Riana'S Household Story (Cerita Rumah Tangga Riana)

Riana'S Household Story (Cerita Rumah Tangga Riana)
Part 54


__ADS_3

"Selamat pagi Om Mike, selamat pagi pagi Tante'ku sayang.."Riana menyalami tangan Om'nya, lalu mencium pipi Tantenya.


Riana selalu seperti itu bila ketemu dengan mereka yang sudah di anggap keluarga sendiri.


"Om gak di cium nih.." Sahut Om Mike.


Tante Shierra.


"Udah tua juga, masih pengen di cium saja.."Sahut Tante Shierra.


"Tua dari mananya?Masih muda begini kok."Ucap Om Mike.


"Muda dari mana Pah?, wajah udah keriput gitu di bilang masih muda.? Gak malu apa sama itu rambut, udah berwarna putih juga.." Sahut Tante Shierra.


Riana terkekeh mendengar ucapan pasangan suami istri itu.


"Ini mah namanya style sayang, fashion.."Ujarnya tidak ingin kalah.


"Terserah. Memang gak ada kata terakhir kalau debat sama papah, gak ada ujung-ujungnya. Pusing..."sahut Tante Shierra geleng-geleng kepala.


"Kalah juga kan akhirnya.."Sahut Om Mike tersenyum penuh kemenangan.


"Bagaimana kalau kita langsung ke topik utama saja Tan, Om. Biar gak bikin aku tambah penasaran.." Sahut Riana.


"Ahh, ya maaf sayang, Om lupa."Ucap Om Mike.


"Namanya juga sudah tua, ya pasti sering lupa."Cibir Tante Shierra.


Namun Om Mike tidak menanggapi ucapan istrinya, ia tengah merangkai kata-kata yang akan di sampaikannya pada cucu mendiang sahabatnya.


"Begini sayang. Kamu tahu kan nak kalau Om dan Tante ini sudah tua, sudah waktunya untuk beristirahat.?."Ucapnya serius.

__ADS_1


Deg..


'Waktu untuk beristirahat..'batin Riana mengulangi. Entah kenapa, tubuh Riana tiba-tiba panas dingin setelah mendengar ucapan terakhir Riana.


"Lalu.."Riana menunggu jawaban yang selanjutnya.


Om Mike menatap istrinya, namun tatap itu ada artinya. Tante langsung mengerti dengan arti tatapan itu, lalu ia menganggukan kepala, sebagai tanda setuju.


Entah setuju karena apa dan pembahasan yang mana, hanya mereka berdua yang tahu.


"Sudah waktunya kami pensiun dari dunia bisnis sayang, Om dan Tante ingin menikmati masa-masa tua bersama dengan cucu-cucu kami. Dengan begitu, Om dan Tante memutuskan akan mengundurkan diri dari perusahaan Sallex Group, Maupun Yandra Sallex Boutique.."Jawab Om Mike.


"Benar sayang, Tante sudah lelah bekerja. Dan sudah waktunya untuk istirahat. Kamu tahu, usia kami tidak berbeda jauh dengan nenek dan kakekmu. Maka dari itu, sebelum kami pergi untuk selama-lamanya, Tante ingin menikmati masa tua ini bersama Om'mu, anak-anak, cucu-cucu dan tentunya dengan cicit-cicit kami juga. Tante harap, kamu tidak keberatan dengan pengunduran ini sayang.."tambah Tante Shierra mengusap punggung wanita yang sudah ia anggap sebagai cucunya.


"Sebenarnya aku tidak keberaran dengan semua ini, karena aku juga mengerti kondisi kalian yang sudah seharusnya pensiun. Tapi bagaimana denganku? Aku tidak bisa memimpin ke tiga perusahaan itu sekaligus tanpa bantuan Om dan Tante.." Tanya Riana.


Om Mike dan Tante Shiera bernafas lega mendengar bahwa Riana mendukung keduanya untuk mengundurkan diri.


"Soal itu kamu tenang saja. Om ada ide untuk menyelesaikan kegelisahanmu.."Ucap Om Mike.


"Jangan bilang, kalau ide Om itu sama dengan ideku.." Lanjut Riana.


"Idemu? Memangnya kamu ada ide apa sayang.." tanya Tante Shierra.


"Tante tahu, sudah 4 tahun ini aku jarang sekali menemani Reyna makan, sekolah, main bersama dan masih banyak lagi moment-moment yang aku tinggalkan tentang Reyna. 4 tahun ini waktuku benar-benar terkuras habis untuk urusan bisnis. Sedangkan yang berhubungan dengan anakku, aku tinggalkan , aku membelakanginya.."Riana menjeda ucapannya..


