
"Han, apa kita tidak salah lihat." Tanya Raymond terkejut setelah tahu siapa yang akan menjadi korban rentennir kelas kakap itu selanjutnya.
"Tidak Ray, memang beliau yang berniat ingin membeli lahan ini.." jawab Han mengawasi gerak gerik pembeli dan penjual.
"Untuk apa dia membeli lahan ini? Bukankah perusahaannya sudah banyak di mana-mana ." Tanya Raymond.
"Sepertinya beliau akan membangun kantor pusatnya di sini..".
"Kantor pusat? Kantor pusat apa.." Tanya Raymond, rupanya ia lupa dengan penjelasan Han dulu.
"Kau lupa atau pura-pura lupa sih? Bukankah aku sudah memberitahu mu jika Nona Riana sudah menyatukan 3 perusahaan besarnya, dan mungkin saja kota kita ini yang jadi pilihannya untuk membangun kantor pusatnya."Jawab Han menjelaskan ulang.
"Ah yaa, aku lupa." ujar Raymond..
'Jika itu benar, berarti dia akan tinggal di sini.."batin Raymond tersenyum. Bukankah itu sangat bagus untuknya? Untuk mendapatkan hati seorang janda beranak 1.
"Ck cck, semenjak kau bertemu dengan Nona Riana, kau banyak berubah Ray.." Ucap Han.
"Berubah apanya? Seperti spidermain saja pake berubah segala.." ujar Reyhan.
"Memang, tapi sayangnya kau tidak menjadi manusia laba-laba.."Ucapnya.
"Lalu.." Tanyanya.
"Kau berubah tua, tua-tua keladi yang tidak tahu diri..ha ha ha.." jawab Han.
Pleetaakk..
"Awww..."Han mengaduh kesakitan saat Reyhan menjitak kepalanya..
"Kenapa kau menjitak kepalaku sih? Sakit tahu..
"Sudah diam, atau ku sumpal mulut kau itu dengan tanah itu."ucap Raymond.
'Dasar bos brengsek.."batin Han kesal.
'Dia gak tahu apa kalau setiap tahun ini kepalaku selalu di fitrahhin, enaknya saja main jitak-jitak kepala orang, biadab memang bos gue ini.." batin Han mengusap-usap kepalanya.
__ADS_1
"Aku sudah memutuskan kalau gaji kau bulan ini ku potong 50% karena sudah berani mengataiku dengan mulut dan batin sampah kau itu.." sahut Reyhan..
"APA.."Han terkejut, ia lupa kalau Tuannya itu bisa membaca dan mendengar hati dan fikiran orang lain.
"Ja-Jangan Ray, kal..
"DIAM.."geram Reyhan, Han langsung diam di luar dan dalamnya.
Kembali ke topik..
"Jadi anda yang ingin membeli lahan saya Nona Cantik.." Ucap Rentenir menatap Riana dengan pandangan lapar.
Meksi berpakaian tertutup, tapi tidak menutup kemungkinan jika tubuh dan wajah Riana sangat menggoda..
"Benar, apa benar anda pemilik sah lahan ini.." tanya Riana dingin.
"Tentu, kalau bukan saya siapa lagi.." jawabnya.
"Saya boleh lihat sertifikat lahan ini.." Tanya Riana.
"Tentu,, Hans berikan berkas itu pada Nona Cantik ini.." Ucapnya menyuruh tangan kanannya.
'Sangat cantik, lebih pantas menjadi pemuas nafsuku.."batin Rentenir.
"Surat ini, apa asli.." Tanya Riana..
"Apa maksud anda berkata seperti itu Nona? Anda mau menuduh saya jika surat ini palsu.." Bentaknya.
"Woww, ekspresi anda berlebihan sekali Tuan. Saya hanya bertanya saja," ucap Riana santai.
"Lagi pula saya tidak menuduh anda, saya bicara tentang fakta bahwa surat tanah ini memang benar-benar palsu.."lanjut Riana.
'Dari mana dia tahu kalau surat itu palsu? Sebenarnya siapa dia ini.." batin Rentenir.
Rentenir itu selalu menipu orang-orang yang membeli lahan tersebut. Uang sudah di bayar sesuai nominal yang di butuhkan, surat tanah di berikan pada pembeli.
