Riana'S Household Story (Cerita Rumah Tangga Riana)

Riana'S Household Story (Cerita Rumah Tangga Riana)
Part 97


__ADS_3

"Nona, kabur.."Ucap Jack tergeletak di tanah sembari di pukuli 4 anak buah Rentennir itu, kedua temannya juga sudah tergeletak di tanah. Wajar anak buah Riana kalah, karena mereka kalah jumlah. 15 lawan 3, ya pastinya K O. Maka dari Jack menyuruh Nona'nya untuk kabur karena ia tidak ingin sesuatu terjadi pada Nona'nya.


"Hanya segitu saja kemampuan kalian.." ucap Rentennir dengan senyum mengejek.


"Cepat Nona, lindungi diri anda.." Teriak Jack.


"Diam kau bangsat.."Ucap Hans memukuli Jack dengan membabi buta.


"Ray mereka sudah kalah, ayo cepat bantu Nona Riana sebelum rentenir gila itu menangkapnya." ucap Han.


"Dia tidak akan tertangkap Han, percaya lah.." jawab Raymond menahan jas yang di gunakan sekretarisnya.


"Tidak akan tertangkap bagaimana? Apa kau tidak lihat jika Nona Riana sudah di kepung anak buah si bandot itu. Kau rela wanitamu itu di sentuh oleh pria laih hah..".


"Kau tidak perlu emosi, dan aku juga tidak rela jika wanita ku di sentuh bandot tua itu. Tapi kita lihat saja dulu pertunjukan selanjutnya, bukankah pemimpin perusahaan Sallex Group hebat dalam segala hal, termasuk ilmu bela diri? Jadi ya, santai saja.." ucap Raymond.


"Kau benar, tapi kalau beliau kalah gimana.." Han panik, baru kali ini dia melihat seorang wanita di kepung banyak orang.


"Kita akan membantunya." jawab Raymond.


Kembali ke topik utama.


"Lepaskan mereka, atau kalian akan mati di tangan saya.." Geram Riana dengan wajah merah karena menahan emosi..


"Mati? Ha ha ha ha, bukan kami yang mati, Nona Cantik. Tapi anda yang akan mati di tangan kami. Tapi sebelum itu, kami satu persatu akan menikmati tubuh anda yang mulus itu Nona.." Ucap Rentennir.


"Silahkan saja, itu pun jika kalian mampu menyentuhku.." Ucap Riana tersenyum sinis.


"Dengan senang hati, saya akan meladeni anda Nona Cantik.." Ucap Rentenir, ia memutuskan akan melawan Riana terlebih dahulu karena ia tidak rela, jika anak buahnya lebih dulu menyentuhnya.


Rentennir itu langsung mengambil posisi dan mencari letak yang indah untuk memberi pelajaran pada Riana.


Sedangkan Riana masih bersikap santai, dan tenang.


Bugghh


Bugghh


Sebelum rentennir itu mendaratkan pukulannya di perut Riana, Riana lebih dulu memberinya bogeman sebanyak dua kali, di wajah dan di bagian perutnya.


Alhasil bibir bandot tua mengeluarkan darah segar karena tangan Riana sudah membuat bibirnya sobek, serta mundur beberapa langkah dari hadapan musuhnya.


"Wah, gerakannya cepat sekali.." puji Han takjub.


Sedangkan Raymond tersenyum tipis melihat adegan itu..


"Brengseeeekkk, cepat tangkap wanita itu dan bunuh dia sekarang juga. " teriak Renntenir.


"Ka-bu-bur Nona.." Ucap Jack sebelum tak sadarkan diri.


"Silahkan maju, saya tidak takut pada kalian semua.." Ucap Riana menantang.


"Dasar sombong, aakkhhhhhh..."15 orang itu langsung menyerbu Riana serempak.


'Kau pasti akan kalah di tanganku wanita brengsek.."batin Rentenir.


Bughh

__ADS_1


Krek


Bughh


Krek


"Aaaaa...


Krekk


Bugh..


Senyum rentennir itu langsung memudar seketika saat melihat satu persatu anak buahnya kalah.


Dengan sigap, Riana memberi mereka pelajaran setimpal yang mereka lakukan pada orang-orangnya. Namun Riana tidak sampai membunuh mereka, karena itu pantang baginya.


Riana hanya memukul, wajah, dan bagian tubuh lainnya, serta mematahkan tangan dan kaki mereka.


Teriakan dan jeritan menggema di lahan kosong itu.


"Brengsek."Rentenir itu emosi begitu anak buahnya tergeletak tidak berdaya di sana. Ada yang memegangi kepala, wajah, perut, serta anggota tubuh yang Riana patahkan.


