
"Bagaimana sayang? apa kamu setuju ikut kami ke Jerman.."Tanya Nyonya Maya.
"Bagaimana dengan orang tauku? aku tidak ingin meninggalkan mereka di sini sendirian." jawab Riana menundukan kepalanya.
"Kemanapun kamu pergi, nenek yakin mereka akan tetap di sini sayang.."Nyonya Maya menunjuk hati cucunya.
"Lapi pula, kamu bisa kembali kapan saja ke kota ini. Tapi, setelah misi kamu selesai.."tambah Tuan Allex.
"Misi? Misi apa kek.." tanya Riana penasaran.
"Kamu tahu, kakek dan nenekmu ini sudah tua sekali, sudah waktunya berhenti di dunia bisnis dan menikmati masa-masa tua bersamamu dan Reyna. Kami sudah benar-benar lelah untuk menjalankan bisnis Riana. Jadi kakek dan nenek sudah memutuskan akan memberi Sallex Group pada kamu, satu-satunya ahli waris dari keluarga Sallex.." jawab Tuan Allex.
Riana membelalakan mata mendengarnya.
Sallex Group? Perusahaan terbesar se'Asia itu jatuh ke tangan seorang ibu rumah tangga beranak satu seperti Riana? benar-benar kabar sangat mengejutkan.
"Aku tidak bisa..."jawab Riana setelah berdiam diri lumayan cukup lama.
"Kakek mohon, kamu satu-satunya harapan kakek dan nenek sebelum Reyna.."Ujar Tuan Allex dengan wajah melas.
"Iya sayang, terimalah. Kami yakin kamu pasti bisa..."tambah Nyonya Maya.
"Tidak bisa nek, aku tidak bisa mengelola perusahaan sebesar itu. lagi pula aku kuliah bukan di jurusan Bisnis kek, nek.."Ujar Riana.
"kalau masalah pendidikan kamu tidak perlu khawatir sayang. Kamu bisa kuliah lagi dan mengambil jurusan menejemen bisnis. Dengan prestasi yang sudah kamu dapatkan, kakek yakin kamu bisa memperlajarinya dengan cepet."sahut Tuan Allex.
"dari mana Kakek tahu kalau aku.."ucapan Riana terpotong.
"Murid berprestasi. " sahut Nyonya Maya.
"Ya." jawab Riana.
"Kamu belum tahu kehebatan kakek mu ini sayang. Dia bisa mendapatkan informasi yang ingin ia dapatkan dengan sekejap mata.."Sahut Nyonya Maya.
"Benarkah.." tanya Riana.
"Tentu, kakekmu ini sangat hebat..."Ujarnya bangga.
__ADS_1
"Ayah dan kakekmu memiliki prestasi yang sama. Mereka sama-sama cerdas dalam segala hal. Saat beliau berusia 15 tahun, Juan berhasil mendirikan perusahaannya sendiri yang di rintisnya dari nol. Dan sampai sekarang perusahaan itu masih berdiri kokoh dan berjalan dengan sangat sukses..."Ujar Nyonya Maya.
"Lalu perusahaan itu di pegang oleh anaknya Om Mike, sekertaris sekaligus tangan kakek yang setia menemani kakek dari muda sampai sekarang. Dan perusahaan itu juga akan di kembalikan jika pemiliknya sudah ketemu. Karena pemilik asli sudah meninggal, jadi perusahaan itu akan jatuh ke tangan kamu juga Riana.."tambah Tuan Allex.
"Tapi..
"Kakek mohon, kamu jangan menolaknya.." sahut Tuan Allex.
"Ini demi kebaikan kamu sayang, demi kebaikan masa depan Reyna juga. Tentu kamu tidak ingin Reyna bernasib seperti kamu kan,? Karena kalian di lahirkan oleh orang-orang hebat, jadi kalian berhak mendapatkan pendamping hebat dan tentunya sangat mencintai kalian berdua dengan tulus...:"Tambah Nyonya Maya.
"Tapi aku butuh waktu.."Ucap Riana, tidak mudah bagi Riana menerima penawaran yang sangat mengejutkan tersebut.
"Baik, tapi kami tidak punya waktu lama lagi berada di kota ini..
"Besok aku akan memetuskan keputusan yang akan aku ambil kek.."ujar Riana.
"Baik, kakek dan nenek akan menunggu keputusanmu besok. Dan kakek berharap, semoga kamu tidak menolak pemberian kakek..
