Riana'S Household Story (Cerita Rumah Tangga Riana)

Riana'S Household Story (Cerita Rumah Tangga Riana)
Part 127


__ADS_3

Pagi yang cerah, secerah hati seseorang yang tengah memandangi wanita cantik yang tengah menatap keindahan sungai di sana.


Pria tampan ini berada di dalam mobil bersama sekretarisnya. Awalnya pria tampan itu kebingungan mencari yang di carinyan, karena ia tidak tahu jelas alamat yang di dapatkannya. Tapi setelah menapaki ban mobilnya di sana, ia langsung senang bukan main, ternyata yang di carinya sudah menampakan hidung di kejauhan.


"Jadi, kau ke sini hanya ingin menemui Nona Riana.." tanya Han penuh selidik, Han hanya mengikuti perintah Tuannya, tanpa ia ketahui tujuan Raymond datang ke kampung tersebut.


"Hem.." jawab Raymond tanpa menoleh.


"Ck ck, ku pikir ini pekerjaan sangat penting yang mengasilkan uang, tapi ternyata pekerjaan hati.."/ ucap Han.


"Memangnya kenapa kalau masalah hati? Masalah denganmu? kau kan tahu kalau aku mencari wanita itu sudah lama, ya pastinya aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan emas ini lah.."jawabnya.


"Sepertinya kau sangat mencintainya..?" tanya Han.


"Memang.."jawab Raymond enteng.


Han tidak terkejut lagi karena ia juga tahu kalau Tuan'nya itu mencintai Ratu Bisnis, buktinya Raymond dengan setianya mencari Riana selama ini.


Kalau bukan perasaan cinta, lalu apa? Tidak mungkin bukan kalau itu rasa kasihan semata?.


"Kau mau kemana.." tanya Han melihat Raymond beranjak dari tempatnya.


"Mau ke mana lagi kalau bukan untuk mendekatinya.."


"Kalau beliau bertanya, sedang apa kau di sini. Kau akan menjawab apa? Jangan sampai perasaan cinta itu membuatmu bodoh Tuan Raymond.." tanya Han.


Raymond diam, ia sempat memikirkan pertanyaan Han.


'Benar juga ya, Riana pasti bertanya demikian. Dia pasti juga bingung melihat aku di sini. Kalau tanya, jawab apa dong? masa ia aku harus jujur, malu lah.."batin Raympnd, buntu.


"Gimana? Apa aku perlu membantumu..


" Tidak perlu, aku bisa mengatasinya tanpa membuat dia curiga padaku.."tolak Raymond.


"Baiklah, kalau begitu selamat berjuang.."ujar Han.


Sedangkan Riana di tepi danau sana, ia tidak hanya memandangi pemandangan indah sekitar. Tapi ia juga berada di sana karena tengah mengawasi si putri kesayangannya yang sedang bermain air di pinggiran sungai.


"Jangan ke tengah ya, arusnya sedikit deras.." Ucap Riana.


"Iya bunda. Bunda main sini dong, temani Reyna. Seru tahu.." ucapnya sembari menciprati air ke arah bunda'nya.

__ADS_1


"Gak mau sayang, bunda takut baju basah. Reyna kan tahu sendiri kalau pakaian bunda ini sedikit tipis dan bunda juga tidak membawa apa-apa lagi. Reyna di situ saja, kan ada kak Nilla.." jawabnya.


"Iya deh.." Reyna mengalah karena yang di ucapkan bunda'nya memang benar.


"Nona Riana.." panggil seseorang di belakang sana.


Reyna, Nilla dan Riana menoleh ke asal suara dan sedetik kemudian mereka bertiga memebelalakan mata melihat wajah tampan penuh karismatik itu.


"Tu-Tuan Raymond, sedang apa anda di sini.." tanya Riana gagap.


"Saya sedang mencari lokasi untuk pembangunan Villa di sini, kalau Nona sendiri sedang apa?Apa Nona sedang mencari lahan atau.."


'Pembangunan Villa?Aneh. Tapi, kenapa bisa kebetulan sekali bertemu di sini,? Apa dia mengikutiku? Tapi tidak mungkin, secara keberadaanku di jaga aman oleh pihak IT.."Riana bingung.


