Riana'S Household Story (Cerita Rumah Tangga Riana)

Riana'S Household Story (Cerita Rumah Tangga Riana)
Part 78


__ADS_3

"Bunda, bukankah kita pernah ke tempat ini dulu sama kakek dan nenek.." Tanya Reyna memasuki pemakaman.


"Kamu masih ingat sayang..." Tanya Riana balik.


"Ingat dong bunda, kan kita sering ke tempat ini. Tapi kenapa di mimpiku terlihat berbeda ya.." ucap Reyna.


"Beda apanya sayang? Kalau TPU kan memang seperti ini tempatnya.." sahut Nilla ikut mengunjungi tempat peristirahatan terakhir nenek dan kakek dari anak asuhnya.


"Beda kak, di mimpiku tempat ini lebih indah, banyak lampu hiasan di setiap pohonnya, dan makamnya tidak sebanyak ini.." Jawab Reyna.


"Ya memang seperti itu lah mimpi sayang, kadang dalam mimpi terlihat indah tapi kenyataannya menakutkan. Dan kadang dalam mimpi kita buruk tapi pada kenyataannya sangat indah.. Kadang juga mimpi kita sama dengan kenyataannya.."sahut Riana..


"Begitu ya bund..


"Iya sayang, makannya kalau sebelum tidur itu jangan lupa berdo'a, biar Tuhan memberi Reyna mimpi yang indah ." jawab Riana.


"Reyna selalu berdo'a kok bund, makannya Reyna selalu mimpi hal yang indah-indah, iya kan kak Nilla.."ucapnya.


"Iya dong sayang.." Jawab Nilla.


"Anak pintar.." sahut Riana.


"Apa masih jauh bund.." tanya Reyna.


"Sebentar lagi sampai sayang. Memangnya Reyna kenapa? Capek.." tanya Riana.


"Enggak dong, tidak ada kata capek dalam hidup Reyna, bunda.." Jawab Reyna menampakan gigi bersihnya..


Riana tersenyum melihat senyum yang membuatnya tenang.


"Kita sudah sampai.." Ucap Riana berhenti tepat di hadapan kedua makam orang tuanya.


"Bunda, ayah, aku datang membawa cucu kalian.." Ucap Riana pelan.


Kediaman Andre..


"Assalamualaikum mah ." salam Andra baru pulang sekolah.

__ADS_1


"Hem.." jawab Riska tanpa menghiraukan salam anaknya, ia sibuk dengan majalah dewasa di tangannya.


"Mah.." Panggil Andra mengulurkan tangannya, namun Riska tak perduli.


'Asstagfiraallah, anak ingin salim saja malah tidak di ledeni, dasar orang tua tidak punya biadab.."batin susternya Andra.


"Mah.."panggil Andra lagi.


"Mah.." panggilnya lagi.


"APA hah.." bentak Riska.


Andra melangkah mundur karena terkejut dengan suara mamahnya.


"Kenapa manggil terus? Panas kuping mamah denger suara kamu yang cempreng itu Andra.." bentak Riska.


"Maaf Mah, tapi And.."


"Tapi apa? Ganggu mamah aja kamu bisanya ya, kamu gak tahu apa kalau mamah lagi sibuk baca majalah, dasar anak kurang ajar.." sahut Riska nyalang.


"Tugas loe di sini untuk bekerja bukan untuk mencampuri malah orang lain, Ima.." bentak Riska menatap tajam.


"Andra hanya ingin salim sama mamah.." ucap Andra memberanikan diri menampakan wajahnya.


"Salim, salim. Kamu gak perlu salim, mamah gak butuh salim dari kamu. Sana pergi, ganggu saja.."jawab Riska.


"Kenapa masih di sini saja? Kalian berdua tidak punya telinga ya? Dasar budeg, cepat pergi.." Teriak Riska..


"I-iya Nyonya."Ucap Ima buru-buru membawa Andra pergi dari sana.


"Dasar anak tidak berguna, bisanya nyusahin saja.." ucap Riska menatap kepergian anaknya.


"Kenapa mamah selalu marah-marah pada Andra, sus?Apa salah Andra, hiks hiks hiks."Tanya Andra sesegukan.


"Andra gak salah apa-apa kok, mungkin mamah Andra lagi ada banyak masalah makannya marah-marah gitu. Hanya saja mamah Andra tidak bisa melampiaskan kemarahannya pada orang lain, jadinya Andra dan Suster yang kena deh.." Jawab Ima.


