
Dua mobil mewah berhenti tepat di depan rumah yang tengah banyak di kerumuni warga. Entah apa yang mereka lihat, yang jelas banyak sekali warga di sana..
Melihat dua mobil mewah berhenti di belakang warga, mereka semua langsung mengalihkan pandangannya ke dua mobil mewah tersebut.
Mereka bertanya-tanya, mobil mewah siapa itu?? Kenapa berhenti di sana? Siapa yang datang? kepala desa kah? Tapi tidak mungkin, secara mobil kepala desa di sana tidak sebagus itu. Bupati kah? Jika benar, mereka berbondong-bondong akan meminta foto bersama. Tapi untuk apa bupati datang ke rumah itu?.."Pikir mereka berbisik-bisik satu sama lain, sampai bisikan itu terhenti begitu mereka melihat seorang wanita cantik yang mereka kenal keluar dari salah satu mobil mewah tersebut.
"Itu bukannya si Nilla, anak angkat pak Marjo.."Ucap tetangganya.
"Iya benar itu si Nilla. Sudah 4 tahun tidak pulang-pulang , sekarang Cantik banget dia..
"Apa itu mobilnya? wah, berarti dia sudah menjadi orang sukses..
"Ya bukan lah, palingan itu mobil majikannya. Secara majikan si Nilla katanya baik banget, kaya raya pula. Makannya pak Marjo dan istrinya sekarang tidak perlu bersusah payah untuk mencari uang, karena majikannya si Nilla yang bertanggung jawab untuk kehidupannya, termasuk biaya sakitnya selama ini..
"Baik banget ya majikannya Nilla itu, jadi penasaran sama wajahnya..
"Katanya sih seorang janda anak satu, tapi cantik loh. Aku juga pernah lihat foto Nilla bersama majikannya di hp'nya ibu Naimah..
"Masa sih, jadi tambah penasaran saja sama wajah majikan si Nilla itu.." Ucap para tetangga.
Beberapa dari mereka mendatangi Nilla dan menyapa anak yatim piatu itu.
"Kamu Nilla kan..".
"Iya bu. Kalau boleh tahu, kenapa banyak warga di rumah saya? Apa yang terjadi di sini.." Tanya Nilla langsung ke intinya saja. Melihat banyak orang di rumah orang tuanya, membuat jantung Nilla berdebar tidak menentu. Ia takut, panik jika bapaknya sudah pergi lebih dulu sebelum dirinya menemuinya.
"Kami tidak bisa menjawab, lebih baik kamu lihat sendiri saja ke dalam." jawab ibu Edah, tetangga ibu Naimah dan pak Marjo (Orang tua angkat Nilla).
"Apapun yang terjadi, kamu harus bersyukur, Nilla."sahut yang lainnya.
"Bersyukur.."Nilla bingung.
"Sudah, sana masuk. Mereka pasti senang kamu sudah pulang.." ucap ibu Edah.
"Iya bu, aku masuk dulu.."Ucapnya langsung pergi, sampai meninggalkan majikannya yang masih di dalam mobil karena saking panik melihat keadaan rumahnya yang rame.
"Kita tunggu di sini atau ikut masuk, Nona.." Tanya Jack.
"Biarkan saja dulu Nila melepas rindu dengan kedua orang tuanya. Dan belum saatnya kita keluar, Reyna kan lagi tidur. Tapi kau sudah memastikan keadaan beliau baik-baik saja bukan.." Tanya Riana.
"Sudah, Nona. Beliau saat ini baik-baik saja, dan mulai bisa bicara seperti sedia kala..
__ADS_1
"Bagus, terima kasih sudah membantu kami pak Jack..
"Sama-sama Nona, saya senang bisa membantu anda.."Jawab Jack.
Ya, Riana diam-diam mengirimkan beberapa tim medis dari rumah sakitnya yang berada di Jerman, untuk menangani penyakit yang di derita pak Marjo selama 3 tahun belakangan ini.
Riana tahu kalau orang tua Nila baik-baik saja karena tim medis sudah memberitahu kan soal itu sebelum ia melakukan penerbangan lewat udara. Ia sengaja tidak memberitahu Nila, karena ia ingin membuat kejutan untuk pengasuh anaknya. Sudah 4 tahun Nila mengabdi padanya, sampai Nilla rela meninggalkan orang tuanya hanya untuk bekerja pada Riana. Maka dari itu, sebagai gantinya Riana melakukan sesuatu yang di luar batas kemampuan orang-orang. Termasuk dokter yang Riana datangkan dari belahaan Negara, untuk menangani pak Marjo.