"Oh tidak, saya ke sini menjenguk orang yang sakit." jawab Riana.


"Anda punya saudara." Tanya Raymond berbasa-basi, padahal ia sudah tahu alasan Riana berada di sana.


"Iya, orang tua dari pengasuh anak saya..


"Om Tampan, Om sedang apa di sini? Reyna seneng banget bisa bertemu dengan Om lagi.." ucap Reyna tiba-tiba memeluk Raymond.


"Eh iya, he he. Reyna lupa, maaf ya Om.." ucapnya cengengesan.


"Gak apa-apa cantik, Om masih ada pakaian ganti kok.." ujar Raymond.


"He he, maaf ya Om, abisnya Reyna seneng banget ketemu Om. Tapi Om belum jawab pertanyaan Reyna loh..


" Om di sini sedang mencari lahan untuk di bangun Vila, Cantik...


"Villa? Wah, itu bagus dong. Berarti kita akan bertemu terus dong..


'Itu sih pasti.."batin Raymond.


"Bertemu terus? Maksudnya apa sayang.." tanya Raymond dengan nada lembut.


"Rencananya bunda juga mau buat Villa di sini Om, buat liburan nanti.." jawab Reyna.


"Benar Nona.."


"Ya. Pemandangan di sangat indah, banyak pepohonan, angin sejuk dan udara sangat alami. Sepertinya tempat ini sangat cocok untuk menghilangkan stres di kepala." Jawab Riana tersenyum manis menatap keindahan.

__ADS_1


'Sangat cantik, benar-benar sangat cantik.."batin Raymond. Meskipun penampilan Riana saat ini sangat sederhana, tapi tidak menutupi kecantikan dan keindahan tubuhnya di balik pakaian santainya itu.


Setelah berbincang-bincang beberapa saat, akhirnya mereka berpisah. Riana dan yang lainnya pulang ke kediaman Nilla, Sedangkan Raymond kembali pada sekretarisnya.


"Cari Vila, Han.." Titah Raymond


"Villa? Yang benar saja, di kota terpencil seperti ini mana ada Villa, kau ini ada-ada saja.."Ucap Han.


"Pokoknya aku tidak mau tahu, kau cepat cari Villa atau hotel, atau apalah yang penting itu penginapan. Sekarang juga.." ujar Raymond.


"'Benar-benar, ternyata Cinta bisa membuat orang bisa bodoh. Vila katanya? Apa dia tidak lihat di jalan yang kami lewati tadi? Villa gak ada, tapi pepohonan banyak.."ucap Han bingung.


Walaupun dalam keadaan bingung, Tapi Han tetap saja menuruti keinginan Tuan'nya untuk mengacari penginapan untuk mereka istirat.


" Gue sih ngarep bisa bertemu dengan Tuan tampan itu, secara fikiran dan hati gue udah kepentok oleh ketampanannya."-batin Riska mengantarkan makan siang untuk Suaminya..


"Andre? Andre mah lewat, dia gak ada apa-apanya jika di bandingkan dengan pemilik perusahaan ini. Jika beliau jatuh ke pelukan gue, di saat seperti itu juga gue akan menedang Andre dari samping gue.." batin Riska menyeringi.


"Nona Riska, sedang apa anda di sini.."Tanya salah satu pegawai yang mengetahui posisi suami Riska.


"Ya untuk nganterin makanan lah, apa lagi coba." jawab Riska jutek.


"Saya tahu. Tapi, apa anda tidak tahu jika Tuan Andre saat ini tidak berada di kantor.?"Ujarnya.


"Memangnya suami saya ke mana..


"Hari ini beliau bertugas memantau rumah sakit..


"Oh begitu.." ujar Riska terdengar santai tanpa ada rasa kata kecewa.


"Karena suami saya tidak ada, dan makanan ini perlu di makan. Jadi tolong izinkan saya untuk bertemu dengan pemilik perusahaan ini, saya ingin memberinya makanan juga.." ucapnya sembari masuk.


"Tidak bisa Nona..


"Kenapa..


"Karena Beliau saat ini tengah berada di luar kota..


Jedarr...


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2