
"Dokter, maaf jika saya menyela ucapan dokter, tadi. Tapi saya butuh penjelasan atas kondisi anak saya." Ucap Andre langsung ke intinya.
"Sudah saya katakan, keadaan anak anda baik-baik saja Tuan. Dari fisik dan mental sudah kembali sehat seperti sedia kala. Panyebab mental anak anda langsung kembali pulih, itu karena dorongan dari orang-orang terdekat.."jawabnya.
"Orang-orang terdekat? Maksudnya dok.." Tanya Andre tidak paham.
"Benar Tuan, anak anda melewati masa-masa itu karena dorongan orang-orang terdekatnya. misalkan orang terdekat itu sudah membuat pasien ceria, tersenyum, bahagia dari biasanya. Serta beberapa faktor lain yang mengakibatkan penderita seperti itu langsung kembali normal. Seperti...
"Stop dok, sepertinya saya tahu penyebab anak saya sembuh karena apa. Tapi ada satu hal lagi yang saya ingin tanyakan pada dokter..".
"Silahkan, tanyakan saja Tuan..
"Tapi ini bukan tentang kondisi anak saya dok..
"Lalu.."Tanya dokter itu Kebingungan.
"Saya lihat anda sedikit terkejut melihat istri saya, tadi. Anda juga bilang kalau istri saya adalah wanita yang semalam,m. Semalam apa maksudnya dok.."Tanya Andre.
"Ah itu, bukan apa-apa Tuan. Mungkin saya beneran salah mengenali orang." jawabnya.
"Salah orang gimana maksudnya dok? Tolong jelaskan pada saya, karena saya juga menemukan kejanggalan pada sikap istri saya. Saya melihat dia juga terkejut saat dokter bertanya, dan saya juga melihat pipi istrinya yang terasa berbeda dari biasanya, bengkak seperti kena tamparan seseorang.." Tanya Andre mendesak, karena ia yakin dokter tersebut tahu dengan apa yang di lakukan oleh istrinya semalam.
Dokter tersebut menghela nafas panjang terlebih dahulu sebelum menjawab pertanyaan orang tua dari pasien yang di rawatnya.
"Maaf jika saya ikut mencampuri urusan pribadi anda Tuan. Dan saya juga tidak berniat menjelek-jelekkan istri anda, tapi apa anda kenal dengan wanita ini? Karena yang saya lihat, wanita ini mirip sekali dengan istri anda.."Jawab dokter memperlihatkan wanita di ponselnya.
"I-ini memang istri saya dok.."Andre terkejut melihat foto saat istrinya tengah di tampar seseorang dari depannya. Andre tidak bisa melihat pelaku yang menampar istrinya itu, karena di foto tersebut, pelaku membelakangi kamera.
"Siapa wanita ini?Kenapa dia malah menampar istri saya dok.." wajah terkejut Andre langsung berubah menjadi sangar, merasa tidak terima saat istri yang ia cintai di perlakukan demikian oleh wanita tak di ketahui wajahnya itu.
"Kurang ajar, saya harus memberi pelajaran pada wanita itu karena sudah membuat pipi istri saya bengkak karena ulahnya. Di mana wanita itu dok? Dokter pasti tahu kan di mana keberadaan wanita gila itu berada.." tanya Andre.
"Jangan emosi dulu Tuan, lebih baik anda mencari tahu kebenarannya terlebih dahulu sebelum anda berbuat sesuatu dan pada akhirnya anda akan menyesal. Karena yang saya lihat, istri anda yang salah di sana..
__ADS_1
"Apa maksud anda berkata seperti itu dokter.? Jelas-jelas wanita itu sudah berbuat kasar pada istri saya. Lalu anda bilang kalau istri saya yang salah, benar? Ha ha ha, benar -benar penjelasan yang konyol.." Ucap Andre tertawa dalam emosi.
"Saya sarankan, sekarang buka ponsel anda, cari video virral pagi ini, dan anda akan menemukan jawaban tentang kejadian semalam di rumah sakit ini setelah menonton video itu."Ucap dokter langsung ke intinya.