"Mamah gak sayang sus sama Andra.." Ucapnya.

__ADS_1


"Heii, Andra tidak boleh berkata seperti itu sayang. Suster sangat yakin, jika Nyonya Riska sangat-sangat menyayangi Andra kok. Hanya saja Nyonya Riska tidak bisa menyampaikan kasih sayang pada Andra. Sudah ya, jangan menangis lagi, ada suster kok di sini.." Ujar Ima berbohong, jelas ia sangat tahu mana kasih sayang dan mana yang namanya penderitaan. Dan yang di rasakan Andra saat ini adalah penderitaan dari seorang ibunya.


"Mamah selalu baik pada Andra jika ada papah saja, tapi kalau papah gak ada, mamah selalu memperlakukan Andra dengan kasar. Andra di anggap seperti orang asing, padahal Andra anak kandung mamah sendiri."Ucapnya.


"Padahal Andra ingin menjadi anak yang berbakti pada kedua orang tua, menjadi anak sholeh dan menjadi kebanggaan mereka, tapi sepertinya mamah tidak mengharapkan itu dari Andra, sus. Kira-kira kenapa ya Sus, mamah bisa seperti itu? Padahal Andra tidak pernah salah, tapi kenapa di mata mamah, Andra selalu salah?" Lanjutnya.


"Hanya papah yang menyayangi Andra dengan tulus..."Lanjut Andra dengan raut wajah sedih.


'Ya Tuhan, anak sebesar ini sudah mengerti mana yang salah dan mana yang benar. Aku harus menjawab apa? Tidak mungkin aku harus selalu menutupi kelakuan Nyonya Riska di saat Andra sudah mengetahui sifat buruknya..?" batin Ima bingung.


Molland Group..


"Sayang, apa anak kesayangku udah pulang dari sekolahnya?.."Tanya Andre menghubungi Riska di jam istirahat..


'Andra dan Andra yang selalu di tanyakan, mana pernah mas Andre menanyakan kabar ku terlebih dahulu, selalu ada anak pembawa sial di matanya.."Batin Riska kesal.


"Sayang, kamu masih di sana kan.." Tanya Andre karena tidak mendapat jawaban dari istrinya.


"Ah iya mas, anak kita sudah pulang kok dan sekarang lagi di kamar sama susternya.."Jawab Riska dengan suara selembut mungkin.


"Kamu yang jemput kan sayang.." Tanya Andre.


"I-iya dong mas, aku yang menjemputnya.."Jawab Riska terbata karena ia sedang berbohong. Rasanya tidak sudi sekali Riska mengantarkan atau menjemput Andra ke sekolahnya.


"Bagaimana sekolahnya hari ini? Tidak ada kendala sedikitpun kan.."


"Tentu tidak sayang, anak kita kan anak pintar, jadi ia tidak pernah kesulitan saat belajar.." Jawab Riska, padahal ia tidak tahu apa-apa tentang Andra di sekolah.


Bilangnya mau jemput, tapi nyatanya malah pergi shoping. Kerjaannya selain shoping ya santai-santai saja di rumah, baca majalah, olah raga serta kesibukan lain yang menemani hari-harinya tanpa ada nama Andra di daftar sibuknya itu.


"Ya, Andra memang anak pintar. Maka dari itu mas minta tolong sama kamu untuk menjaga pola makannya dengan baik, memberinya makanan bergizi dan tentunya banyak vitamin. Suruh Andra makan buah-buahan juga, dan jangan lupa tidur siang.."Ucap Andre...


"Tanpa kamu suruhpun aku sudah melakukannya kok mas. Jadi kamu tenang saja, segala kebutuhan Andra aku yang tanggung jawab termasuk asupan bergizinya, kamu hanya perlu mencari uang banyak untuk memenuhi kebutuhanku dan anak kesayangan kita Andra, biar dia menjadi anak pintar seperti orang tuanya.." Jawab Riska.


'Bilangnya tanggung jawab, tapi pada kenyataannya , Nyonya Riska selalu menelantarkan Den Andra. Cari uang yang banyak untuk Nyonya dan Den Andra, tapi kenyataannya uang itu selalu d gunakan untuk kesenangannya sendiri tanpa memikirkan kebutuhan Den Andra yang bisa di bilang sangat pas-pas'san. Dasar wanita tidak punya perasaan..."batin Bik Iyem kesal dengan majikannya sendiri.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2