Tapi 2 minggu kemudian, Rentenir ini melelangkan kembali lahan tersebut pada pengusaha lain. Pembeli kemaren tidak terima karena lahan itu sudah menjadi miliknya dan sudah di tanda tanganni di atas materai. Tapi apa boleh buat, jika rentenir itu mengeluarkan senjata yang membuat pembeli itu tidak menyangka jika ia sudah di tipu oleh rentennir itu.
__ADS_1
Rentenir mengeluarkan sertifikat tanah yang aslinya, otomatis lahan itu menjadi miliknya kembali. Sedangkan para pembeli ia berikan sertifikat palsu agar masuk ke dalam jebakannya.
Dengan begitu hidupnya bergelimang harta, harta yang dia dapatkan tanpa harus mengeluarkan tenaga. Apa lagi Rentennir itu menjual tanah permeternya sangat tinggi, dan karena lahannya sangat luas dan lebar membuat nominal angka bertambah.
Sudah 7 orang pengusaha bangkrut yang di sebabkan ulahnya, 7 orang itu juga sudah membawa polisi dan membawa kasus tersebut pada jalur pengadilan. Tapi sepertinya kepolisian itu juga di bawah tanduk sang Rentennir, jadi semua polisi selalu membenarkan apa yang di ucapkan rentennir itu.
Dan Riana adalah korban selanjutnya untuk mendapatkan uang cuma-cuma dariinya. Namun tanpa rentenir itu sadari, jika karier yang selama ini ia banggakan akan tamat di tangan Riana saat itu juga. Karena Riana sudah tahu akal busuk dan dia juga bisa membedakan mana sertifikat asli dan mana yang palsu.
"Saya akan membeli lahan ini sesuai dengan harga yang sudah di tentukan, tapi saya minta sertifikat aslinya sekarang juga." Ucap Riana menghapus keheningan yang terjadi di sana.
"Ha ha ha, kau bilang ingin membeli lahan ini? Dengan apa kau membelinya Nona Cantik? Apa dengan tubuhmu ini Nona Cantik? Tapi sepertinya tidak bisa, karena lahan ini lebih mahal dari harga diri anda Nona Cantik. ha ha ha.." Ucap Rentenir tertawa dan di sambut hangat dengan anak buahnya.
"Jaga mulut kau laki-laki brengsek.." Geram Jack, kepala orang-orang Riana..
"Siapa kau berani berkata seperti itu pada saya hah? Kau belum tahu saya, saya adalah orang yang paling berkuasa di negri ini. Jadi kau harus berhati-hati dengan saya, biadab.."Bentak Rentenir.
"Sudah, saya di sini ingin membeli lahan ini tanpa dengan adanya kekerasaan. Tolong berikan sertifikat asli dan saya akan membayar harganya di muka." sahut Riana, paling benci dengan yang namanya kekerasan.
"Ha ha ha, jangan halu Nona Cantik. Kau pikir saya percaya dengan tipu muslihatmu? Tentu tidak, kau ingin mengambil sertifikat aslinya, dan kau akan membayarnya dengan uang palsu kan? Saya tidak sebodoh yang anda kira Nona.."Ucapnya menyeringgai.
"Berikan sertifikat itu, dan masalah ini selesai.." ucap Riana.
"Ha ha ha, tidak akan dan tidak akan pernah. Dari pada kita main kekerasaan di sini, tidak jelas, panas, kulit anda bisa hitam, lebih baik kita bermain di ranjang Nona Cantik, agar kulit mulusmu itu tetap bersinar.." Ucapnya dengan senyum mengejek.
"Brengsek..."Teriak Jack tidak terima.
Bughh..
Jack berhasil membuat bibir Rentenir itu berdarah.
"Wahh, sepertinya sakit tuh.." Ucap Han yang masih setia di tempat persembunyiannya.
"KAUU.,, Cepat serang mereka.."Ucap Rentenir emosi, baru kali ini ada yang memperlakukannya dengan kurang ajar.
"Ray, mereka berkelahi, Dan sepertinya Nona Riana akan kalah, secara anak buah rentenir itu banyak sekali, sedangkan Nona Riana hanya 4 orang..Sebaiknya kita tolong mereka sekarang..
"Tidak perlu, kita lihat saja dulu.." Tahan Raymond karena ia yakin kemenangan itu akan jatuh pada tangan Riana.
__ADS_1
Bersambung..