Riana'S Household Story (Cerita Rumah Tangga Riana)

Riana'S Household Story (Cerita Rumah Tangga Riana)
Part 122


__ADS_3

"Akkkhhhhhhh.." Andre teriak begitu teringat dengan kata-kata terakhir orang tuanya.


Riska yang berada di sampingnya berjingkrak karena terkejut. Pasalnya tidak angin, tidak ada hujan suaminya itu langsung berteriak.


Sedangkan Riska saat itu tengah memikirkan bagaimana caranya ia mendapatkan jawaban yang pas, jika Andre menanyakan maksud dari ucapan bapak mertuanya. Belum sempat Riska mendapatkan jawaban itu, Andre lebih dulu mengejejutkannya dan membuyarkan semua lamunannya.


"Riska, jelaskan pada mas apa maksud dari ucapan bapak,?.." Tanya Andre.


"Jelaskan apa mas? Aku tidak tahu apa-apa soal maksud dari ucapan bapak.." jawab Riska.


"Kamu jangan bohongi mas lagi Riska, kamu pasti tahu jawaban dari ucapan bapak kan? Bapak tidak mungkin berbicara seperti itu jika tidak tahu sebabnya.." Ucap Andre.


"Sumpah mas, aku juga tidak tahu maksud dengan ucapan bapak. Aku juga tidak tahu kenapa bapak berbicara soal itu, padahal aku tidak tahu apa-apa...


"Bapak bilang , rumah kita tidak aman untuk Andra tinggali. Maksudnya apa itu Riska? Sebenarnya apa yang kamu lakukan pada Andra, sampai bapak berbicara seperti soal kamu.." Tanya Andre.


'Aduh,, bagaimana ini.."batin Riska panik.


"A-aku tidak melakukan apa-apa pada Andra, mas. Lagi pula Andra anakku, mana mungkin aku berbuat yang tidak-tidak kepada anakku sendiri, kamu kan tahu sendiri kalau aku menyayangi anak kita. Jadi, tidak mungkin aku seperti itu. Kalau mas gak percaya, tanyakan saja pada Ima dan pelayan-pelayan kita, mereka pasti tahu jawabannya." jawab Riska.


'Gue harus pake cara selanjutnya agar mas Andre percaya sama gue.."batin Riska.


"Buktinya selama ini Ima tidak mengadukan tentang aku kan pada mas,? itu karena aku tidak melakukan apa-apa pada anak kita. Aku ibunya, aku mencintainya, aku menyayanginya dengan seluruh jiwa ragaku, aku akan melakukan apa saja demi membuat anak kita bahagia. tapi kenapa mas malah meragukan aku dalam hal ini? Mas menuduhku karena ucapan bapak, padahal selama ini bapak tidak tahu soal anak kita, anak kita baik-baik saja selama aku di rumah. Sumpah mas, hati aku sangat sakit mendengar mas berbicara seperti ini. Aku merasa bahwa diri aku tidak ada artinya lagi bagi mas., hiks hiks hiks." Lanjut Riska menangis sesegukan.


Melihat istri kesayangannya menangis karena nya, Andre menyesal karena sudah menuduh sang istri tanpa bukti.


Perlahan Andre menepikan mobilnya, dan berkata...

__ADS_1


"Mas minta maaf, Ris.." Ucap Andre dengan raut wajah penuh penyesalan.


'Yesss, berhasil.."batin Riska bersorak gembira karena Andre tidak bisa lagi berkutik begitu melihat air matanya. Padahal itu bukan air mata sungguhan, tapi air mata buaya untuk memperdaya suaminya.


"Mas menyesal karena sudah menuduh kamu yang tidak-tidak. Mas minta maaf.." Ucap Andre.


"Hiks hiks hiks, aku maafin kamu mas.." Jawab Riska.


"Terima kasih sayang.." Andre mambawa istrinya ke dalam dekapannya. Tanpa Andre ketahui, istrinya tersenyum punuh kemenangan di balik punggungnya.


Sedangkan Andre masih tampak menyesal di balik punggung istrinya.


