
"Uhh, untung saja.." Ucap Han bernafas lega setelah melihat kejadian yang sebenarnya di lahan itu.
"Ray, coba kau lihat ke sana.." Ucap Han.
"Aku tidak mau, aku tidak bisa melihatnya seperti itu Han.." Jawab Raymond tanpa menoleh.
"Seperti itu, apa?Coba deh lihat dulu, setelah itu kau akan tahu apa yang sebenarnya terjadi di sana.." Ucap Han, tidak mengerti.
"Kenapa.." Tanya Raymond..
"Dugaan kita salah Ray..Kau lihat saja sendiri.." Jawab Han.
"Apa Riana masih hidup.." tanya Raymond, konyol.
"Ya, iyalah hidup. Makanya kau lihat dulu, setelah itu kau akan tahu jawabannya.." Jawab Han kesel, baru kali ini sahabatnya ketakutan seperti itu, padahal menurut Han ini hal biasa yang sering terjadi pada Tuan'nya..
"Coba kau lihat ke sana Raymond Gevanno Molland.."Ucap Han. Karena kesal, Han langsung membimbing kepala Tuan'nya agar menghadap ke tempat kejadian.
Dan..
"It-itu.."Ucap Raymond membulatkan mata. 1 menit kemudian keterkejutan itu berubah dengan senyum manis yang terpancar dari bibirnya.
"Ck ck, tadi aja ketakutan. Tapi sekarang malah senyum-senyum sendiri, dasar tidak jelas.." Ucap Han.
Raymond tidak menanggapi ucapan sekretarisnya, matanya terus menghadap kedepan setelah apa yang Riana telah lakukan pada Rentennir kelas kakap itu.
Ya, suara tembakan itu bukan berasal dari senjata api milik rentennir itu, tapi suara itu berasal dari senjata tajam milik Riana yang ia keluarkan dari sakunya secepat kilat. Sebelum peluru milik rentenir keluar dari sarangnya, Riana lebih dulu menembak rentennir itu di bagian telapak tangannya.
Otomatis senjata api itu terlempar jauh dari tangan rentennir. Tidak sampai di situ saja, Riana juga menembak kaki musuh saat musuhnya itu hendak berlari menggapai senjata apinya.
"Akkhhhhh.." teriak rentennir langsung terjatuh di tempat begitu peluru itu berhasil menembus kakinya.
"Ampun Nona, jangan bunuh saya, saya masih ingin hidup.." ucapnya.
"Saya tanya sekali lagi, anda berniat menjual lahan ini atau tidak..?"Tanya Riana sembari menodongkan senjata kecilnya ke arah kepala rentennir itu..
"Sa-saya mau menjualnya Nona..."Jawab Rentennir.
"Apa anda ikhlas? jujur saja, saya tidak akan membeli lahan ini jika anda terpaksa menjualnya pada saya.."Tanya Riana.
"Cepat jawab, waktu saya tidak banyak di sini.."Ucap Riana.
__ADS_1
'Reyna pasti kecew padaku, karena aku tidak bisa menepati janjiku.." batin Riana, ternyata selama di sana Riana sudah menghabiskan waktu 2 jam'an lebih, sedangkan ia menjanjikan pada anaknya 1 jam paling lama 2. Dan sudah di pastikan putri cantinya itu akan mendiamkannya seperti biasa.
'Sempurna.."batin Raymond.
"Sebenarnya anda siapa Nona?Dan kenapa anda ingin membeli lahan ini.."Tanya Rentennir.
"Apa saya perlu menjawabnya. "Tanya balik Riana.
"Tentu, karena lahan ini sebenarnya milik alm. istri saya. Dia bilang, saya boleh menjual lahan ini. Asal, tidak di gunakan untuk pembangunan yang tidak-tidak."jawab Rentennir berubah murung..
"Yang tidak-tidak..?" Ucap Riana mengulangi.
"Club, atau yang berhubungan dengan orang-orang jahat. "
"Kenapa.? Bukankah kau sendiri sudah berbuat jahat dan menipu banyak orang dengan menggunakan lahan ini.." Ucap Riana tersenyum sinis.
"Saya terpaksa melakukannya, saya menyesal. Saya tidak punya pilihan lain untuk bertahan hidup selain menyalahgunakan lahan ini, maafkan saya Nona.."jawabnya menundukan kepala.
Riana mengela nafas panjang..
"Ada apa dengan rentennir itu? Sepertinya dia sedang sedih.."Tanya Han.
"Dia teringat dengan alm. istrinya.." jawab Raymond dapat membaca pikiran rentennir itu meski jaraknya lumayan jauh.
