merindukan Reyna."Titah Riana mutlak..
"Tentu, silahkan Nona berpegangan..
__ADS_1
Bersambung..