
"Jaga mulut kau Andre,, bapak tidak pernah mengajarkanmu menjadi laki-laki kurang ajar seperti ini. Seharusnya kau minta maaf pada Riana dan Reyna, bukan malah mencari masalah lagi seperti ini.." sahut pak Ridwan tidak terima.
"Sudah pak, biarkan saja anak bapak ini bicara apa, aku tidak perduli. aku juga baik-baik saja.." sahut Riana menenangkan hati mantan mertuanya.
"Ck ck, rupanya kau masih sama seperti dulu, Riana. Suka cari muka.."sahut Andre.
"Terserah anda mau berkata kalau saya cari muka, atau apalah itu. Yang jelas saya bukan seperti itu Tuan Andre Wijaya. Asal anda tahu, kehidupan saya dan anak saya lebih sangat layak dari sebelumnya. Bisa di bilang kehidupanku sangat baik, dari pada anda..."Ucap Riana.
"Ck ck, hidup layak katamu?Ha ha, mana ada hidup layak menggunakan uang haram, Riana..Kau pasti membiayai anak cengeng itu dengan uang hasil menjual tubuh mu ini kan? Ck ck, wajar saja jika kau banyak berubah ya, ternyata merubah wajah dan tubuhmu pake uang begituan. Segitu bangganya hidup layak pake uang haram. Dulu kau perempuan pembawa sial, tapi sekarang nama itu berubah menjadi perempuan murahan.. Kalau orang tuanya begini, pasti anaknya juga begini.." Ucap Andre .
"Jaga bicara anda, jika anda masih sayang dengan pekerjaan anda Tuan Andre Wijaya.."Ucap Riana menatap tajam mantan suaminya. Riana emosi, saat Andre membawa-bawa nama anaknya dengan berkata seperti itu.
Sedangkan Raymond masih menahan emosinya, begitu Riana memerintahkan Raymond agar tidak ikut campur dalam masalah priabadinya. Riana tidak langsung berkata, melainkan ia memberi kode lewat matanya.
"Pekerjaan? Ha ha ha, mimpi anda terlalu tinggi Nona Riana. Mana mungkin anda bisa menyingkirkan saya dari pekerjaan saya. Anda bukan siapa-siapa saya, bos saya juga bukan anda. Dan inilah bos saya sesungguhnya. Tuan Raymond Gevanno Molland, pemilik perusahaan nomor 2 terbesar seAsia Tenggara. Hasil pekerjaan saya sangat bagus, jadi Tuan Raymond mana mungkin mengeluarkan saya dari sana. Apa? Kau mau membayar Tuan Raymond dengan tubuh kotor mu ini agar bisa mengeluarkan saya dari kantornya, bukan? Tapi sayangnya Tuan Raymond tidak tertarik pada anda Nona, dia juga sangat jijik dengan wanita murahan seperti anda..." Ucap Andre bangga.
"Benarkah? Tapi sepertinya Tuan anda ini tertarik dengan saya..
"Mimpi, ha ha ha..
Sedangkan Raymond membulatkan mata mendengar ucapan Riana.
'Dari mana Riana tahu kalau aku tertarik padanya.."batin Raymond..
"Jika anda tidak percaya, coba tanyakan saja langsung pada orangnya.." ucap Riana enteng.
"Tuan Reymond, saya minta maaf atas sikap mantan istri saya yang tidak sopan ini. Mungkin dia terlalu lama menjajahkan tubuhnya pada laki-laki di luaran sana, sehingga fikirannya tergan...
__ADS_1
"Saya memang tertarik dengan mantan istri anda, Andre.." sahut Raymond menyela ucapan karyawannya.
Andre membulatkan mata, tapi tak lama kemudian, dia tertawa terbahak-bahak di sana.
"Ha ha ha,, saya tahu kalau Tuan hanya bercanda, Tuan juga tidak serius. Jadi maafkan atas sikap mantan istri saya ini.."Ucap Andre di sela-sela tawanya.
Sedangkan Riana bersikap biasa saja, karena ia tahu Raymond tidak serius dengan ucapannya. Mungkin saja Raymond berkata seperti itu hanya ingin membela saja, pikir Riana. Sebenarnya ia menyesal karena sudah berkata seperti itu, tapi apalah daya, nasi sudah menjadi bubur dan bubur tidak bisa di ubah kembali menjadi nasi.