Kini lawan Riana hanya tinggal 1 orang, yaitu Hans.


"Benar-benar sangat hebat.." Ucap Han bertepuk tangan.


'Apa aku kata, kau akan menang Nona.."batin Raymond masih dalam persembunyian.


"Mari Tuan, kita selesaikan pemainan ini.." Ucap Riana.


"Dasar keparatttt.." Teriak Hans menyerang duluan.


Bugh


Bugh


"Akkhhhhhh.."Teriak Hans begitu Riana mematahkan tulangnya..


Dan Riana langsung melempar Hans begitu ia puas memberinya pelajaran.


"Kau bisa mengalahkan anak buahku, tapi kau tidak bisa mengalahkanku Nona Brengsek.." Ucap Rentennir mengeluarkan senjata api dari sakunya.


Senyum terbit di wajah Raymond pupus sudah setelah melihat senjata api itu yang mengarah tepat di kepala Riana.


"Ray, bandot tua itu bermain curang.." ucap Han panik kembal.


"Kita harus turun sekarang.."ucap Raymond kali ini ia sangat panik.


Namun..


Dor..


Pergerakan tangan Raymond langsung terhenti, begitu salah satu peluru sudah terdengar dari sana..


"Nona Riana.."ucap Han mematung di tempat.


'Tidak mungkin.." batin Raymond tidak percaya, namun ia belum melihat ke arah lokasi pertempuran.

__ADS_1


Prang...


"Bunda..."Di iringi dengan teriakan Reyna yang baru terbangun dari mimpi buruknya..


"Bunda, bunda.." teriak Reyna kembali begitu orang yang di carinya tidak ada di sana.


"Astaga.." Nilla terkejut begitu mendengar suara pecahan, dan di sambut oleh teriakan yang suaranya sangat di kenali oleh Nilla..


"Reyna.."Nilla membulatkan mata, lalu ia berlari dari kamar kecil ke arah ranjang anak asuhnya.


"Bunda, bunda, bunda di mana.." teriak Reyna.


"Reyna, kenapa sayang? ." tanya Nilla bingung.


"Hiks hiks hiks.." Reyna menangis sesegukan, seperti biasa Nilla akan membawa anak asuhnya itu ke dalam dekapannya.


"Kenapa Reyna teriak-teriak heum? Reyna mimpi buruk.." Tanya Nilla.


"Bunda, bunda, bunda di mana.." teriak Reyna memberontak dalam pelukan.


"Hei sayang, tenang dulu, di sini ada kak Nilla..


"Bunda mana kak? Bunda mana.." tanya Reyna tanpa menghentikan tangisnya.


"Bunda belum kembali sayang, mungkin sebentar lagi bunda pasti akan datang.." jawab Nilla lembut..


"Reyna mau bunda sekarang kak, di mana bunda? Hiks hiks hiks..


'Ya Tuhan, ada apa dengan Reyna? Tidak biasanya dia seperti ini, jangan-jangan terjadi sesuatu pada kak Riana? Tidak, itu tidak mungkin.."batin Nilla mencoba berfikir tenang.


"Sabar ya sayang, bunda sebentar lagi pulang kok.." Ucap Nilla.


"Kapan? Reyna mau bunda sekarang kak? Reyna pengen ketemu bunda.." Ucapnya.


"Sebenarnya Reyna kenapa? Perasaan tadi, pas bunda tiinggal, Reyna baik-baik saja.." Tanya Nilla bingung.


"Reyna mimpi buruk kak. " jawab Reyna.


"Mimpi buruk? Memang mimpi buruknya seperti apa sayang.." Tanya Nila menautkan alisnya.


"Reyna lihat, bunda tembak, lalu tergeletak di tanah dan kep-kepala bunda banyak darahnya, hiks hiks hiks, Reyna takut kak. " Jawab Reyna.


Deg..


Jantung Nila seakan berhenti berdetak saat itu juga.


"Tenang sayang, itu hanya bunga tidur. Lagi pula Mana mungkin bunda Reyna kena tembak, bunda kan orang hebat. Justru bunda'lah yang mengalahkan musuh-musuhnya.." ucap Nilla, meski dirinya merasa ada sesuatu yang mengganjal di ulu hatinya.


"Tapi kak..


"Sudah ya jangan membahas itu lagi, kakak yakin bunda saat ini baik-baik saja. Sekarang Reyna tidur lagi saja, kalau bunda datang nanti kak Nilla bangunkan..


"Reyna gak mau tidur, Reyna mau nungguin bunda saja..


"Boleh, asal jangan nangis lagi ya. Kalau nangis kan wajah Reyna jelek.." Ucap Nilla menengkan..


'Semoga kak Riana baik-baik saja di manapun di berada ."batin Nilla.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2