"Akan aku pikirkan. Aku ke kamar duluan kek, nek. Selamat malam..
"Selamat malam sayang, semoga kamu mimpi indah.."ucap Nyonya Maya lembut.
"Semoga Riana tidak menolak keinginan kita ya dadd.."ucap Nyonya Maya sambil menatap punggung cucunya.
"Ya, semoga saja ya mom. Ayo kita istirahat, wajah mommy pucat sekali. kita ke dokter ya..
"Mungkin hanya kelelahan saya dadd, tidak perlu di bawa ke dokter. Istirahat cukup, pasti tubuh mommy bugar lagi..
"Baiklah, tapi kalau ada apa-apa segera kasih tahu daddy..
"Tentu.."Kemudian dua orang paruh baya itu pergi ke kamarnya.
"Bunda harus gimana sayang? bunda bingung. Di satu sisi bunda ingin hidup normal seperti ini dan satu sisi kakek dan nenekmu membutuhkan bunda untuk mengurus perusahaannya. Bunda harus pilih yang mana? Tapi bunda tidak ingin mengecewakan mereka dan kakekmu, tapi bunda juga ragu untuk menjalankan perusahaan besar itu.."Ucap Riana mengusak kepala Reyna yang tengah tertidur lelap.
"Ayah, bunda. Aku harus apa sekarang..
Malam ini Riana benar-benar gelisah sampai ia tidak bisa tidur dengan tenang. Namun setelah Riana tertidur, ia bermimpi kalau ia bertemu dengan orang-orang yang di cintainya. Entah apa yang mereka bicarakan, yang jelas Riana tertidur dengan senyum manis yang menghiasi wajah damainya.
__ADS_1
"Bagaimana? apa kau sudah tahu mereka tinggal di mana saat ini.." Tanya Raymond.
"Seperti yang saya sudah katakan Ray, mereka sangat menutup aksesnya. Jadi kita tidak bisa menemukan keberadaan mereka saat ini.."Jawab sekertaris Han.
"Sebenarnya smmereka tinggal di mana? Kalau mereka sudah kembali ke Jerman, pasti media membicarakannya. Tapi apa ini? Mereka menghilang begitu saja bak di telan bumi di kota ini.."ucap Raymond memijat pelipisnya yang terasa pening.
"Sebenarnya apa tujuan anda mencari keberadaan mereka? Bukankah kita sudah tidak punya urusan lagi dengan keluarga Sallex atau perusahaan Sallex Group.." tanya Han dengan tatapan penuh selidik.
"Kau ini bicara apa? Kata siapa kita tidak punya urusan lagi,? Masih ada kok.." jawab Raymond asal..
"Urusan apa. " tanya Han.
"Ya urusan pekerjaan kita. "jawabnya.
"Urusan pekerjaan atau urusan dengan perempuan itu.." Ujar Han dengan nada menggoda.
"Perempuan yang mana? Jangan ngelantur kau Han.." jawab Raymond pura-pura tidak tahu.
"Perempuan mana lagi, selain ibu dari pasien anak kecil yang bernama Reyna.."Jawabnya.
"Mana ada? Sudahlah, jangan membahasnya lagi. Pekerjaanku masih banyak, kau bantulah mengerjakannya..", Raymond mengalihkan pembicaraan.
"Kalau suka tinggak bilang saja kali Ray, tidak apa-apa ini kok. Lagi pula, sebentar lagi Nona Riana dan Tuan Andre akan bercerai. Jadi tidak salahnya kalau kau mendekatinya.."ucapnya.
"Bercerai? Kenapa bisa? Dari mana kau tahu.." tanya Raymond serius.
"Bukankah kita sudah membahasnya.?.."tanya balik Han.
Raymond langsung diam seribu bahasa.
"Dan soal perceraian mereka. Saya mendapat kabar dari orang-orang kita kalau nama Nona Riana serta suaminya tercantum di buku catatan Pengadilan Agama. Kalau nama mereka sudah berada ada di sana, pasti tujuannya perceraian dong.."jawab Han..
"Kau benar. Apa pengadilan Agama sudah mengirimkan surat panggilan pada wanita itu.." tanya Raymond serius.
"Sepertinya belum. .."Jawabnya..
"Bagus, segera kirim beberapa anak buah kita untuk mengikuti perginya pihak pengadilan Agama mengirim surat-surat itu. Dan jangan sampai ada yang kecolongan.." ucapnya mendapatkan semangatnya kembali.
__ADS_1
Bersambung..