1 bulan penuh pengobatan itu di lakukan, dan sekarang allhamdulilah hasilnya sangat memuaskan. Pak Marjo sembuh, dari penyakit luar dan dalamnya.
Untuk pesan semalam, itu juga termasuk cara Riana untuk membuat Nilla panik.
"Nona, Non Nilla berlari mendekati kita ." ucap Jack mengalihkan pandangan Riana dari ponselnya.
"Kita di mana bun? Apa sudah sampai.." Ucap Reyna dengan suara khas bangun tidur.
"Sudah sayang, ayo bangun. Kita turun sekarang.." Jawab Riana membantu anaknya bangun.
"Ehh siapa laki-laki itu? Serem sekali wajahnya..
"Seperti preman pasar..
"Seperti bodyguart yang di film-film itu ya.." Ucap warga melihat Jack keluar dari mobil itu..
Jack mengintari mobilnya, dan membukakan pintu mobil untuk majikannya.
"Kak Riana.." Teriak Nila berlari dengan derai air mata.
Riana yang mendengar itu, langsung ke luar dari sana.
Mata para warga hampir keluar dari tempatnya setelah melihat wajah Riana.
"Itu manusia atau bidadari dari langit? Cantik banget..
"Wah, siapa wanita cantik itu...
"Jika benar bidadari itu adalah majikannya si Nila, aku juga mau dong kerja pada nya. Pasti kerja akan betah jika memiliki majikan secantik itu.."bisik mereka menatap Riana dengan tatapan penuh kekaguman.
"Kak Riana.."Nilla langsung memeluk erat Riana.
"Haii, kenapa kamu menangis.." Tanya Riana pura-pura tidak tahu.
__ADS_1
"Te-terima kasih banyak kak.." Ucap Nila sesegukan.
"Terima kasih untuk apa..
"Terima kasih karena bantuan kakak, bapak aku sembuh dari penyakitnya. Bapak aku sekarang sehat kak, sudah bisa berdiri, sudah bisa bicara juga seperti dulu. Terima kasih kak, terima kasih atas kejutan ini, aku benar-benar bahagia.." Ucap Nila.
"Sama-sama Nilla.." Ucap Riana mengusap punggung Nila.
'Ya Tuhan, bahagianya aku bisa membantu mereka 'Batin Riana tersenyum hangat.
" Hanya bunda nih yang di peluk,?Reyna enggak.." sahut Reyna cemberut.
"Apa itu anaknya? Cantik sekali, mirip bundanya..
"Mungkin anak itu yang Nila jaga. Cantik banget ya, pipinya chubby jadi pengen cubit.."
"Aku juga mau kalau di suruh jagain anak secantik itu.." bisik warga.
"He he , maaf sayang. Sini kak Nila peluk.." Ucap Nilla beralih memeluk Reyna.
"Kak Nila kok nangis? Kak Nila lagi sedih ya..
"Ini bukan tangisan sedih sayang, tapi tangisan bahagia.." jawab Nila tersenyum.
"Emang ada ya, tangisan bahagia?."
"Ya jelas ada dong sayang, buktinya kak Nila sekarang lagi menangis bahagia..", sahut Riana tersenyum.
"Masa sih, lucu banget..
"Ibu-ibu, bapak-bapak. Perkenalkan, ini kak Riana, sekaligus majikan saya dari kota. Dan putri cantik dalam gendongan ini, adalah Reyna, anak yang aku jaga selama ini.." Ucap Nila memperkenalkan satu persatu majikannya.
"Salam kenal ibu-ibu, bapak-bapak. Saya minta maaf, jika kedatangan saya menggangu kalian semua.." Ucap Riana menangkupkan kedua tangan, dan meletakannya di depan dada.
"Tentu tidak Non cantik, justru kami sangat senang bisa mengenal majikan Nila ini. Non, sangat cantik sekali.." Ucap ibu RT.
"Terima kasih ibu, ibu -ibu juga sangat cantik...
Mereka langsung berbungah saat mendapat balasan pujian dari Riana.
Bersambung. .
__ADS_1