'Sepertinya pemilik rumah sakit ini benar-benar tertarik dengan Riana. Aku bisa melihat sendiri di mata dia ada cinta yang sangat besar untuk Riana.." batin pak Ridwan.
"Saya tidak bercanda.." sahut Raymond enteng.
'Pak Ridwan sudah tahu perasaanku yang sebenarnya pada Riana. Biarkan saja lah,, toh itu sangat bagus juga.."Batin Raymond mendengar isi hati pak Ridwan.
"Sudah Tuan, jang..."Ucap Andre terhenti begitu matanya menangkap sosok laki-laki berbadan besar di belakang mantan istrinya.
'Siapa laki-laki ini? Kenapa dia sangat menghormati perempuan murahan itu."batin Andre bertanya-tanya.
"Ya, kenapa kau ada di sini? Bukankah saya sudah memerintahkan kau untuk menjaga putri saya..."Tanya Riana.
"Maaf jika saya menyusul Nona kemari dan mengganggu pembicaraan anda dengan Tuan Raymond. Tapi saya ke sini hanya ingin mengingatkan Nona kalau pesawat yang akan kita gunakan sudah siap di Mansion kita.." jawab Jack tegas.
'Pesawat,? Mau kemana Riana? Jangan-jangan dia akan kembali ke Jerman.."batin Raymond terkejut.
'Pesawat? Mansion? Pesawat yang akan perempuan murahan ini gunakan? Mansion, di mana-mana yang namanya mansion itu pasti mahal dan tentu pasti mewah..Wah,, hebat sekali dia bisa membeli pesawat dan Mansion dengan menggunakan uang haram itu. Pasti perempuan murahan ini mematok harga dirinya sangat tinggi. Kalau tidak tinggi, mana mungkin dia punya segalanya. Bahkan perempuan murahan ini juga juga membayar orang-orang ini untuk menjaganya dan anaknya yang cengeng itu. Benar-benar hebat, salut gue dengan harga tubuhnya itu. Kira-kira berapa harga dia sekali pake.."batin Andre mengejek.
'Jika saja di sini tidak ada orang lain, akan ku pastikan lidah kau akan terpisah dengan mulut busuk mu itu, Andre Wijaya. Tapi tenang saja, aku masih punya cara untuk memberinya pelajaran atas kelakuan nya ini.."Batin Raymond menyeringaii.
__ADS_1
"Ya, kau duluan saja, saya akan menyusul sebentar lagi.." jawab Riana.
"Baik Nona, saya permisi.." Ucap Jack, tapi sebelum pergi ia menatap tajam Andre terlebih dahulu dan berkata..
"Jangan macem-macem dengan Nona kami, Tuan. Atau kau akan tahu akibatnya..." Ucapnya menampilkan wajah sangat mengerikan.
Andre sendiri ketakutan, tapi ia tidak menunjukannya. Karena Riana pasti mengira kalau Andre takut pada anak buahnya, pikir Andre menampillan wajahnya santainya.
"Lihatlah mereka, bahkan mereka sangat takluk padamu, Riana. Di bayar berapa kau sama perempuan murahan ini?Pasti murah bukan?Dari pada di bayar murah meriah, mending kah bekerja padaku. Saya akan membayar kau dengan harga 3 kali lipat dari bayaran perempuan murahan ini.."Ucap Andre. Tanpa ia sadari, ucapannya itu akan membuat dirinya malu sendiri.
"Benarkah.." Tanya Jack sinis.
"Tentu, saya akan membayar kau mahal jika kau bekerja padaku." jawab Andre sombong.
Sedangkan Riana terkekeh geli mendengar ucapan Andre, begitu juga dengan pak Ridwan dan Raymond.
"Baiklah saya mau, tapi saya minta bayaran setengah dari gaji saya sekarang juga. Apa bisa? Karena saya saat ini sangat membutuhkan uang.." ujar Jack.
"Tentu bisa lah, saya kan orang kaya. Jangankan untuk setengah gaji kau, gaji untuk 1 bulanpun saya sanggup membayarnya sekarang.."Jawab Andre dengan sombongnya, dan menatap Riana dengan senyum mengejek..
"Berapa yang kau minta,? Sebutkan saja.."lanjut Andre.
"50 juta."
"5-50 j-juta."Andre nampak terkejut..
Bersambung..
__ADS_1