Dengan gampangnya Andre percaya dengan kata-kata bapaknya sendiri, padahal ia tahu kalau bapak nya itu tidak tahu apa-apa soal anaknya. Jangankan mengajak Andra main bersama, menengok Andra ke kediamannya saja tidak pernah sampai Andra berumur hampir 4 tahun ini.


Dengan gampangnya pula Andre menuduh Riska yang tidak-tidak. Padahal dia tahu sendiri kalau Riska adalah sosok ibu yang baik untuk anaknya. Tapi kenapa dia malah langsung meragukan istrinya dan termakan oleh ucapan bapak nya sendiri. Mungkin saja pak Ridwan mengatakan soal Riska seperti itu karena ia tidak pernah suka dengan menantunya. Dan untuk menyingkirkan Riska dari anaknya, pak Ridwan menggunakan cara tersebut agar Andre marah besar pada Riska, dan pada akhirnya Andre menceraikan Riska dan kembali pada mantan menantu kesayangannya itu, pikir Andre menggempalkan tangannya kuat-kuat.


'Semua ini gara-gara perempuan murahan itu. Awas kau, aku akan memberimu pelajaran karena sudah membuat keluargaku seperti ini. Aku tidak takut dengan ancaman murahan mu itu, karena aku tahu kau hanya menakut-nakutiku saja.." batin Andre..


"Lalu, bagaimana dengan Andra , mas? Aku tidak bisa jauh-jauh dari anak kita.." Ucapan Riska berhasil membawa Andre ke alam sadarnya.


Andre melepaskan pelukan itu, lalu menatap lekat mata istrinya.


"Kamu tenang saja. Mas janji akan membawa pulang anak kita secepatnya ke rumah. Untuk sekarang, lebih baik kita ikuti saja dulu keinginan bapak yang penting anak kita baik-baik saja di sana.."Jawab Andre.


"Tapi aku nanti kesepian mas.." Ucap Riska berbohong.


"Kalau kamu kesepian di rumah, kamu kan bisa main ke rumah bapak , sekalian jagain Andra juga di sana. Nanti kalau mas pulang kerja, kita bisa pulang bersama...

__ADS_1


'Ogahh banget gue. Iya'in saja lah, dari pada masalahnya nambah panjang.."Batin Riska.


"Iya mas..


"Kita pulang sekarang, lalu kamu istirahat. Karena mas lihat semalam tidurmu tidak nyenayak gitu, wajah kamu juga sedikit pucat..


"Iya mas, sepertinya aku gak enak badan juga. Mungkin karena bekas tamparan ini langsung menjalar ke tubuhku, karena mbak Riana menampar pipiku dengan seluruh tenaganya. Ini saja masih sakit.." Ucap Riska memegangi pipinya.


Mendengar itu, wajah Andre langsung berubah merah padam karena menahan emosi. Tangannya menggempal kuat, rahang yang tegas.


"Kamu tenang saja sayang, mas akan membuat perempuan murahan itu menyesal dan minta maaf atas tindakannya pada kamu..


"Gak usah mas, nanti mbak Riana makin membenciku. Aku juga takut padanya, karena sekarang dia di jaga ketat oleh anak buahnya. Anak buahnya juga pernah mengancam aku dan ibu, kalau kami jangan bermain-main dengan mbak Riana. Padahal aku sama ibu hanya ingin berbicara baik-baik padanya, tapi anak buahnya itu malah menodongkan pistolnya ke arah ibu..


"Apa benar begitu Ris.." Tanya Andre terkejut.


"Iya mas, ibu sendiri cerita sama aku..


"Kenapa ibu tidak cerita padaku kalau perempuan murahan itu sudah memperlakukannya kasar begitu.." tanya Andre.


"Ibu takut kamu marah-marah pada mbak Riana, karena mbak Riana sempat mengancam ibu, kalau ia akan menghancurkan rumah tangga kita kalau ibu mengatakan tindakannya pada kamu mas.."Jawab Riska menundukan kepala.


"Brengsekkkk..."geram Andre.


'Baguss sekali mas, ini yang aku inginkan dari kamu.."batin Riska menyeringgai.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2