"Silahkan anda keluar dari ruangan saya, karena saya masih memiliki pekerjaan yang lebih penting dari pada masalah yang terjadi pada rumah tangga anda.."Lanjut Dokter itu mengusir Andre, karena kesal.
Minta penjelasan, sudah di jelaskan, giliran di jelaskan malah marah-marah. Dasar tidak jelas, pikir dokter..
''Ck ck, kalau saja rumah sakit ini bukan rumah sakit milik Tuan Raymond, sudah pastikan mulut dokter ini ku beri pelajaran karena sudah menyalahkan istriku.."batin Andre menatap tajam dokter yang tengah duduk santai di sana.
"Silahkan keluar Tuan. " Ucap dokter itu lagi langsung membukakan pintu keluar untuk Andre.
"Ck ck , awas kau dok.." Ucap Andre sebelum pintu itu tertutup rapat.
"Benar kata wanita cantik itu, kalau mantan suaminya itu hanyalah sampah.." ucap Dokter.
Di Luar..
"Sialan dokter itu. Istriku di tampar ya aku gak terima lah.. Malah di salahin pula." ucappnya kesal.
"Aku akan melihat video viral itu. Jika ucapan dokter itu salah, lihat saja aku akan memberinya pelajaran. Tapi jika itu sebaliknnya, sepertinya tidak mungkin sih, karena aku tahu watak Riska seperti apa. Tidak mungkin dia begitu, dia kan..." Ucap Andre terhenti begitu melihat wajah pelaku yang menampar pipi istrinya..
"I-ini.." Andre membulatkan matanya.
Ruang VIP..
"Itu kotak apa kek.."Tanya Andra melihat kantong besar di samping plastik bekas mainannya.
"Ini mainan juga sayang." Jawab Pak Ridwan jujur.
"Mainan apa kek? Untuk Andra juga." Tanya Andra dengan mata penuh kebinaran.
"Bukan sayang. Ini hadiah yang akan kakek berikan pada anak perempuan..Lihat tuh, ini kan untuk perempuan sayang, warna pink lagi."Jawab Pak Ridwan jujur..
__ADS_1
'Siapa anak perempuan yang di maksud bapak? Jangan-jangan bapak sudah bertemu dengan perempuan itu dan anaknya.."batin Ibu Erin.
"Anak pe-perempuan? Siapa pak.." Tanya Ibu Erin terbata.
"Iya, siapa pak? Setahu ku di keluarga bapak bukannya tidak ada yang punya anak perempuan.." Tanya Riska menambahi.
"Pokoknya ada, belum saatnya kalian tahu."Jawab pak Ridwan membuat Riska dan Ibu Erin penasaran bukan kepayang.
"Andra boleh kenal sama anak perempuan itu kek..".
"Boleh sayang, boleh banget. Nanti kakak akan mengajak Andra bertemu dengan anak perempuan itu. Andra mau kan bertemu dengannya.." Ucapnya.
"Mau dong kek, siapa tahu kan Andra bisa temanan sama anak perempuan itu..
"Tidak, mamah melarang Andra untuk bertemu dengan anak perempuan itu.." sahut Riska.
"Kenapa mah? Andra hanya ingin punya teman mah.." sahut Andra, kali ini ia angkat bicara.
"Pokoknya Andra gak boleh berteman, ataupun bertemu dengan anak perempuan yang di maksud kakek.."jawab Riska.
"Kenapa.." Tanya pak Ridwan menatap tajam menantunya.
'Sialll, gue harus jawab apa kalau sudah begini. Bisa-bisa bapak curiga sama gue.." batin Riska.
"Iya , kenapa Ris? Bukannya bagus untuk Andre kalau ia punya teman? Kan Andra selama ini tidak punya teman, Ris.." sahut Ibu Erin menimpali.
"Kenapa kamu diam saja? Apa kamu takut.."Sahut pak Ridwan.
"Takut? Takut apa pak.." tanya Ibu Erin.
"Apa kamu takut Andre akan balik kembali pada wanita itu? Dan meninggalkanmu layaknya Andre meninggalkan menantu saya dulu..." tanya Pak Ridwan santai.
Riska membulatkan mata sampai sempurna di sana..
__ADS_1
Bersambung..