"Saya menginginkan lahan ini karena saya akan membangun kantor pusat yang saya pimpin di kota ini. Sebenarnya saya tidak punya bisnis apa-apa di kota ini, saya pengusaha asal Jerman, hanya saya lebih tertarik untuk membangun kantor pusat kota ini. Tidak hanya itu, saya juga akan membangun mushola di sebagian lahan ini. Dan Alasan saya membangun kantor pusat di sini, karena itu.." Ucap Riana menunjuk TPU yang terletak lumayan jauh dari lahan tersebut.
"TPU.."ucap Rentennir bingung.
"Ya, saya ingin dekat dengan kedua orang tua saya.." jawab Riana.
"Jadi..
"Ya, alm. kedua orang tuanya di makan di TPU itu." jawab Riana tersenyum memandangi lahan di mana kedua orang tuanya di makamkan.
Rentennir cukup terkejut, pasalnya ia tidak menyangka jika saat ini ia tengah berhadapan dengan anak yatim piatu. Dan anak buahnya yang selama ini ia banggakan kalah di tangan perempuan, begitupun dengan dirinya.
Tapi jujur saja, renteninnir itu merasa lega setelah tahu tujuan Riana menginginkan lahan tersebut..
'Istriku pasti akan senang di sana jika tahu lahannya akan di bangun tempat beribadah. Tapi maafkan suamimu yang bodoh ini karena sudah salah menggunakan lahan ini.."Batin Rentennir.
"Dia sangat mencintai Alm. istrinya."- Ucap Raymond.
__ADS_1
"Benarkah?.."Han tidak percaya, karena yang ia tahu rentennir itu orang jahat, penjahat kelamin juga.
"Soal itu, dia tidak bisa memungkirinya jika dia sangat merindukan sentuhan wanita. Tidak mungkin juga bukan kalau dia meminta hak pada alm. istrinya?." sahut Raymond menjelaskan isi fikiran Sekretarisnya.
"Heum, kau benar." ucap Han.
"Anda bilang, kalau anda ingin membangun kantor pusat di kota ini. Kalau boleh tahu, apa nama perusahaan anda. " Tanya rentennir.
"Benar, tapi kalau soal nama perusahaan baru, itu masih rahasia.."jawab Riana.
Rentennir itu menundukan kepala.
"Tapi yang jelas, saya adalah keturunan dari kaluarga Sallex.." lanjut Riana.
"Keluarga Sallex. "Rentennir itu langsung mengangkat kepalanya setelah mendengar nama keluarga yang di takutinya selama ini.
"Ya, apa anda pernah mendengar nama keluarga itu, Tuan.." tanya Riana.
"Tentu, tentu saya pernah mendengar dan mengenali hal itu. Tidak hanya saya, semua orang pun kenal dengan nama keluarga itu.." jawabnya yakin.
"Jadi anda..
"Saya juga adalah pemimpin Sallex Group." jawab Riana.
"APA.."Rentennir itu terkejut setengah mati, begitupun dengan orang-orangnya.
Jadi, wanita cantik yang dia goda dan ia lontarkan dengan kata-kata tidak wajar itu adalah seorang pemimpin Sallex Group yang identitasnya tertutup, yang sangat di segani semua pengusaha bisnis, termasuk pengusaha hitam bawah tanah sekalipun.?, pikir Rentennir dengan seluruh tubuh bergetar hebat.
Ya Tuhan, mimpi apa semalam mereka bisa bertemu dengan wanita yang selama 4 tahun belakangan ini ingin di ketahuinya karena sangat terkenal dengan kecerdasan, kecantikan dan boddy'nya bak gitar Spanyol itu kini tengah berada di hadapan mereka, pikir orang-orang rentennir itu senang bukan main. Tapi mereka sangat menyesal, karena sudah menyerang Riana dan membuat orang-orangnya tidak berdaya di tanah.
"Maafkan kami, Nona.."Ucap anak buah rentenir bersimpuh..
Bughh.
"Maafkan saya. " di susul oleh sang pemimpin mereka.
"Saya bukan Tuhan kalian, jadi bangunlah.."ucap Riana tegas. Ia sangat membenci orang-orang yang bersimpuh seperti itu pada dirinya.
"Tidak hanya wajah cantik, boddy aduhai, cerdas, penguasa bela diri, pengusaha hebat, seorang milyarrder, baik hati, murah senyum, dan tidak sombong...Bener-bener wanita sempurna. Pria mana yang beruntung mendapatkan hati Nona Riana.."Ucap Han.
"Tentu pria itu, adalah aku.." sahut Raymond tersenyum yakin, yakin bisa mendapatkan hati wanita yang selama ini di carinya itu.
__ADS_1
Bersambung