Tante Shierra mengusap punggung Riana untuk menguatkan hati ibu satu anak itu. Memang tidak mudah menjadi pengusaha hebat, apa lagi perusahaan yang harus di pimpin ibu satu anak itu adalah 3 perusahaan tersebut.


Bisa bayangkan bagaimana pecahnya kepala Riana saat itu. Menjalankan 1 bisnis saja sangat sulit, apa lagi 3 perusahaan sekaligus. Bisa-bisa gila kalau terlalu memikirkan dan tidak mengontrol fikirannya itu.


Namun di sini Om Mike maupun Tante Shierra benar-benar bangga dan takjub dengan kecerdasan yang di miliki Riana.

__ADS_1


Entah warisan dari siapa kerdasan itu, apa mungkin dari Tuan Allex? Nyonya Maya? Atau Ayahnya yang bernama Juan? Apa mungkin dari ketiganya? Bisa jadi.. Tapi yang jelas, saat ini Riana tidak ada yang menandingi dalam segala hal. Kecuali urusan percintaan, itu baru kelemahannya.


." Aku tahu Reyna diam-diam kecewa padaku, dan aku tidak tidak ingin rasa kecewa itu makin menggunung dan pada akhirnya anakku membenci bundanya sendiri. Aku tahu dia sedih, tapi aku juga tahu kalau anak itu menyembunyikan kesedihan, kekecewaan nya dengan wajah ceria yang ia selalu tampilkan untukku setiap hari. Karena apa,? Dia juga tahu posisiku seperti apa di sini, Karena itu Reyna tidak ingin menambah beban untuk hidupku."Ujarnya tersenyum penuh kesedihan.


"Tenang sayang, Tante yakin Reyna tidak seperti yang kamu bilang tadi.. Reyna anak yang pintar dan penuh pengertian, jadi dia pasti mengerti keadaanmu.."ucap Tante Shierra menenangkan.


"Aku memang jarang ada di rumah Tan. Tapi aku tahu apa yang di lakukan putriku dan apa yang terjadi pada putriku. Aku memang tidak selalu bersamanya, namun aku setiap hari mengawasinya.."Ucap Riana menitikan air mata.


"Lalu, apa idemu sayang? Om harap, ide kamu bisa mengurangi beban hidup kamu.."Sahut Om Mike tidak tega melihat wanita di depannya menangis.


"Sebenernya ini semua bukan beban Om, tapi anugrah yang Kakek, nenek dan ayah berikan kepadaku. Aku sangat senang, dan bahagia bisa menjalankan amanah mereka dengan baik. Hanya saja aku di sini yang terlalu bodoh, karena tidak bisa mengatur waktuku bersama dengan anakku."Riana mencoba untuk tersenyum.


"Karena aku memiliki tujuan yang sangat kuat di sini, jadi aku berencana akan menyatukan 3 perusahaan itu dengan 1 nama saja. Dengan begitu, aku bisa membagi waktu ku untuk bekerja dan bermain dengan anakku, Reyna."lanjut Riana panjang kali lebar.


"Ternyata idemu sama dengan Om'mu sayang.." Sahut Tante Shierra.


"Ya aku sudah tahu Tan, maka dari itu aku menjelaskan ide ku lebih dulu. Karena kalau Om yang duluan mengatakan idenya, bisa-bisa Om Mike ini merasa bangga dan pada akhirnya terbang melayang saat kita memujinya.."sahut Riana kembali menggoda Om'nya. Karena dengan cara tersebut, ia bisa sedikit melupakan kesedihannya.


"Ha ha ha ha.."Tante Shierra langsung tertawa terbahak-bahak mendengar banyolan Riana.


"Mana ada? Om gak seperti itu kok? Yang benar itu, pasti om seneng kalau bisa membantu permasalahanmu dengan baik. Bukan bangga seperti yang kamu ucapkan tadi sayang.."Sahut Om Mike, tentu ia harus membela dirinya.


"Iya memang seneng. Tapi ujung-ujungnya pasti membanggakan diri sendiri.."sahut Tante Shierra..


"Ha ha ha.."di sambut gelak tawa oleh kedua perempuan itu..


"Tertawalah sepuasnya, karena aku senang melihat kalian berdua tertawa lepas seperti ini. Teruntuk kamu Riana, pasti mereka senang melihatmu yang seperti ini.."Ucapnya.


"Papah kok ingetin Riana pada mereka sih,? Itu kab bisa membuat cucu kita sedih.."tegur istrinya pelan.


"Aku tidak sedih kok Tan, tante tenang saja.."Riana tersenyum manis.

__ADS_1


'Sebentar lagi sayang, bunda akan kembali seperti dulu. Dan kita akan sering menghabiskan waktu bersama, walaupun pada kenyataannya khayalan kamu itu tidak bisa bunda kabulkan


Bersambung..


__ADS_2